Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia p–ISSN: 2541-0849 e-ISSN: 2548-1398

Vol. 9, No. 7, Juli 2024

 

PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA: UPAYA MENINGKATKAN PEMBANGUNAN EKONOMI

 

Wilson Bangun1, Cindy Calista2*, Ariva Adriana Br Ginting3, Bolfawer Simanjuntak4

Universitas Kristen Maranatha, Bandung, Indonesia1,2,3,4

Email: [email protected]*

 

Abstrak

Pembangunan adalah proses berkelanjutan yang mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat, dengan tujuan memenuhi kehidupan yang layak bagi manusia. Pembangunan ekonomi, yang tidak terlepas dari pertumbuhan ekonomi, adalah proses multidimensi yang melibatkan perubahan dalam struktur sosial, sikap masyarakat, dan lembaga nasional untuk mencapai pertumbuhan, pengurangan ketimpangan, dan penanggulangan kemiskinan. Peningkatan pembentukan modal, baik fisik maupun alam, serta modal manusia, yang meliputi pengetahuan, informasi, ide, keahlian, dan kesehatan individu, sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi modal manusia, termasuk Human Development, Human Capital, dan Global Human Capital, terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Metode penelitian melibatkan analisis data statistik dari BPS dan laporan World Economic Forum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun indeks pembangunan manusia yang tinggi tidak secara langsung meningkatkan laju perekonomian, faktor sumber daya manusia yang mencakup kesehatan, pengetahuan, keterampilan, dan pendapatan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya peran pemerintah dalam meningkatkan indeks pembangunan manusia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Kata kunci: pembangunan ekonomi, modal manusia, pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia, Indonesia

 

Abstract

Development is a continuous and deliberate process encompassing various aspects of societal life, aiming to ensure a decent life for humans. Economic development, which is closely linked to economic growth, is a multidimensional process involving changes in social structure, societal attitudes, and national institutions to achieve growth, reduce inequality, and alleviate poverty. The enhancement of capital formation, both physical and natural, as well as human capital, which includes knowledge, information, ideas, skills, and individual health, is crucial for economic growth. This study aims to examine the contribution of human capital, including Human Development, Human Capital, and Global Human Capital, to economic growth in Indonesia. The research method involves analyzing statistical data from BPS and reports from the World Economic Forum. The results show that although a high human development index does not directly increase the rate of economic growth, human resources encompassing health, knowledge, skills, and income significantly influence economic growth. The implications of this research highlight the importance of government roles in improving the human development index to promote sustainable economic growth.

Keywords: economic development, human capital, economic growth, human development index, Indonesia

 

 

Pendahuluan                                                                                                                 

Pembangunan adalah proses yang dilakukan secara sadar dan berkelanjutan mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat, pembangunan menekankan pada terpenuhinya kehidupan yang layak bagi manusia. Meningkatkan pembangunan ekonomi merupakan hal yang penting untuk terpenuhinya tujuan tersebut. Pembangunan ekonomi merupakan proses multidimensi yang melibatkan bermacam-macam perubahan mendasar dalam strukur sosial, sikap masyarakat, dan lembaga nasional seperti halnya percepatan pertumbuhan, pengurangan ketimpangan, dan penanggulangan kemiskinan (Todaro, 2011). Pembangunan ekonomi tidak bisa dilepaskan dari pertumbuhan ekonomi atau economic growth. Pembangunan ekonomi akan mendorong pertumbuhan ekonomi serta sebaliknya pertumbuhan ekonomi yang memperlancar dari sebuah proses pembangunan ekonomi.

Pertumbuhan dan kemajuan ekonomi yang dicapai sangat tergantung pada peningkatan pembentukan modal, baik modal fisik maupun modal alam. Selain modal fisik dan alam, modal manusia juga merupakan faktor penting dan kunci dalam pertumbuhan ekonomi yang dapat meningkatkan produktivitas. Modal Manusia sebagai pengetahuan, informasi, ide, keahlian, dan kesehatan individu yang akan mempengaruhi produktivitas (Acemoglu & Autor, 2011). Perkembangan pemikiran tentang kontribusi modal manusia dijelaskan oleh Romer (2014), Lucas (1988), dan Cohen dan Soto (2007) yang menjelaskan bahwa semakin baik modal manusia akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Menurut Hendarmin dan Kartika (2019) menyebutkan modal manusia memiliki peran vital dalam proses pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.

Penduduk di Indonesia merupakan penduduk terbanyak di Asia Tenggara. Menurut data dari BPS tahun 2022 jumlah penduduk Indonesia saat ini 273.879.750 jiwa. Di Indonesia sendiri umur usia produktif atau usia kerja yang termasuk tenaga kerja adalah 15-64 tahun, sementara di bawah atau lebih dari usia tersebut tergolong bukan tenaga kerja. Menurut BPS tahun 2022 menyatakan bahwa jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 144,01 juta jiwa pada Februari 2022. Menurut laporan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) dalam The Global Competitiveness Report Tahun 2022 mengatakan daya saing Sumber Daya Manusia Indonesia masih tertinggal dan berada di urutan ke 43 dari 141 negara. Namun di tengah gejolak ekonomi dunia yang juga semakin bersaing, Indonesia dituntut untuk tetap konsisten menaikkan angka pertumbuhan ekonomi. Urgensi pembangunan modal manusia menjadi faktor kunci dalam memenangkan persaingan global, yang membawa konsekuensi semakin ketatnya persaingan ditengah ketidakpastian.

Pembangunan manusia dalam sebuah negara sangat penting dipahami karena dapat menentukan dan memperluas kesejahteraan masyarakat dalam negara tersebut (Maratade et al., 2019).  Kepentingan tersebut dapat diketahui melalui proses pembangunan dari berbagai aspek seperti, Human Development, Human Capital dan Global Human Capital. Pembangunan dapat menciptakan dan menyesuaikannya dengan lingkungan untuk mencapai kesejahteraan manusia. Pembangunan Manusia dapat dipahami secara lebih luas melalui pengukuran dengan membandingkan komponen harapan hidup, melek huruf, pendidikan, serta standar hidup. Komponen-komponen tersebut dapat dijadikan sebagai dasar terhadap tiga indeks antara lain indeks harapan hidup, indeks pendidikan, dan indeks standar hidup layak (Bangun, 2021).

Menurut Cadil et al. (2014) dalam human capital, economic structure and growth menyatakan bahwa tingginya nilai indeks pembangunan manusia tidak serta merta meningkatkan laju perekonomian. Tingginya kualitas manusia atau yang disebut sebagai modal manusia, biasanya dipandang sebagai salah satu penentu utama daya saing dan pertumbuhan ekonomi. Namun, dari hasil riset ditemukan bahwa modal manusia tidak menjadi jaminan stabilitas ekonomi. Ini dibuktikan pada riset yang dilakukan di negara Spanyol, dimana tingkat modal manusia, yang dinyatakan sebagai persentase dari populasi berpendidikan tinggi, relatif sangat tinggi tetapi pengangguran mencapai tingkat kritis dan pertumbuhan ekonomi lemah atau negatif. Menurut Raharti et al. (2020) sumber daya manusia harus mencerminkan struktur ekonomi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Jika tidak, maka tingginya indeks pembangnan manusia yang tercermin dalam modal manusia hanya akan menyebabkan tingkat pengangguran yang lebih tinggi karena efek crowding out dan ketidakseimbangan di pasar tenaga kerja.

Faktor dalam pertumbuhan ekonomi yang sangat penting yaitu sumber daya manusia (Hakam et al., 2021). Paradigma pembangunan yang sedang berkembang saat ini adalah pertumbuhan ekonomi yang di ukur dengan pembangunan manusia. Peran pemerintah dalam meningkatkan indeks pembangunan manusia juga dapat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi dan sebaliknya. Pertumbuhan ekonomi merupakan tema sentral dalam kehidupan ekonomi suatu negara didunia termasuk juga didalamnya Negara Indonesia. Dalam penenelitian ini para penulis menggabungkan komponen pembangunan dari berbagai aspek seperti, Human Development, Human Capital dan Global Human Capital untuk melihat kontribusinya kepada petumbuhan ekonomi. Walaupun menurut Cadil et al. (2014) tingginya nilai indeks pembangunan manusi tidak serta merta meningkatkan laju perekonomian, tapi penelitian lain Raharti et al. (2020), Arifin, dkk 2021 berpendapat sumber daya manusia yang dilihat dari kesehatan, pengetahuan, keterampilan dan pendapatan juga faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi modal manusia, termasuk Human Development, Human Capital, dan Global Human Capital, terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

 

Metode Penelitian

Metode Analisis data yang dilakukan adalah analisis kuantitatif yang dinyatakan dengan angka-angka perhitungannya menggunakan metode statistic yang dibantu dengan program SPSS. Hubungan fungsional antara variable diidentifikasi dengan analisis regresi linier berganda dengan model fungsi produksi Cobb-Douglas sehingga dapat menghasilkan koefisien regresi yang juga sekaligus menunjukkan besaran elastisitas. Fungsi Cobb Douglas adalah suatu fungsi atau persamaan yang melibatkan dua atau lebih variabel. Variabel yang satu disebut dengan variabel dependen, yang dijelaskan (y) dan yang lain disebut variable independen, yang menjelaskan (x). Fungsi produksi menggambarkan hubungan antara tingkat output dengan tingkat penggunaan input-input yang digunakan dalam proses produksi. Persamaan fungsi tersebut dapat ditulis sebagai berikut:

Y= f (x1.x2)

Y= ax1b1 x2b2 x3b3 eu

Dimana:

Y = Pertumbuhan Ekonomi

a = nilai intersep

X1 = Knowledge

X2 = Health

X3 = Income

X4 = Skill

b1,b2, b3, b4 = koefisien regresi variabel X1,X2,X3,X4

u = kesalahan

e = logaritma natural, e = 2,718

 

Metode pengumpulan data pada penelitian ini dengan mengunduh data sekunder yang didapatkan dari Badan Pusat Statistik Kota Bandung pada kurun waktu tahun 2011-2021. Uji Statistik yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Uji F dan Uji t untuk melihat pengaruh variable secara simultan dan parsial. Dalam penelitian ini juga dilakukan analisis return to scale (RTS) untuk mengetahui kegiatan dari suatu usaha yang diteliti apakah sudah mengikuti kaidah decreasing, constant atau increasing return to scale. Keadaan return to scale (skala usaha) dari suatu usaha yang diteliti dapat diketahui dari penjumlahan koefisien regresi semua factor produksi. Ada tiga kemungkinan dalam nilai return to scale, yaitu:

1)    Decreasing Return to Scale (DRS), jika (b1 + b2 + ... + bn) < 1 maka artinya adalah proporsi penambahan faktor produksi akan menghasilkan tambahan produksi yang proporsinya lebih kecil.

2)    Constant return to Scale (CRS), jika (b1 + b2 + ... + bn) = 1 maka artinya adalah proporsi penambahan faktor produksi proporsional terhadap penambahan produksi yang diperoleh.

3)    Increasing Return to Scale (IRS), jika (b1 + b2 + ... + bn) > 1 maka artinya bahwa proporsi penambahan faktor produksi akan menghasilkan tambahan produksi yang proporsinya lebih besar.

 

Hasil dan Pembahasan

Uji Koefisien Determinan Adjusted (R2)

 

Tabel 1. Hasil Uji R2

Model Summary

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1

.999a

.998

.996

.01543

a. Predictors: (Constant), SKL, INC, HEL, KNO

 

pada tabel diatas, nilai Adjusted R square sebesar 0,996 menunjukkan bahwa 99,6% pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan oleh variabel knowledge (x1), health (x2), income (x3) dan skill (x4). Sisanya sebesar 0,4% dijelaskan oleh variabel variabel lain di luar model.

 

Uji F

Tabel 2. Hasil Uji F

ANOVAa

Model

Sum of Squares

df

Mean Square

F

Sig.

1

Regression

.551

4

.138

578.502

.000b

Residual

.001

5

.000

 

 

Total

.552

9

 

 

 

a. Dependent Variable: EKO

b. Predictors: (Constant), SKL, INC, HEL, KNO

 

Berdasarkan tabel diatas, dilihat dari tingkat probabilitas menunjukkan bahwa nilai probabilitas sebesar 0,000 lebih kecil dari tingkat signifikan sebesar 0,05 (α) maka dapat disimpulkan bahwa skill, income, health dan knowledge secara bersama sama berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Variabel independent berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

 

Uji t

Uji statistik t pada dasarnya adalah seberapa jauh pengaruh satu variable penjelas secara individual dalam mempengaruhi variabel terikat. Apakah suatu variabel independen merupakan penjelas yang signifikan atau tidak signifikan terhadap variabel dependen.

Tabel 3. Hasil Uji t

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

1.432

9.289

 

.154

.884

KNO

3.136

.375

.552

8.354

.000

HEL

1.559

1.903

.051

.819

.450

INC

2.017

.247

.457

8.158

.000

SKL

.617

.974

.032

.633

.555

a. Dependent Variable: EKO

 

Berdasarkan tabel Coeffisient nilai probabilitas knowledge (X1) dan income (X3) p 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa knowledge dan income berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Nilai probabilitas health (X2) p 0,450 > 0,05 (α) dan skill (X3) p 0,555 > 0,05 (α) maka dapat disimpulkan health dan sklill berpengaruh tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Knowledge yang diukur melalui angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah berpengaruh signifikan pertumbuhan ekonimi yang diukur melalui produk domestik bruto. Pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan pengetahuan masyarakat yang bisa dilakukan dengan memberikan Pendidikan sehingga masyarakat melek akan huruf dan bisa berekolah sesuai tingkat wajib yang ditentukan pemerintah merupakan upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi secara signifikan. Penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh Nugroho (2014) yang membuktikan bahwa pendidikan yang diwakilkan dengan Angka Melek Huruf memiliki pengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi yang diwakilkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB), dan penelitian dan Handayani et al. (2016) bahwa rata-rata lama sekolah berpengaruh positif terhadap PDRB di Provinsi Bali. Hal ini menandakan bahwa semakin lama pendidikan yang ditempuh oleh seseorang, maka akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi suatu daerah.

Demikian juga dengan income yang diukur melalui standar hidup layak berpengaruh signifikan pertumbuhan ekonimi yang diukur melalui produk domestik bruto. Penduduk sebagai komponen pembangunan ekonomi perlu memiliki standar hidup layak yang memrupakan gambaran tingkat kesejahteraan yang dinikmati oleh penduduk melalui pendapatan yang mereka peroleh, peningkatan standar hidup layak akan signifikan meningkatkan pertumbuhan dan pembangunan yang juga dapat dilihat sebagai dampak semakin membaiknya ekonomi. Penelitaian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Prananda et al.(2018), Fauzi (2017), Shkolnikov et al. (2019) bahwa angka harapan hidup memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

Pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan tingkat kesehatan atau health yang diukur dari angka harapan hidup dapat mempengaruhi peningkatan pertumbuhan ekonomi walaupun tidak secara signifikan. Kesehatan merupakan investasi yang sangat berguna bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Prananda et al. (2018), Fauzi (2017) yang mengungapkan angka harapan hidup memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Kesehatan merupakan salah satu komponen yang perlu ada untuk kesejahteraan rakyat yang dapat menggambarkan tingkat kesehatan masyarakat sehubungan dengan kualitas kehidupannya. Selain itu kesehatan merupakan salah satu modal bagi keberhasilan pembangunan bangsa karena dengan penduduk yang sehat, pembangunan diharapkan dapat berjalan dengan lancar (Suryandari, 2017).

Pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan skill yang diukur dari angkatan kerja terampil dapat mempengaruhi peningkatan pertumbuhan ekonomi walaupun tidak secara signifikan. Peningkatan jumlah angkatan kerja terampil mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, walaupun tidak secara signifikan qngkatan kerja yang terampil yang diperoleh dari Pendidikan akan meningkatkan kualitas hidup manusia dan manfaat sosial yang lebih luas baik untuk individu maupun masyarakat (Budiarti et al., 2019). Penelitian ini sejalan dengan penelitian (Sulistyowati, 2010) yang menyebutkan sumber daya manusia sebagai tenaga kerja sangat diperlukan keterampilannya dalam melaksanakan tugas, meningkatkan kualitas organisasi dan menunjang pertumbuhan ekonomi.

Setelah dilakukan uji asumsi klasik, uji F dan uji t maka untuk menjawab rumusan masalah berikutnya dilakukan analisis regresi linear berganda. Dengan persamaan sebagai berikut

Model regresi linear yang digunakan dalam melakukan pengujian diformulasikan sebagai berikut:

Y= f (x1.x2)

Y= ax1b1 x2b2 x3b3 eu

Dimana:

Y = Pertumbuhan Ekonomi

a = nilai intersep

X1 = Knowledge

X2 = Health

X3 = Income

X4 = Skill

b1,b2, b3, b4 = koefisien regresi variabel X1,X2,X3,X4

u = kesalahan

e = logaritma natural, e = 2,718

Persamaan fungsi tersebut adalah rumusan asli fungsi produksi Cobb-Douglas dengan empat variabel independen. Setelah semua variabel diubah kedalam bentuk logaritma natural (Ln) maka rumusan fungsi tersebut ditransformasikan ke dalam persamaan Ln, sehingga persamaannya menjadi:

Ln Y = Ln a + b ln X1 + c ln X2

analisis regresi berganda yang diolah dengan bantuan SPSS versi 27 menghasilkan persamaan regresi sebagai berikut :

Ln Y = ln 9,289+ 0, 375 ln X1 + 1,903 ln X2 + 0,247 ln X3 + 0,974 ln X4

Dari bentuk transformasi fungsi produksi Cobb-Douglas di atas maka bentuk tersebut diubah kembali ke dalam bentuk asli fungsi produksi Cobb – Douglas, sehingga persamaannya menjadi:

Y = 10,181X10,375X21,903X30,247X40,974

Dari hasil di atas besarnya elastisitas dari masing-masing variabel independen dapat dilihat dari besarnya koefisien pangkat pada setiap variabel independen. Elastisitas knowledge sebesar 0,375, elastisitas health sebesar 1,903, elastisitas income sebesar 0,247 dan elastisitas skill sebesar 0,974. Sedangkan besarnya Return to scale dapat dihitung dengan cara menjumlahkan koefisien pangkat masing- masing variabel independen (0,375 + 1,903+ 0,247 + 0,974 = 3,499) yang menunjukkan kondisi Increasing Return to Scale (IRS), jika (b1 + b2 + ... + bn) > 1 maka artinya bahwa proporsi penambahan faktor knowledge, health, income dan skill akan menghasilkan tambahan pada pertumbuhan ekonomi yang proporsinya lebih besar.  Sehubungann dengan itu penting untuk meningkatkan seluruh aspek yang ada dalam pembangunan manusisa baik dari segi pendidikan, kesehatan, pendapatan, dan keterampilan dalam upaya pembangunan ekonomi. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh Nugroho (2014) dan Handayani et al. (2016) bahwa peningkatan pengetahuan mempengaruhi peningkatan pertumbuhan ekonomi. Penelitian Prananda et al. (2018) dan Fauzi (2017) bahwa peningkatan pendapatan dan kesehatan mempengaruhi peningkatan pertumbuhan ekonomi dan penelitian Sulistyowati (2010) dan Budiarti et al. (2019) bahwa peningkatan keterampilan mempengaruhi peningkatan pertumbuhan ekonomi.

 

Kesimpulan

Pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan pengetahuan, pendapatan, kesehatan, dan keterampilan memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Pengetahuan yang diukur melalui angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi yang diukur melalui produk domestik bruto. Pendapatan yang diukur melalui standar hidup layak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Kesehatan yang diukur dari angka harapan hidup memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi, walaupun tidak secara signifikan. Keterampilan yang diukur dari angkatan kerja terampil memiliki pengaruh tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan, pendapatan, kesehatan, dan keterampilan akan menghasilkan tambahan pada pertumbuhan ekonomi yang proporsinya lebih besar.

 

 

BIBLIOGRAFI

 

Acemoglu, D., & Autor, D. (2011). Lectures in labor economics. Manuscript. Http://Economics. Mit. Edu/Files, 4689, 22.

Bangun, W. (2021). Pembangunan Sumber Daya Manusia. Rajawali Pers: Depok.

Budiarti, D. (2014). Pengaruh tingkat pendidikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mojokerto tahun 2000-2011. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE)2(1).

Čadil, J., Petkovová, L., & Blatná, D. (2014). Human capital, economic structure and growth. Procedia economics and finance12, 85-92.

Cohen, D., & Soto, M. (2007). Growth and human capital: good data, good results. Journal of economic growth12, 51-76.

Fauzi, F. (2021). Pengaruh Kemiskinan, PDRB Dan Pengangguran Terhadap Indeks Pembangunan Manusia Di Sumatera Utara Tahun 2010-2019 (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara).

Hakam, I. A., Fatahillah, K., Faniati, R. N., Izzah, N. N., & Putra, R. S. (2023). A Systematic Literature Review: Strategi Pengembangan Usaha Mikro Dan Menengah (Umkm) Melalui Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia. WORLDVIEW (Jurnal Ekonomi Bisnis Dan Sosial Sains)2(1), 61-72.

Handayani, N. S., Bendesa, I., & Yuliarmi, N. (2016). Pengaruh Jumlah Penduduk, Angka Harapan Hidup, Rata-Rata Lama Sekolah, dan PDRB Per Kapita Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Bali. E-Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana5(10), 3449-3474.

Hendarmin, H., & Kartika, M. (2019). The relationship between human capital and the regional economy productivity. JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan12(1), 138-152.

Lucas, R. E. (1988). On the mechanics of economic development. Journal of monetary economics22(1), 3-42.

Maratade, S. Y. (2016). Analisis Pertumbuhan Ekonomi Dan Indeks Pembangunan Manusia Di Provinsi Sulawesi Utara (Studi Pada Tahun 2002-2013). Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi16(1).

Nugroho, S. B. M. (2016). Pengaruh pendidikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Media Ekonomi dan Manajemen29(2).

Prananda, D., Idris, I., & Putri, D. Z. (2019). Dampak Kesehatan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia. Jurnal Ecogen1(3), 578-585.

Raharti, R., Sarnowo, H., & Aprillia, L. N. (2020). Analisis Pertumbuhan Ekonomi Dan Indeks Pembangunan Manusia Di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Perspektif Ekonomi Darussalam (Darussalam Journal of Economic Perspec6(1), 36-53.

Romer, P. M. (2014). Human capital and growth: Theory and evidence. Annals of Economics and Finance15(1), 765-816.

 

 

Copyright holder:

Wilson Bangun, Cindy Calista, Ariva Adriana Br Ginting,

Bolfawer Simanjuntak (2024)

 

First publication right:

Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

 

This article is licensed under: