How to cite:
Kartikawati, Eka. (2021). Analisis Miskonsepsi Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) pada Materi Sistem
Reproduksi. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia. 6(8). http://dx.doi.org/10.36418/Syntax-
literate.v6i8.3751
E-ISSN:
2548-1398
Published by:
Ridwan Institute
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia pISSN: 2541-0849
e-ISSN: 2548-1398
Vol. 6, No. 8, Agustus 2021
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)
PADA MATERI SISTEM REPRODUKSI
Eka Kartikawati
Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka Jakarta, Indonesia
Abstrak
Konsep awal siswa merupakan suatu pengetahuan awal yang biasanya membuat
ketidakcocokan pengetahuan yang diterima sehingga menyebabkan adanya
miskonsepsi. Jika dibiarkan miskonsepsi pada siswa sangat berpengaruh terhadap
hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahn konsep yang
dialami siswa pendidikan biologi pada konsep materi sistem reproduksi, karena
konsep awal dari siswa biasanya mudah diganti apabila orang tersebut
diperkenalkan dengan konsep ilmiah yang sebenarnya. Metode deskriptif dalam
penelitian ini digunakan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik
pengumpulan data dengan menggunakan tes diagnostik. berupa tes pilihan ganda
beralasan dengan penggunaan tingkat keyakinan (CRI). Perolehan hasil dari
penelitian ini yaitu persentase paham konsep sebesar 29%, paham konsep tapi
kurang yakin sebesar 2%. 44% tidak tahu konsep dan miskonsepsi siswa terhadap
materi sistem reproduksi diperoleh rata-rata sebesar 25%. Subkonsep materi sistem
reproduksi yang memiliki miskonsepsi tertinggi terdapat pada subkonsep hormone
kelamin wanita yaitu sebesar 72 %. Kesimpulan penelitian ini bahwa yang
mengalami miskonsepsi pada materi sistem reproduksi tergolong rendah, yaitu
hanya sebesar 25%.
Kata Kunci: miskonsepsi; pemahaman konsep; sistem reproduksi
Abstract
The initial concept of the student is an initial knowledge that usually makes the
mismatch of knowledge received causing a misconception. If left to misconceptions
in students greatly affect the results of learning. The purpose of this study is to find
out the misconceptions that occur in students of biological education on the
concept of reproductive system material, because the preconception experienced by
a person is relatively easier to change when the person is introduced to the actual
scientific concept. The method used is descriptive method with quantitative
approach. The targeted outsider is the publication of a national journal. Data
collection techniques by using diagnostic tests. multiple choice test based on the
use of confidence level (CRI). The results obtained in this study are the percentage
of concept understanding by 29%, understanding the concept but less sure by 2%.
44% do not know the concept and misconceptions of students to reproductive
system material obtained an average of 25% which belongs to the low category.
Subconcepts of reproductive system material that have the highest misconceptions
Analisis Miskonsepsi Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) pada Materi Sistem
Reproduksi
Syntax Literate, Vol. 6, No. 8, Agustus 2021 3783
are found in female genital hormone subconceptions which is 72%. The conclusion
of this study is that those who experience misconceptions in the reproductive
system material are low, which is only 25%.
Keywords: misconceptions; understanding of concepts; reproductive system
Pendahuluan
Kemampuan Awal adalah suatu pengetahuan awal yang digunakan sebagai hasil
belajar sebelum mendapat pengetahauan yang lebih tinggi atau sebagai syarat ketentuan
untuk mengikuti pelajaran sehingga pelaksanaan proses pembelajaran berjalan dengan
baik (Kartikawati, 2019). Kemampuan tersebut dapat diperoleh dari beberapa kegiatan
atau pelatihan dan bagaimana kemampuan tersebut untuk digunakan dalam tantangan
baru. Salah satu konsep yang terdapat dalam biologi harus adanya pemahaman konsep
yang sangat baik untuk mempelajarinya terutama pada materi sistem reproduksi. Karena
sistem reproduksi merupakan pendidikan seks ilmiah yang begitu erat kaitannya dengan
kegiatan sehari-hari (Chaniarosi, 2014). Sehingga Konsep awal tersebut dapat
menyebabkan siswa mengalami kesalahan konsep atau miskonsepsi, penyebabnya yaitu
bahwa siswa siswa terutama SMA masih percaya adanya kepercayaan atau mitos, dan
mudah terpengaruh oleh lingkungan., selain itu Pernyataan ini menunjukkan bahwa
pengetahuan awal sering kali tidak sesuai dengan pengetahuan-pengetahuan yang
diperoleh sehingga dapat menyebabkan adanya pemahaman yang salah (miskonsepsi)
(Suparno, 2013).
Nilai keterbaruan penelitian ini adalah konsep biologi yang diteliti yakini
mengenai reproduksi yang dianalisis berdasarkan indikator materi serta teknik yang
menggunakan tingkat keyakinan (CRI) berbeda dengan penelitian lain yang dianalisis
menggunakan three tier multiple choice dan materi biologi mengenai jamur (Kurniawati
& Isniwati, 2019). Adapun penelitian lainnya yang menganalisis berdasarkan
metaanalisis buku teks (Muthia Hanifah, 2021).
Penelitian ini bertujuan memperoleh nilai salah konsep peserta didik siswa SMA
pada konsep materi sistem reproduksi, karena konsep pengetahuan awal siswa yang
dialami akan lebih mudah diubah apabila siswa tersebut diperkenalkan dengan konsep
ilmiah yang sebenar-benarnya. Sementara itu miskonsepsi bersifat kuat atau susah
diubah (Ibrahim, 2012). Sehingga Jika dibiarkan miskonsepsi pada siswa sangat
berpengaruh buruk terhadap hasil belajar siswa.
Metode Penelitian
Penggunaan metodologi dalam penelitian ii secara deskriptif dan pendekatan
kuantitatif. Intrumen dalam pengumpulannya menggunakan tes diagnostik (Sugiyono,
2017). Sampel pada penelitian ini sebanyak 40 siswa. Instrumen tes diagnostik berupa
tes pilihan ganda beralasan yang dilengkapi dengan tingkat keyakinan (CRI). Sehingga
setiap siswa menjawab pertanyaan maka siswa harus mengisi jawaban yang disertai
alasan dan tingkat keyakinan menjawabnya. Skala tingkat keyakinan CRI bertujuan
Eka Kartikawati
3784 Syntax Literate, Vol. 6, No. 8, Agustus 2021
untuk membedakan siswa yang mengalami kesalahan konsep stau miskonsepsi, ketidak
tahuan tentang konsep, pemahaman konsep namun kurang adanya keyakinan.
Hasil dan Pembahasan
Data nilai yang didapat dengan menggunakan instrumen tes secara tertulis dengan
skala CRI didapatkan dengan mengujikan 25 soal pilihan ganda materi sistem
reproduksi terhadap 50 orang siswa dikelas XI MIPA di SMAM 1 Depok. Hasil tes
tertulis digunakan untuk mengetahui miskonsepsi siswa terhadap materi sistem
reproduksi. Hasil yang didapat pada penelitian ini adalah persentase paham konsep
sebesar 29%, paham konsep tapi kurang yakin sebesar 2%. 44% tidak tahu konsep dan
miskonsepsi siswa terhadap materi sistem reproduksi diperoleh rata-rata sebesar 25%
yang tergolong kedalam kategori rendah. Hasil data dapat dilihat pada grafik dibawah
ini.
Gambar 1
Rata-rata Tingkat Pemahaman Siswa Pada Materi Sistem Reproduksi
Tabel 1
Rata-rata Tingkat Pemahaman Siswa Pada Materi Sistem Reproduksi
Pemahaman
PK
PKKY
M
Persentase
29%
2%
25%
Perolehan nilai miskonsepsi siswa dalam materi sistem reproduksi hanya sebesar
25%. Angka ini tergolong rendah jika dibandingkan dengan siswa yang tahu konsep dan
tidak mengetahui konsep. Namun jika dilihat berdasarkan akumulasi hasil peserta didik
tahun konsep dan tahu konsep tapi tidak yakin sebesar 31%. Maka sebanyak 44% siswa-
siswi tidak menguasai konsep. Persentase 25% keyakinan siswa tinggi ketika menjawab
pertanyaan sehingga siswa tersebut masuklah ke dalam kategori miskonsepsi.
Pemahaman siswa yang memiliki kurangnya tingkat keyakinan dalam menjawab soal
tergolong kedalam kategori tidak tahu konsep. Diperoleh persentase yang yaitu sebesar
44%. Tingginya persentase disebabkan banyaknya siswa yang salah memberikan alasan
untuk menjawab pertanyaan tetapi keyakinannya kecil. Menurut (Muna, 2016)
menyatakan bahwa kesalahan siswa ketika menjawab pertanyaan tidak selalu disebut
mepunyai kesalahan konsepsi bisa saja karena tidak tahu tentang konsep sebelumnya.
Analisis Miskonsepsi Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) pada Materi Sistem
Reproduksi
Syntax Literate, Vol. 6, No. 8, Agustus 2021 3785
Miskonsepsi ini termasuk dalam kategori rendah karena pemahaman remaja sekolah
mengenai kesehatan reproduksi khususnya perempuan memiliki persentase yang lebih
baik (Maesaroh, Kartikawati, & Anugrah, 2020).
Hasil persentase siswa yang mengalami miskonsepsi tertinggi berdasarkan sub
konsep, terdapat terdapat pada sub konsep fertiliasi in vitro yaitu sebesar 40 %.
miskonsepsi tertinggi berdasarkan konsep pertanyaan nomer 17 sub konsep terdapat
pada butir soal nomor 17yaitu sebesarsebanyak 72 %. Lebih jelasnya dapat dilihat pada
diagram dibawah ini.
Gambar 2
Tingkat Pemahaman Siswa Pada Sub Konsep Materi Sistem Reproduksi
Hasil penelitian mengenai hasil porsentase peserta didik yang mempuyai
miskonsepsi tertinggi pada konsep pertanyaanmengenai sistem reproduksi adalah pada
sub konsep fertilisasi in vitro yang memiliki persentase sebesar 72%. Hal tersebut
dikarenakan alasan menjawab yang salah dan tingginya tingkat keyakinan siswa dalam
menjawab soal. Pernyataan ini terlihat bahwa 72% siswa menjawab jika wanita yang
sudah menopouse, tidak akan mampu untuk memiliki anak sebab tidak dapat
memproduksi sel telur. Dari jawaban tersebut, tampak bahwa siswa hanya memahami
konsep tentang fertilisasi yaitu, kehamilan akan terjadi jika sel sperma melakukan
pembuahan terhadap sel telur (Guyton, 2012). Sementara siswa tidak memahami konsep
dari program bayi tabung yaitu pembuahan secara in vitroadalah hasil dari ovum dan
spermatozoa laki-laki bagian eksternal (Zahrowati, 2017). Sebenarnya jawaban yang
tepat untuk butir soal ini yaitu, wanita menopouse tetap dapat hamil dengan cara
mendapatkan donor sel telur dari orang lain. Tidak sekedar fakta dan konsep yang
diajarkan proses sain juga perlu karena dapat mengikuti perkembangan pengetahuan
(Kartikawati, 2019).
Eka Kartikawati
3786 Syntax Literate, Vol. 6, No. 8, Agustus 2021
Berdasarkan grafik diatas maka dapat disimpulkan bahwa siswa banyak yang
tidak tahu konsep karena hasil menunjukkan yakni hasil rata-rata persentase tidak tahu
konsep lebih besar daripada hasil rata-rata persentase miskonsepsi pada materi sistem
reproduksi. Hal ini sebenarnya dapat terjadi dari faktor internal dan eksternalnya
(Kartikawati, Cahyani, & Amirullah, 2020).
Kesimpulan
Miskonsepsi pada atau salah konsep memiliki perbandingan yang signifikan
dengan siswa-siswi yang tidak megetahui konsep yaitu 44%, 29% memahami konsep
dan 2% paham konsep tetapi sedikit mempunyai keyakinan. Sementara berdasarkan
subkonsep, miskonsepsi tertinggi terdapat pada subkonsep hormone kelamin wanita
yaitu sebesar 72 %.
Analisis Miskonsepsi Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) pada Materi Sistem
Reproduksi
Syntax Literate, Vol. 6, No. 8, Agustus 2021 3787
BIBLIOGRAFI
Chaniarosi, Lyanda Fitriani. (2014). Identifikasi Miskonsepsi Guru Biologi SMA Kelas
XI IPA Pada Konsep Sistem Reproduksi Manusia. Jurnal Edubio Tropika, 2(2),
187250. Google Scholar
Guyton, Arthur C. (2012). Buku Teks Fisiologi Kedokteran (Adji Darma & P.
Lukmanto, eds.). Jakarta: Buku Kedokteran ECG. Google Scholar
Ibrahim, Muslimin. (2012). Seri Pembelajaran Inovatif Konsep, Miskonsepsi dan Cara
Pembelajarannya (Muslimin Ibrahim, ed.). Unesa University Press. Google
Scholar
Kartikawati, Eka. (2019). Analisis Kemampuan Metode Ilmiah Dalam Membuat
Laporan Penelitian Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah
Prof. Dr. Hamka. Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia, 4(10), 2733. Google
Scholar
Kartikawati, Eka, Cahyani, Astri Fajar, & Amirullah, Gufron. (2020). Profil
Kemampuan Berpikir Analisis Siswa Pada Materi Pencemaran Lingkungan. Syntax
Literate ; Jurnal Ilmiah Indonesia, 5(4), 22. https://doi.org/10.36418/syntax-
literate.v5i4.1065. Google Scholar
Kurniawati, Fadilla, & Isniwati. (2019). Analisis Miskonsepsi Siswa Kelas XI MIA
Pada Materi Jamur Menggunakan Three-Tier Multiple Choice. BioEdu, 8(1), 51
57. Google Scholar
Maesaroh, Maesaroh, Kartikawati, Eka, & Anugrah, Devi. (2020). Analisis Penguasaan
Konsep dan Sikap Remaja Sekolah Terhadap Kesehatan Reproduksi. Syntax
Literate ; Jurnal Ilmiah Indonesia. https://doi.org/10.36418/syntax-
literate.v5i4.1076. Google Scholar
Muna, Izza Auliyatul. (2016). Identifikasi miskonsepsi mahasiswa PGMI pada konsep
hukum newton menggunakan certainty of response index (CRI). Cendekia: Jurnal
Kependidikan Dan Kemasyarakatan, 13(2), 309322. Google Scholar
Muthia Hanifah. (2021). Meta Analisis Miskonsepsi Buku Teks Biologi SMA Kelas XI.
Jurnal Biologi Dan Pembelajarannya (JB&P), 8(1), 3239.
https://doi.org/10.29407/jbp.v8i1.15735. Google Scholar
Sugiyono, P. D. (2017). Metode Penelitian Bisnis: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,
Kombinasi, dan R&D. Penerbit CV. Alfabeta: Bandung. Google Scholar
Suparno, Paul. (2013). Miskonsepsi Dan Perubahan Konsep Dalam Pendidikan Fisika
(Cetakan 2). Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Google Scholar
Zahrowati. (2017). Bayi Tabung ( Fertilisasi In Vitro ) Dengan Menggunakan Sperma
Donor dan Rahim Sewaan ( Surrogate Mother ) dalam Perspektif Hukum Perdata.
Eka Kartikawati
3788 Syntax Literate, Vol. 6, No. 8, Agustus 2021
Horlev, 1(2), 196219. Google Scholar
Copyright holder:
Eka Kartikawati (2021)
First publication right:
Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia
This article is licensed under: