Syntax
Literate: Jurnal Ilmiah
Indonesia p–ISSN: 2541-0849 e-ISSN: 2548-1398
Vol. 9, No.
11, November 2024
PENGARUH CITRA MEREK DAN KEPERCAYAAN TERHADAP
LOYALITAS PASIEN RAWAT INAP RUMAH SAKIT HARAPAN SEHAT SLAWI
Nadia Brigita Cahayani1,
Agus Hadian Rahim2, Mira Veranita3
Universitas Adhirajasa
Reswara Sanjaya, Indonesia1,2,3
Email: brigita212n@gmail.com1
Abstrak
Citra merek memiliki kepentingan dalam dibentuknya
persepsi konsumen. Penelitian ini ditujukan untuk mengeksplorasi pengaruh citra
merek dan kepercayaan terhadap loyalitas pasien rawat inap di Rumah Sakit
Harapan Sehat Slawi. Metode penelitian digunakan dalam kuantitatif dengan
pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada
100 pasien rawat inap di rumah sakit tersebut. Hasil analisis data menunjukkan
bahwa citra merek memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas
pasien, dengan nilai p sebesar 0.000 dan Odds Ratio (OR) sebesar 250.250. Artinya, pasien yang mengenal
dan memiliki pandangan positif tentang citra merek cenderung
menunjukkan tingkat loyalitas yang sangat tinggi. Selain itu, kepercayaan
terhadap merek juga terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap loyalitas pasien, dengan nilai p sebesar 0.000 dan Odds
Ratio (OR) sebesar 65.000. Ini
menunjukkan bahwa kepercayaan pasien terhadap rumah sakit berkontribusi besar dalam meningkatkan
loyalitas mereka. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan strategi pemasaran
yang efektif untuk memperkuat citra merek dan membangun kepercayaan. Dengan demikian, rumah sakit dapat meningkatkan
kepuasan dan loyalitas pasien rawat inap,
yang pada gilirannya dapat memperkuat reputasi dan daya saing rumah
sakit di pasar layanan kesehatan.
Kata Kunci: Citra Merek, Kepercayaan, Loyalitas Pasien, Rumah Sakit
Harapan Sehat Slawi.
Abstract
Brand image has an importance in forming consumer
perceptions. This study aims to explore the impact of brand image and trust on
inpatient loyalty at Harapan Sehat Slawi Hospital. A
quantitative research method with a survey approach was employed, and data were
collected through questionnaires distributed to 100 inpatient respondents at
the hospital. The data analysis reveals that brand image has a significant
positive effect on patient loyalty, with a p-value of 0.000 and an Odds Ratio
(OR) of 250.250. This indicates that patients who recognize and hold a positive
view of the brand image are highly likely to demonstrate strong loyalty.
Additionally, trust in the brand also significantly influences patient loyalty,
with a p-value of 0.000 and an Odds Ratio (OR) of 65.000, highlighting that
patient trust in the hospital greatly contributes to enhancing their loyalty.
The study emphasizes the importance of developing effective marketing
strategies to strengthen brand image and build trust. By doing so, the hospital
can improve inpatient satisfaction and loyalty, thereby enhancing its
reputation and competitive position in the healthcare market.
Keywords: Brand Image, Trust, Patient Loyalty, Harapan Sehat Slawi Hospital
Pendahuluan
Layanan kesehatan di Indonesia mencakup
upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang dilaksanakn
oleh lembaga publik ataupun swasta. Sistem Kesehatan Nasional (SKN) bertujuan
untuk menyediakan layanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi seluruh warga
negara melalui berbagai kebijakan, program, dan regulasi.
Rumah sakit, sebagai bagian integral sistem kesehatan, menawarkan layanan mulai dari perawatan
rawat inap, rawat jalan, hingga
layanan darurat (UU No.
44/2009; UU No. 17/2023). Sebagai penyedia
layanan kesehatan, citra merek dan kepercayaan yang dibangun di antara pasien memiliki
peran penting dalam mempengaruhi loyalitas pasien (Putri et al., 2016).
Pertama, rumah sakit merupakan bagian dari industri jasa
yang tidak hanya memberikan pengobatan medis namun pengalaman
kesehatan. Kedua, pasien memiliki pemahaman yang terbatas mengenai kualitas peralatan medis yang dipunyai oleh rumah sakit, sehingga kualitas layanan interpersonal diberikan oleh staf rumah sakit dan kesejahteraan psikologis pasien menjadi pertimbangan penting saat memilih rumah
sakit untuk perawatan medis. Ketiga, industri kesehatan diera ini, dengan persaingan
yang semakin ketat antara rumah sakit,
dalam diberikannya layanan berkualitas tinggi dan memperoleh loyalitas pasien merupakan hal penting
untuk keberlanjutan rumah sakit (Arisara, 2023). Peningkatan kualitas pelayanan melalui pendekatan ini dinilai mampu
meningkatkan kepuasan dan loyalitas pasien, serta berdampak pada peningkatan kunjungan (Theja et al., 2023).
RS Harapan Sehat Slawi merupakan rumah sakit terpercaya di Kecamatan Slawi. Namun, rumah sakit
menghadapi tantangan dalam menjaga kepercayaan
dan loyalitas pasien. Ulasan di Google menunjukkan kurangnya layanan yang memuaskan, dengan pasien mengeluhkan perilaku yang tidak profesional dan pengobatan yang tidak memuaskan oleh tenaga kesehatan. Selain itu, rumah
sakit ini mengalami penurunan jumlah pengunjung yang signifikan dari 380 orang pada bulan April 2024 menjadi 215
orang pada bulan-bulan berikutnya,
mengalami penurunan sebesar 43%. Penurunan ini diperlukan evaluasi terhadap kualitas layanan serta kepentingan dalam membangun citra merek dan kepercayaan yang positif di antara pasien.
Citra merek memiliki kepentingan dalam dibentuknya persepsi konsumen. Sebagaimana dijelaskan oleh (Amanda & Aslami, 2021) citra merek
adalah serangkaian pemikiran dan perasaan yang diasosiasikan konsumen atau pasien terhadap
suatu merek. Citra merek yang positif mendorong pasien untuk memilih rumah
sakit tertentu, sementara kepercayaan seringkali dibangun melalui layanan berkualitas, staf yang profesional, dan pengalaman positif (Firdaus, 2020). Dalam layanan
kesehatan, citra merek berkorelasi dengan reputasi dan kepercayaan. Kotler & Keller, (2016) menyatakan bahwa citra merek
yang positif meningkatkan nilai yang dirasakan oleh pelanggan, mendorong loyalitas dan rekomendasi dari mulut ke
mulut. Citra merek yang kuat memungkinkan penetapan harga premium karena konsumen melihat nilai yang lebih tinggi. Selain
itu, citra merek memberikan ketahanan terhadap krisis, karena pelanggan yang loyal sering kali lebih pemaaf. Organisasi
harus secara aktif mengelola citra merek mereka
melalui strategi pemasaran
yang efektif, kualitas yang
konsisten, dan interaksi
yang positif. Citra merek
yang kuat mendorong preferensi konsumen dan menjadi aset berharga
untuk kesuksesan jangka panjang (Veranita & Hatimatunnisani, 2021). Ketika pasien mempercayai rumah sakit, mereka cenderung
kembali dan merekomendasikannya
kepada orang lain, yang berkontribusi
pada loyalitas pasien.
Studi sebelumnya menunjukkan bahwa citra merek
dan kepercayaan terdapat pengaruh positif signifikan terhadap loyalitas pasien. Misalnya, penelitian yang dilakukan oleh Eftitah et al., (2023) menemukan bahwa citra merek
dan kepercayaan yang positif
secara signifikan memengaruhi loyalitas pasien di RS Islam Fatimah Banyuwangi. Demikian,
penelitian yang dilakukan
oleh Sugiarto et al., (2018)menunjukkan bahwa citra merek,
kualitas layanan, dan kepercayaan berdampak positif terhadap loyalitas pasien di RS Linggajati Kuningan. Namun, masih terdapat
kesenjangan pemahaman tentang bagaimana faktor-faktor ini secara spesifik memengaruhi loyalitas pasien rawat inap
di rumah sakit.
Mengingat lokasi strategis RS
Harapan Sehat Slawi dan persaingan
yang dihadapinya dari rumah sakit tetangga,
penting untuk menyelidiki bagaimana citra merek dan kepercayaan memengaruhi loyalitas pasien. Studi ini bertujuan
untuk memberikan wawasan tentang bagaimana RS Harapan Sehat Slawi dapat meningkatkan citra mereknya dan membangun kepercayaan pasien untuk mempertahankan
dan meningkatkan loyalitas pasien.
Metode Penelitian
Desain dalam penelitian ini merupakan kuantitatif pendekatan cross-sectional dalam mengkaji hubungan antara citra merek
dan kepercayaan pasien yang
memengaruhi loyalitas terhadap layanan pada unit rawat inap di Rumah
Sakit Harapan Sehat Slawi. Populasi penelitian terdiri dari seluruh
pasien yang pernah berkunjung ke Bangsal
Anggrek dan bersedia berpartisipasi, dengan total
1.947 pasien selama beberapa bulan pada tahun 2024. Sampel diambil dari pasien
yang dirawat, dipilih menggunakan metode
non-probability consecutive sampling, dengan fokus pada individu berusia > 18 tahun dengan dimilikinya keterampilan komunikasi yang baik dan telah berkunjung lebih dari dua kali. Jumlah sampel dalam penelitian
ini dibulatkan menjadi 100 responden, sesuai dengan karakteristik
inklusi dan eksklusi (Siregar et al., 2022).
Data dikumpulkan dengan kuesioner skala Likert, dilengkapi wawancara jika diperlukan, dan dilakukan pada tahun 2024. Dilakukan analisa data IBM SPSS Statistics versi
26.0. Variabel independen meliputi citra merek (persepsi seperti daya ingat
dan kualitas) dan kepercayaan
(keyakinan terhadap keandalan dan niat rumah sakit), sedangkan
variabel dependen adalah loyalitas pasien, yang diukur melalui indikator seperti pilihan ulang dan kesediaan untuk merekomendasikan (Hidayat, 2015).
Validitas dan reliabilitas kuesioner
akan diverifikasi menggunakan model Rasch, memastikan
instrumen tersebut secara akurat mengukur
variabel yang dimaksud. Analisis data mencakup statistik deskriptif untuk karakteristik demografis, analisis bivariat dengan uji Chi-square untuk signifikansi pada tingkat kepercayaan 95%, dan
ANOVA untuk menilai perbedaan di antara rerata kelompok, dengan menolak hipotesis nol jika
hasilnya signifikan.
Hasil dan Pembahasan
Uji Validitas dan Reliabilitas
Analisis dilakukan dengan
model Rasch dalam Ministep versi 12 didapatkan bahwa instrumen dalam penelitian menunjukkan validitas dan reliabilitas yang kuat. Temuan yang mencolok adalah bahwa model ini menjelaskan 80,8% dari total variasi yang diamati dalam data, yang menunjukkan tingkat efektivitas yang tinggi dalam menangkap pola respons peserta.
Penjelasan yang substansial
menunjukkan bahwa instrumen ini sangat sesuai untuk mengukur
konstruk yang dirancang untuk dievaluasi. Dari variasi ini, 74,1% dapat langsung diatribusikan kepada item tes itu sendiri,
mengonfirmasi bahwa
item-item ini berhasil membedakan antara berbagai kemampuan atau karakteristik yang diukur. Namun, penting untuk dicatat
bahwa 19,2% dari variasi tetap tidak
terjelaskan oleh model, menunjukkan
kemungkinan adanya faktor eksternal atau dimensi yang dapat mempengaruhi hasil. Variansi yang tidak terjelaskan ini menunjukkan perlunya penyelidikan lebih lanjut untuk
mengidentifikasi kemungkinan
bias, variabel yang membingungkan,
atau item yang tidak berfungsi dengan baik yang dapat mempengaruhi proses pengukuran. Memahami pengaruh ini sangat penting untuk meningkatkan validitas instrumen dalam aplikasi penelitian di masa depan.
Analisis Deskriptif (Bivariat)
Analisis deskriptif memberikan
gambaran menyeluruh tentang karakteristik demografis terhadap sampel responden yang telah setuju dan sesuai kriteria inklusi. Hal ini ditunjukkan dalam tabel 1 Diatribusi Responden.
Tabel 1. Distribusi Responden
|
Keterangan |
Frequency |
Percent (%) |
|
Status Pasien |
100 |
100% |
|
Bpjs |
73 |
73% |
|
Non BPJS |
27 |
27 % |
|
Poli |
100 |
100% |
|
Penyakit Dalam
(Interna) |
15 |
15% |
|
Kandungan (Obgyn) |
29 |
29 % |
|
Bedah |
20 |
20% |
|
Saraf |
28 |
28 % |
|
Lainnya |
7 |
7 % |
|
Jenis Kelamin |
100 |
100% |
|
Laki - Laki |
58 |
58 % |
|
Perempuan |
42 |
42 % |
|
Usia Pasien |
100 |
100 % |
|
16 – 25 Tahun |
13 |
13 % |
|
26 – 40 Tahun |
18 |
18 % |
|
41 – 55 Tahun |
40 |
40 % |
|
>56 Tahun |
29 |
29 % |
|
Pendidikan Pasien |
100 |
100% |
|
Tidak Sekolah |
6 |
6 % |
|
SD |
19 |
19 % |
|
SMP |
17 |
17 % |
|
SMA |
35 |
35 % |
|
Sarjana |
23 |
23 % |
Pengujian Hipotesis (Multivariat)
Analisis multivariat berfokus
pada pengujian hipotesis terkait interaksi antara citra merek,
kepercayaan, dan loyalitas pasien. Olah data dalam penelitian ini menggunakan SPSS Versi 26,
2024.
Hubungan Citra Merek Terhadap
Loyalitas Pasien
Tabel 2. Hubungan Citra Merek
Terhadap Loyalitas Pasien
|
|
|
Citra
Merek |
Total |
p |
CI |
OR |
% |
|
|
Mengenal |
Tidak Mengenal |
|||||||
|
Loyalitas Pelanggan |
Loyal |
81 |
5 |
86 |
0.000 |
25.886-2419.235 |
250.25 |
65.70% |
|
Tidak Loyal |
1 |
13 |
14 |
|||||
|
Total |
82 |
18 |
100 |
|||||
Tabel 2 mengungkapkan adanya hubungan signifikan antara citra merek
dan loyalitas pasien dalam penelitian ini. Dari total 100 responden, 82
orang mengenal merek yang diteliti, dan di antara mereka, 81% atau 81 orang menunjukkan loyalitas terhadap merek tersebut. Sebaliknya, hanya satu orang dari kelompok ini
yang tidak menunjukkan loyalitas, menandakan bahwa pengenalan merek sangat berhubungan positif dengan loyalitas. Di sisi lain, dari 18 responden yang tidak mengenal merek, 76% atau 13 orang tidak menunjukkan loyalitas, menunjukkan bahwa kurangnya pengenalan merek sering kali disertai dengan rendahnya tingkat loyalitas.
Nilai p sebesar 0.000 mengindikasikan bahwa hubungan antara pengenalan merek dan loyalitas pasien sangat signifikan secara statistik, menegaskan bahwa temuan ini
bukan hasil kebetulan. Selain itu, nilai Odds Ratio (OR) sebesar 250.250 menunjukkan pasien mengenal merek didapatkan peluang yang tinggi untuk menunjukkan loyalitas dibandingkan dengan pasien yang tidak mengenal merek. Odds ratio yang tinggi menyoroti dampak signifikan dari pengenalan merek terhadap loyalitas pasien, menunjukkan bahwa citra merek
yang kuat dan dikenal dengan baik dapat
sangat mempengaruhi tingkat
kesetiaan pasien. Persentasi citra merek mempengaruhi loyalitas pelanggan ialah 65.7%.
Hubungan Kepercayaan Terhadap
Loyalitas Pasien
Tabel 3. Hubungan Citra Merek
Terhadap Loyalitas Pasien
|
|
|
Kepercayaan |
Total |
p |
CI |
OR |
% |
|
|
Percaya |
Tidak Percaya |
|||||||
|
Loyalitas Pelanggan |
Loyal |
80 |
6 |
86 |
0 |
12.668-333.519 |
65.000 |
48.20% |
|
Tidak Loyal |
4 |
10 |
14 |
|||||
|
Total |
84 |
16 |
100 |
|
|
|
|
|
Tabel 3 menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kepercayaan terhadap merek dan loyalitas pasien. Dari total 100 responden, 84 orang memiliki kepercayaan terhadap merek yang diteliti. Di antara mereka, 80 orang atau 95% menunjukkan loyalitas terhadap merek tersebut, sementara hanya 4 orang yang tidak loyal. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden yang percaya pada merek juga menunjukkan tingkat loyalitas yang tinggi. Sebaliknya, dari 16 responden yang tidak memiliki kepercayaan terhadap merek, 10 orang atau 62,5% tidak menunjukkan loyalitas, menandakan bahwa kurangnya kepercayaan terhadap merek sering kali diikuti oleh rendahnya loyalitas.
Hasil uji chi-square menunjukkan
nilai p sebesar 0.000, yang
menegaskan bahwa hubungan antara kepercayaan dan loyalitas pasien sangat signifikan secara statistik. Nilai ini menunjukkan bahwa temuan ini
tidak terjadi secara kebetulan dan adan hubungan kuat
antara kedua variabel. Odds Ratio (OR) sebesar
65.000 menegaskan bahwa pasien memiliki kepercayaan terhadap merek memiliki kemungkinan yang tinggi untuk menunjukkan loyalitas dibandingkan dengan pasien yang tidak memiliki kepercayaan. Odds ratio yang tinggi
menunjukkan dampak besar dari kepercayaan
terhadap merek dalam meningkatkan loyalitas pasien. Kepercayaan kepada rumah sakit mempengaruhi
loyalitas pelanggan walaupun tidak secara keseluruhan dikarenakan persentasenya adalah 48,2%
Hubungan Antara Citra Merek dan Kepercayaan
Terhadap Loyalitas Pasien
|
Tabel 4. Hasil Uji Regresi Linier Berganda |
||||||
|
Coefficientsa |
||||||
|
Model |
Unstandardized Coefficients |
Standardized Coefficients |
t |
Sig. |
||
|
B |
Std. Error |
Beta |
||||
|
1 |
(Constant) |
.153 |
.074 |
|
2.068 |
.041 |
|
Citra Merek |
.585 |
.074 |
.633 |
7.940 |
.000 |
|
|
Kepercayaan |
.268 |
.082 |
.260 |
3.259 |
.002 |
|
|
a. Dependent Variable: Loyalitas Pelanggan |
||||||
Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan pengaruh simultan antara citra merek
dan kepercayaan terhadap loyalitas pasien rawat inap di Rumah
Sakit Harapan Sehat Slawi. Berdasarkan analisis tersebut, baik citra merek maupun
kepercayaan memiliki dampak yang signifikan terhadap loyalitas pasien. Koefisien untuk citra merek
adalah 0,585, dengan nilai t sebesar 7,940 dan tingkat signifikansi 0,000, yang menunjukkan bahwa citra merek secara
signifikan berkontribusi terhadap loyalitas pasien, menunjukkan pengaruh yang kuat dan positif. Sementara itu, kepercayaan memiliki koefisien sebesar 0,268, nilai t sebesar 3,259, dan tingkat signifikansi 0,002, yang juga menunjukkan
efek positif dan signifikan terhadap loyalitas pasien. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan
bahwa baik citra merek maupun
kepercayaan memainkan peran penting dalam
meningkatkan loyalitas pasien di rumah sakit. Ini berarti
bahwa upaya untuk memperkuat citra merek rumah
sakit, serta membangun kepercayaan pasien, dapat secara
efektif meningkatkan tingkat loyalitas pasien rawat inap.
|
Tabel 5. Uji F |
||||||
|
ANOVAa |
||||||
|
Model |
Sum of
Squares |
df |
Mean
Square |
F |
Sig. |
|
|
1 |
Regression |
8.310 |
2 |
4.155 |
105.380 |
.000b |
|
Residual |
3.627 |
92 |
.039 |
|
|
|
|
Total |
11.937 |
94 |
|
|
|
|
|
a. Dependent Variable: Loyalitas
Pelanggan |
||||||
|
b. Predictors: (Constant), Kepercayaan,
Citra Merek |
||||||
Tabel 5 menyajikan hasil uji F yang digunakan untuk menilai signifikansi model regresi linier berganda dalam menjelaskan variabilitas loyalitas pelanggan berdasarkan citra merek dan kepercayaan. Hasil ANOVA menunjukkan
nilai F sebesar 105.380 dengan nilai signifikansi
0.000, yang jauh di bawah
batas alpha 0.05. Ini mengindikasikan
model regresi menggabungkan
citra merek dan kepercayaan secara simultan signifikan dalam memprediksi loyalitas pelanggan. Dengan kata lain, citra merek maupun kepercayaan
secara kolektif memiliki kontribusi signifikan terhadap variasi dalam loyalitas
pelanggan di Rumah Sakit Harapan Sehat Slawi. Nilai
F yang tinggi menunjukkan bahwa model regresi ini sangat relevan dan efektif dalam menjelaskan
hubungan antara variabel independen (citra merek dan kepercayaan) dan variabel dependen (loyalitas pelanggan).
|
Tabel 6. DeterminasiR Square |
||||
|
Model
Summary |
||||
|
Model |
R |
R
Square |
Adjusted
R Square |
Std.
Error of the Estimate |
|
1 |
.834a |
.696 |
.690 |
.19856 |
|
a. Predictors: (Constant), Kepercayaan,
Citra Merek |
||||
Tabel 6 menunjukkan ringkasan model regresi linier berganda yang mengukur pengaruh citra merek dan kepercayaan terhadap loyalitas pelanggan. Nilai R
Square sebesar 0.834 mengindikasikan
adanya hubungan yang kuat antara variabel
independen (citra merek dan kepercayaan) dengan variabel dependen (loyalitas pelanggan). Koefisien
determinasi R square sebesar 0.696 berarti bahwa sekitar 69.6% variasi dalam
loyalitas pelanggan dapat dijelaskan oleh model ini.
Pengaruh Citra Merek Terhadap
Loyalitas Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Harapan Sehat
Slawi
Citra merek memiliki peran penting dalam menentukan
loyalitas pasien, terutama pasien rawat inap di Rumah Sakit Harapan Sehat Slawi. Dalam konteks rumah
sakit, citra merek mencerminkan reputasi, kualitas layanan, dan kepercayaan yang dibangun melalui pengalaman pasien serta komunikasi pemasaran. Pasien dengan persepsi positif terhadap merek cenderung akan loyal, karena mereka merasa yakin
bahwa rumah sakit dapat memenuhi
harapan mereka terkait kualitas perawatan. Studi ini menunjukkan bahwa pasien yang mengenal merek umumnya lebih loyal dibandingkan dengan yang tidak. Hal ini sejalan dengan teori ekuitas merek
yang berpendapat bahwa merek yang kuat meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan (Ningsih, 2022).
Penelitian sebelumnya oleh (Limakrisna, 2011; Putri et al., 2016) memberikan bukti empiris mengenai
hubungan antara citra merek dan loyalitas pelanggan di berbagai sektor, termasuk kesehatan. Limakrisna, (2011) berargumen bahwa citra merek yang kuat tidak hanya
berfungsi sebagai alat pemasaran yang efektif, melainkan menciptakan keunggulan kompetitif signifikan. Citra merek positif dapat
terbangun kepercayaan serta persepsi baik, yang berujung pada peningkatan loyalitas pelanggan. Citra merek yang konsisten dan kuat menjadi indikator kualitas dan kepuasan, yang
sangat penting di sektor kesehatan di mana kepercayaan pasien sangat vital (Limakrisna, 2011; Purbasari &
Purnamasari, 2016).
Untuk meningkatkan loyalitas pasien, Rumah Sakit Harapan Sehat
Slawi harus memperkuat citra mereknya melalui langkah-langkah strategis yang terintegrasi. Langkah kunci meliputi peningkatan kualitas layanan, seperti perawatan medis, keramahan staf, kebersihan fasilitas, dan responsivitas terhadap kebutuhan pasien, yang secara signifikan memengaruhi persepsi positif. Kualitas layanan yang tinggi sangat fundamental dalam membangun citra merek yang positif, karena pasien yang puas cenderung membagikan pengalaman positif mereka, sehingga meningkatkan reputasi rumah sakit. Peningkatan dapat dicapai melalui
pelatihan staf, pengembangan fasilitas modern,
dan penerapan teknologi kesehatan yang canggih.
Pengaruh Kepercayaan Terhadap
Loyalitas Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Harapan Sehat
Slawi
Kepercayaan merupakan faktor kunci dalam menentukan
loyalitas pasien di Rumah Sakit Harapan Sehat Slawi. Pasien yang percaya bahwa rumah sakit
menyediakan perawatan yang aman, efektif, dan berkualitas tinggi cenderung lebih loyal. Kepercayaan ini biasanya dibangun melalui pengalaman positif sebelumnya, rekomendasi dari orang lain, dan komunikasi yang transparan dari rumah sakit.
Penelitian menunjukkan bahwa pasien yang memiliki kepercayaan terhadap rumah sakit lebih mungkin
untuk menunjukkan loyalitas tinggi. Ini mendukung teori
bahwa kepercayaan adalah dasar dari
hubungan jangka panjang yang kuat antara penyedia layanan kesehatan dan pasien.
Kepercayaan juga memiliki pengaruh
yang signifikan terhadap loyalitas pasien, Pengaruhnya mencapai 48.2 %. Namun dalam hal ini,
kepercayaan memiliki persentase kurang dari 50 %. Hal ini bisa dikarenakan adanya faktor lain yang mempengaruhi kepercayaan terhadap loyalitas pasien, seperti masih ada peralatan
yang belum lengkap, waktu tunggu yang mungkin terlalu lama, atau terdapat faktor
– faktor lainnya yang tidak dilakukan penelitian disini. Pasien yang percaya bahwa rumah sakit
memberikan perawatan berkualitas tinggi dan aman lebih mungkin
untuk menunjukkan loyalitas. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa kepercayaan adalah faktor kunci
dalam membangun hubungan jangka panjang yang kuat antara pasien dan penyedia layanan kesehatan, sebagaimana diungkapkan dalam studi-studi terdahulu tentang hubungan kepercayaan dan loyalitas.
Penelitian oleh Eftitah et al., (2023) menunjukkan bahwa kepercayaan merupakan faktor kunci dalam menciptakan
loyalitas pelanggan, terutama dalam sektor layanan yang sangat bergantung pada interaksi langsung dan kualitas hubungan antara penyedia layanan dan konsumen. Mereka menemukan bahwa ketika pelanggan memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap penyedia layanan, mereka lebih mungkin untuk
tetap setia dan melanjutkan hubungan jangka panjang. Dalam konteks layanan
kesehatan, kepercayaan menjadi sangat penting karena melibatkan keselamatan dan kesejahteraan pasien. Pasien yang percaya pada kompetensi dan integritas rumah sakit cenderung merasa lebih aman,
puas, dan terlibat secara emosional, yang pada akhirnya meningkatkan loyalitas mereka Eftitah et al., (2023). Kepercayaan ini dapat dibangun
melalui transparansi dalam proses perawatan, akurasi informasi medis, serta perlakuan
yang penuh empati dari tenaga kesehatan.
Sugiarto et al., (2018) dalam penelitiannya
juga menegaskan peran vital
kepercayaan dalam membangun loyalitas pelanggan, khususnya di sektor layanan yang sering kali berurusan dengan aspek emosional
konsumen. Penelitian tersebut menyoroti bahwa pelanggan yang merasa percaya terhadap penyedia layanan akan merasa
lebih yakin dalam membuat keputusan
untuk terus menggunakan layanan tersebut. Dalam konteks Rumah Sakit
Harapan Sehat Slawi, temuan
ini semakin relevan, di mana kepercayaan pasien terhadap kualitas perawatan dan integritas tenaga medis berperan penting dalam meningkatkan
loyalitas mereka. Pasien yang memiliki kepercayaan tinggi terhadap rumah sakit akan lebih
cenderung kembali untuk perawatan lanjutan, merekomendasikan rumah sakit kepada
orang lain, dan mengembangkan hubungan
jangka panjang dengan penyedia layanan kesehatan tersebut (Sugiarto et al., 2018). Kepercayaan yang dibangun dengan baik ini pada akhirnya
berkontribusi positif terhadap reputasi dan keberhasilan rumah sakit di masa depan.
Pengaruh Simultan Citra Merek
dan Kepercayaan Terhadap Loyalitas Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit
Harapan Sehat Slawi
Citra merek dan kepercayaan adalah dua elemen kunci yang saling terkait dan secara simultan mempengaruhi loyalitas pasien di Rumah Sakit Harapan
Sehat Slawi. Ketika citra merek yang kuat dikombinasikan dengan kepercayaan tinggi dari pasien, loyalitas
pasien cenderung meningkat secara signifikan. Dalam konteks ini, citra
merek yang positif menciptakan persepsi yang menguntungkan terhadap kualitas dan reputasi rumah sakit, sementara
kepercayaan memastikan bahwa pasien merasa
aman dan yakin akan layanan yang diberikan.
Penelitian baik citra merek maupun kepercayaan
memainkan peran penting dalam mempengaruhi
loyalitas pasien secara individu. Citra merek yang positif, yang dibangun melalui persepsi baik terhadap
layanan, kualitas, dan reputasi rumah sakit, pasien baru
tertarik dan dipertahankannya
loyalitas pasien yang ada. Sementara itu, kepercayaan memberikan dasar emosional yang membuat pasien merasa aman
dan nyaman untuk menggunakan layanan yang sama. Ketika citra merek berhasil meninggalkan kesan yang kuat, disertai dengan kepercayaan terhadap integritas dan kompetensi rumah sakit, kombinasi ini menciptakan hubungan yang kokoh antara pasien dan rumah sakit, yang pada akhirnya meningkatkan loyalitas pasien secara signifikan.
Studi oleh (Firmansyah et al., 2019; Masitoh, 2023) mendukung temuan ini, yang menunjukkan bahwa kombinasi citra merek dan kepercayaan memiliki pengaruh yang lebih kuat dibandingkan
saat faktor-faktor ini dianalisis secara terpisah. Firmansyah et al., (2019) menekankan bahwa kepercayaan dapat memperkuat dampak positif citra merek terhadap
loyalitas pasien. Ketika pasien percaya bahwa rumah sakit
dapat memberikan perawatan yang aman dan berkualitas, citra merek positif yang ada semakin diperkuat.
Pasien memilih rumah sakit tidak
hanya berdasarkan citra yang baik tetapi juga karena mereka yakin bahwa
rumah sakit dapat memenuhi hasil yang diharapkan. Dengan demikian, kepercayaan berfungsi sebagai faktor penguat dalam hubungan
antara citra merek dan loyalitas.
Masitoh, (2023) menambahkan bahwa kepercayaan memainkan peran mediasi yang penting dalam hubungan antara citra merek
dan loyalitas. Ia berargumen bahwa citra merek yang kuat saja tidak
cukup untuk membangun loyalitas jangka panjang tanpa adanya kepercayaan
yang mendasarinya. Misalnya,
pasien mungkin tertarik pada rumah sakit karena citra
merek yang superior, tetapi
jika mereka tidak memiliki kepercayaan pada kualitas layanan, pengalaman awal mereka mungkin
tidak memuaskan, yang mengarah pada ketidakmauan untuk kembali. Dengan kepercayaan yang kuat, pasien lebih
cenderung tetap loyal meskipun dalam situasi yang sulit atau ketika ada
masalah layanan kecil yang muncul (Veranita
& Hatimatunnisani, 2021).
Secara simultan, kombinasi antara citra merek
positif dan kepercayaan tinggi menciptakan loyalitas pasien yang lebih kuat dan lebih bertahan lama. Rumah sakit yang berhasil mempertahankan keseimbangan antara kedua faktor ini
akan mendapatkan keunggulan kompetitif yang signifikan. Citra merek membantu menarik pasien baru melalui
reputasi yang baik, sementara kepercayaan memastikan bahwa pasien yang sudah ada merasa puas
dan nyaman untuk terus menggunakan layanan rumah sakit.
Oleh karena itu, rumah sakit yang dapat mengintegrasikan strategi pemasaran yang fokus pada citra merek dan membangun kepercayaan yang kuat akan lebih
sukses dalam memupuk loyalitas pasien jangka panjang.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa terdapat pengaruh citra merek terhadap loyalitas pasien pada unit rawat inap Rumah
Sakit Harapan Sehat Slawi dengan nilai p – value sebesar 0.00 (<0,05). Persentase
yang didapatkan adalah 65.7
%. Terdapat pengaruh kepercayaan terhadap loyalitas pasien pada unit rawat inap Rumah
Sakit Harapan Sehat Slawi dengan nilai p – value sebesar 0.00 (< 0,05). Persentase
yang didapatkan adalah 48,2
%. Terdapat pengaruh antara citra merek
dan kepercayaan terhadap loyalitas pasien pada unit rawat inap Rumah
Sakit Harapan Sehat Slawi dengan nilai signifikan
0.00 (< 0.05). Persentase yang didapatkan
adalah 69 %.
BIBLIOGRAFI
Amanda,
D. P., & Aslami, N. (2021). Pengaruh Citra Merek dan Periklanan terhadap
Keputusan Pembelian Polis Asuransi. VISA: Journal of Vision and Ideas, 1(3),
288–296.
Arisara, G. (2023). Buku Ajar Pengantar Epidemiologi.
Penerbit NEM.
Eftitah, E., Martini, N. N. P., Susbiyani, A., &
Herlambang, T. (2023). Pengaruh Kepuasan Dan Citra Rumah Sakit Terhadap
Kepercayaan Dan Loyalitas Pasien. Relasi: Jurnal Ekonomi, 19(1),
69–88.
Firdaus, S. (2020). Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Brand
Image Terhadap Keputusan Pasien Rawat Inap Dalam Menggunakan Layanan Kesehatan
Pada Rumah Sakit Mandaya. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Wiyatamandala.
Firmansyah, F., Haryanto, M. M., & Rudy, D. R. (2019). Manajemen
Kualitas Jasa: Peningkatan Kepuasan & Loyalitas Pelanggan. Duta Media
Publishing.
Hidayat, A. A. (2015). Metode penelitian kesehatan
paradigma kuantitatif. Health Books Publishing.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management
15E. In Marketing Management 15 (pp. 228–249). Macmillan Education UK.
https://doi.org/10.1007/978-1-137-32601-0_12
Limakrisna, N. (2011). Pengaruh komunikasi pemasaran dan
kerelasian nasabah terhadap loyalitas nasabah. Jurnal Ilmiah Ekonomi Bisnis,
13(1).
Masitoh, D. (2023). Pengaruh Brand Experince Terhadap Brand
Loyalty Melalui Perceived Quality Dan Brand Trust Pada Pengguna E-Wallet Di
Indonesia. Jurnal Ekonomi Trisakti, 3(1), 1133–1146.
Purbasari, D. M., & Purnamasari, D. L. (2016). Anteseden
Keterikatan Merek dalam Membangun Hubungan Merek pada Konsumen (Kepercayaan,
Kepuasan, dan Komitmen) terhadap Loyalitas. Prosiding Elektronik
(e-Proceedings) SNIRT FT UNTAG Cirebon, 5(1).
Putri, N. A., Arifin, Z., & Wilopo, W. (2016). Pengaruh
Citra Merek, Kepercayaan Merek, Dan Switching Barrier Terhadap Kepuasan
Pelanggan Dan Dampaknya Pada Loyalitas Pelanggan (Survei Pada Mahasiswa S1
Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Administrasi Universitas
Brawijaya Tahun 2014/2015 P. Brawijaya University.
Siregar, M. H., Susanti, R., Indriawati, R., Panma, Y.,
Hanaruddin, D. Y., Adhiwijaya, A., Akbar, H., Nugraha, D. P., & Renaldi, R.
(2022). Metodologi penelitian kesehatan. Yayasan Penerbit Muhammad
Zaini.
Sugiarto, R., Jak, Y., & Wulandari, S. D. (2018).
Pengaruh Brand Image, Service Quality dan Trust Terhadap Loyalitas Pasien di
Rumah Sakit Umum Daerah Linggajati Kuningan. Jurnal Manajemen Dan
Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI), 2(2), 18–27.
Theja, A., Syaodih, E., & Hidayat, D. (2023). Pengaruh
Kualitas Fungsional, Teknis Dan Brand Image Terhadap Minat Kunjungan Pasien. Jurnal
Manajemen Rumah Sakit, 1(2), 53–60.
Veranita, M., & Hatimatunnisani, H. (2021). Kualitas
pelayanan publik pengaruhnya terhadap kepuasan pelanggan pt pln (persero) rayon
bandung selatan. Jurnal E-Bis, 5(1), 249–259.
|
Copyright holder: Nadia Brigita Cahayani,
Agus Hadian Rahim, Mira Veranita
(2024) |
|
First publication right: Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia |
|
This article is licensed under: |