Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia p�ISSN: 2541-0849

e-ISSN: 2548-1398

Vol. 7, Special Issue No. 2, Februari 2022

 

APLIKASI KONTROL LOGIKA FUZZY UNTUK PENSTABIL TEGANGAN PADA RANGKAIAN PV- CUK KONVERTER DENGAN LOAD SHEDDING

 

Irwan Mahmudi, Andi Fatmawati, Lutfiyana A. Anshar, Arwan

Universitas Tadulako, Indonesia

Email [email protected], andifatmawati[email protected], [email protected], [email protected]

 

Abstrak

Kebutuhan energi listrik sangat penting bagi kehidupan manusia khususnya kota Palu. Melalui sel surya, energi matahari dapat diubah langsung menjadi energi listrik. Masalah dengan panel surya adalah output tegangan yang tidak stabil. Oleh karena itu, diperlukan suatu penelitian agar tegangan keluaran panel surya stabil. Dalam penelitian ini, konverter Cuk digunakan untuk menjaga agar tegangan keluaran PV (Photo Voltage) konstan dalam 24 volt. Sistem close loop konverter Cuk dikendalikan oleh logika fuzzy. Hasil dari penelitian ini adalah konverter Cuk mampu menaikkan tegangan keluaran hingga 24 Volt dengan tegangan masukan sekitar 17 hingga 23 Volt. Dan, dengan kontroler logika fuzzy, sistem close loop konverter Cuk dapat menjaga konstanta keluaran PV sekitar 24 Volt. Kontroler logika fuzzy dapat mencapai kondisi mapan atau stabil dalam waktu 2 detik. Meskipun demikian, input dan beban PV berfluktuasi.

 

Kata Kunci: cuk converter; photovoltaic; fuzzy logic

 

Abstract

The need for electrical energy is very important for human life, especially the city of Palu. Through solar cells, solar energy can be converted directly into electrical energy. The problem with the solar panel is unstable voltage output. Therefore, a study is needed to make the voltage output of solar panel is stable. In this study, Cuk converter is used to maintain how the output voltage of PV (Photo Voltage) is constant in 24 volts. Cuk converter close loop system is controlled by fuzzy logic. Results of the study is that Cuk converter is able to increase the output voltage until 24 Volts by input voltage around 17 to 23 Volts. And, by fuzzy logic controller,� Cuk converter close loop system can maintain the PV output constant around 24 Volts. Fuzzy logic controller can achieve the steady state or stable condition within 2 seconds. Even though, the PV input and load is fluctuation.

 

Keywords: cuk converter; photovoltaic; fuzzy logic

 

 

 

 

 

Pendahuluan

Kebutuhan energi listrik merupakan hal yang sangat penting untuk menunjang kehidupan manusia khususnya kota Palu, dengan meningkatnya jumlah penduduk maka energi listrik yang dibutuhkan akan semakin meningkat, namun ketersediaan energi listrik semakin menipis. Salah satu solusi alternatif untuk mengantisipasi dampak krisis energi listrik adalah dengan memanfaatkan energi matahari.

Melalui sel surya maka energi matahari dapat di rubah secara langsung menjadi energi listrik dalam bentuk tegangan /arus (DC). Sel surya merupakan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan, serta biaya perawatan yang rendah. Permasalahan dari panel surya ini adalah tegangan yang dihasilkan tidak stabil. Hal ini disebabkan oleh intensitas cahaya matahari yang berubah-ubah dan pv juga dapat tertutup oleh daun atau benda lain yang di kenal dengan istilah load shedding. oleh sebab itu, melalui tugas akhir ini dibuatlah suatu penelitian yang dapat membuat tegangan dari panel surya menjadi stabil, yang sesuai dengan kondisi suhu kota Palu.

Cuk Konverter adalah rangkaian elektronika yang mampu menaikkan atau menurunkan tegangan keluaran terhadap tegangan masukan dari panel surya. Dalam hal ini, cuk converter di rangkai secara closs loop dengan logika fuzzy sebagai pengontrolnya. Kondisi tersebut digunakan untuk mempertahankan tegangan agar tetap konstan sesuai dengan tegangan yang dibutuhkan oleh beban.

 

Metode Penelitian

1.   Panel Surya

Panel Surya adalah alat konversi energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Untuk memanfaatkan potensi energi surya ada dua macam teknologi yang sudah diterapkan, yaitu energi surya fotovoltaik dan energi surya termal.

(a) Sel Surya� Mono-crystalline

Merupakan panel yang paling efisien yang dihasilkan dengan teknologi �terkini & menghasilkan daya listrik persatuan luas yang paling tinggi. Monokristal dirancang untuk penggunaan yang memerlukan konsumsi listrik besar pada tempat-tempat yang beriklim ekstrim dan dengan kondisi alam yang sangat ganas. Memiliki efisiensi sampai dengan 15%. Kelemahan dari panel jenis ini adalah tidak akan berfungsi baik ditempat yang cahaya mataharinya kurang (teduh), efisiensinya akan turun drastis dalam cuaca berawan. (Purwoto, Jatmiko, Fadilah, & Huda, 2018) Bentuk Panel Surya yang digunakan dapat dilihat seperti yang tampak pada Gambar 1.

 

Gambar 1

Panel Surya Mono-crystalline

(b)     Karakteristik Sel Surya

Sel surya adalah sebuah alat non-linear, sehingga untuk memahami karakteristiknya digunakan suatu grafik. Sifat elektrik dari sel surya dalam menghasilkan energi listrik dapat diamati dari karakteristik sel tersebut, yaitu berdasarkan arus dan tegangan yang dihasilkan sel surya pada kondisi cahaya dan beban yang berbeda-beda. Karakteristik panel surya terdiri dari kurva arus tegangan dan kurva daya-tegangan (Aditiyan, 2018).

 

Gambar 2

Kurva Arus-Tegangan

 

Sebelum menentukan parameter untuk converter, maka kita perlu mengetahui karakteristik dari PV yang digunakan. Pengambilan data PV diakukan dengan memperhatikan waktu, suhu, intensitas cahaya, Voc, Isc dan daya. Data yang sudah di peroleh kemudian di plot untuk dapat kurva daya terhadap tegangan. Dari kurva tersebut dapat diketahui rentang nilai tegangan yang dapat menghasilkan daya puncak. Gambar 3 menunjukkan plot daya dan tegangan PV.

 

Gambar 3

Kurva daya (P) terhadap Tegangan (V) PV

 

2.   Cuk Konverter

Konverter Cuk adalah jenis konverter step-down / step-up berdasarkan topologi switching buckboost. Pada dasarnya, konverter ini terdiri dari dua bagian, tahap input dan tahap output (Thiagarajan, Y., S. Ashok Kumar, 2016).

 

Gambar4

Rangkaian Cuk Konverter

 

Rangkaian cuk converter yang ditunjukkan pada gambar 3 tersusun dari induktor� (L1), induktor (L2), kapasitor (C1), kapasitor (C2), diode (D1), MOSFET dan beban (R).� Parameter yang digunakan ditunjukkan pada tabel 1.

 

Tabel 1

Parameter awal Cuk Converter

parameter

nilai

Vin max

17 V

Vin Min

23 V

Iout

3,33 A

Vout

24 V

R

Frekwensi

47.058 KHz

 

Adapun hasil perhitungan nilai komponen yang akan digunakan adalah sebagai berikut :

a)  Perhitungan Nilai Duty Cycle

b)  Perhitungan nilai L dan C

∆IL1 = 10� %� X� 3.33 A = 0.333 A

∆IL2 = 10 %� X� 3.33 A = 0.333 A

∆VC1 = 5 %� X� 24� V = 1.2 V

∆VC2 = 1 %� X� 24V = 0.24 V

1.   Perhitungan Nilai Induktor L1

2.   Perhitungan Nilai Induktor L2

3.   Perhitungan Nilai Kapasitor C1

�

4.   Perhitungan Nilai Kapasitor C2

3.   Logika Fuzzy

Konsep tentang logika fuzzy diperkenalkan oleh Prof. Lotfi Astor Zadeh pada 1962. Fuzzy secara bahasa diartikan sebagai kabur atau samar yang artinya suatu nilai dapatbernilai benar atau salah secara bersamaan. Proses logika fuzzy merupakan suatu logika yang memiliki nilai kekaburan atau kesamaran antara benar atau salah. Logika fuzzy secara umum ditunjukkan pada gambar 5.

 

Gambar 5

Proses Logika Fuzzy

 

Pada fuzzifikasi, referensi input yang masuk diubah ke nilai derajat keanggotaan fuzzy. derajat keanggotaan mempunyai rentang 0 (nol)hingga 1 (satu) dan logika fuzzy menunjukkan sejauh mana suatu nilai benar dan sejauh mana suatu nilai itu salah (Komariyah, Yunus, & Rodiyansyah, 2016).

Pada penelitian ini parameter input, yaitu eror, delta eror dan delta duty. Fungsi derajat keanggotaan dari eror dan delta eror ditunjukkan pada gambar 5.

 

Gambar 6

Fungsi keanggotaan eror dan delta eror

 

Nilai derajat keanggotaan didapat dengan fungsi sebagai berikut:

1.  

2.  

 

3.  

 

4.  

 

5.  

 

6.  

 

7.  

Fungsi derajat keanggotaan dari delta duty ditunjukkan pada gambar 6. Serta nilai keanggotannya di dapatkan dengan fungsi dan cara yang sama dengan nilai fungsi keanggotaan eror.

 

Gambar 7

Fungsi keanggotaan delta eror

 

Dari fungsi keanggotaan yang telah dibuat, fungsi keanggotaan yang digunakan pada input eror ada 7 anggota yang terdiri dari NB (Negatif Besar), NS (Negatif Sedang), NK (Negatif Kecil), NOL, PK (Positif kecil), PS (Positif Sedang), PB (Positif Besar), dengan input delta eror juga terdiri dari 7 anggota juga. Sehingga pada penelitian ini� terdapat 49 rule base fuzzy logic yang akan digunakan untuk mengatur besar nilai delta duty. Tabel 2. berikut menunjukan rule base pada penelitian ini.

 

Tabel 2

Rule Base Fuzzy Logic Controller

 

Hasil dan Pembahasan

Pengujian yang dilakukan ini dimaksudkan untuk mengetahui kinerja dari alat cuk konverter yang telah selesai dibuat. Gambar 7 merupakan bentuk fisik alat Cuk converter yang sudah dibuat.

 

Gambar 8

Bentuk Fisik Alat

 

Pada pengujian ini perubahan tegangan output yang dihasilkan oleh PV dapat divariasikan dengan cara memberi kondisi partial shading pada permukaan PV, pada gambar 8 berikut adalah contoh pembuatan partial shading yang telah dilakukan untuk dapat memvariasikan tegangan output PV.

 

(a)   �����������������������������(b)

Gambar 9

(a). Phartial Shading 3 Ranting,

(b). Phartial Shading 4 Ranting

 

 

Gambar 10

Perubahan Vout Terhadap Perubahan Tegangan Input

 

Pengujian pertama dilakukan dengan melihat perubahan Vout terhadap variasi tegangan input dengan beban konstan 90Ω. Gambar 9 adalah hasil pengujian perubahan tegangan output cuk konverter terhadap perubahan tegangan� input dengan sumber PV. Pada gambar kurva diatas kendali logika fuzzy dapat mempertahankan tegangan output yang dihasilkan oleh cuk konverter tetap konstan berada pada tegangan 24 Volt, meskipun nilai tegangan output yang dihasilkan oleh PV� berubah � ubah.

 

Gambar 11

Perubahan Vout terhadap perubahan beban

 

Pengujian ke 2 dilakukan dengan melihat perubahan tegangan output terhadap perubahan beban. Pada gambar 10 menunjukan perubahan Vout yang dihasilkan oleh cuk konverter dengan sumber PV� berdasaarkan perubahan beban yang diberikan pada konverter.� Pada pengujian ini logika� fuzzy� mampu mempertahankan tegangan output yang dihasilkan cuk konverter tetap konstan berada pada tegangan 24 Volt meski dibebani sampai pada beban maksimum 20Ω.

 

 

Gambar 12

Perubahan efisiensi terhadap gangguan partial shading

 

Pengujian ke 3 dilakukan dengan memperhatikan perubahan Efisiensi Terhadap Perubahan Tegangan Input dengan adanya gangguan phartial shading pada permukaan PV . beban yang digunakan tetap 90Ω. Gambar 11 adalah kurva perubahan efisiensi cuk konverter terhadap perubahan tegangan output PV dengan gangguan partial shading. Dari gambar 4.28 dapat dilihat bahwa kendali logika fuzzy dapat mempertahankan efisiensi cuk konverter tetap berada pada efisien terbaik yaitu pada efisiensi rata-rata 87,77%, meski tegangan input bervariasi.

 

Gambar 13

Sinyal steady state terhadap perubahan

partial shading

 

Pengujian yang ke 4 dilakukan shading pada permukaan PV dan beban tetap konstan 90Ω. �Pengujian kali ini difokuskan untuk mengetahui kecepatan respon dari fuzzy untuk mengembalikan nilai tegangan output ke nilai yang sudah ditentukan. Gambar 12 adalah bentuk sinyal steady state hasil pengujian berdasarkan perubahan� partial shading dengan sumber PV, pada pengujian ini logika fuzzy dapat mengembalikan sinyal output cuk konverter kembali steady state dalam waktu 2 second.

 

Gambar 14

Perubahan sinyal steady state

terhadap perubahan beban

 

Seperti halnya pengujian ke 4, pada pengujian ke 5 juga di fokuskan pada sinyal steady state� namun variable yang diubah adalah nilai beban. Gambar 12� adalah bentuk sinyal steady state hasil pengujian berdasarkan perubahan� beban tanpa ada gangguan partial shading dengan sumber PV, logika fuzzy pada pengujian ini dapat mengembalikan sinyal output kembali steady state dalam waktu 2 second.

 

Kesimpulan

1.   Hasil pengujian hardware membuktikan DC-DC Cuk konverter dapat menaikan tegangan menjadi 24 Volt dengan sumber input minimum 17 Volt.

2.   Penggunaan logika Fuzzy pada pengendali Cuk konverter dapat mempertahankan tegangan output� PV� tetap konstan pada tegangan rata-rata 24 Volt,� meski tegangan input dan beban bervariasi.

3.   Logika� Fuzzy dapat mengembalikan tegangan output� Konverter� kembali steady state dalam waktu 2 Secon, meski tegangan input PV� dan beban mengalami perubahan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BIBLIOGRAFI

 

Aditiyan, Nora. t. .. (2018). �Karakterisasi Panel Surya Model Sr-156p-100 Berdasarkan Intensitas Cahaya Matahari.� (p. 71). p. 71.

 

Komariyah, Siti, Yunus, Riza M., & Rodiyansyah, Sandi Fajar. (2016). Logika Fuzzy dalam Sistem Pengambilan Keputusan Penerimaan Beasiswa. Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Majalengka, 61�69. Google Scholar

 

Purwoto, Bambang Hari, Jatmiko, Jatmiko, Fadilah, Muhamad Alimul, & Huda, Ilham Fahmi. (2018). Efisiensi Penggunaan Panel Surya Sebagai Sumber Energi Alternatif. Emitor: Jurnal Teknik Elektro, 18(1), 10�14. Google Scholar

 

Thiagarajan, Y., S. Ashok Kumar, dan V. S. Arulmurugan. (2016). �Performance Analysis of Conventional Controller for DC-DC Cuk Converter Operating in Buck Mode.� 6.

 

Wibowo, Setyoningsih. (2015). Penerapan logika fuzzy dalam penjadwalan waktu kuliah. Jurnal Informatika UPGRIS, 1(1 Juni). Google Scholar

 

Copyright holder:

Irwan Mahmudi, Andi Fatmawati, Lutfiyana A. Anshar, Arwan (2022)

 

First publication right:

Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

 

This article is licensed under: