Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia p�ISSN: 2541-0849

e-ISSN: 2548-1398

Vol. 7, No. 5, Mei 2022

 

ANALISIS HUBUNGAN KUAT TEKAN UNIAKSIAL DAN KUAT TARIK TIDAK LANGSUNG BATUAN SEDIMEN DENGAN METODE REGRESI DAN JARINGAN SARAF TIRUAN

 

Yosua Buntu Sumule, Dimas Daffa Dhiya Ulhaq

Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional �Veteran� Yogyakarta, Indonesia

Email: [email protected], [email protected]

 

Abstrak

Kekuatan batuan memiliki peranan penting dalam industri pertambangan. Kekuatan tersebut dapat menentukan banyak aspek dalam penambangan seperti geometri lereng, penggalian, peledakan, dan pengeboran. Kekuatan batuan dapat meliputi kuat tarik, kuat tekan, dan kuat geser. Secara umum, hubungan antara kuat tarik tidak langsung adalah 10% dari kuat tekan uniaksial dan hal tersebut mengacu pada rule of thumb yang umum digunakan dalam industri pertambangan. Akan tetapi, rule of thumb yang lazim digunakan dalam pertambangan perlu dilakukan analisis mengenai keakuratan hasil nilai UTS terutama pada batuan dengan nilai kuat tekan yang kecil. Maka dari itu perlu dilakukan pendekatan matematika untuk mengetahui hubungan dari kedua jenis kekuatan tersebut secara akurat. Metode yang digunakan untuk melihat keakuratan hubungan antara kuat tekan dan kuat tarik tidak langsung yaitu dengan pendekatan regresi linier, polinomial dua ordo, statistik, logaritmik,� eksponensial, dan artificial neuron network (jaringan saraf tiruan). Keakuratan dari ke-enam metode tersebut akan dianalisis melalui root mean square error (RMSE), Mean Absolut Percentage error (MAPE). Hasil dari pendekatan ke-enam metode tersebut didapat bahwa pendekatan menggunakan regresi artificial neuron network adalah yang paling akurat dengan nilai RMSE 0,03994 dan MAPE 16,63% dengan kategori MAPE adalah peramalan baik.

 

Kata Kunci: kuat tekan uniaksial; kuat tarik tidak langsung; RMSE; MAPE; jaringan saraf tiruan (JST)

 

Abstract

Rock strength has an important role in the mining industry. These forces can determine many aspects of mining such as slope geometry, excavation, blasting, and drilling. Rock strength can include tensile strength, compressive strength, and shear strength. In general, the corellation between the indirect tensile strength is 10% of the uniaxial compressive strength and this refers to the rule of thumb commonly used in the mining industry. However, the rule of thumb commonly used in mining needs to be analyzed regarding the accuracy of the UTS value results, especially in rocks with small compressive strength values. Therefore, it is necessary to use a mathematical approach to accurately determine the relationship between the two types of power. The method used to see the accuracy of the relationship between compressive strength and indirect tensile strength is the linear regression approach, polynomial two orders, statistics, logarithmic, exponential, and artificial neuron network (ANN). The accuracy of the six methods will be analyzed through the root mean square error (RMSE), Mean Absolute Percentage Error (MAPE). The results of the approaches to the six methods showed that the approach using artificial neuron network regression was the most accurate with an RMSE value of 0.03994 and a MAPE of 16.63% with the MAPE category being a good forecast.

 

Keywords: �uniaxial compressive strength; indirect tensile strength; RMSE; MAPE; artificial neuron network (Ann)

 

Pendahuluan

Kekuatan batuan merupakan salah satu aspek penting yang perlu dipertimbangkan dalam indutri pertambangan. Kekuatan tersebut mempengaruhi banyak hal dalam kegiatan pertambangan seperti analisis geometri lereng, pembuatan penyangga untuk lubang bukaan, dan memperkirakan kinerja alat penggalian. Penelitian ini berfokus pada hubungan kuat tekan uniaksial dan kuat tarik tidak langsung pada batuan sedimen dengan nilai kuat tekan <5Mpa.

Brazilian indirect tensile test atau uji brazilian merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengetahui nilai kuat tarik tidak langsung. Menurut Bieniawski (1967) dan Hawkes & Mellor (1971), kuat tarik tidak langsung dapat dihitung menggunakan persamaan berikut:

 

 

Rule of thumb yang banyak digunakan dalam dunia pertambangan menyatakan bahwa nilai kuat tarik tidak langsung hanya sebesar 10% dari kuat tekan uniaksial (Jumikis, 1983). Nilai tersebut tentu tidak seakurat dengan persamaan yang dipaparkan oleh oleh Bieniawski (1967) dan Hawkes & Mellor (1971). Selain itu, rule of thumb perlu dikaji keakuratannya pada batuan dengan kuat tekan yang kecil untuk melihat apakah nilai rule of thumb bisa mendekati nilai pengujian laboratorium atau tidak.

Penelitian terdahulu yang ditulis oleh Rizto Salia zakri, Ilep Prengki, dan Tri Gamela Saldy dalam paper berjudul � Hubungan Kuat Tekan Uniaksial dan Kuat Tarik Tidak Langsung Pada Batuan Sedimen Dengan Nilai Kuat Tekan Rendah�, telah melakukan analisis hubungan kuat tekan uniaksial dan kuat tarik tidak langsung dengan pendekatan regresi linier dan statistika deskriptif. Penelitian tersebut memberikan gambaran terkait korelasi antara pendekatan matematik dan hubungan kuat tarik dan kuat tekan. Hasil dari penelitian tersebut menyatakan bahwa pendekatan dengan kedua metode diatas memiliki hasil yang lebih baik daripada rule of thumb. Akan tetapi, penelitian tersebut tidak membandingkan metode mana yang jauh lebih akurat antara regresi linier dan statistika deskriptif secara matematik.

Tujuan penelitian ini dilakukan yaitu untuk mengembangkan penelitian sebelumnya dan mencari metode pendekatan matematik yang paling akurat untuk menentukan hubungan kuat tarik tidak langsung dan kuat tekan uniaksial.

 

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diambil dari paper yang ditulis oleh Rizto Salia zakri, Ilep Prengki, dan Tri Gamela Saldy yang berjudul � Hubungan Kuat Tekan Uniaksial dan Kuat Tarik Tidak Langsung Pada Batuan Sedimen Dengan Nilai Kuat Tekan Rendah�. Penelitian tersebut mengambil sampel berupa batuan sedimen dengan nilai kuat tekan <5 Mpa yang diperoleh dari beberapa lapangan di daerah provinsi Jambi. Data dari paper tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut:

 

Tabel 1

Data Hubungan Kuat Tarik Tidak Langsung

dan Kuat Tekan Uniaksial

Kode Sampel

Material

Diameter

UCS

UTS

GT-03 BHS

Clay

5,4

0,56

0,3

GT-02 BHJ

Clay

5,4

0,32

0,24

GT-04 BMM

Clay

5,4

0,48

0,2

GT-05 BMM

Clay

5,4

0,64

0,18

GT-01 PDAP

Clay

5,4

0,48

0,08

GT-02 PDAP

Clay

5,5

1,24

0,52

GT-02� BHJ

Clay

4,7

1,79

0,74

GT-05 BMM

Coal

5,4

1,12

0,57

GT-01 PDAP

Coal

5,4

4,02

0,8

GT-02 PDAP

Coal

5,5

0,69

0,52

GT-02 PDAP

Coal

4,7

3,38

1,03

GT-04 BMM

Sandy Clay

5,4

0,89

0,11

GT-01 PDAP

Silt

5,5

1,58

0,87

 

Pada penelitian ini, data tersebut akan diolah menggunakan microsoft excell dan visual gane developer. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan matematik berupa regresi linier, statistika deskriptif, regresi polinomial 2 ordo, regresi eksponensial, regresi logaritmik, dan artificial neuron network (ANN). Hasil dari ke-enam metode tersebut akan dianalisis menggunakan root mean square error (RMSE), Mean Absolut Percentage error (MAPE), sehingga dapat diketahui bentuk hubungan antara kuat tekan uniaksial dan kuat tarik tidak langsung serta metode mana yang lebih akurat untuk mencari kedua hubungan tersebut.

1.   Metode Regresi

Analisis regresi adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk mengukur pengaruh antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) (Sugiyono, 2011). Dalam penelitian ini, kuat tekan uniaksial merupakan variabel bebas (X) dan kuat tarik tidak langsung merupakan variabel terikat (Y). Hal tersebut dikarenakan pada pengujian kuat tarik tidak langsung, sampel akan diberikan tekanan searah aksial. Regangan yang timbul akibat tekanan akan dianggap sebagai kuat tariknya. Sehingga pada pengujian ini, kuat tarik merupakan tegangan maksimal sebelum sampel retak/patah. Konsep tersebut sangat identik dengan konsep kuat tekan uniaksial. Maka dari itu, nilai kuat tekan uniaksial merupakan variabel bebas yang mempengaruhi variabel terikat atau kuat tarik tidak langsung.

Pada penelitian ini, data sekunder yang telah ada akan diolah ke microsoft excell kemudian dianalisis menggunakan regresi linier, analisis statistik deskriptif, regresi polinomial 2 orde, regresi eksponensial, dan regresi logaritmik. Analisis dengan metode regresi hanya mempertimbangan pengaruh nilai kuat tekan uniaksial terhadap nilai kuat tarik tidak langsung. Setelah mendapat pesebaran data prediksi dengan metode regresi, data tersebut akan diolah lebih lanjut untuk membandingkan keakuratan metode dengan RMSE dan MAPE.

2.   Artificial Neural Network

Artificial neural network atau jaringan saraf tiruan merupakan sebuah jaringan yang dirancang untuk menyerupai otak manusia yang bertujuan untuk melaksanakan suatu tugas tertentu (Haykin & Network, 2004). Jaringan tersebut bekerja sama seperti jaringan saraf pada manusia yaitu menerima input seperti dendrit, memiliki unit fungsional seperti sinapsis, dan mengeluarkan output seperti akson. Untuk memahami cara kerja dari jaringan saraf tiruan perhatikan gambar berikut.

 

Gambar 1

Mekanisme Kerja Jaringan Saraf Tiruan

Pada penelitian ini, input yang digunakan yaitu nilai kuat tekan uniaksial dan diameter sampel untuk menghasilkan prediksi nilai kuat tarik tidak langsung. Data tersebut akan dimasukan kedalam software visual gene developer untuk memetakan pola input yang didapat pada menjadi pola baru berupa output atau nilai UTS. Setelah mendapat nilai prediksi baru, nilai tersebut akan dianalisis dengan metode RMSE dan MAPE untuk melihat keakuratan data yang kemudian akan dibandingkan dengan metode regresi.

 

 

 

 

Hasil dan Pembahasan

A.  Hasil Penelitian

Data pada penelitian sebelumnya diolah sehingga didapatkan hasil sebagai berikut:

1.   Regresi Linier

Pendekatan pertama yaitu dengan pendekatan regresi linier. Data pada hasil penelitian sebelumnya dimasukan ke microsoft excell sehingga didapat tabel berikut:

 

Tabel 2

Hasil Analisis dengan Pendekatan Regresi Linier

Kode Sampel

Material

Diameter

UCS (σc)

UTS (σt)

σc2

σt2

σcσt

GT-03 BHS

Clay

5,4

0,56

0,3

0,3136

0,09

0,168

GT-02 BHJ

Clay

5,4

0,32

0,24

0,1024

0,0576

0,0768

GT-04 BMM

Clay

5,4

0,48

0,2

0,2304

0,04

0,096

GT-05 BMM

Clay

5,4

0,64

0,18

0,4096

0,0324

0,1152

GT-01 PDAP

Clay

5,4

0,48

0,08

0,2304

0,0064

0,0384

GT-02 PDAP

Clay

5,5

1,24

0,52

1,5376

0,2704

0,6448

GT-02 BHJ

Clay

4,7

1,79

0,74

3,2041

0,5476

1,3246

GT-05 BMM

Coal

5,4

1,12

0,57

1,2544

0,3249

0,6384

GT-01 PDAP

Coal

5,4

4,02

0,8

16,1604

0,64

3,216

GT-02 PDAP

Coal

5,5

0,69

0,52

0,4761

0,2704

0,3588

GT-02 PDAP

Coal

4,7

3,38

1,03

11,4244

1,0609

3,4814

GT-04 BMM

Sandy Clay

5,4

0,89

0,11

0,7921

0,0121

0,0979

GT-01 PDAP

Silt

5,5

1,58

0,87

2,4964

0,7569

1,3746

Jumlah

17,19

6,16

38,6319

4,1096

11,6309

 

 

Untuk mencari persamaan regresi linier, maka perlu untuk mencari nilai koefisien dan konstanta dengan cara.

a = �����������������������������������������b = �����������

����������������� a = ������������������������b =

����������������� a= 0,2192 ���������������������������������������������������� ���������������b = 0,184

 

Sehingga persamaan regresi linier adalah y = 0,2192x + 0,184� atau σt = 0,2192σc + 0,184. dari persamaan tersebut maka didapat nilai UTS prediksi. Untuk mendapat nilai RMSE maka nilai UTS pada percobaan perlu dikurangin dengan nilai UTS prediksi. Untuk mencari nilai MAPE, diperlukan nilai mutlak dari hasil pengurangan UTS aktual dan Prediksi yang kemudian akan dibagi dengan nilai UTS aktual. Berikut tabel penyajian data UTS aktual, prediksi, RMSE, dan MAPE.

 

Tabel 3

Penyajian UTS aktual, Prediksi, RMSE, dan MAPE

pada Regresi Linier

Kode Sampel

σt

σt�

(σtt�)2

(σtt�)/ σt

GT-03 BHS

0,3

0,306754

4,56102E-05

0,022512

GT-02 BHJ

0,24

0,070142

0,028851806

0,707742

GT-04 BMM

0,2

0,105213

0,00898463

0,473936

GT-05 BMM

0,18

0,140284

0,001577391

0,220647

GT-01 PDAP

0,08

0,105213

0,000635681

0,315159

GT-02 PDAP

0,52

0,271799

0,061603488

0,477309

GT-02 BHJ

0,74

0,392356

0,120856539

0,46979

GT-05 BMM

0,57

0,245496

0,105302637

0,569305

GT-01 PDAP

0,8

0,881156

0,006586368

0,101446

GT-02 PDAP

0,52

0,151243

0,135981526

0,709148

GT-02 PDAP

1,03

0,740873

0,083594521

0,280706

GT-04 BMM

0,11

0,195082

0,007238929

0,773472

GT-01 PDAP

0,87

0,346325

0,274235329

0,601925

Jumlah

6,16

3,951936

0,835494457

5,723095

 

RMSE = ��������������������������������������������������� MAPE =

���������� RMSE = ���������������������������������������������������� MAPE =

���������� RMSE = 0,253512927 ����������������������������������������������������� MAPE = 44.02%

 

Sehingga didapatkan Nilai RMSE dan MAPE dari perndekatan regresi linier yaitu 0,253512927 dan 44.02%.

2.   Analisis Statistika Deskriptif

Pengolahan data menggunakan analisis statistika deskriptif memberikan gambaran atau deskriptif mengenai suatu data. Dalam penelitian ini, nilai UTS perlu dibagi dengan nilai UCS untuk mencari nilai rata � rata, median, dan modus. Setelah itu mencari niai koefisien sehingga didapatkan persamaan dengan analisis statistika deskriptif.

 

 

 

 

Tabel 4

Analisis Statistika Deskriptif

Kode Sampel

Material

UCS (σc)

UTS (σt)

Mean

Median

GT-03 BHS

Clay

0,56

0,3

0,535714286

0,416667

GT-02 BHJ

Clay

0,32

0,24

0,75

GT-04 BMM

Clay

0,48

0,2

0,416666667

GT-05 BMM

Clay

0,64

0,18

0,28125

GT-01 PDAP

Clay

0,48

0,08

0,166666667

GT-02 PDAP

Clay

1,24

0,52

0,419354839

GT-02 BHJ

Clay

1,79

0,74

0,413407821

GT-05 BMM

Coal

1,12

0,57

0,508928571

GT-01 PDAP

Coal

4,02

0,8

0,199004975

GT-02 PDAP

Coal

0,69

0,52

0,753623188

GT-02 PDAP

Coal

3,38

1,03

0,304733728

GT-04 BMM

Sandy Clay

0,89

0,11

0,123595506

GT-01 PDAP

Silt

1,58

0,87

0,550632911

 

Untuk mendapat nilai koefisien maka perlu dicari dengan cara menambah nilai rata-rata dan median kemudian dibagi dua.

a =

a =

a = 0,416933

Berdasarkan nilai koefisien diatas, maka didapat persamaan hubungan UCS dan UTS berdasarkan pendekatan statistika deskriptif yaitu σt = 0,41693σc. Kemudian persamaan tersebut digunakan untuk mencari nilai UTS prediksi, RMSE, dan MAPE.

Tabel 5

Penyajian UTS aktual, Prediksi, RMSE, dan MAPE

pada Statistika Deskriptif

Kode Sampel

σt

σt�

(σtt�)2

(σtt�)/ σt

GT-03 BHS

0,3

0,233482

0,055561224

0,221726

GT-02 BHJ

0,24

0,133418

0,2601

0,44409

GT-04 BMM

0,2

0,200128

0,046944444

0,000638

GT-05 BMM

0,18

0,266837

0,010251563

0,482427

GT-01 PDAP

0,08

0,200128

0,007511111

1,501595

GT-02 PDAP

0,52

0,516996

0,010129448

0,005776

GT-02 BHJ

0,74

0,746309

0,106662451

0,008526

GT-05 BMM

0,57

0,466964

0,003729719

0,180764

GT-01 PDAP

0,8

1,676069

0,36119502

1,095086

GT-02 PDAP

0,52

0,287683

0,054579794

0,446763

GT-02 PDAP

1,03

1,409232

0,526011166

0,368186

GT-04 BMM

0,11

0,37107

0,000184838

2,373363

GT-01 PDAP

0,87

0,658753

0,101995337

0,242812

Jumlah

17,19

6,16

1,544856

7,371

 

Untuk mencari nilai RMSE dan MAPE maka diperlukan perhitungan sebagai berikut.

RMSE = ������������������������������������������� MAPE =

����� RMSE = ��������������������������������������������������MAPE =

�������������� RMSE = 0,34472 ������������������������������� ������������MAPE = 56,705%

 

Sehingga didapatkan nilai RMSE dan MAPE sebesar 0,34472 dan 56, 705%.

3.   Regresi Polinomial 2 Orde

Untuk mendapat persamaan dari regresi polinomial 2 orde maka perlu dilakukan perhitungan seperti pada tabel berikut:

 

Tabel 6

Analisis Regresi Polinomial 2 Orde

Kode Sampel

UCS (σc)

UTS (σt)

σcσt

σc2 σt

σc2

σc3

σc 4

GT-03 BHS

0,56

0,3

0,168

0,09408

0,3136

0,175616

0,098345

GT-02 BHJ

0,32

0,24

0,0768

0,024576

0,1024

0,032768

0,010486

GT-04 BMM

0,48

0,2

0,096

0,04608

0,2304

0,110592

0,053084

GT-05 BMM

0,64

0,18

0,1152

0,073728

0,4096

0,262144

0,167772

GT-01 PDAP

0,48

0,08

0,0384

0,018432

0,2304

0,110592

0,053084

GT-02 PDAP

1,24

0,52

0,6448

0,799552

1,5376

1,906624

2,364214

GT-02 BHJ

1,79

0,74

1,3246

2,371034

3,2041

5,735339

10,26626

GT-05 BMM

1,12

0,57

0,6384

0,715008

1,2544

1,404928

1,573519

GT-01 PDAP

4,02

0,8

3,216

12,92832

16,1604

64,96481

261,1585

GT-02 PDAP

0,69

0,52

0,3588

0,247572

0,4761

0,328509

0,226671

GT-02 PDAP

3,38

1,03

3,4814

11,76713

11,4244

38,61447

130,5169

GT-04 BMM

0,89

0,11

0,0979

0,087131

0,7921

0,704969

0,627422

GT-01 PDAP

1,58

0,87

1,3746

2,171868

2,4964

3,944312

6,232013

Jumlah

17,16

6,16

11,6309

31,34451

38,6319

118,2957

413,3483

 

Untuk mendapat persamaan polinomial 2 orde, perlu dicari nilai koefisien dengan cara mengubah data diatas menjadi matriks.

������� � �=

 

������ � �=

������ �=

Sehingga didapat persamaan regresi polinomial 2 orde yaitu σt = -0,1172 σc 2 + 0,7145 σc - 0,1227. Dari persamaan tersebut, dapat diketahui nilai UTS prediksi, RMSE, dan MAPE.

Tabel 7

Penyajian UTS aktual, Prediksi, RMSE, dan MAPE

pada Regresi Polinomial 2 Orde

Kode Sampel

σt

σt�

(σtt�)2

(σtt�)/ σt

GT-03 BHS

0,3

0,473819124

0,030213088

0,579397

GT-02 BHJ

0,24

0,091135714

0,022160576

0,620268

GT-04 BMM

0,2

0,333457988

0,017811034

0,66729

GT-05 BMM

0,18

0,626980261

0,199791354

2,483224

GT-01 PDAP

0,08

0,333457988

0,064240952

3,168225

GT-02 PDAP

0,52

2,183688787

2,76786038

3,199402

GT-02 BHJ

0,74

4,243171602

12,27221127

4,734016

GT-05 BMM

0,57

1,814747082

1,549395297

2,183767

GT-01 PDAP

0,8

18,79283829

323,7422297

22,49105

GT-02 PDAP

0,52

0,729205972

0,043767139

0,402319

GT-02 PDAP

1,03

13,59954919

157,993567

12,20345

GT-04 BMM

0,11

1,188108814

1,162318614

9,800989

GT-01 PDAP

0,87

3,385423618

6,327355978

2,891292

Jumlah

6,16

47,79558443

506,1929223

65,42468

 

Untuk mencari nilai RMSE dan MAPE maka perlu dilakaukan perhitungan sebagai berikut

RMSE = ����������������������������������������� MAPE =

�������� RMSE = ������������������������������������������MAPE =

������������������� RMSE = 6,240�������������������������������������������������������� MAPE = 503%

Sehingga didapatkan nilai RMSE dan MAPE 6,240 dan 503%

4.   Regresi Eksponensial

Untuk melakukan analisis dengan menggunakan regresi eksponensial maka perlu melakukan perhitungan menggunakan logaritma natural seperti pada tabel berikut:

 

Tabel 8

Analisis Regresi Eksponensial

Kode Sampel

UCS

(σc)

UTS (σt)

σc2

Ln(σc)

Ln(σt)

Ln(σt)2

σcln(σt)

GT-03 BHS

0,56

0,3

0,3136

-0,57982

-1,20397

1,449551

-0,67422

GT-02 BHJ

0,32

0,24

0,1024

-1,13943

-1,42712

2,036661

-0,45668

GT-04 BMM

0,48

0,2

0,2304

-0,73397

-1,60944

2,59029

-0,77253

GT-05 BMM

0,64

0,18

0,4096

-0,44629

-1,7148

2,940534

-1,09747

GT-01 PDAP

0,48

0,08

0,2304

-0,73397

-2,52573

6,379305

-1,21235

GT-02 PDAP

1,24

0,52

1,5376

0,215111

-0,65393

0,42762

-0,81087

GT-02 BHJ

1,79

0,74

3,2041

0,582216

-0,30111

0,090664

-0,53898

GT-05 BMM

1,12

0,57

1,2544

0,113329

-0,56212

0,315978

-0,62957

GT-01 PDAP

4,02

0,8

16,1604

1,391282

-0,22314

0,049793

-0,89704

GT-02 PDAP

0,69

0,52

0,4761

-0,37106

-0,65393

0,42762

-0,45121

GT-02 PDAP

3,38

1,03

11,4244

1,217876

0,029559

0,000874

0,099909

GT-04 BMM

0,89

0,11

0,7921

-0,11653

-2,20727

4,872063

-1,96447

GT-01 PDAP

1,58

0,87

2,4964

0,457425

-0,13926

0,019394

-0,22003

Jumlah

17,19

6,16

38,6319

-0,14384

-13,1923

21,60035

-9,62552

 

Kemudian untuk mendapatkan persamaan dengan regresi eksponensial maka perlu dilakukan perhitungan sebagai berikut.

 

b = Exp ��������������������������������������� �����������a = Exp

���������� b = EXP ���������������a = Exp

���������� b = 0,4917 ������������������������������������������������������������������������� �����������a = 0,1892

 

Sehingga didapat persamaan ekponensial sebagai σt= . Dari persamaan tersebut, dapat diketahui nilai UTS prediksi, RMSE, dan MAPE.

 

Tabel 9

Penyajian UTS Aktual, Prediksi, RMSE, Dan MAPE

Pada Regresi Eksponensial

Kode Sampel

σt

σt�

(σt- σt�)2

(σtt�)/ σt

GT-03 BHS

0,3

0,249171549

0,002583531

0,169428

GT-02 BHJ

0,24

0,221436119

0,000344618

0,07735

GT-04 BMM

0,2

0,239560451

0,001565029

0,197802

GT-05 BMM

0,18

0,259168242

0,00626761

0,439824

GT-01 PDAP

0,08

0,239560451

0,025459538

1,994506

GT-02 PDAP

0,52

0,348102192

0,029548856

0,330573

GT-02 BHJ

0,74

0,45619934

0,080542815

0,383514

GT-05 BMM

0,57

0,328157068

0,058488004

0,424286

GT-01 PDAP

0,8

1,365691103

0,320006424

0,707114

GT-02 PDAP

0,52

0,265618833

0,064709778

0,489195

GT-02 PDAP

1,03

0,996978606

0,001090412

0,03206

GT-04 BMM

0,11

0,293067182

0,033513593

1,664247

GT-01 PDAP

0,87

0,411444168

0,210273451

0,527076

Jumlah

6,16

5,674155304

0,834393659

7,436973

 

RMSE = ��������������������������������������������������� MAPE =

���������� RMSE = ���������������������������������������������������� MAPE =

������� RMSE = 0,2533 ������������������������������������������������ MAPE = 57,207%

 

Sehingga didapatkan nilai RMSE dan MAPE sebesar 0,2533 dan MAPE 57,207%

5.   Jaringan Saraf Tiruan

Untuk mendapatkan hasil analisis diperlukan data training serta pemilihan banyaknya hidden layer dan node yang akan digunakan, pada hasil analisis berikut menggunakan� 2 hidden layers dengan 10 node pada layer 1 dan 5 node pada layer 2, serta menggunakan 2 input yaitu diameter contoh dan nilai UCS, dengan output 1 yaitu nilai UTS.

Tabel 12

Penyajian Hasil Analisis Jaringan Saraf� Tiruan

Kode Sampel

Diameter

UCS

UTS

UTS (Prediksi)

GT-03 BHS

5.4

0.56

0.3

0.23330646

GT-02 BHJ

5.4

0.32

0.24

0.259323

GT-04 BMM

5.4

0.48

0.2

0.18566028

GT-05 BMM

5.4

0.64

0.18

0.24517668

GT-01 PDAP

5.4

0.48

0.08

0.18566028

GT-02 PDAP

5.5

1.24

0.52

0.52345458

GT-02 BHJ

4.7

1.79

0.74

0.7499958

GT-05 BMM

5.4

1.12

0.57

0.57506496

GT-01 PDAP

5.4

4.02

0.8

0.8020752

GT-02 PDAP

5.5

0.69

0.52

0.53122134

GT-02 PDAP

4.7

3.38

1.03

1.0307298

GT-04 BMM

5.4

0.89

0.11

0.1153998

GT-01 PDAP

5.5

1.58

0.87

0.8711838

Dari pengujian didapatkan nilai R2 = 0.984

RMSE = ��������������������������������������������������� MAPE =

��������� RMSE = ����������������������������������������������������������� MAPE =

��������� RMSE = 0,03994 ��������������������������������������������������������������� MAPE = 16,63%

 

������ Sehingga didapatkan nilai RMSE dan MAPE sebesar 0,03994 dan 16,63%.

6.   Analisis Rule of Thumb

Rule of thumb menyatakan bahwa nilai kuat tarik hanya sebesar 10% dari nilai kuat tekan. Untuk dapat membandingkan kemampuan analisis regresi terhadap rule of thumb maka perlu dilakukan validasi keakuratan data rule of thumb dengan pendekatan RMSE dan MAPE.

 

Tabel 12

Analisis Rule of Thumb

Kode Sampel

UCS

UTS

rule of thumb

(σtt�)2

(σtt�)/ σt

GT-01

0,56

0,3

0,056

0,3136

0,813333

GT-02

0,32

0,24

0,032

0,1024

0,866667

GT-03

0,48

0,2

0,048

0,2304

0,76

GT-04

0,64

0,18

0,064

0,4096

0,644444

GT-05

0,48

0,08

0,048

0,2304

0,4

GT-06

1,24

0,52

0,124

1,5376

0,761538

GT-07

1,79

0,74

0,179

3,2041

0,758108

GT-08

1,12

0,57

0,112

1,2544

0,803509

GT-09

4,02

0,8

0,402

16,1604

0,4975

GT-10

0,69

0,52

0,069

0,4761

0,867308

GT-11

3,38

1,03

0,338

11,4244

0,671845

GT-12

0,89

0,11

0,089

0,7921

0,190909

GT-13

1,58

0,87

0,158

2,4964

0,818391

Jumlah

17,19

6,16

1,719

38,6319

8,853552034

 

�RMSE = �������������������������������������������������� MAPE =

 

����������� RMSE = ����������������������������������������������������������� MAPE =

�

����������� RMSE = 0,408 ����������������������������������������������������������������� MAPE = 68,1%

 

Sehingga didapatkan hasil RMSE dan MAPE sebesar 0,408 dan 68,1%.

 

 

 

 

B.  Pembahasan

Pada hasil analisis data diatas, didapatkan nilai RMSE dan MAPE pada setiap metode regresi sebagai berikut:

Tabel 13

Hasil RMSE dan MAPE Tiap Analisis

Analisis

RMSE

MAPE

Regresi Linier

0,253512927

44,02%

Analisis Statistika Deskriptif

0,34472

56,705%

Regresi Polinomial 2 Orde

6,240

503%

Regresi Eksponensial

0,2533

57,207%

Regresi Logaritmik

0,1538

57,77%

Jaringan Saraf Tiruan

0,03994

16,63%

Rule of Thumb

0,408

68,1%

 

Dari tabel 13, dapat dilihat nilai RMSE dan MAPE pada rule of thumb sebesar 0,408 dan 68,1%. Hasil tersebut tidak lebih baik daripada analisis menggunakan regresi linier, analisis statistika deskriptif, regresi eksponensial, regresi logaritmik, dan jaringan saraf tiruan. Nilai RMSE dan MAPE pada kelima metode diatas memberikan hasil yang lebih kecil dibandingkan dengan nilai rule of thumb. Analisis dengan metode regresi polinomial 2 orde sangat tidak direkomendasikan untuk melihat hubungan kuat tarik dan kuat tekan dikarenakan nilai eror yang terlalu besar dibanding dengan metode lain.

Dari ke-lima pendekatan yang memiliki hasil lebih baik daripada rule of thumb, analisis dengan menggunakan jaringan saraf tiruan merupakan metode dengan keakuratan data terbaik. Nilai RMSE sebesar 0,03994 sangat kecil hingga mendekati nilai nol sehingga keakuratan data dari metode jaringan saraf tiruan dapat dipertanggungjawabkan. Nilai MAPE pada analisis jaringan saraf tiruan juga menunjukan hasil yang baik yaitu 16,63%. Hasil tersebut termasuk dalam kategori peramalan yang baik. Untuk lebih memahami terkait perbandingan nilai rule of thumb dan jaringan saraf tiruan maka dapat dilihat pada grafik berikut:

 

Gambar 2

Pesebaran Nilai hasil Prediksi Rule of Thumb dan Hasil UTS Asli

Gambar 3

Pesebaran Nilai hasil Prediksi Artificial Neural

Network dan Hasil UTS Asli

 

Terlihat pada gambar 2, titik � titik hasil prediksi nilai rule of thumb yang mendekati nilai UTS asli hanya berada pada nilai dengan UCS <1 Mpa untuk nilai titik dengan nilai UCS >1Mpa banyak menunjukan hasil yang melenceng dari nilai UTS asli. Sedangkan pada gambar 3, jaringan saraf tiruan memiliki banyak hasil yang mendekati nilai UTS asli. Hasil RMSE dan MAPE juga mendukung grafik pada gambar diatas. Sehingga sangat direkomendasikan untuk melihat hubungan kuat tarik tidak langsung dan kuat tekan uniaksial pada batu sedimen dengan nilai kuat tekan <5 Mpa menggunakan jaringan saraf tiruan.

Analisis dengan jaringan saraf tiruan dapat menunjukan hasil yang lebih baik daripada analisis dengan menggunakan regresi disebabkan input yang masukan pada jaringan saraf tiruan menggunakan nilai kuat tekan uniaksial dan diameter sampel sedangkan pada analisis regresi hanya menggunakan nilai kuat tekan uniaksial. Hal tersebut berbanding lurus dengan rumus yang dipaparkan oleh Bieniawski (1967) dan Hawkes & Mellor (1971) dimana diameter mempengaruhi nilai kuat tarik tidak langsung.

Penggunaan jaringan saraf tiruan untuk melihat nilai kuat tarik tidak langsung dapat meminimalisir pengeluaran dana karena perusahaan tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk melakukan pengujian kuat tarik tidak langsung. Namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk melihat apakah penggunaan jaringan saraf tiruan akurat untuk batuan dengan nilai kuat tekan yang lebih besar.

 

Kesimpulan

Berdasarkan pada hasil dan pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1) Nilai rule of thumb yang banyak digunakan pada dunia pertambangan menunjukan hasil yang kurang akurat pada batuan sedimen dengan nilai kuat tekan <5 Mpa 2) Pendekatan dengan regresi polinomial 2 orde sangat tidak dianjurkan untuk melihat keakuratan data hubungan kuat tarik tidak langsung dan kuat tekan uniaksial pada batuan sedimen <5Mpa. 3) Analisis dengan jaringan saraf tiruan menunjukan hasil yang baik dengan nilai RMSE sebesar 0,03994 dan MAPE 16,63% sehingga sangat dianjurkan untuk menggunakan analisis jaringan saraf tiruan dalam mencari hubungan kuat tarik tidak langsung dan kuat tekan uniaksial pada batuan sedimen dengan nilai kuat tekan <5Mpa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BIBLIOGRAFI

 

Haykin, Simon, & Network, N. (2004). A comprehensive foundation. Neural Networks, �2 (2004), 41. Google Scholar

 

Jayadianti, Herlina, Cahyadi, Tedy Agung, Amri, Nur Ali, & Pitayandanu, Muhammad Fathurrahman. (2020). Metode Komparasi Artificial Neural Network pada Prediksi Curah Hujan-Literature Review. Jurnal Tekno Insentif, 14 (2), 47�53. Google Scholar

 

Kalensun, Hesti, Kawet, Lingkan, & Halim, Fuad. (2016). Perencanaan sistem jaringan distribusi air bersih di Kelurahan Pangolombian Kecamatan Tomohon Selatan. Jurnal Sipil Statik, 4 (2). Google Scholar

 

Rai, M. A. (2013). Mekanika Batuan. Bandung: Penerbit ITB. Google Scholar

 

Rosdiani, N., & Hidayat, A. (2020). Pengaruh Derivatif Keuangan, Konservatisme Akuntansi dan Intensitas Aset Tetap Terhadap Penghindaran Pajak. Journal of Technopreneurship on Economics and Business Review, 1 (2), 131�143. Google Scholar

 

Sri, K. (2003). Artificial Intelligence. Yogyakarta: Graha Ilmu. Google Scholar

 

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Afabeta. Google Scholar

 

Zakri, R. S., Prengki, I., & Saldy, T. G. (2020). Hubungan Kuat Tekan Uniaksial dan Kuat Tarik Tidak Langsung pada Batuan Sedimen dengan Nilai Kuat Tekan Rendah. Jurnal Bina Tambang, 5 (3), 59�70. Google Scholar

 

Copyright holder:

Yosua Buntu Sumule, Dimas Daffa Dhiya Ulhaq (2022)

 

First publication right:

Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

 

This article is licensed under: