Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia p�ISSN: 2541-0849 e-ISSN: 2548-1398

Vol. 7, No. 6, Juni 2022

 

PENGARUH INVESTOR CONFIDENCE YANG DIMODERASI OLEH GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KEPUTUSAN INVESTASI (STUDI PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2016-2020)

 

Harry Budiantoro, Indah Arganeta

Universitas YARSI Jakarta Pusat, Indonesia

Email: budiantoro.h@gmail.com, indahgneta@gmail.com

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi faktor yang mempengaruhi keputusan investasi salah satu nya kepercayaan diri investor dan menambah variabel tata kelola perusahaan sebagai variabel moderasi. Penelitian ini dilakukan di perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016 - 2020. Teknik pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 105 sampel. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini yaitu Investor Confidence yang diproksikan dengan Market to Book Value of Equity berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan investasi dan Good Corporate Governance berpengaruh positif dan signikan dalam Memoderasi Dampak Investor Confidence terhadap Keputusan Investasi Perusahaan.

 

Kata Kunci: Investor Confidence, Good Corporate Governance, Keputusan Investasi

 

Abstact

This study aims to detect the factors that influence investment decisions, one of which is investor confidence and adding the variable of corporate governance as a moderating variable. This research was conducted in mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2016 - 2020. The sample selection technique in this study used purposive sampling so that 105 samples were obtained. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis. The results of this study are that Investor Confidence as proxied by Market to Book Value of Equity has a significant positive effect on investment decisions and Good Corporate Governance has a positive and significant effect on Moderating the Impact of Investor Confidence on Corporate Investment Decisions.

 

Keywords: Investor Confidence, Good Corporate Governance, Investment Decisions

 

Pendahuluan

Pasar modal merupakan tempat yang digunakan oleh investor dan emiten untuk melakukan transaksi jual beli obligasi, saham, reksadana, serta instrumen lain dalam jangka waktu lama (IDX). Dengan adanya pasar modal yaitu tempat melakukan investasi yang terjamin, investor mendapat manfaat untuk menanamkan modalnya (Fridana & Asandimitra, 2020). Pasar modal menjadi tujuan investasi yang banyak diminati, hal ini dapat dilihat pada pertumbuhan investasi di Indonesia. Pertumbuhan investasi di Indonesia mengalami kenaikan yang signifikan, yaitu terbukti dengan adanya kenaikan jumlah Single Investor Identification (SID) selama lima tahun terakhir dari tahun 2016-Jan 2021 (KSEI, 2021).

Dari kenaikan jumlah investor (individu) di Indonesia membuktikan bahwa aktivitas investasi pada pasar modal mengalami kenaikan. Ketika investor akan melakukan investasi maka akan berkaitan dengan keputusan investasi yang dibuat. Banyaknya investor di pasar modal akan berbanding lurus dengan keputusan investasi yang dibuat (Budiarto & Susanti, 2017). Sebelum menentukan keputusan investasi banyak yang harus dipertimbangkan. Keberhasilan investasi seorang investor ditentukan oleh seberapa tepat keputusan yang dibuat dan mampu menentukan dengan tepat dan baik jenis serta waktu investasi yang memiliki probabilitas yang lebih besar untuk mendapatkan keuntungan (return) (Afriani & Halmawati, 2019).

Proses pengambilan keputusan tentu tidak mudah, investor akan dihadapkan pada berbagai macam risiko dan akan menanggung konsekuensi keuangan yaitu untung atau rugi. Seorang investor pasti mengharapkan keuntungan dari pilihan yang sudah dibuat, maka dalam mengambil keputusan investor harus berfikir secara rasional, namun pada kenyataannya investor seringkali bersikap irasional (Afriani & Halmawati, 2019). Sikap irasional muncul akibat dari faktor psikologi dalam diri investor.�

Secara umum, investor mungkin akan dianggap selalu rasional. Namun kenyataannya, data empiris menunjukkan bahwa sebenarnya investor tidak selalu bertingkah rasional, dan faktor-faktor emosional dapat mempengaruhi langkah yang akan diambil terkait pengambilann keputusan. (Dorn, 2009 DeLong, Shleifer, Summers, & Waldmann, 1990). Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan diri investor akan berpengaruh terhadap keputusan yang diambil oleh manajer perusahaan. (mis. Polk & Sapienza, 2009; Gilchrist, Himmelberg, & Huberman, 2005; Baker & Wurgler, 2004). Pada saat investor telah memiliki kepercayaan terhadap perusahaan, maka manajer akan cenderung berinvestasi lebih banyak.

Keputusan untuk berinvestasi merupakan salah satu keputusan penting dalam perusahaan, dikarenakan jumlah uang yang akan diinvestasikan, sangat perlu bagi perusahaan untuk mengetahui tingkat profitabilitas suatu investasi dan mengatur rencana strategis yang akan diambil. Dalam investasi, keputusan yang salah dapat mempengaruhi tingkat keberlanjutan perusahaan. Oleh karena itu, penilaian yang cermat terhadap keputusan investasi sangat penting bagi manajer perusahaan (Shahid, M., 2019).

Selain itu, tata kelola perusahaan juga menjadi salah satu hal penting dalam mengambil keputusan saat hendak berinvestasi. Tata kelola perusahaan adalah kerangka kerja dalam perusahan untuk membangun lingkungan akuntabilitas, terpercaya, dan transparan bagi seluruh pemegang kepentingan dalam perusahaan. Tata kelola perusahaan juga terkait dengan masalah keagenan, karena pemisahan agen (manajer) dan pemegang saham. Tata kelola perusahaan adalah salah satu solusi untuk mengurangi konflik antara agen dan pemegang kepentingan perusahaan (Detthamrong, U., Chancharat, N., & Vithessonthi, C. 2017).

Dalam penelitian sebelumnya, Shahid, M. (2019) mencari tahu tentang hubungan dari tata kelola perusahaan dan investor confidence terhadap keputusan investasi yang dilakukan di perusahaan di negara Pakistan dan india. Pada pasar di India dan Pakistan, Shahid, M. (2019) menemukan bahwa ada hubungan antara penerapan good corporate governance dan kepercayaan investor terhadap keputusan investasi yang dilakukan perusahaan.

Temuan mengungkapkan bahwa tata kelola perusahaan dapat memoderasi dampak kepercayaan investor terhadap keputusan investasi perusahaan karena di hadapan praktik tata kelola perusahaan yang terlalu sentral, dampak kepercayaan investor terhadap investasi perusahaan lebih kecil. Praktik tata kelola perusahaan yang baik harus dapat mendorong anggota dewan untuk melakukan fungsi pemantauan yang lebih efisien dan efektif terhadap perusahan. Jadi, melalui praktik tata kelola perusahaan, perusahaan harus memperkuat pemantauan dan mengembangkan efektivitas struktur kepemilikan untuk menghambat perilaku oportunistik manajer dan memoderasi dampak negatif kepercayaan investor terhadap keputusan investasi perusahaan.

Dengan adanya penerapan GCG di Indonesia, maka akan adanya kemungkinan tentang pengaruhnya terhadap keputusan investasi perusahaan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, praktik tata kelola perusahaan masih berkaitan dengan tingkat kepercayaan investor kepada perusahaan, dimana dalam penelitian ini, penulis bermaksud mencari tahu lebih dalam pengaruh dari dua variabel diatas terhadap keputusan yang akan diambil perusahaan dalam ranah investasi, yang diharapkan akan dapat menjadi dasar proyeksi perusahaan untuk mengambil tindakan kebijakan yang lebih sesuai dengan keadaan pasar.

 

Metode Penelitian

Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian explanatory research. Menurut Sugiyono (2017), explanatory research merupakan metode penelitian yang bermaksud menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta pengaruh antara variabel satu dengan variabel lainnya Data yang digunakan adalah data sekunder, yaitu laporan tahunan berupa pengungkapan Corporate Governance dan laporan keuangan perusahaan terkait.

Teknik Pengumpulan

Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dokumentasi, yaitu dari pengumpulan Laporan Tahunan perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar pada BEI 2016 - 2020.

Populasi Dan Sampel

Populasi penelitian ini adalah perusahaan perusahaan pada sektor pertambangan yang terdaftar pada BEI 2016 - 2020 sector atau sub sector. Dalam penelitian ini, teknik purposive sampling digunakan untuk pengumpulan sampel. Jumlah perusahaan yang telah memenuhi kriteria iyaitu 21 perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar dii BEI dengan tahun pengamatan 5 tahun, dan jumlah sampel atas perusahaan yang terpilih sebanyak 105 sampel.

Definisi Operasional Variabel

Keputusan Investasi

Skala pengukuran variabel ini menggunakan Price Earning Ratio (PER). Rasio ini dapat digunakan untuk mengukur bagaimana investor menilai prospek pertumbuhan di masa yang akan datang yang tercermin pada harga saham yang bersedia dibayar oleh investor tersebut untuk setiap rupiah laba yang diperoleh perusahaan. Semakin besar rasio ini berarti investor mempunyai ekspektasi yang baik terhadap prospek perusahaan dimasa yang akan datang. Rumus PER sebagai berikut:

Text Box: PER = Harga Saham Per Lembar	1
Laba Per Lembar Saham

Investor Confidence

Skala pengukuran variabel ini menggunakan MBVE. Menurut Andriyani (2008) �Market to Book Value of Equity ini mencerminkan bahwa pasar menilai return dari investasi perusahaan di masa depan akan lebih besar dari return yang diharapkan dari ekuitasnya�. Rasio yang tinggi berarti nilai pasar saham perusahaan lebih rendah dari nilai buku perusahaan. Semakin tinggi rasionya maka semakin rendah nilai pasar saham perusahaan. Jika nilai pasar saham rendah maka semakin kecil kemungkinan investor untuk mendapatkan return saham dan ini mungkin memiliki pengaruh terhadap kepercayaan investor. Maka dari itu MBVE dihitung menggunakan rumus sebagai berikut:

 

Text Box: MBVE = jumlah saham beredar x closing price
Total ekuitas

 


Good Corporate Governance

Variabel moderasi merupakan variabel independen yang mampu memperlemah atau memperkuat pengaruh antara variabel independen lain kepada variabel dependen (Ghozali, 2016). Skala pengukuran variabel ini menggunakan ukuran Komisaris Independen. Pengukuran proporsi komisaris independen sebagai berikut:

 

Text Box: Jumlah Komisaris Independen
Komisaris Independen =	  x 100%	15
Jumlah Seluruh Komisaris

Teknik Analisis Data

����������� Teknik analisis pada penelitian ini digunakan metode analisis regresi linear berganda dengan menggunakan software SPSS 25.0. Analisis terdiri dari analisis statistik deskriptif, analisis regresi linear berganda, uji asumsi klasik, uji koefisien determinasi, dan uji T (parsial). Model persamaan regresi senya adalah :

Keterangan :

KI ������ ����������� : Keputusan Investasi

�������� ����������� : Konstanta

: Koefisiensi Variabel

IC������� ����������� : Investor Confidence

IC*GCG��������� : Interaksi antara investor confidence dengan good corporate governance

e �������� ����������� : Error (kesalahan pengganggu)

 

Hasil Dan Pembahasan

Analisis Statistik Deskriptif

 

Tabel 1

Hasil Analisis Statistik Deskriptif

Descriptive Statistics

 

N

Minimum

Maximum

Mean

Std. Deviation

MVBE (X)

114

-7,75

13,50

1,2311

2,24609

PER (Y)

114

-47,16

50,71

4,5099

14,08105

GCG (Z)

105

,25

,60

,3993

,07418

Valid N (listwise)

105

 

 

 

 

Sumber: data diolah penulis

 

Hasil ujii statistik deskriptifi dalam tabel di atas, diketahuii jumlahi datai yangi diolah menggunakan SPSS dari tahun 2016-2020 sebanyak 114 perusahaan. Nilai minimum variabel dependen yaitu keputusan investasi yang diproksikan dengan PER yaitu sebesar -7,75, nilai maksimum sebesar 13,50, nilai mean sebesar 1.2311 dan nilai standar deviasi sebesar 2.24609.

 

 

 

 

 

Uji Asumsi Klasik

Uji Normalitas

 

Tabel 2

Hasil Uji Normalitas

N

Asymp Sig.(2-tailed)

105

0.200

Sumberr: olahan penulis

 

Uji normalitas menggunakan teknik uji kolmogorov smirnov. Uji ini dilakukan dengan jumlah sampel 114 dan menghasilkan signifikansi 0.200 > 0.05, yang berarti data terdistribusi secara normal.

Uji Multikolinearitas

Tabel 3

Hasil uji multikolinearitas

Model

Collinearity statistics

Tolerance

VIF

1            MBVE

Moderasi

.482

.482

2.076

2.076

Sumberr: olahan penulis

 

Hasil uji multikolinearitasi menunjukkan bahwa pada variabel iindependen nilai tolerance > 0.10 dan nilaii VIF < 10, artinya tidak terjadi masalah multikolinearitas. i

Uji Autokorelasi

Tabel 4

Hasil uji autokorelasi

Model

Durbin-Watson

1

1.915

Sumberr: olahan penulis

 

Berdasarkan Hasil uji diatas diketahui nilai Durbin Watson sebesar 1,915 yang artinya nilai Durbin Watson berada diantara -2 dan 2 sehingga dapat disimpulkan tidak terjadinya autokorelasi dalam penelitian ini.

Uji Heteroskedastisitas

 

Tabel 5. Hasil Uji T

Modell

Unstandardized Coefficientss

Standardized Coefficients

T

Sig.

B

Std.Error

Betai

1 constanttt

2            MBVE

Moderasi

. 732

. 022

-1. 022

. 268

. 077

. 054

 

 

. 039

-.607

 

2 726

. 280

-1,719

. 008

. 780

. 089

 

Sumberr: olahan penulis

Uji heteroskedastisitas dalam penelitian ini menggunakan uji Glejser. Uji Glejser dilakukan dengan meregres nilai absolute residual dengan variabel independen (Gujarati, 2013). Ketentuan yang digunakan adalah jika nilai signifikan > 0,05, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

 

Uji Koefisien Determinasi

 

Tabel 6

Hasil Uji Koefisien Determinasi

Model

R

Ri Square

Adjusted R Square

1

.780

.608

.604

Sumberr: olahan penulis

 

Hasil koefisien determinasi dalam tabel diatas menunjukkan nilai R Square sebesar 0,608 atau 60,8% artinya variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independen sebesar 60,8% Sedangkan 39,2% dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.

Uji T (Parsial)

 

Tabel 7

�Hasil Uji T

Modell

Unstandardized Coefficientss

Standardized Coefficients

T

Sig.

B

Std.Error

Betai

1 constanttt

3            MBVE

Moderasi

-,380

1,340

,234

. 422

. 122

. 086

 

 

. 950

. 236

 

-,899

11,009

2,736

. 371

. 000

. 007

 

Sumberr: olahan penulis

 

Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variabel dependen dengan tingkat signifikan α = 0,05 (Ghozali, 2018).

 

Investor Confidence berpengaruh terhadap Keputusan Investasi

Pengujian hipotesis pertama menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05 sehingga hipotesis pertama diterima dan hasil koefisien regresi menuju ke arah positif dengan nilai sebesar 1,101 yang berarti Investor Confidence yang diproksikan dengan Market to Book Value of Equity berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan investasi. Hal ini memiliki arti semakin besar rasa percaya diri seorang investor akan semakin menaikkan tinggat keputusan investasi. Hasil ini sejalan dengan penelitian Maya Zatil (2019) dan Ifanda Ogix (2020) yang menyatakan bahwa kepercayaan diri investor berpengaruh positif terhadap tingkat keputusan investasi.

 

Uji Moderasi

Good Corporate Governance berpengaruh dalam Memoderasi Dampak Investor Confidence terhadap Keputusan Investasi Perusahaan

Pengujian hipotesis kedua menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,007 < 0,05 sehingga hipotesis kedua diterima dan hasil koefisien regresi menuju ke arah positif dengan nilai sebesar 0,234 yang berarti Good Corporate Governance berpengaruh positif dan signikan dalam Memoderasi Dampak Investor Confidence terhadap Keputusan Investasi Perusahaan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Shahid, M. (2019), yang memberikan gambaran bahwa tingkat penerapan tata kelola yang baik dalam suatu perusahaan dapat memoderasi dampak yang diberikan Investor Confidence terhadap keputusan investasi yang dilakukan di perusahaan India dan Pakistan.

 

Kesimpulan i

Berdasarkan hasil serta pembahasan penelitian, disimpulkan bahwa variabel Investor Confidance yang diproksikan dengan Market to Book Value of Equity berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan investasi. Hal ini memiliki arti semakin besar rasa percaya diri seorang investor akan semakin menaikkan tinggat keputusan investasi. Ketika investor percaya diri, penolakan oleh manajer untuk berinvestasi ke proyek yang disukai dapat menyebabkan investor lebih memilih untuk menjual saham mereka, sehingga menyebabkan jatuhnya harga saham perusahaan. Karena itu, manajer akan memilih untuk memvariasikan investasi untuk memenuhi keinginan investor sehingga memaksimalkan harga saham perusahaan. Manajer akan memberikan investor apa yang mereka inginkan dilihat dari kondisi yang terjadi. Misal dalam kasus dividen, manajer cenderung akan memberikan dividen ketika investor menaruh harga saham perusahan yang relatif tinggi, dan cenderung tidak memberikan dividen ketika investor lebih memilih yang tidak membayar. Sehingga, dapat disimpulkam bahwa tingkat kepercayaan investor kepada perusahaan dapat memberikan pengaruh terhadap manajer dalam pengambilan keputusan investasi untuk perusahaan. �Good Corporate Governance berpengaruh positif dan signikan dalam Memoderasi Dampak Investor Confidence terhadap Keputusan Investasi Perusahaan. Hal ini berarti semakin baik tata kelola perusahaan dapat semakin meningkatkan pengaruh antara kepercayaan diri investor terhadap keputusan investasi.� Dalam praktiknya, tata kelola perusahaan merupakan suatu cara sekaligus solusi untuk mengatasi konflik yang terjadi di perusahaan, terutama pada kasus agen dan pemegang kepentingan. Dalam suatu perusahaan, investor merupakan pemegang kepentingan yang memiliki suatu harapan lebih pada perusahaan, yang pada penelitian ini akan diukur sebagai Investor Confidence. Penelitian yang dilakukan oleh Shahid, M. (2019), memberikan gambaran bahwa tingkat penerapan tata kelola yang baik dalam suatu perusahaan dapat memoderasi dampak yang diberikan Investor Confidence terhadap keputusan imvestasi yang dilakukan di perusahaan India dan Pakistan. Gill, Sharma, Mand, dan Mathur (2012) meneliti hubungan antara tata kelola perusahaan dan keputusan investasi perusahaan di India. Penelitian ini juga berupaya memperluas persepsi dan kepercayaan dewan direksi perusahaan kecil menuju keputusan investasi melalui survei. Secara keseluruhan, mereka mengkonfirmasi bahwa total aset, ukuran dewan, dan kinerja perusahaan positif berkaitan dengan keputusan investasi.

Peneliti selanjutnya dapat meneliti di sektor selain pertambangan maupun perusahaan dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil dikarenakan dalam sektor pertambangan banyak perusahaan yang mengalami kerugian sehingga beberapa akun bernilai negatif. Selain itu penelitian selanjutnya juga dapat mempertimbangkan untuk menggunakan beberapa variabel independen lain yang mungkin lebih berpengaruh terhadap keputusan investasi perusahaan dan dapat lebih meningkatkan pengetahuan tentang investasi di Indonesia

 

 


BIBLIOGRAFI

�Afriani, Dila. & Halmawati. (2019). Pengaruh Cognitive Dissonance Bias, Overconfidence Bias dan Herding Bias Terhadap Pengambilan Keputusan Investasi (Studi Empiris pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang yang Melakukan Investasi di Bursa Efek Indonesia). Jurnal Eksplorasi Akuntansi, 1(4), Seri A, 1650-1665. Google Scholar

 

Andriyani, Maria. 2008. Analisis Pengaruh Cash Ratio, Kebijakan Utang, Kepemilikan Manajerial, Investment Opportunity Set dan Profitability Terhadap Kebijakan Dividen (Studi Empiris pada perusahaan Automotive di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2004-2006). Tesis Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro, Semarang. Google Scholar

 

Baker, H. Kent dan Nofsinger, John R. 2010. Behavioral Finance Investor, Corporations, and Markets. New Jersey: John Wiley and Sons Inc. Google Scholar

 

Budiarto, A. (2017). Pengaruh Financial Literacy, Overconfidence, Regret Aversion Bias, Danrisk Tolerance Terhadap Keputusan Investasi (Studi pada investor PT. Sucorinvest Central Gani Galeri Investasi BEI Universitas Negeri Surabaya). Jurnal Ilmu Manajemen (JIM), 5(2), 1�9. Google Scholar

 

Fridana, I. O., & Asandimitra, N. (2020a). Analisis Faktor Yang Memengaruhi Keputusan Investasi (Studi Pada Mahasiswi Di Surabaya). Jurnal Muara Ilmu Ekonomi Dan Bisnis, 4(2), 396. https://doi.org/10.24912/jmieb.v4i2.8729 Google Scholar

 

Faizah, S.N. & Adhivinna, V.V. (2017). Pengaruh Return on Assets, Leverage, Kepemilikan Institusional dan Ukuran Perusahaan terhadap Tax Avoidance. Jurnal Akuntansi, 5(2), 136-145. Google Scholar

 

Ghozali, Imam. 2016. Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program IBM SPSS 23 (Edisi 8). Cetakan ke VIII. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Google Scholar

 

Ghozali, Imam. 2018. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25. Badan Penerbit Universitas Diponegoro: Semarang Google Scholar

 

Gujarati, D. N. 2013. Dasar-dasar Ekonometrika, Edisi Kelima. Mangunsong, R. C. penerjemah. Jakarta: Salemba Empat.

 

Jensen, M., C., dan W. Meckling, 1976. �Theory of the firm: Managerial behavior, agency cost and ownership structure�, Journal of Finance Economic 3:305- 360, di-download dari http://www.nhh.no/for/courses/spring/eco420/jensen-meckling-76.pdf. Google Scholar

 

Kusumaning, Linda; 2004; Analisis Pengaruh Proporsi Dewan Komisaris dan Keberadaan Komite Audit Terhadap Aktivitas Manajemen Laba Pada Perusahaan Publik di Indonesia, Tesis Universitas Gajah Mada. Google Scholar

 

Kusmayadi, Dedi, dkk. 2015. Good Corporate Govrenance. (Tasikmalaya: LPPM Universitas Siliwangi Moleong, Lexy J. 2012.

 

Polk, C. and Sapienza, P. (2009), �The Stock Market and Corporate Investment: a Test of Catering Theory�, The Review of Financial Studies, Vol. 22. No. 1, pp. 187-217. Google Scholar

 

Shahid M., Abbas M. 2019. Does Corporate Governance Play Any Role in Investor Confidence, Corporate Investment Decisions Relationship? Evidence from Pakistan and India. Journal of Economics and Business. (https://www.scimagojr.com/ diakses tanggal 06 Oktober 2019. Google Scholar

 

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, CV.

 

Sugiyono (2015). Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung: Alfabeta.

 

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: PT Alfabet.

 

Virlics, A. (2013). Investent Decision Making and Risk. Procedia Economics and Finance, 169-177. Google Scholar

 

Raystaycool.https://raystaycool.blogspot.com/2014/04/investasi-dalampandangan-islam.html

 

Sakinah. (Dosen STAIN Pamekasan; Jln. Panglegur Km.04 Pamekasan email: [email protected])https://media.neliti.com/media/publications/90674-ID-investasi-dalam-islam.pdf

 

Rezki Astuti Soraya, 2012. Skripsi. Universitas Hasanuddin. https://muhariefeffendi.files.wordpress.com/2018/10/gcg-dalam-perspektif-islam-dan-penerapannya-pada-bisnis-syariah-di-indonesia.pdf

 

Bibit, 03 Mei 2019. https://blog.bibit.id/blog-1/2019/5/2/pandangan-islam-tentang-investasi-boleh-atau-tidak

 

Copyright holder:

Harry Budiantoro, Indah Arganeta (2022)

 

First publication right:

Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

 

This article is licensed under: