Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia p�ISSN: 2541-0849 e-ISSN: 2548-1398

Vol. 7, No. 7, Juli 2022

 

PENGARUH PERSEPSI KEMUDAHAN DAN PERSEPSI KEMANFAATAN TERHADAP MINAT PENGGUNAAN APLIKASI ALODOKTER SELAMA PANDEMI COVID-19

 

Aini Ashary, Ari Pradhanawati, Reni Shinta Dewi

Universitas Diponegoro Semarang, Indonesia

Email: [email protected], [email protected], [email protected]

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi kemudahan, persepsi kemanfaatan terhadap minat penggunaan pada pengguna aplikasi Alodokter. Metode penelitian ini adalah survey dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 responden yang menggunakan aplikasi Alodokter dan responden yang sudah mengikuti Instagram Alodokter. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik SPSS. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa 1) persepsi kemudahan berpengaruh positif terhadap minat penggunaan aplikasi Alodokter, hal ini dibuktikan dari aplikasi Alodokter mempunyai fitur atau tampilan yang mudah digunakan oleh pengguna; dan 2) persepsi kemanfaatan berpengaruh positif terhadap minat penggunaan aplikasi Alodokter. Originality/Value/Contribution � Ketika masa pandemi Covid-19 semua orang sangat disiplin menjaga jarak secara fisik terhadap orang lain. Penelitan ini merupakan studi pertama yang membahas penggunaan aplikasi kesehatan di masa Pandemi Covid -19 di Indonesia. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi semua pihak untuk memperkenalkan aplikasi ini kepada masyarakat luas agar masyarakat semakin memahami bahwa aplikasi kesehatan nomor satu di Indonesia ini sangat mudah dan bermanfaat ketika digunakan.

 

Kata Kunci: Persepsi Kemudahan, Persepsi Kemanfaatan, Minat Penggunaan.

 

Abstract

This study aims to analyze the influence of perceived ease, perception of expediency on interest in use in users of the Alodokter application. This research method is a survey by distributing questionnaires to 100 respondents who use the Alodokter application and respondents who have followed Alodokter's Instagram. The data analysis method in this study used the SPSS technique. The results of the study revealed that 1) the perception of ease has a positive effect on the interest in using the Alodokter application, this is evidenced from the Alodokter application has features or appearances that are easy to use by users; and 2) the perception of expediency positively affects the interest in using the Alodokter application. Originality/Value/Contribution � During the Covid-19 pandemic, everyone was very disciplined in maintaining physical distance from others. This research is the first study to discuss the use of health applications during the Covid-19 Pandemic in Indonesia. The results of this study can be input for all parties to introduce this application to the wider community so that the public increasingly understands that the number one health application in Indonesia is very easy and useful when used.

 

Keywords: Perception of Ease, Perception of Expediency, Interest in Use

 

Pendahuluan

Pandemi Covid-19 dengan cepat telah mengubah perilaku masyarakat, termasuk di dunia kesehatan. Banyak orang beralih kepada layanan konsultasi kesehatan secara digital, seperti telemedicine. Layanan digital menjadi lebih diperlukan dan meningkat penggunaannya. Layanan kesehatan digital memungkinkan orang tidak harus datang ke rumah sakit untuk konsultasi awal, tapi tetap sudah bisa mendapatkan diagnosa keluhan, sehingga lebih cepat melakukan penangan. Telekonsultasi medis secara digital dianggap lebih cepat, praktis dan biaya yang terjangkau.

Masyarakat mulai masif menggunakan layanan konsultasi dokter digital atau telemedicine sejak terjadinya pandemi Covid-19 tahun lalu. Ini dirasakan oleh beberapa platform kesehatan digital di Indonesia, salah satunya platform kesehatan Alodokter. Kondisi ini mendorong terjadinya pergeseran tren di masyarakat terkait pelayanan kesehatan. Dari yang awalnya harus mendatangi dokter secara fisik saat seseorang memiliki keluhan, beralih memanfaatkan layanan medis secara digital.

Alodokter adalah Super App kesehatan nomor 1 di Indonesia yang didirikan sejak tahun 2014.  Sebagai platform telemedicine saat ini Alodokter sudah memiliki 30 juta pengguna aktif bulanan dan lebih dari 43.000 dokter aktif. Selama pandemi Covid-19 berlangsung, Alodokter juga memberikan layanan informasi dan edukasi bagi masyarakat dengan mengikuti pedoman dari pemerintah. Dalam satu tahun terakhir terjadi peningkatan pengguna yang signifikan hingga mencapai 200% lebih. Tidak bisa dipungkiri lonjakan ini dipengaruhi tingginya kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan digital yang akurat dan dipercaya di masa pandemi dan era digital saat ini.

Salah satu faktor yang mendorong pengguna aplikasi Alodokter meningkat selain kondisi pandemi saat ini adalah karena dengan kemudahan penggunaan fitur-fitur di dalam aplikasi dapat menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan juga dengan adanya kalangan generasi muda masa kini yang lebih paham dalam mengaplikasikan platform Alodokter untuk mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik secara digital.

Selain kemudahan dalam mengggunakan aplikasi kesehatan digital, masyarakat juga mulai merasakan manfaat dari penggunaan aplikasi ini, seperti menawarkan kepraktisan, efisiensi, keamanan (karena tidak perlu bertemu dengan dokter secara fisik) serta menghemat biaya.

Mengingat terdapat beberapa manfaat yang diperoleh dari aplikasi kesehatan Alodokter dan juga kemudahan dalam mengakses serta menggunakan aplikasi kesehatan ini, tetapi masih belum dapat dipredikasi secara pasti apa saja yang menyebabkan aplikasi ini akan selalu digunakan oleh pengguna. Dengan demikian dibutuhkan suatu penelitian tentang bagaimanakah kegunaan atau kemanfaatan dalam menggunakan aplikasi ini sehingga mempengaruhi minat perilaku dalam menggunakanya. Berhasil tidaknya aplikasi kesehatan ini digunakan, dapat diprediksi melalui hubungan sebab akibat.

Banyaknya model yang mengkaji hubungan sebab akibat untuk mengukur penerimaan sistem informasi oleh pengguna, peneliti tertarik menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) untuk menunjang penelitian yang dilakukan. Model TAM tersebut dikembangkan oleh Davis et al., (1989) yang mengadaptasi model (TRA) Theory of Reasoned Action. Teori ini dikembangkan oleh Fishbein dan Ajzen (1980). Perbedaan yang mendasar pada TRA dan TAM adalah penempatan sikap dari TRA, dimana pada teori TAM terdapat dua konstruk kunci yaitu persepsi kemanfaatan (perceived usefulness) dan persepsi kemudahan (perceived ease of use).

Persepsi kemanfaatan (perceived usefulness) didefinisikan sebagai tingkat kepercayaan pengguna bahwa dengan menggunakan sistem, maka akan dapat meningkatkan kinerja pengguna tersebut. Sedangkan persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use) didefinisikan sebagai tingkat kepercayaan pengguna bahwa sistem dapat digunakan dengan mudah dan dapat dipelajari sendiri.

Suci Anggraeni (2019) menuliskan pengaruh antara persepsi kemudahan dan persepsi kemanfaatan terhadap minat nasabah dalam menggunakan aplikasi mobile banking dan kepercayaan sebagai variabel mediasi pada Bank Mandiri Syariah KCP Muntilan.

Berdasakan kesenjangan dari penelitian sebelumnya, kontribusi atau tujuan utama dari penelitian ini disesuaikan dengan Teori Acceptance Model (TAM) yaitu hubungan sebab akibat antara keyakinan akan manfaat suatu sistem informasi dan kemudahan penggunaannya serta perilaku pengguna.Penelitian ini untuk mengetahui hubungan sebab akibat minat pengguna atau responden yang dipengaruhi oleh persepsi kemudahan dan persepsi kemanfataan terutama dalam penggunaan aplikasi di bidang kesehatan.

A.    Teori Technology Acceptance Model (TAM)

Information Technologi Associantion of America, dalam Sutarman (2009:13) mendefinisikan teknologi informasi sebagai suatu studi, perencanaan, pengembangan, implementasi, dukungan atau manajemen sistem informasi berbasis komputer, khususnya aplikasi perangkat lunak dan perangkat keras komputer. Teknologi dipandang sebagai alat yang digunakan oleh individu dalam membantu melaksanakan tugas agar lebih mudah.

Salah satu model yang sering digunakan untuk menggambarkan tingkat penggunaan teknologi informasi yaitu Technology Acceptance Model (TAM). Menurut Jogiyanto (2008: 111) Technology Acceptance Model (TAM) atau Model Penerimaan Teknologi merupakan salah satu teori tentang penggunaan sistem teknologi informasi yang dianggap sangat berpengaruh dan umumnya digunakan untuk menjelaskan penerimaan individual terhadap penggunaan sistem teknologi informasi.

Technology Acceptance Model (TAM) bertujuan untuk menjelaskan dan memperkirakan penerimaan (acceptance) pengguna terhadap suatu sistem informasi. TAM menjelaskan hubungan sebab akibat antara keyakinan (akan manfaat suatu sistem informasi dan kemudahan penggunaannya) dan perilaku, tujuan/keperluan, dan penggunaan aktual dari pengguna/user suatu sistem informasi (Marchelina & Pratiwi, 2016).

Model TAM sebenarnya diadopsi dari model TRA (Theory of Reasoned Action) yaitu teori tindakan yang beralasan dengan satu premis bahwa reaksi dan persepsi seseorang terhadap sesuatu hal, kapan menentukan sikap dan perilaku orang tersebut.

B.    Teori Persepsi Kemudahan

Menurut Kotler (2012:179) persepsi adalah proses dimana kita memilih, mengatur, dan menerjemahkan masukan informasi untuk menciptakan gambaran dunia yang berarti. Sedangkan menurut Solomon (2016:68) persepsi merupakan proses dimana informasi yang diterima oleh seseorang dipilih, kemudian diatur dan akhirnya diinterpretasikan.

Menurut Jogiyanto (2019:934) persepsi kemudahan penggunaan merupakan ukuran dimana seseorang meyakini bahwa dalam menggunakan suatu teknologi dapat jelas digunakan dan tidak membutuhkan banyak usaha tetapi harus mudah digunakan dan mudah untuk mengoperasikannya. Sedangkan Menurut Davis (2019:30) kemudahan penggunaan merupakan tingkat ekspektasi pengguna terhadap usaha yang harus dikeluarkan untuk menggunakan sebuah sistem. Hal tersebut dapat diartikan bahwa kemudahan penggunaan merupakan sejauh mana seseorang percaya bahwa dalam menggunakan teknologi akan bebas dari usaha.

Menurut Jogiyanto (2016:134) persepsi kemudahan merupakan suatu kepercayaan tentang proses pengambilan keputusan. Jika seseorang merasa percaya bahwa sistem informasi mudah digunakan atau tidak sulit untuk dipahami maka dia akan menggunakannya. Sebaliknya, jika seseorang merasa percaya bahwa sistem informasi tidak mudah digunakan atau sulit dipahami maka orang tersebut tidak akan menggunakannya.

Menurut Davis et al (2019:30) beberapa indikator yang dapat mengukur persepsi kemudahan, yaitu mudah dipelajari, mudah digunakan, dan mudah mendapatkan informasi.

C.    Teori Persepsi Kemanfaatan

Menurut Jogiyanto (2019:933) persepsi manfaat adalah sejauh mana seseorang percaya bahwa dalam menggunakan suatu teknologi tertentu akan meningkatkan kinerja pekerjaannya. Menurut Davis (2017:32) persepsi kebermanfaatan merupakan sebuah pandangan subjektif pengguna terhadap seberapa besar kemungkinan penggunaan sebuah sistem dapat meningkatkan kinerjanya. Hal tersebut dapat diartikan bahwa persepsi manfaat merupakan suatu tingkat kepercayaan seseorang bahwa dengan menggunakan teknologi akan meningkatkan performa pekerjaannya.

Menurut Davis et al (2017:4) persepsi manfaat dapat diukur dari beberapa indikator, yaitu kecepatan, efektivitas, menjawab kebutuhan informasi, dan meningkatkan kinerja.

D.    Teori Minat Penggunaan

Menurut Pratama dan Suputra (2019:937) minat merupakan keinginan seseorang yang didorong oleh suatu keinginan setelah melihat, mengamati, dan membandingkan serta mempertimbangkan dengan kebutuhan yang diinginkannya. Sedangkan Menurut Jati (2019:31) minat penggunaan teknologi informasi adalah sebagai tingkatan keinginan atau niat seseorang untuk menggunakan sebuah teknologi informasi secara terus-menerus dengan asumsi bahwa orang tersebut memiliki akses terhadap teknologi informasi.

Menurut Ferdinand (2011:12) minat beli dapat di identifikasi melalui indikator, yaitu, kesempatan menggunakan, saran dari pengguna lain, dan motivasi tetap menggunakan.

E.    Pengembangan Hipotesis

  1. Pengaruh Persepsi Kemudahan terhadap Minat Penggunaan

Menurut Jogiyanto (2019:934) persepsi kemudahan merupakan ukuran dimana seseorang meyakini bahwa dalam menggunakan suatu teknologi dapat jelas digunakan dan tidak membutuhkan banyak usaha tetapi harus mudah digunakan dan mudah untuk mengoperasikannya. Jika seseorang merasa percaya bahwa sistem informasi mudah digunakan atau sulit untuk dipahami maka dia akan menggunakannya. Sebaliknya, jika seseorang merasa percaya bahwa sistem informasi tidak mudah digunakan atau sulit dipahami maka orang tersebut tidak akan menggunakannya.

Dengan demikian seseorang akan menggunakan aplikasi Aldokter jika seseorang tersebut merasa bahwa aplikasi Alodokter mudah untuk digunakan. Hal tersebut didukung dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Romadioniyah (2018) yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh secara signifikan persepsi kemudahan penggunaan terhadap minat menggunakan e-money. Berdasarkan uraian diatas, maka pengembangan hipotesis dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

H1: Persepsi kemudahan berpengaruh positif terhadap minat penggunaan pada aplikasi Alodokter.

  1. Pengaruh Persepsi Kemanfaatan terhadap Minat Penggunaan

Menurut Jogiyanto (2019:933) Persepsi manfaat adalah sejauh mana seseorang percaya bahwa dalam menggunakan suatu teknologi tertentu akan meningkatkan kinerja pekerjaannya. Hal tersebut dapat diartikan bahwa persepsi manfaat merupakan tingkat kepercayaan seseorang bahwa dengan menggunakan teknologi akan meningkatkan performa pekerjaannya. Jika seseorang merasa percaya bahwa suatu teknologi tersebut berguna maka dia akan menggunakannya. Sebaliknya, jika menurutnya teknologi tersebut kurang berguna maka ia tidak akan menggunakannya.

Dengan demikian seseorang akan menggunakan aplikasi Alodokter jika seseorang tersebut merasa bahwa aplikasi Alodokter tersebut sangat bermanfaat sehingga dapat meningkatkan performa kinerjanya. Hal tersebut didukung dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Saraswati dan Purnamasari (2020) yang menunjukkan bahwa persepsi manfaat memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat menggunakan e-wallet OVO pada pelanggan transportasi online Grab. Berdasarkan uraian diatas, maka pengembangan hipotesis dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

H2: Persepsi kemanfaatan berpengaruh positif terhadap minat penggunaan pada aplikasi Alodokter.

 

Metode Penelitian

A.    Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian eksplanatori dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Menurut Bungin (2008:38) penelitian eksplanatori dimaksudkan untuk menjelaskan suatu generalisasi sampel terhadap populasinya atau menjelaskan hubungan, perbedaan, atau pengaruh satu variabel dengan variable lain. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan sampel dan hipotesis.

B.    Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengguna aplikasi Alodokter di masa pandemi, sampel sebanyak 100 dengan menggunakan formula Slovin. Sampel penelitian dipilih secara acak sederhana (simple random sampling) dengan menggunakan table of random numbers. Semua pengguna aplikasi Alodokter mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel penelitian, dengan catatan responden telah mengikuti Instagram Alodokter dan menggunakan aplikasi sesuai kebutuhannya di masa pandemi.

 

Hasil dan Pembahasan

1.     Hasil

A.    Uji Validitas

Table 1

Validity Test Results

Variable

Question Items

R count

R Table

Value Sig.

Probability

Description

 

P1

0,616

 

0,000

 

Valid

 

P2

0,637

 

0,000

 

Valid

Persepsi

P3

0,626

 

0,000

 

Valid

Kemudahan

P4

0,653

0,194

0,000

0.05

Valid

(X1)

P5

0,672

 

0,000

 

Valid

 

P6

0,643

 

0,000

 

Valid

 

P7

0,689

 

0,000

 

Valid

 

P1

0,750

 

0,000

 

Valid

 

P2

0,707

 

0,000

 

Valid

Persepsi

P3

0,689

 

0,000

 

Valid

Kemanfaatan

P4

0,705

0,194

0,000

0,05

Valid

(X2)

P5

0,707

 

0,000

 

Valid

 

P6

0,692

 

0,000

 

Valid

 

P7

0,714

 

0,000

 

Valid

 

P1

0,732

 

0,000

 

Valid

 

P2

0,675

 

0,000

 

Valid

Minat

P3

0,651

0.194

0,000

0,05

Valid

Penggunaan

P4

0,665

 

0,000

 

Valid

(Y)

P5

0,679

 

0,000

 

Valid

 

P6

0,640

 

0,000

 

Valid

Source: SPSS data processing results

 

Berdasarkan hasil uji validitas, seluruh pernyataan kuesioner dinyatakan valid. Karena (r hitung > r tabel) dan sig < 0,05. r tabel 0,194 diperoleh dari DF = N � 2 yaitu df = 100 � 2 = 98.

 

 

B.    Uji Reliabilitas

Table 2

Hasil Uji Reliabilitas

Cronbach's Alpha

N of Items

.682

.741

.714

7

7

6

Source: Results of SPSS

Berdasarkan hasil uji reliabilitas, Cronbach Alpha untuk ketiga variabel yaitu variabel persepsi kemudahan, persepsi kemanfaatan dan minat penggunaan adalah reliabel.

C.    Classical Assumptions Test

Hasil penelitian menunjukkan pada tabel 9 nilai Kolmogorov-Smirnov sebesar 0,200. Nilai tersebut lebih besar dari 0,5 (Normal), artinya data penelitian ini berdistribusi normal. Disimpulkan bahwa model memenuhi asumsi normalitas.

Table 3

Normality Test Result

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

 

Unstandardized Residual

N

100

Normal Parameters a, b

Mean

.0000000

Std. Deviation

1.50414630

Most Extreme Differences

Absolute

.066

Positive

.039

Negative

-.066

Test Statistic

.066

Asymp. Sig. (2-tailed)

.200 c, d

Source: SPSS results

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

d. This is a lower bound of the true significance.

 

D.    Uji Multikolinearitas

 

Table 4

Multicollinearity Test Result

Coefficients a

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T

Sig.

Collinearity Statistics

B

Std. Error

Beta

Tolerance

VIF

1

(Constant)

-.791

.844

 

-.937

.351

 

 

Persepsi Kemudahan

.358

.102

.370

3.525

.001

.106

9.459

Persepsi Kemanfaatan

.532

.096

.584

5.570

.000

.106

9.459

Source: SPSS results

a.   Dependent Variable: Minat Penggunaan

 

Berdasarkan hasil uji multikolinearitas, dasar pengambilan keputusan untuk uji multikolinearitas adalah nilai tolerance lebih dari 0,1 dan nilai VIF kurang dari 10. Hasil dari tabel di atas variabel independen memiliki nilai tolerance > 0,1 dan VIF kurang dari 10, sehingga dapat diartikan bahwa data tidak terjadi multikolinearitas.

E.    Uji Heterokedasitas

 

Table 5

Heteroskedasticity Test Result

Coefficients

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

2.017

.526

 

3.834

.000

Persepsi Kemudahan

-.033

.063

-.158

-.514

.608

Persepsi Kemanfaatan

-.002

.060

-.008

-.026

.979

Source: SPSS Result

a.   Dependent Variable: RES2

 

Kriteria uji sig > 0,05

Hasil yang didapat:

1. Nilai Sig Persepsi Kemudahan (X1) adalah 0,608 > 0,05

2. Nilai Sig Persepsi Kemanfaatan (X2) adalah 0,979 > 0,05

Dari hasil nilai Sig variabel bebas lebih besar dari 0,05 yang berarti tidak terdapat gejala heteroskedastisitas.

 

F.     Uji Normalitas

 

Figure 1

Plot Probability Test

Normal P-P Of Regression Standardized Residual

Dependent Variable: Minat Penggunaan

������������

Gambar di atas menunjukkan hasil uji normalitas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model regresi berdistribusi normal, karena titik-titik menyebar disekitar diagonal dan menyebar merata mengikuti arah diagonal.

 

Figure 2

Histogram

Dependent Variable: Minat Penggunaan

Source: SPSS results

 

Hasil uji histogram menunjukkan bahwa model regresi berdistribusi normal, karena data hasil berbentuk lonceng dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram.

G.   Analisis Regresi Berganda

 

Table 6

Multiple Linear Regression Analysis

Coefficients a

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

-.791

.844

 

-.937

.351

Persepsi Kemudahan

.358

.102

.370

3.525

.001

Persepsi Kegunaan

.532

.096

.584

5.570

.000

Source: SPSS Result

a.   Dependent Variable: Minat Penggunaan

 

Ho diterima dan Ha diterima yang artinya variabel perspepsi kemanfaatan berpengaruh positif terhadap minat penggunaan. Ho diterima dan Ha diterima yang artinya variabel perspepsi kemanfaatan berpengaruh positif terhadap minat penggunaan.

H.   Uji Koefisien Determinasi

 

Table 7

Hasil Koefisien Determinasi (R2)

Model Summary

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1

.942a

.887

.885

1.520

Source: SPSS result

a. Predictors: (Constant), Persepsi Kemudahan, Persepsi Kemanfaatan

b. Dependent Variable: Minat Penggunan

�����������

Tabel di atas menunjukkan Adjusted R Square (Summery Model) sebesar 0,885 (88,5%) dan diketahui bahwa persentase pengaruh variabel persepsi kemudahan (X1), persepsi kemanfaatan (X2) terhadap variabel minat pengguaan (Y) sebesar 88,5% sehingga 11,5% dipengaruhi oleh variabel lain.

I.      Uji F

Pengujian mengetahui pengaruh variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y) secara simultan.

 

Table 8

F Test Result

ANOVAa

Model

Sum of Squares

Df

Mean Square

F

Sig.

1

Regression

1760.057

2

880.028

381.112

.000b

Residual

223.983

97

2.309

 

 

Total

1984.040

99

 

 

 

Source: SPSS Result

a.      Dependent Variable: Minat Penggunaan

b.     Predictors: (Constant), Persepsi Kemudahan dan Persepsi Kemanfaatan

 

Dasar pengambilan keputusan Sig < 0,05 berpengaruh signifikan. Hasil keluaran SPSS diatas nilai Sig sebesar 0,000, F hitung sebesar 381.112 dan f tabel sebesar 3,09 (signifikansi 5%). F hitung > f tabel = 381.112 > 3.09 Ho ditolak Ha diterima sehingga berpengaruh secara simultan.

2.     Pembahasan

Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan pengaruh persepsi kemudahan dan persepsi kemaanfaatan terhadap minat penggunaan pada aplikasi kesehatan Alodokter. Persepsi kemudahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat penggunaan. Artinya jika seseorang merasa percaya bahwa sistem informasi mudah digunakan atau tidak sulit untuk dipahami maka dia akan menggunakannya. Hal ini sesuai dengan pendapat menurut Jogiyanto (2019:934) persepsi kemudahan penggunaan merupakan ukuran dimana seseorang meyakini atau percaya bahwa dalam menggunakan suatu teknologi tidak membutuhkan banyak usaha dalam penggunaan dan pengoperasiannya.

Hal ini juga sejalan dengan temuan dari penelitian Sri Marti Pramudena dan Nanda Setiawan (2018) dengan judulPengaruh Persepsi Kemudahan dan Persepsi Kemanfaatan Terhadap Minat Konsumen Menggunakan Kartu Mandiri E-Money (Studi Kasus Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Jakarta Jayakarta Komple 117)�.

Persepsi kemanfaatan berpengaruhi positif dan signifikan terhadap minat penggunaan. Artinya jika seseorang meyakini atau merasa percaya bahwa sistem informasi atau teknologi tidak menghabiskan waktu maka seseorang akan menggunakannya. Hal ini sesuai dengan pendapat menurut Jogiyanto (2019:933) persepsi manfaat adalah sejauh mana seseorang. Hal ini sejalan dengan temuan dari penelitian Sri Marti Pramudena dan Nanda Setiawan (2018) dengan judulPengaruh Persepsi Kemudahan dan Persepsi Kemanfaatan Terhadap Minat Konsumen Menggunakan Kartu Mandiri E-Money (Studi Kasus Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Jakarta Jayakarta Komple 117)�.

3.     Implikasi

Dengan mengkaji pengaruh persepsi kemudahan, persepsi kemanfaatan, dan minat penggunaan dapat membantu menunjukan pola pengaruh masing-masing variabel. Penelitian ini dapat menjadi sumber referensi dan menginspirasi peneliti lain untuk mengkaji bagaimana masyarakat atau pengguna merasa mudah dalam menggunakan aplikasi serta mempunyai nilai manfaat pada aplikasi dalam mencari kebutuhan informasi kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Hasil penelitian ini berkontribusi terhadap keberlangsungan perusahaaan kesehatan berbasis digital dan aplikasi di masa pandemi Covid-19. Dengan adanya aplikasi Alodokter, dapat memenuhi segala kebutuhan informasi dan memudahkan pengguna dalam pemakaian aplikasi. Maka akan terwujudnya keinginan masyarakat atau pengguna untuk menggunakan dan memanfaatkan fitur-fitur yang terdapat di dalam aplikasi sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu dapat menjadi masukan bagi perusahaan atau aplikasi berbasis kesehatan ini yaitu menyediakan layanan pengiriman obat sampai ke seluruh pelosok negeri dan bekerja sama dengan apotek-apotek, agar masyarakat bukan hanya menikmati penggunaan aplikasi tetapi ada hasil yang diperoleh atau diterima secara nyata dari penggunaan aplikasi Alodokter ini.

4.     Keterbatasan

Penelitian ini memiliki keterbatasan yang dapat menjadi bahan pertimbangan untuk bahan penelitian selanjutnya. Pertama, penelitian ini bersifat cross-sectional, yaitu data dalam penelitian ini hanya diamati satu kali dan bersamaan (selama situasi pandemi di Indonesia). Kedua, penelitian ini hanya meneliti khusus pengguna aplikasi Alodokter sebagai objek penelitian. Ketiga, penelitian ini hanya menggunakan tiga variabel untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi seseorang menggunakan aplikasi Alodokter.

 

Kesimpulan

Penelitian ini menggunakan konsep teori Technology Acceptance Model (TAM) yang merupakan teknologi informasi sebagai suatu studi, perencanaan, pengembangan, implementasi, dukungan atau manajemen sistem informasi berbasis komputer, khususnya aplikasi perangkat lunak dan perangkat keras. Teknologi dipandang sebagai alat yang digunakan oleh individu dalam membantu melaksanakan tugas agar lebih mudah.

Tujuan dari teori TAM ini adalah untuk menjelaskan dan memperkirakan penerimaan pengguna terhadap suatu sistem informasi. Banyak variabel yang dikembangkan dari teori TAM ini, salah satunya adalah variabel dalam studi atau teori TAM ini adalah kemudahan, kemanfaatan, dan minat pengguna, dan peneliti memakai ketiga variabel tersebut dalam penelitian ini. Hasil dalam penelitian ini sangat mendukung dari teori TAM, karena tersedianya aplikasi Alodokter ini sangat membantu dan memudahkan responden.

Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan penelitian longitudinal agar hasil penelitian dapat digeneralisasikan. Selain itu untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan pada pengguna platform digital kesehatan lainnya. Di masa depan disarankan, dapat melihat faktor atau variabel lainnya seperti variabel word of mouth, variabel trust, variabel kepuasan, dan variabel lain yang dapat mempengaruhi penggunaan platform digital kesehatan.

Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pembimbing saya Prof. Dr. Ari Pradhanawati, M.Si dan Dr. Reni Shinta Dewi, S.Sos, M.Si serta pihak Alodokter Ibu Suci Arumsari sebagai Public Relation dan responden yang aktif menggunakan aplikasi Alodokter. Terima kasih juga untuk semua pihak yang mendukung dan mendoakan saya sehingga jurnal ini terselesaikan.

 


BIBLIOGRAFI

 

Aaker, David A. (2013). Manajemen Pemasaran Strategi. Edisi kedelapan. Salemba Empat. Jakarta.

 

Alexandra Steffi, Handayani Wuri Putu, Azzahro Fatimah. (2021). Indonesian Hospital Telemedicine Acceptance Model: The Influence of User Behavior and Technological Dimensions. Heliyon Vol. 7 e08599. Faculty of Computer Science, Universitas Indonesia, Indonesia.

 

Ghozali. (2016). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

 

Hendra Prasetya, Scendex Erkaputra. (2020). Pengaruh Persepsi Kemudahan, Manfaat, dan Resiko Pada Minat Penggunaan E-Money di Surabaya. Jurnal Dinamika Ekonomi dan Bisnis 17 (02) 151-158.

 

Khee Meow Chew, Wei Wei Goh, Jamaluddin Azam Shamsul. (2014). Students� perception towards lecture capture based on the Technology Acceptance Model. Procedia - Social and Behavioral Sciences Vol. 123, pp.461 � 469. Taylor�s University, Selangor, Malaysia.

 

Kotler & Keller. (2012). Marketing Management. Edisi 14 Jilid 1. PT. Indeks. Jakarta.

 

Kotler, P. & Armstrong, G. (2012), Prinsip- Prinsip Pemasaran Edisi 12. Erlangga. Jakarta.

 

Mia Andika Sari, Rodiana Listiawati, Novitasari, Rahmanita Vidyasari. (2018). Analisa Pengaruh Daya Tarik Promosi, Persepsi Kemudahan, Persepsi Kemanfaatan, Persepsi Keamanan TerhadapMinat Penggunaan E-Wallet. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol.18 No.2. Academia.

 

Media Digital-Bisnis.com. (2021). Strategi Aplikasi Layanan Kesehatan Alodokter Dari Pengalaman Pribadi Jadi Solusi Kesehatan Untuk Jutaan Orang. https://www.popbela.com/beauty/health/shavira-annisa-putri/alodokter-aplikasi-one-stop-solution-di-masa-pandemi-covid/5.

 

Neuman, W. (2015). Metodologi Penelitian Sosial: Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Edisi Ketujuh. PT. Indeks. Jakarta.

 

Nugroho Adhi Mahendra, Fajar Andryzal M. (2017). Effects of Technology Readiness Towards Acceptance of Mandatory Web-Based Attendance System. Procedia Computer Science Vol. 124, pp. 319�328. Yogyakarta State University (Universitas Negeri Yogyakarta), Indonesia.

 

Nurlaela, S. (2015). Kemampuan Menyusun Laporan Keuangan Usaha Kecil Menengah Pengaruhnya Terhadap Kinerja UKM Kerajinan Gitar di Kabupaten Sukoharjo. Jurnal Ilmiah Paradigma. Vol.12. No. 02. Universitas Islam Batik Surakarta.

 

Renny, Guritno Suryo, Siringoringo Hotniar. (2013). Perceived Usefulness, Ease of Use, and Attitude Towards Online Shopping Usefulness Towards Online Airlines Ticket Purchase. Procedia - Social and Behavioral Sciences Vol. 81, pp. 212 � 216. Gunadarma University, Depok, Indonesia and Gadjah Mada University, Yogyakarta, Indonesia.

 

Romadloniyah Laily Alifatul, Prayitno Hari Dwi. (2018). Pengaruh Persepsi Kemudahan Penggunaan, Persepsi Daya Guna, Persepsi Kepercayaan, dan Persepsi Manfaat Terhadap Minat Nasabah dalam Menggunakan E-Money Pada Bank BRI Lamongan. Jurnal Penelitian Ekonomi dan Akuntansi. Volume III No. 2, ISSN 2502 � 3764. Universitas Islam Lamongan.

 

Safrezi Fitra. (2021). Pandemi Covid-19 Memicu Lonjakan Pengguna Platform Kesehatan Digital. https://katadata.co.id/safrezifitra/indepth/611ff6afa0f43/pandemi-covid-19-memicu-lonjakan-pengguna-platform-kesehatan-digital.

 

Schroder Tanja, Gewald Heiko, Weeger Andy. (2021). A Research Model to Explain Acceptance of Speech Therapy Devices by Senior Aphasia Patients. Procedia Computer Science Vol. 198 pp. 287�294. Neu-Ulm University of Applied Sciences, Center for Research on Service Sciences (CROSS), Neu-Ulm, Germany.

 

Shavira Annisa. (2021). Alodokter Aplikasi One Stop Solution Di Masa Pandemi Covid-19. https://lifestyle.bisnis.com/read/20210902/220/1437199/strategi-aplikasi-layanan-kesehatan-alodokter-dari-pengalaman-pribadi-jadi-solusi-kesehatan-untuk-jutaan-orang.

 

Septiani Rizky, Handayani Wuri Putu, Azzahro Fatimah. (2017). Factors that Affecting Behavioral Intention in Online Transportation Service: Case Study of GO-JEK. Procedia Computer Science Vol. 124, pp. 504�512. Faculty of Computer Science, Universitas Indonesia, Depok, Indonesia.

 

Sri Handayani, Surya Ade Saputera. (2019). Pengaruh Persepsi Kemudahan dan Persepsi Kemanfaatan Terhadap Penggunaan Sistem KKN Online Dengan Pendekatan TAM. Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi. Vol.2 No.2.

 

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta. Bandung.

 

Susanto Dwi Tony, Aljoza M. (2015). Individual Acceptance of e-Government Services in a Developing Country: Dimensions of Perceived Usefulness and Perceived Ease of Use and the Importance of Trust and Social Influence. Procedia Computer Science Vol. 72, pp. 622 � 629. Department of Information Systems, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Sukolio, Surabaya, Indonesia.

 

Taufik Nursyuhada, Hanafiah Hafiz M. (2019). Airport Passengers' Adoption Behaviour Towards Self-Check-In Kiosk Services: The Roles of Perceived Ease of Use, Perceived Usefulness and Need for Human Interaction. Heliyon Vol. 5 e02960. University of Wollongong Malaysia (UOWM) KDU Penang, Malaysia and Faculty of Hotel and Tourism Management, Universiti Teknologi MARA, Malaysia.

 

Copyright holder:

Aini Ashary, Ari Pradhanawati, Reni Shinta Dewi (2022)

 

First publication right:

Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

 

This article is licensed under: