Syntax
Literate: Jurnal Ilmiah
Indonesia p–ISSN: 2541-0849 e-ISSN: 2548-1398
Vol.
7, No. 11, November 2022
Nugroho Widiasmadi
Fakultas Teknik, Universitas Wahid Hasyim, Semarang,
Indonesia
Email: [email protected]
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kemampuan lapisan tanah dalam
mendistribusikan unsur hara dan memulihkan kesehatan dan kesuburan tanah akibat penggunaan pupuk dan pestisida kimia. Melalui aktivitas mikroba yang dikendalikan dengan cara menyebar melalui biohole horizontal, melalui mikrokontroler penelitian ini
mengamati dalam periode waktu terhadap perubahan :
kemasaman tanah, laju infiltrasi, tingkat konduktivitas elektrolit dan tingkat porositas melalui ini dilakukan
pada tanah latosol, khususnya
untuk perkebunan sayuran, laju infiltrasi tanah. Menggunakan metode simulasi dengan variabel populasi mikroba dapat diketahui tingkat konduktifitas elektrolit (EC) dan
parameter lainnya. Metode ini menggunakan teknologi Smart Biosoildam (Biodam) yang dapat di simulasikan menyamai dengan proses sebenarnya (real time).
Dari pengamatan grafik dan standar EC dapat diketahui bahwa kemampuan tanah untuk menurunkan tingkat asam dan meningkatkan kesuburan. Janis tanah ini sampai hari ke 45 tingkat kesuburan tanah belum mencapai = 1415 uS/cm dengan populasi
mikroba = 10 3 / cfu untuk mendukung masa pertumbuhan vegetatif maupun pada masa pertumbuhan generatif, sehingga kita akan mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melakukan: pemulihan tanah melalui infiltrasi nutrisi, penanaman awal umbi/bunga/buah dapat mulai
dikondisikan. hingga matang berdasarkan nilai gizi yang diamati melalui sensor yang mengubah parameter analog
oleh mikrokontroler
menjadi informasi digital
yang dikirimkan melalui wifi secara real time. Kondisi awal sebelum simulasi
nilai kesuburan tanah dengan parameter EC adalah 634 uS/cm, hasil simulasi adalah: Simulasi 1 : Kandungan
hara untuk pertumbuhan generatif dicapai pada hari ke 27 dengan tingkat
kesuburan = 1435 uS/cm dengan Populasi Mikroba 10 8 / cfu. Simulasi 2: Kandungan nutrisi untuk pertumbuhan generatif dicapai pada hari ke 42 pada tingkat kesuburan = 1410 uS / cm dengan populasi mikroba = 105 / cfu. Simulasi 3: kandungan
nutrisi untuk pertumbuhan generatif tidak dapat diamati
Kata Kunci: biohole, biosoildam, electrolyte, conductivity infiltrasi,
keasaman tanah, mikroba, microcontroler, latosol.
Abstract
This study aims to determine the ability of
the soil layer to distribute nutrients and restore soil health and fertility due to the use of chemical fertilizers and
pesticides. Through microbial activity which is controlled by spreading through horizontal
bioholes, through a microcontroller this research observes in a period of time
the changes in: soil acidity, infiltration rate, electrolyte conductivity level and porosity level.
Using the simulation method with microbial population variables can be known the level of electrolyte conductivity
(EC) and other parameters. This method
uses Smart Biosoildam (Biodam)
technology which can be simulated to match the actual process (real time). From chart observations and EC standards, it can be seen that the ability of the soil to reduce acid levels and increase fertility. This soil
type until day 45 the soil fertility level
has not reached = 1415 uS/cm with a microbial population
= 103 / cfu to support the vegetative growth period and during the
generative growth period, so we will know when is the right time to do: soil recovery
through Infiltration of nutrients, early planting of tubers / flowers / fruit can be started to be conditioned.
until cooked based on the nutritional value observed through sensors that convert analog parameters by the
microcontroller into digital information that
is sent via wifi in real time. The initial conditions
before the simulation of soil fertility value
with EC parameter is 634 uS/cm, simulation
results are: Simulation 1: Nutrient
content for generative growth is achieved on day 27 with fertility level = 1435 uS/cm with microbial
population 108 / cfu. Simulation 2: Nutrient content for
generative growth was achieved on day 42
at fertility rate = 1410 uS/cm with microbial
population = 105/cfu. Simulation 3: nutrient content for generative growth cannot
be observed
Keywords: biohole, biosoildam, electrolyte, conductivity infiltration, soil acidity,
microbes, microcontroller, latosol.
Infiltrasi adalah proses air yang mengalir ke dalam tanah yang umumnya berasal dari curah hujan, sedangkan laju infiltrasi adalah jumlah air yang masuk ke dalam tanah per satuan waktu(Nugroho Widiasmadi, 2019). Proses ini merupakan bagian yang sangat
penting dari siklus hidrologi yang dapat mempengaruhi jumlah air yang ada di permukaan tanah. Air di permukaan tanah akan masuk ke dalam tanah kemudian mengalir ke sungai (Sunjoto, S., 2018).
Tidak semua air permukaan mengalir ke dalam tanah, tetapi sebagian air tetap berada di lapisan tanah atas untuk selanjutnya diuapkan kembali ke atmosfer melalui permukaan tanah atau penguapan tanah (Suripin, 2018).
Kapasitas infiltrasi
adalah kemampuan tanah untuk menyerap
air dalam jumlah besar ke dalam
tanah dan dipengaruhi oleh aktivitas mikroorganisme di dalam tanah (Nugroho
Widiasmadi, 2020). Kapasitas
infiltrasi yang besar dapat mengurangi limpasan permukaan. Pori- pori tanah yang mengecil, umumnya disebabkan oleh pemadatan tanah, dapat menyebabkan penurunan infiltrasi. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh pencemaran tanah (Nugroho Widiasmadi, 2020)
akibat penggunaan pupuk kimia dan pestisida yang berlebihan yang
juga mengeraskan tanah.
Smart-Biosoildam atau
disingkat Biodam merupakan pengembangan teknologi Biodam yang melibatkan aktivitas mikroba dalam meningkatkan laju inflasi yang terukur dan terkendali. Aktivitas biologis melalui peran mikroba sebagai
agen pengurai biomassa dan konservasi tanah menjadi informasi penting bagi upaya konservasi tanah dalam mendukung ketahanan pangan yang sehat (Nugroho Widiasmadi,
2019).
Pengembangan tersebut telah menggunakan mikrokontroler untuk secara efektif memantau aktivitas agen tersebut melalui parameter konduktivitas elektrolit sebagai input analog dari sensor EC
yang tertanam di dalam tanah dan selanjutnya diubah menjadi informasi digital oleh mikrokontroler (Nugroho Widiasmadi,
2020).
Untuk mengendalikan aktivitas agens hayati diperlukan variabel lain seperti informasi pH, kelembaban (M) dan suhu tanah (T) yang diperoleh dari sensor pH, sensor T, sensor M. Sensor- sensor ini terhubung
ke mikrokontroler yang dapat diakses melalui
pin yang berfungsi
sebagai GPIO (General
Port Input Output)
di Modul ESP8266
sehingga memberikan kemampuan tambahan mikrokontroler berkemampuan WIFI untuk mengirim semua respons analog
ke digital dalam real-time,
setiap detik, menit, jam, hari dan bulanan. Selanjutnya data tersebut dapat kita tampilkan
dalam bentuk tabel infografis dan numerik untuk disimpan
dan diolah di WEB (Sigit Wasisto, 2018)
Penelitian ini bertujuan untuk mengamati jumlah mikroba yang menyebar secara radial melalui biohole horizontal sebagai pusat penyebaran
mikroba yang diamati secara real time menggunakan sensor parameter tanah. Penelitian ini akan menunjukkan
karakteristik tanah dalam kemampuannya meningkatkan kesuburan alam dan kemampuan menyuburkan tanah dari racun yang berasal dari pencemaran air dan
udara.
Penelitian dilakukan
pada lahan latosol yang selama
puluhan tahun menjadi sumber mata pencaharian masyarakat Desa Sidorejo Kecamatan
Kabawetan Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu.
Pengelolaan
lahan tidak memiliki konservasi tanah dan air. Orang- orang menggunakan pupuk kimia & pestisida secara berlebihan yang mengeraskan tekstur tanah, mengasamkan tanah dan menurunkan hasil panen. Lahan
pertanian yang mengeras
juga memicu banjir, karena kemampuan tanah untuk menyerap berkurang. Penelitian yang berlangsung pada Mei– Oktober 2021 ini bertujuan untuk mengembalikan daya dukung lahan.
Alat dan bahan yang digunakan
dalam penelitian ini adalah : Mikrokontroler
Arduino UNO,Wifi
ESP8266, Sensor parameter tanah : Suhu
(T) DS18B20, Kelembaban (M) V1.2, Electrolit
Conductivity (EC) G14 PE, Acidity pH) Tipe
SEN0161-V2 , LCD modul pengontrol HD44780, Biohole
sebagai Injector untuk Biosoildam, Biofertilizer Mikrobia
Alfafaa MA-11, sedotan red unionsebagai sarang mikroba , Abney level, ,
Double Ring Infiltrometer, Erlemeyer, penggaris, Stop watch, ember plastik, tally sheet,
gelas ukur, skala mikro , hidrometer dan air.
Struktur biosoildam dapat dibuat dengan lubang-lubang pada lapisan tanah tanpa atau menggunakan pipa air/pipa
dengan lapisan berlubang yang memungkinkan mikroba menyebar secara radial. Kita dapat
menghitung debit yang masuk
ke dalam biohole sebagai fungsi dari karakteristik daerah tangkapan dengan rumus rasional:
Q = 0,278 CIA
(1)
dimana C adalah nilai koefisien limpasan, I adalah curah hujan dan A adalah luas (Sunjoto, S. 2018). Berdasarkan rumus tersebut, Tabel tersebut menyajikan hasil debit limpasan.
Infiltrasi adalah
proses masuknya air dari permukaan tanah ke dalam tanah.
Ini umumnya digunakan dalam ilmu hidrologi
dan tanah. Kapasitas infiltrasi didefinisikan sebagai laju infiltrasi maksimum. Hal ini paling sering diukur dalam meter per hari tetapi juga dapat diukur dalam
satuan jarak lain dari waktu ke waktu
jika perlu. Kapasitas infiltrasi menurun dengan meningkatnya kadar air tanah lapisan permukaan tanah. Jika laju presipitasi melebihi laju infiltrasi, limpasan biasanya akan terjadi kecuali ada penghalang fisik. Infiltrometer, permeameter, dan simulator curah hujan adalah semua perangkat yang dapat digunakan untuk mengukur laju infiltrasi. Infiltrasi disebabkan oleh beberapa faktor termasuk; gravitasi, gaya kapiler, adsorpsi dan osmosis.
Banyak karakteristik
tanah juga
dapat berperan dalam menentukan laju terjadinya infiltrasi.
Penyebaran mikroba sebagai agen pengurai biomassa dapat dikendalikan melalui perhitungan laju infiltrasi pada radius
titik dari Biohole sebagai pusat penyebaran mikroba. dengan menggunakan metode Horton. Horton
mengamati bahwa infiltrasi dimulai dari nilai standar fo dan menurun secara eksponensial ke kondisi konstan
fc. Salah satu persamaan infiltrasi paling awal yang dikembangkan oleh Horton
adalah:
f(t) = fc + (fo – fc)e-kt
(2)
dimana:
k adalah reduksi konstan ke dimensi
[T -1] atau laju infiltrasi menurun konstan.fo adalah kapasitas laju
infiltrasi pada awal pengukuran.
fc adalah kapasitas infiltrasi konstan yang tergantung pada jenis tanah.
Parameter fo dan fc diperoleh dari pengukuran lapangan menggunakan
infiltrometer cincin
ganda. Parameter fo
dan fc merupakan fungsi dari jenis dan tutupan tanah. Tanah berpasir atau berkerikil nilainya tinggi, sedangkan tanah lempung gundul nilainya kecil, dan untuk permukaan tanah berumput (gambut) nilainya meningkat (Nugroho Widiasmadi 2019). Data perhitungan infiltrasi hasil pengukuran pada 15 menit pertama, 15 menit kedua, 15 menit ketiga dan 15 menit keempat pada masing-masing
jarak dari pusat Biohole dikonversikan dalam satuan cm/jam
dengan rumus sebagai berikut:
Laju infiltrasi = (ΔH/t x 60)
(3)
dimana: H = penurunan ketinggian
(cm) dalam selang waktu tertentu, T = selang waktu yang dibutuhkan air dalam H untuk masuk
ke dalam tanah (menit) (Huang, Z, dan L
Shan.2017). Pengamatan ini dilakukan setiap 3 hari sekali selama satu bulan.
Analisis ini menggunakan agens hayati MA-11 yang telah diuji oleh Laboratorium Mikrobiologi Universitas Gadjah Mada berdasarkan standar Peraturan Menteri: No 70/Permentan/SR.140/10 2011,
meliputi:
No |
Population Analysis |
Result |
No |
Population Analysis |
Result |
1 |
Total of Micobes |
18,48 x 108cfu |
8 |
Ure-Amonium-Nitrat Decomposer |
Positive |
2 |
Selulotik Micobes |
1,39 x 108cfu |
9 |
Patogenity for plants |
Negative |
3 |
Proteolitik Micobes |
1,32 x 108cfu |
10 |
Contaminant E-Coly & Salmonella |
Negative |
4 |
Amilolitik Micobes |
7,72 x 108cfu |
11 |
Hg |
2,71 ppb |
5 |
N Fixtation Micobes |
2,2 x 108cfu |
12 |
Cd |
<0,01 mg/l |
6 |
Phosfat Micobes |
1,44 x 108cfu |
13 |
Pb |
<0,01 mg/l |
7 |
Acidity |
3,89 |
14 |
As |
<0,01 ppm |
(Nugroho
Widiasmadi,
2019)
Aplikasi di Biosoildam
adalah mengkonsentrasikan mikroba ke dalam
"media populasi", sebagai sumber kondisioner tanah
untuk meningkatkan laju infiltrasi dan memulihkan kesuburan alam.
Faktor penting yang mempengaruhi penyerapan unsur hara (EC) oleh akar tanaman adalah derajat keasaman tanah (pH tanah), suhu (T) dan kelembaban (M).
Tingkat Keasaman
Tanah (pH) sangat mempengaruhi
laju pertumbuhan dan perkembangan tanaman (Boardman,
C. R. dan Skrove,J.W., 2016).
Aktivitas mikroba sebagai penyumbang nutrisi tanah dari hasil dekomposisi biomassa dapat dikontrol melalui tingkat salinitas larutan nutrisi yang dinyatakan melalui konduktivitas serta parameter lain sebagai
input analog. Konduktivitas dapat
diukur dengan menggunakan EC, Elektrokonduktivitas atau aliran konduktivitas elektrik(EC)
yang merupakan kepadatan nutrisi dalam larutan. Semakin pekat larutan,
semakin besar pengiriman arus listrik dari kation
(+) dan anion (-) ke anoda dan katoda EC meter.
Dengan demikian, itu menghasilkan EC yang lebih tinggi. Satuanpengukuran EC adalah mS/cm
(millisiemens) (John M Lafle,
PhD, Junilang Tian, Profesor ChiHua Huang, PhD, 2017).
Penelitian ini menggunakan
mikrokontroler Arduino Uno yang memiliki
14 pin digital, dimana terdapat 6 pin yang digunakan sebagai output Pulse
Width Modulation atau PWM yaitu
pinD.3, D.5, D.6, D.9, D.10, D.11,
dan 6 pin input analog untuk elemen
parameter tanah ini yaitu EC, T, pH, M. Input
analog pada Arduino Uno menggunakan bahasa C dan untuk pemrogramannya menggunakan software
yang kompatibel untuk semua jenis Arduino (Samuel
Greengard 2017).
Mikrokontroler Arduino Uno dapat memfasilitasi komunikasi antara Arduino Uno dengan komputer termasuk smartphone. Mikrokontroler
ini menyediakan fasilitas USART (Universal Synchronous and Asynchronous Serial Receiver and Transmitter) yang terletak pada pin D.0 (Rx) dan pin D.1 (Tx). (Klaus
Schwab, 2018).
Intensitas rancangan curah hujan ditentukan
dengan menggunakan data curah hujan dari Stasiun Bengkulu
tahun 2008-2018 Analisis statistik dilakukan untuk menentukan tipe sebaran yang digunakan,
yang dalam penelitian ini adalah Log Person III. Pengecekan distribusi peluang hujan dapat diterima
atau tidak dihitung dengan menggunakan uji Chi Square dan uji Kolmogorov Smirnov.
Selanjutnya,
intensitas
hujan rencana dihitung dengan menggunakan rumus mononobe.
Debit rencana sebagai
katalis mikroba MA-11 menggunakan intensitas curah hujan selama
1 jam karena
diperkirakan durasi curah hujan paling dominan di daerah penelitian adalah 1 jam. Koefisien limpasan untuk berbagai koefisien aliran permukaan adalah 0,70 – 0,95 (Suripin
2018), sedangkan dalam penelitian ini kami menggunakan nilai koefisien aliran terkecil yaitu 0,70.
Debit rencana memiliki daerah tangkapan air yang bervariasi, antara 9 m2 sampai dengan 110 m2
dengan hubungan yang proporsional. Semakin besar plot, semakin besar debit rencana yang dihasilkan sebagai inflow biohole.Kedalaman Biohole di daerah penelitian pada kala ulang 25 tahun berkisar antara 0,80 m sampai 1,50 m.Volume penyerapan akan menentukan kapasitas maksimum air yang terkandung dalam Biohole. Semakin besar volume Biohole, semakin besar wadah airnya.(Nugroho Widiasmadi,
2019).
Gambar 4. Grafik Laju Infilrasi
Simulasi kesuburan tanah organosol berdasarkan jumlah populasi mikroba dengan: Varibale 1
= Populasi Mikroba 10 8 / cfu., Varibale 2 = Populasi Mikroba 10 5 / cfu. & Varibale 3 = Populasi Mikroba 10 3 / cfu.
Kandungan nutrisi awal sebelum simulasi
menggunakan parameter Electrolyte Conductivity (EC) adalah 644 uS/cm. Kondisi hara tanah akan diperbaiki
berdasarkan standar pertanian total organik, yaitu pertumbuhan tanaman (masa vegetatif) yang membutuhkan hara tanah minimal
900 uS/cm dan masa pemupukan (masa generatif) yang membutuhkan hara tanah minimal 1400 uS/cm.
Hasil simulasi berdasarkan variabel jumlah populasi mikroba yang dihasilkan:
1)
Simulasi A: masa vegetatif dicapai pada hari ke-18 dengan tingkat kesuburan = 950 uS/cm dan pada masa generatif dicapai pada hari ke-27 dengan tingkat kesuburan (ElektrolitKonduktivitas)
= 1425 uS / cm . Aktifitas
peningatan ini dipacu oleh mikroba dengan populasi = 108/cfu. Sehingga waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kadar hara optimal
adalah 9 hari.
2)
Simulasi B :
masa vegetatif) dicapai
pada hari ke-27 dengan angka fertilitas = 920 uS/cm dan pada
masa generatif dicapai pada
hari ke-42 dengan angka fertilitas = 1300 uS / cm . Aktifitas peningatan ini dipacu oleh mikroba dengan populasi = 105/cfu.
Jadi waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kadar nutrisi optimal adalah 15 hari
3)
Simulasi C :
masa vegetatif) dicapai
pada hari ke 34 dengan tingkat fertilitas = 915 uS/cm dan pada masa generatif tidak dapat diamati karena pada pengamatan sampai hari ke 45 daya hantar elektrolit tidak mencapai = 1400 uS / cm. Aktifitas peningatan ini dipicu oleh mikroba dengan populasi = 10 3 / cfu.
4)
Parameter tanah tersebut
di atas dapat dikontrol dengan laju infiltrasi, dimana grafik laju infiltrasi menunjukkan nilai konstan pada tingkat 20 sampai 80 cm/jam dicapai setelah 25 hari dengan nilai berkisar antara 350 sampai 550 uS/cm. Aktivitas agen hayati pada tanah organosol dengan tingkat infiltrasi akan optimal pada hari ke-40.
Kesimpulan
1) Pada tanah
litosol, waktu peningkatan hara awal untuk mencapai standar EC pada pertumbuhan vegetatif lebih lama daripada waktu untuk mencapai periode generatif.
2) Secara teknis,
tanah organosol memiliki daya dukung
yang cukup baik sebagai lahan pertanianuntuk semua komoditas karena mampu mencapai
kadar hara untuk masa generatif cukup cepat,yaitu hanya 15 hari.
3) Daya dukung sebagai lahan pertanian yang baik adalah karena didukung oleh populasi mikrobayang cukup, atau sebaliknya daya dukung lahan
akan menurun dengan menurunnya jumlah populasi mikroba akibat penggunaan pupuk dan pestisida kimia.
4) Penggunaan pupuk
dan pestisida anorganik/kimia yang berlebihan akan meningkatkan keasaman tanah dan membunuh mikroba tanah sehingga
akan menurunkan daya dukung tanahgambut baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
BIBLIOGRAFI
Boardman, C. R. and Skrove. J.W., 2016
Distribution and fracture permeability of a granitic rock mass following a contained nuclear explosion. Journal Pteroleum Technologi v. 15 no 5.p. 619-623
Douglas, M.G. 2018. Integrating Conservation into Farmimg System: The Malawi Experience, in
W.C Moldenhauer and N.W. Hudson (Eds),
Conservation Farming on Steep land.
Soil dan Water Concervtion
Society snd World Association of Soil and Water Concervation, Ankeny, IOWA. Pp 215-227.
Huang, Z, and L Shan.2017
Action of Rainwater use on soil and water conservation and suistanable development of Agricukture. Bulletin of soil and
Watr Conserv,17(1):45-48.
John M Laflen,
Ph.D, Junilang
Tian , Professor Chi-Hua Huang, PhD,2011. Soil Erosion & Zryland Farming:
Library
Klaus Schwab, 2018. “The Fourth Industrial Revolution”, Amazone
Nugroho Widiasmadi
Dr, 2019. Peningkatan Laju Infiltrasi & Kesuburan Lahan Dengan Metode Biosoildam Pada Lapisan Tanah Keras & Tandus:
Prosiding SNST ke-10 Tahun
2019 Fakultas Teknik
Universitas Wahid Hasyim.
Nugroho Widiasmadi
Dr, 2020. Soil Improvement & Conservation Based in Biosoildam
Integrated Smart Ecofarming
Technology (Applied in Java Alluvial Land & Arid Region in East Indonesia): International Journal of Inovative Science and Research Technology (IJRST), Volume
5| Issue 9| September
2020
Nugroho Widiasmadi
Dr, 2020. Analysis of Soil Fertlity and Acidity in
Real Time Using Smart Biosoildam to Improe Agricultural Land : International Journal of Research
and Analytical Reviews
(IJRAR), Volume 7 | Issue 3 | September
2020 Page no 194-200
Nugroho Widiasmadi Dr, 2020. Analisa of the Effect of Biofertilizer Agent Activity
on Soil Electrolit Conductivity & Acidity
in The Real Time With The Smart Biosoidam :Journal of Mechanical & Civil Engineering (IJRDO), ISSN :
2456-1479 Vol-6, October
2020.
Nugroho Widiasmadi
Dr, 2020. Analisa Elektrolit Konduktifitas
& Keasaman Tanah Secara
Real Time menggunakan Smart Biosoildam :
Prosiding National Conference of Industry, Engineering, and Technology (NCIET), ISSN : 2746-0975 Vol 1, November
2020.
Nugroho Widiasmadi
Dr, 2020. Analisa EC & Keasaman Tanah Menggunakan Smart Biosoildam sebagai Usaha Peningkatan Daya Dukung Lahan Pasir:
Syntax Literate, Jurnal Ilmiah Indonesia, e-ISSN : 2548-1398, p-ISSN 2541-0849 Vol 5
No : 11 , November 2020.
Samuel Greengard, 2017. “The Internet of Things” covers how IoT works in our current
world, as well as the impact it will have in the long run on
society, Amazone
Sigit Wasisto, 2018. Aplikasi Internet
of Things (IoT) dengan Arduino &
Android: Penerbit Deepublish Yogyakarta
Sunjoto, S. 2018. Optimasi Sumur Resapan Air Hujan Sebagai Salah Satu Usaha Pencegahan Instrusi Air Laut. Yogyakarta: Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada
Sunjoto, S. 2018. Teknik Drainase Pro-Air.
Yogyakarta: Fakultas Teknik UGM
Suripin. 2018. Sistem Drainase Perkotaan Yang Berkelanjutan. Yogyakarta: Penerbit Andi
Copyright holder: Nugroho Widiasmadi (2022) |
First publication right: Syntax Literate: Jurnal Ilmiah
Indonesia |
This article is licensed under: |