Syntax Literate : Jurnal Ilmiah Indonesia p–ISSN: 2541-0849

 e-ISSN : 2548-1398

Vol. 6, No. 6, Juni 2021

 

ANALISIS QUALITY OF SERVICE (QOS) JARINGAN INTERNET PADA KANTOR BANDAR UDARA RENDANI

 

Syahril Amin, Anwar Charli Rumaikewi, Arianti Adahati

Program Studi Ilmu Komputer, Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika Kreatindo Manokwari, Indonesia

Email: syahril.amin.ari@gmail.com, anwarcharli@gmail.com, ril.nocturno@gmail.com

 

Abstract

The purpose of this study is to find out the results of the measurement of signal quality generated by internet networks in real-time at Rendani Airport Office, and also to see the performance of internet user network services, therefore researchers want to monitor and analyze quality of service internet network in the room network units that are monitored as a whole. The method of analyzing internet network performance is defined as a process to determine the relationship between tree main concepts, namely resources, delay and work power (throughput). Then the interview method will be carried out and prior observation of problems that occur on the internet network at Rendani Airport Office.The results of measurement data and monitoring of internet network quality of service at Rendani Airport Office in all rooms can be classified as bad with maximum delay for all internet network users> 450ms and for packet loses 30% is on Wednesday, the average bandwidth value is 5,037 .954 bit / s is available on Wednesday, and the factors that affect it are poor signal coverage, the large number of internet network users at Rendani Airport Office. The quality of the internet network has not included a good category for all internet network users. From these results it can be concluded that the quality of the internet network at Rendani Airport Office, according to TIPHON standard it is in the bad category.

 

Keywords: bandwidth; delay; packet loss; Quality of Service; internet network

 

Abstrak

Kantor Bandar Udara Rendani tersebut mengorientasikan aktivitasnya pada penggunaan jaringan internet. Untuk menjaga kestabilan mengakses jaringan pada Kantor Bandar Udara Rendani dengan menggunakan jaringan internet, maka harus dilakukan pengujian kinerja jaringan internet atau QoS (Quality of Service) agar tidak mengakibatkan terjadinya permasalahan yang cukup riskan seperti terjadi keterlambatan dalam pengiriman data. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil pengukuran kualitas sinyal yang dihasilkan oleh jaringan internet secara real-time di Kantor Bandar Udara Rendani, dan juga melihat kinerja layanan jaringan kepengguna internet, maka dari itu peneliti ingin monitoring dan menganalisis quality of service jaringan internet di ruangan unit jaringan yang di monitoring secara keseluruhan. Metode analisis kinerja jaringan internet didefinisikan sebagai suatu proses untuk menentukan hubungan antara tiga konsep utama, yaitu sumber daya (resources), penundaan (delay) dan daya kerja (throughput). Maka akan dilakukan  metode wawancara dan observasi terlebih dahulu mengenai masalah yang terjadi pada jaringan internet di Kantor Bandar Udara Rendani. Hasil data pengukuran menunjukkan kategori buruk dengan maksimum delay untuk seluruh pengguna jaringan internet masih >450ms dan untuk packet los 30% terdapat dihari rabu, nilai rata-rata bandwidth 5.037.954 bit/s terdapat dihari rabu.

                    

Kata Kunci: bandwidth; delay; packet loss; Quality of Service; Jaringan Internet

 

Pendahuluan

Bandar Udara Rendani Manokwari adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa penyediaan maskapai penerbangan. Kebutuhan dalam aktifitas kerja akan akses internet tersebut menjadi satu kebutuhan sehari-hari bagi Kantor Bandar Udara Rendani. Kantor Bandar Udara Rendani tersebut mengorientasikan aktivitasnya pada penggunaan jaringan internet, yang beralamat di Jl.Trikora Rendani Manokwari–Papua Barat. Untuk menjaga kestabilan mengakses jaringan pada Kantor Bandar Udara Rendani dengan menggunakan jaringan internet, maka harus dilakukan pengujian kinerja jaringan internet atau QoS (Quality of Service) agar tidak mengakibatkan terjadinya permasalahan yang cukup riskan seperti terjadi keterlambatan dalam pengiriman data. Dari permasalahan tersebut diatas maka kinerja jaringan internet pada Kantor Bandar Udara Rendani harus selalu tetap pada kualitas yang baik. Maka dari itu untuk mengetahui kualitas jaringan internet pada Kantor Bandar Udara Rendani harus dilakukan analisis kinerja jaringan yang menekankan, bagaimana memonitoring dan mengukur kinerja jaringan internet dan untuk mengetahui seberapa besar kinerja jaringan pada infrastruktur seperti kecepatan akses dari titik pengirim ketitik penerima yang menjadi tujuan, dengan cara mengukur parameter bandwidth, delay dan packet loss pada Kantor Bandar Udara Rendani Manokwari.

A.    Topologi Jaringan

Topologi jaringan komputer adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan. Dalam suatu jaringan komputer jenis topologi yang dipilih akan mempengaruhi kecepatan komunikasi. Untuk itu maka perlu dicermati kelebihan/keuntungan dan kekurangan/kerugian dari masing-masing topologi berdasarkan karakteristiknya (Halawa, 2016).
Topologi jaringan merupakan salah satu aturan bagaimana menghubungkan komputer (node) satu sama lain secara fisik dan pola hubungan antara komponen-komponen yang berkomunikasi melalui media atau peralatan jaringan, seperti server, workstation, hub/switch, dan pemasangan kabel (media transmisi data) (Widodo, Yana, & Agung, 2018).

B.     Quality of Service (QoS) 

Quality of Service (QoS) merupakan metode pengukuran tentang seberapa baik jaringan dan merupakan suatu usaha untuk mendefinisikan karakteristik dan sifat dari satu servis (Fahmi, 2018). QoS digunakan untuk mengukur sekumpulan atribut kinerja yang telah dispesifikasikan dan diasosiasikan dengan suatu servis (Riyadh, Ahmad, Ph, & Amd, 2020).

C.    Model Monitoring

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan model monitoring QoS yang terdiri dari:

1.      Monitoring application merupakan pengambilan informasi lalu lintas paket data dari monitor, menganalisanya dan mengirimkan hasil analisis kepada pengguna.

2.      QoS monitoring menyediakan mekanisme monitoring dengan mengambil informasi nilai-nilai parameter QoS dari lalu lintas paket data.

3.      Monitor adalah mengumpulkan dan merekam informasi lalu lintas paket data yang selanjutnya akan dikirimkan kepada monitoring application. Monitor melakukan pengukuran aliran packet data secara waktu nyata dan melaporkan hasilnya kepada monitoring application.

4.      Monitored objects merupakan informasi seperti atribut dan aktifitas yang dimonitor di dalam jaringan. Didalam konteks QoS monitoring, informasi-informasi tersebut merupakan aliran-aliran packet data yang dimonitor secara waktu nyata (Wulandari, 2016). Tipe aliran paket data tersebut dapat diketahui dari alamat sumber (source) dan tujuan (destination) di layar-layar IP, proses monitoring QoS dilakukan di segmen-segmen jalur pengiriman atau antara node-node tertentu yang dikehendaki di sepanjang jalur pengiriman packet data, dapat dilihat pada Gambar 1.

 

Monitored Objects

Monitor

QoS Monitoring

Monitoring Application

Gambar 1

Metode Monitoring QoS

 

D.    Definisi Drive Testisi Drive Test

Drive test merupakan salah satu bagian pekerjaan dalam optimasi jaringan radio. Drive test bertujuan untuk mengumpulkan informasi jaringan secara real dilapangan. Informasi yang dikumpulkan merupakan kondisi aktual Radio Frequency (RF) disuatu eNodeB (Pramulia, Sudiarta, & Sukadarmika, 2015).

 

 

E.     Aplikasi Axence NetTools

Nettools adalah salah satu network monitoring tools yang mengukur performa jaringan, pemindaian jaringan, keamanan, alat administrasi dan dapat mendiagnosa persoalan jaringan (Fauzi, 2019). nettools terdiri atas beberapa tool popular seperti netwatch, wintools, localinfo, ping, trace, lookup, bandwidth, netcheck, TCP/IP workshop, scan host, scan network, dan SNMP. Berikut adalah tampilan ketika nettools dijalankan.

 

Gambar 2

Tampilan Aplikasi Axsece Nettools 5.0

 

Baris navigasi digunakan untuk memilih tool yang ingin digunakan sedangkan address bar digunakan untuk memasukkan nama DNS (IP) host yang akan diperiksa atau di-scan. Slidebar biasanya terdiri atas informasi umum (seperti jumlah paket yang dikirimkan). Main area berisi tampilan hasil monitoring tergantung pada tool yang dipilih (Turmudi & Majid, 2019).

Penelitian yang dilakukan Kelmizona Saputra di wilayah Padang Utara untuk menganalisis kualitas jaringan internet berbasis HSDPA pada jaringan XL berdasarkan parameter paket loss menggunakan alat ukur Axcense Nettools yang dilakukan pada titik pengukuran berbeda menunjukkan nilai rata-rata yaitu 0.77 % pada TP 1, 0.86 % pada TP 2, dan 2.24 % pada TP 3. Ketiga nilai pengukuran packet loss berdasarkan standar Tiphon digolongkan sangat bagus, dan diantara ketiga titik pengukuran maka nilai packet loss yang paling bagus yaitu pada TP 1 dengan nilai 0.77 % (Saputra, Huda, & Hadi, 2015).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengukuran kualitas sinyal yang dihasilkan oleh jaringan internet secara real-time dan juga melihat kinerja layanan jaringan ke pengguna internet di Bandar Udara Rendani Papua Barat.

 

 

 

Metode Penelitian

Pengambilan data dilakukan dengan pengukuran di beberapa titik. Pengukuran dilakukan dengan cara melakukan ping ke remote host www.google.com., www.yahoo.com dan www.facebook.com. dengan menggunakan Axence NetTools. Pengukuran terbagi 3 (tiga), yaitu pengukuran delay, packet loss dan throughput. Cara untuk mengetahui delay dengan tool Axence NetTools adalah dengan memilih fitur NetWatch yang memungkinkan administrator jaringan untuk memantau ketersediaan beberapa host dan waktu respon yang tersedia secara over time, selain itu NetWatch juga menyediakan grafik real time dan historis yang sangat jelas tentang waktu respon.  Untuk mengetahui packet loss dengan tool Axence NetTools ini sama dengan melakukan pengukuran delay, karena hasil laporan NetWatch juga menunjukkan statistik packet loss. Dan untuk mengukur throughput yaitu dengan membandingkan antara paket data yang berhasil sampai tujuan atau disebut juga bandwidth aktual terukur saat pengiriman data (Putri, 2013). 

A.    Metode Drive Test

Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode drive test untuk pengukuran pada system jaringan internet yang sedang digunakan di Kantor Bandar Udara Rendani, bertujuan untuk mengumpulkan data hasil pengukuran secara real-time suatu jaringan dari arah node B ke UE (user equipment), sehingga dapat diketahui bagaimana kualitas sinyal yang dihasilkan dari jaringan tersebut.

System monitoring kualitas jaringan internet di Kantor Bandar Udara Rendani Manokwari, masih menggunakan proses monitor secara manual dan tidak menggunakan aplikasi apapun untuk monitoring jaringan internet yang sedang digunakan. Oleh sebab itu dengan adanya penelitian ini untuk membantu proses monitoring kualitas jaringan internet di Kantor Bandar udara rendani menggunakan system analisis QoS dan metode drive test.

B.     Metode Analisis

Analisis kinerja jaringan internet didefinisikan sebagai suatu proses untuk menentukan hubungan antara 3 konsep utama, yaitu sumber daya (resources), penundaan (delay) dan daya kerja (throughput). Analisa kinerja mencakup analisa sumber daya dan analisa daya kerja. Nilai keduanya ini kemudian digabung untuk dapat menentukan kinerja yang masih dapat ditangani oleh sistem, agar dapat memberikan pelayanan yang memuaskan, maka kinerja jaringan internet harus berada pada kondisi yang baik. Untuk itu perlu dilakukan suatu analisis terhadap kinerja jaringan internet, sehingga dapat memberikan gambaran tentang kondisi jaringan internet yang baik atau tidak baiknya jaringan tersebut, analisis kinerja jaringan meliputi perhitungan tingkat penerimaan sinyal, free space loss, dan system operating margin (SOM) jaringan tersebut. Analisis kinerja pada jaringan komputer membicarakan sifat dasar dan karakteristik aliran data, yaitu efisiensi daya kerja, penundaan dan parameter lainnya yang diukur untuk dapat mengetahui bagaimana suatu pesan diproses di jaringan dan dikirim lengkap sesuai fungsinya (Terplan, 1987).

C.    Monitoring dan Analisis QoS

Gambar 3 menggambarkan tahapan-tahapan bagaimana monitoring dan analisis QoS jaringan internet di Kantor Bandar Udara Rendani.

 

Gambar 3

Flowchart Monitoring dan Analisis QoS

 

Hasil Dan Pembahasan

A.    Topologi Jaringan yang digunakan

Topologi jaringan internet di Kantor Bandar Udara Rendani menggunakan topologi star, yang dianalisis secara keseluruhan diruangan unit jaringan internet.

Gambar 4

Topologi Jaringan Antar Ruangan

 

B.     Parameter Pengukuran

Pengukuran ini kusus menggunakan aplikasi axsence nettools yang dilakukan di ruangan teknisi jaringan internet di Kantor Bandar Udara Rendani dengan menggunakan parameter analisis data QoS, yaitu:

1.      Throughput adalah kecepatan rata-rata data bandwidth yang nyata saat itu juga dimana kita sedang melakukan koneksi.

2.      Packet loss adalah banyaknya paket yang hilang pada suatu jaringan yang disebabkan oleh tabrakan (collision), penuhnya kapasitas jaringan, dan penurunan packet.

3.      Delay (latency) adalah waktu  tunda yang diakibatkan oleh proses  transmisi dari satu titik menuju titik lain yang menjadi tujuannya.

C.    Monitor Host Suatu Jaringan

Untuk memonitor host, dapat menggunakan tools netwatch. Tools ini akan memonitor ketersediaan host dalam jaringan. Cara kerjanya yaitu dengan cara mengirimkan packet ICMP (ping) kesemua host. Untuk memulai monitoring host, dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut.

1.      Jalankan program Axence Nettoolss

2.      Pilih Netwatch Tool pada Navigation Bar

3.      Ketikkan IP address dari Host

4.      Klik Add Button atau tekan Enter

 

Gambar 5

Host Jaringan

 

Dari data yang berhasil direkam oleh netwatch, terlihat bahwa jumlah packet yang dikirimkan ke IP 192.168.1.1 mengalami 91% lost. Hal ini terjadi karena packet yang dikirim sebanyak 348 packet dan terjadi lost 316 packet pula. Dalam memonitor host, cara seperti ini kurang baik karena apabila terjadi masalah administrator tidak akan memperoleh informasi secara cepat. Solusi dalam kondisi seperti ini adalah dengan menggunakan alert atau peringatan hal ini dapat berupa email, sound, alert icon, ataupun message window.

Ada 3 pemberitahuan alert yaitu:

1.      Host not responding

2.      Packet loss terlalu tinggi

3.      Waktu respon terlalu tinggi/lama

Sebagai gambaran untuk mempermudah pemahaman, lihatlah gambar alert di bawah ini.

 

Gambar 6

Tampilan Alert

 

D.    Pemeriksaan Keberadaan Host

Untuk megecek keberadaan dari host maka dapat digunakan ping tools yang akan mengirimkan packet ICMP menuju host dan akan menampilkan waktu respon dalam bentuk grafik. Langkah-langkah untuk menggunakan ping tools adalah sebagai berikut:

1.      Pilih ping tools pada navigasi bar, kemudian ketikkan IP address yang akan di monitoring misalkan 192.168.1.1, selanjutnya klik ping.

2.       Hasil ping yang akan ditampilkan adalah sebagai berikut.

 

Gambar 7

Tampilan Hasil Host

 

E.     Pemeriksaan Kualitas Jaringan dan Bandwidth

1.      Pilih bandwidth pada navigai bar.

2.      Ketikkan IP address yang akan di monitoring, misalkan 192.168.1.1 selanjutnya tekan enter.

3.      Hasil yang akan ditampilkan adalah hubungan antara bandwidth terhadap waktu real time.

 

Gambar 8

Hasil Pengecekan Bandwidth

 

F.     Scan Host

Untuk melakukan scannning terhadap host, maka dapat menggunakan host scan. Host scan akan menunjukkan semua service dan port yang terbuka pada host tertentu. Untuk melakukan scan host, maka langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:

1.      Pilih scan host tool pada navigasi bar.

2.      Ketikkan DNS host atau ip address host, kemudian klik scan.

3.      Dari data tersebut dapat memberikan informasi bahwa port yang diakses adalah 53, 80, 443.

 

Gambar 9

Hasil Scan Host

 

G.    Scan Network

Untuk mengetahui host yang berjalan pada selected network, dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut.

1.      Pilih scan network pada navigasi bar.

2.      Ketikkan network IP atau IP address atau DNS host yang akan dimonitoring, selanjutnya klik scan.

3.      Data yang berhasil ditangkap adalah sebagai berikut:

 

Gambar 10

Scan Network

      

H.    Data Hasil Pengukuran

Penelitian ini dilakukan di Kantor Bandar Udara Rendani pada saat hari kerja atau aktifitas kantor dalam waktu yang berbeda yaitu pada jam 08.30 s.d 17.00 WIT. Hasil dari monitoring pengukuran parameter QoS yang terdiri dari bandwidth, delay dan packet loss, dimana proses pengukurannya menggunakan software axence nettools yaitu sebagai berikut:

1.      Bandwidth dilakukan selama 5 hari, yang dimulai pada hari Senin 05 November 2019 sampai dengan hari jumat 09 November 2018. Proses pengukurannya dilakukan pada waktu yang berbeda-beda melalui pengukuran bandwidth menggunakan aplikasi axence nettools dapat dilihat hasil monitoring jaringan internet sebagai berikut:

 

Tabel 4

Nilai Bandwidth

Hari/Tanggal

Waktu (WIT)

Bandwidth (bps)

Min

Maks

Rata-Rata

 Senin, 05-11-2018

08.30–14.50

16.920

11.721.272

3.905.221

Selasa, 06-11-2018

08.30–14.34

18.088

9.197.484

3.828.555

Rabu, 07-11-2018

08.30–14.04

30.456

8.121.040

5.037.954

Kamis, 08-11-2018

08.30–13.12

19.967

8.891.592

3.514.570

Jumat, 09-11-2018

08.30–13.03

19.976

8.891.592

3.530.136

 

Berdasarkan tabel 4 dapatlah hasil pengukuran bandwidth yang diamati selama pengukuran yang dilakukan pada waktu sibuk atau jam kantor yang diukur dalam kbps, bandwidth merupakan jumlah total transfer data yang sukses.

2.      Delay dapat dipengaruhi oleh jarak, media fisik atau juga proses waktu yang lama dalam jaringan internet. Menurut versi THIPON (Joesman, 2008), sebagai standarisasi yang digunakan dalam pengukuran nilai delay, maka besarnya delay dapat dikategori  latensi sangat bagus jika <150ms, bagus jika 150ms sampai dengan 300ms, sedang jika 300ms sampai dengan 450ms dan jelek jika <450ms. Berdasarkan hasil pengukuran nilai delay terhadap system  jaringan internet di Kantor Bandar Udara Rendani. Dapatlah nilai rata-rata responsetime delay minimum dan maksimum dalam mili second (ms) yaitu sebagai berikut:

 

Tabel 5

Nilai Delay

Hari/Tanggal

Waktu (WIT)

Delay (ms)

Min

Maks

Rata-Rata

Senin, 05-11-2018

08.30 – 14.49

1

996

38

Selasa, 06-11-2018

08.30 – 14.33

1

907

17

Rabu, 07-11-2018

08.30 – 14.08

2

633

25

Kamis, 08-11-2018

08.30 – 14.46

1

907

18

Jumat, 09-11-2018

08.30 – 13.03

1

907

18

 

Dari hasil tabel 5 dan berdasarkan nilai besar delay sesuai dengan tabel versi TIPHON, maka kategori delay untuk setiap hari yang dilakukan pada waktu aktifitas Kantor. Delay di pengaruhi oleh jarak, media fisik, kongesti atau juga waktu proses transfer data yang lama.

3.      Packet loss berdasarkan hasil pengukuran terhadap perangkat jaringan internet di Kantor Bandar Udara Rendani didapat nilai packet loss dalam persentase (%) sebagai berikut:                 

Tabel 6

Nilai Packet Loss

Hari/Tanggal

Waktu (WIT)

Packet Loss

Sent

Lost

Lost (%)

Senin, 05-11-2018

08.30 – 14.49

11011

125

1

Selasa, 06-11-2018

08.30 – 14.33

10817

14

0

Rabu, 07-11-2018

08.30 – 14.08

314

95

30

Kamis, 08-11-2018

08.30 – 13.14

6000

10

0

Jumat, 09-11-2018

08.30 – 13.03

5478

10

0

 

Dari tabel 6 dan berdasarkan nilai packet loss sesuai dengan versi TIPHON sebagai standarisasi, untuk kategori degredasi packet loss sangat bagus jika 0%, bagus jika 3%, sedang jika 15% dan buruk jika 25%, maka kategori packet loss dengan persentase loss 0% untuk hasil pengukuran setiap hari termasuk dalam degredasi sangat bagus,akan tetapi hasil pengukuran di hari rabu terdapat packet loss 30% hal ini dapat terjadi karena collision dan congestion pada jaringan internet di Kantor Bandar Udara Rendani. Penyebab packet loss dapat terjadi karena collision atau tabrakan/tumbukan antara data pada jaringan dan hal ini berpengaruh pada semua pengguna jaringan internet di Kantor Bandar Udara Rendani karena retransmisi akan mempengaruhi efisiensi jaringan secara keseluruhan meskipun bandwidth cukup tersedia untuk pengguna jaringan internet tersebut. Umumnya perangkat jaringan memiliki buffer untuk menampung data yang diterima. Jika terjadi kongesti atau kelebihan beban dalam jaringan internet yang cukup lama, buffer akan penuh dan data baru tidak akan diterima, hal ini lah yang bisa menyebabkan packet loss.

I.       Hasil Pengelolahan Data

Data hasil drive test yang didapatkan selanjutnya akan diolah untuk menganalisis QoS nya. Parameter yang digunakan untuk menganalisis kualitas layanan jaringan internet di Kantor Bandar Udara Rendani adalah bandwidth, packet loss dan delay. Parameter diolah sesuai dengan persamaan standarisasi versi TIPHON. Hasil pengolahan data akan ditampilkan dalam bentuk tabel dan gambar guna memudahkan pembaca dalam menganalisis.

1.      Bandwidth

 

Tabel 7

Nilai Bandwidth per Hari

Hari/Tanggal

Waktu (WIT)

Bandwidth (bps)

Min

Maks

Rata-Rata

Senin, 05-11-2018

08.30 – 14.50

16.920

11.721.272

3.905.221

Selasa, 06-11-2018

08.30 – 14.34

18.088

9.197.484

3.828.555

Rabu, 07-11-2018

08.30 – 14.04

30.456

8.121.040

5.037.954

Kamis, 08-11-2018

08.30 – 13.12

19.967

8.891.592

3.514.570

Jumat, 09-11-2018

08.30 – 13.03

19.976

8.891.592

3.530.136

                                                                                                    

Berdasarkan tabel 7 dapat disimpulkan bahwa, hasil pengukuran rata-rata bandwidth terendah terjadi pada hari senin yaitu 3.905.221 karena keterlambatan transfer data yang di ukur bandwidth yang diamati selama pengukuran. Sedangkan nilai rata-rata bandwidth tertinggi terjadi pada hari rabu yaitu 5.037.954 kecepatan (rate) transfer data efektif, yang diukur dalam kbps.

2.      Delay dapat dipengaruhi oleh jarak, media fisik atau juga proses waktu yang lama dalam jaringan internet. Menurut versi Tiphon (Joseman, 2008), sebagai standarisasi yang digunakan dalam pengukuran nilai delay, maka besarnya delay dapat diklasifikasikan sebagai kategori latensi sangat bagus jika <150ms, bagus jika 150ms sampai dengan 300ms, sedang jika 300ms sampai dengan 450ms dan buruk jika >450ms. Berdasarkan hasil pengukuran nilai delay terhadap system perangkat jaringan di Kantor Bandar Udara Rendani.

 

Tabel 8

Nilai Delay per Hari

Hari/Tanggal

Delay (ms)

TIPHON

Min

Maks

Rata-Rata

Senin, 05-11-2018

1

996

38

Buruk

Selasa, 06-11-2018

1

907

17

Buruk

Rabu, 07-11-2018

2

633

25

Buruk

Kamis, 08-11-2018

1

907

18

Buruk

Jumat, 09-11-2018

1

907

18

Buruk

 

Dari hasil tabel 8 berdasarkan nilai besar delay sesuai dengan tabel versi Thipon, maka kategori delay untuk setiap hari, dengan nilai maksimum >450ms adalah buruk. Delay dipengaruhi oleh jarak media fisik, kongesti atau juga waktu proses yang lama transfer data. Yang  mempengaruhi  hasil  pengukuran  ini  adalah perbedaan  jarak pada media transmisi untuk seluruh jaringan internet yang diukur, dalam hal ini medium wireleess yang digunakan dalm  penyampaian  sinyal, selain itu adanya noise atau gangguan sinyal.

3.      Packet loss hasil pengukuran terhadap system perangkat jaringan internet di Kantor Bandar Udara Rendani didapat nilai packet loss dalam persentase (%). Dari hasil pengukuran nilai packet loss terhadap system jaringan internet diperoleh nilai packet loss rata-rata seperti tabel 9.

 

Tabel 9

Nilai Packet Loss per Hari

Hari/Tanggal

Packet Loss

TIPHON

Sent

Lost

Lost (%)

Senin, 05-11-2018

11011

125

1

Sangat Bagus

Selasa, 06-11-2018

10817

14

0

Sangat Bagus

Rabu, 07-11-2018

314

95

30

Buruk

Kamis, 08-11-2018

6000

10

0

Sangat Bagus

Jumat, 09-11-2018

5478

10

0

Sangat Bagus

 

Dari tabel 9 dan berdasarkan nilai packet loss sesuai dengan versi TIPHON sebagai standarisasi, pada area Kantor Bandar Udara Rendani untuk kategori degredasi packet loss sangat bagus  jika 0%, bagus jika 3%, sedang jika 15% dan buruk jika 25%, maka kategori packet loss dengan persentase loss 1%  untuk hasil pengukuran setiap hari termasuk dalam degredasi  sangat bagus karena suatu parameter yang menggambarkan suatu kondisi yang menunjukkan  jumlah total paket loss yang hilang, penyebab packet loss dapat terjadi karena collision atau tabrakan/tumbukan antara data pada jaringan dan hal ini berpengaruh pada semua pengguna jaringan internet karena retransmisi akan mempengaruhi efisiensi Jaringan secara keseluruhan meskipun bandwidth cukup tersedia untuk  pengguna Jaringan Internet tersebut. Umumnya perangkat jaringan memiliki buffer untuk menampung data yang diterima. Jika terjadi kongesti atau kelebihan beban dalam jaringan internet yang cukup lama, buffer akan penuh dan data baru tidak akan diterima, hal ini lah yang bisa menyebabkan packet loss.

J.      Faktor yang Mempengaruhi Nilai QoS

Dari  hasil  pengukuran analisis diatas terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi nilai QoS yang terdiri dari bandwidth, delay dan packet loss dalam jaringan internet, yang menyebabkan turunnya nilai QoS, yaitu:

1.      Karena pertambahan jarak pada media transmisi dalam hal ini kabel fiber optic dan jaringan internet. Setiap media transmisi memiliki redaman yang berbeda-beda dengan jenis dan bahan yang digunakan. Kekuatan sinyal yang ditransmisikan biasa mengalami pelemahan karena jarak yang jauh pada medium apapun.

2.      Sinyal yang tidak dikehendaki yang termasuk antara transmisi pengirim dan penerima pada saat pengukuran parameter QoS. Noise ini akan menurunkan nilai QoS pada jaringan internet di Kantor Bandar Udara Rendani dan sangat berbahaya, karena jika terlalu besar akan dapat mengubah data asli yang dikirimkan.

 

Kesimpulan

Dari hasil analisis kinerja jaringan internet di Kantor Bandar Udara Rendani Manokwari, maka dapat disimpulkan parameter QoS yang terdiri dari throughput, delay dan packet loss sangat berpengaruh terhadap kinerja jaringan internet yang ada di Kantor Bandar Udara Rendani, kapasitas bandwidth juga berpengaruh terhadap nilai QoS. Pada parameter QoS yaitu delay menurut versi TIPHON, bahwa delay pada area Kantor Bandar Udara Rendani termasuk dalam kategori buruk karena nilai delay masih diatas 450ms. Pada parameter QoS yaitu packet loss yang menurut versi TIPHON, bahwa packet loss sangat bagus terdapat di hari senin, selasa, kamis, jumat karena nilai packet loss-nya 0% dan 1%. Sedangkan dihari rabu packet loss buruk, karena nilai packet loss-nya 30%.

 


BIBLIOGRAFI

 

Fahmi, H. (2018). Analisis Qos (Quality Of Service) Pengukuran Delay, Jitter, Packet Lost Dan Throughput Untuk Mendapatkan Kualitas Kerja Radio Streaming Yang Baik. J. Teknol. Inf. Dan Komun, 7(2), 98–105. Google Scholar

 

Fauzi, Achmad. (2019). Analisis Kualitas Transmisi Data Pada E-Learning Streaming Multimedia Dengan Quality Of Service (QoS ). Seminar Nasional Inovasi Teknologi, 93–106. Google Scholar

 

Halawa, Satukan. (2016). Perancangan Aplikasi Pembelajaran Topologi Jaringan Komputer untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) dengan Metode Computer Based Instruction. JURIKOM (Jurnal Riset Komputer), 3(1). Google Scholar

 

Pramulia, I. Putu Dedi Krisna, Sudiarta, P. K., & Sukadarmika, G. (2015). Analisis Pengaruh Jarak Antara User Equipment dengan EnodeB Terhadap Nilai RSRP (Reference Signal Received Power) pada Teknologi LTE 900 MHz. Jurnal SPEKTRUM, 2(3), 24–30. Google Scholar

 

Putri, NurdinaTrilisman. (2013). Analisis Quality Of Service (Qos) Jaringan Internet Pada Smk Negeri 4 Palembang. Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika, 1-7. Google Scholar

 

Riyadh, Naufal, Ahmad, Umar Ali, Ph, D., & Amd, Alif Mustofa. (2020). Perancangan dan Implementasi Wide Area Network Menggunakan Virtual Private Network Pada Telkom School Network Design And Implementation Of Wide Area Network Using. 7(2), 4857–4863. Google Scholar

 

Saputra, Kelmizona, Huda, Yasdinul, & Hadi, Ahmaddul. (2015). Analisis Kualitas Jaringan Internet Berbasis HSDPA pada Jaringan XL di Wilayah Padang Utara. VoteTeknika: Jurnal Vocational Teknik Elektronika Dan Informatika, 3(1). Google Scholar

 

Terplan, Kornel. (1987). Communication networks management. Prentice-Hall, Inc. Google Scholar

 

Turmudi, Ahmad, & Majid, Fuad Abdul. (2019). Analisis Qos (Quality Of Service) Dengan Metode Traffic Shaping Pada Jaringan Internet (Studi Kasus: Pt Toyonaga Indonesia). Jurnal SIGMA, 9(4), 37–45. Google Scholar

 

Widodo, Charles, Yana, Marchellius, & Agung, Halim. (2018). Implementasi Topologi Hybrid Untuk Pengoptimalan Aplikasi Edms Pada Project Office Pt Phe Onwj. J. Tek. Inform, 11(1), 19–30. Google Scholar

 

Wulandari, Rika. (2016). Analisis Qos (Quality Of Service) Pada Jaringan Internet (Studi Kasus : Upt Loka Uji Teknik Penambangan Jampang Kulon – Lipi). Jurnal Teknik Informatika Dan Sistem Informasi, 2(2), 162–172. https://doi.org/10.28932/jutisi.v2i2.454 Google Scholar

 

Copyright holder:

Syahril Amin, Anwar Charli Rumaikewi, Arianti Adahati (2021)

 

First publication right:

Jurnal Syntax Literate

 

This article is licensed under: