Kepemimpinan Profetik Bupati Sleman Saat Pandemi Covid-19

  • Heru Setiyaka Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Indonesia
  • Hadi Suyono Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Indonesia
  • Ahmad Muhammad Diponegoro Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Indonesia
  • Khoiruddin Bashori Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Indonesia

Abstract

Penanganan musibah di berbagai daerah, salah satunya di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta memerlukan pengelolaan manajemen kepemimpinan yang tarbaik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kepemimpinan profetik yang dijalankan Ketua Pengarah Satgas Penanganan Covid-19, Drs H. Sri Purnomo M.Si, serta mengetahui kendala penanganannya. Metodologi yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yang memanfaatkan sebuah studi kasus (case study). Istilah profetik dikenalkan melalui gagasannya mengenai pentingnya ilmu sosial transformatif yang disebut ilmu sosial profetik. Penelitian menunjukkan adanya empat pilar kepemimpinan yaitu sidiq, amanah, fathonah, dan tabligh  yang dapat dijadikan penilaian pada kinerja kepemimpinan seorang pemimpin daerah. Hasilnya, sebagian pilar kepemimpinan sudah optimal dijalankan namun sebagian lainnya kurang efektif. Kekurangfektifan disebabkan dua hal; Satu, kepala daerah merupakan manusia biasa yang sudah pasti ada kekurangan. Kedua, dalam pelaksanaan tugasnya, kepala daerah dibatasi oleh peraturan perundang-undangan sehingga pilar kepemimpinan profetik tidak dapat dieksplore sedalam mungkin

Downloads

Download data is not yet available.
Published
Sep 18, 2021
How to Cite
SETIYAKA, Heru et al. Kepemimpinan Profetik Bupati Sleman Saat Pandemi Covid-19. Syntax Literate ; Jurnal Ilmiah Indonesia, [S.l.], v. 6, n. 9, p. 4486-4495, sep. 2021. ISSN 2548-1398. Available at: <https://jurnal.syntaxliterate.co.id/index.php/syntax-literate/article/view/2152>. Date accessed: 22 oct. 2021. doi: http://dx.doi.org/10.36418/syntax-literate.v6i9.2152.