Upaya Mempertahankan Tradisi Mengaji Setelah Maghrib (Studi Living Qur’an di Kelurahan Barurambat Timur Kec. Pademawu Kab. Pamekasan)
Abstract
ar belakang: Tradisi mengaji setelah Maghrib merupakan praktik keagamaan yang telah mengakar dalam masyarakat Muslim. Namun, modernisasi, perkembangan teknologi digital, serta perubahan pola asuh keluarga menyebabkan penurunan partisipasi anak-anak dalam kegiatan tersebut di berbagai daerah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya mempertahankan tradisi mengaji setelah Maghrib di Musalla Baitur Rohmah, Kelurahan Barurambat Timur, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, dalam perspektif Living Quran. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan mengaji dilakukan secara sistematis dan berjenjang, dimulai dengan metode Iqra bagi pemula dan dilanjutkan dengan pembelajaran menggunakan mushaf Al-Quran melalui metode talaqqi dan sorogan. Selain pembelajaran baca-tulis Al-Quran, santri juga mendapatkan materi fiqih, akhlak, akidah, serta hafalan surat pendek. Faktor pendukung utama adalah komitmen pembina, motivasi santri, dan dukungan orang tua, sedangkan faktor penghambat meliputi kesibukan pembina, benturan jadwal sekolah, serta pengaruh gadget dan game online. Kesimpulan: Tradisi mengaji setelah Maghrib di Musalla Baitur Rohmah tetap eksis karena adanya strategi pembinaan yang sistematis, dukungan sosial yang kuat, serta inovasi kegiatan religius dan edukatif yang mampu meningkatkan motivasi santri.
Downloads
References
Anggito, A. (2018). Metode penelitian kualitatif. CV Jejak.
Mirianti, R. (2019). Peran santri dalam optimasi gerakan maghrib mengaji di Pondok Ash-Shonhaji Sukamiskin, Kota Bandung (Skripsi). Universitas Pendidikan Indonesia.
Nadia, R. (2025). Peran orang tua dalam membina ibadah shalat anak di lingkungan VIII Kelurahan Simangambat Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Skripsi). UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.
Rahmatina, D., & Hidayat, M. A. (2021). Amalgamasi etnik Tionghoa dan etnik Madura dalam konstruksi identitas religius anak di Kabupaten Bangkalan Madura. Gulawentah: Jurnal Studi Sosial.
Siregar, N. M. H. (2021). Motivasi orang tua terhadap pengamalan agama anak di Kelurahan Wek I Padangsidimpuan Utara (Skripsi). IAIN Padangsidimpuan.
Copyright (c) 2026 Mohammad Farah Ubaidillah, Lizamah Lizamah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







