Optimalisasi Teknologi Pascapanen dan Manajemen Rantai Pasok untuk Peningkatan Ketahanan Pangan Petani Desa Poncowati

  • Zaenal Arifin Sekolah Tinggi Teknologi Nusantara Lampung
  • Nambi Anasta Sekolah Tinggi Teknologi Nusantara Lampung
  • Pipiet Mutiara Trisentian Sekolah Tinggi Teknologi Nusantara Lampung
Keywords: Pascapanen, kadar air, pengeringan

Abstract

Penanganan pascapanen merupakan kegiatan krusial yang menentukan mutu dan kuantitas hasil pertanian, namun kesalahan dalam proses ini dapat menimbulkan kerugian signifikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat adopsi teknologi pascapanen dan praktik manajemen rantai pasok di kalangan petani Desa Poncowati, Kabupaten Lampung Tengah. Menggunakan desain campuran (mixed methods), data dikumpulkan melalui survei terhadap 50 responden kelompok tani, Focus Group Discussion, dan wawancara mendalam. Hasil menunjukkan bahwa praktik pascapanen konvensional masih dominan, di mana pengeringan dengan sinar matahari hanya menurunkan kadar air tongkol jagung hingga 26,2% dan jagung pipilan hingga 16%, masih di atas standar nasional 12%14%. Rata-rata skor efisiensi logistik merupakan yang terendah (2,22 dari 5), sementara persepsi kualitas produk memperoleh skor tertinggi (3,39). Rendahnya adopsi digital dan lemahnya integrasi informasi semakin menghambat optimalisasi rantai pasok. Temuan ini mengindikasikan bahwa keterbatasan infrastruktur dan rendahnya adopsi teknologi menjadi tantangan utama dalam meningkatkan ketahanan pangan di tingkat desa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agrawal, Prakash, & Narain, Rakesh. (2018). Digital supply chain management: An Overview. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 455(1), 12074. IOP Publishing.

Chopra, S., & Meindl, P. (2019). Supply chain management: Strategy, planning, and operation. Pearson.

FAO. (2020). Post-harvest losses and supply chain efficiency in developing countries. Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Hidayat, M., et al. (2022). Analisis rantai pasok komoditas hortikultura di Indonesia. Jurnal Agribisnis Indonesia.

Ibrahim, M. B., Sari, F. P., Kharisma, L. P. I., Kertati, I., Artawan, P., Sudipa, I. G. I., et al. (2023). Metode penelitian berbagai bidang keilmuan (panduan & referensi). PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Intyas, C. A., Putritamara, J. A., & Haryati, N. (2022). Dinamika agrobisnis era VUCA: Volatility, uncertainty, complexity, ambiguity. Universitas Brawijaya Press.

Issa, A., Khadem, A., Alzubi, A., & Berbero?lu, A. (2024). The path from green innovation to supply chain resilience: Do structural and dynamic supply chain complexity matter? Sustainability, 16(9), 3762. https://doi.org/10.3390/su16093762

Juwono, P. T., & Subagiyo, A. (2018). Sumber daya air dan pengembangan wilayah: Infrastruktur keairan mendukung pengembangan wisata, energi, dan ketahanan pangan. Universitas Brawijaya Press.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2021). Pedoman penanganan pascapanen komoditas pertanian.

Manikas, I., Malindretos, G., & Moschuris, S. (2019). A community-based agro-food hub model for sustainable farming. Sustainability, 11(4), 1017. https://doi.org/10.3390/su11041017

Yanto, H., Kiswanto, K., Baroroh, N., Hajawiyah, A., & Rahim, N. M. (2022). The roles of entrepreneurial skills, financial literacy, and digital literacy in maintaining MSMEs during the COVID-19 pandemic. Asian Economic and Financial Review, 12(7), 504. https://doi.org/10.55493/5002.v12i7.4556

Published
2026-05-21