Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia p–ISSN: 2541-0849 e-ISSN: 2548-1398

Vol. 7, No. 7, Juli 2022

 

ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA WEBSERIES “LAYANGAN PUTUS” KARYA BENI SETIAWAN

 

Karina Septiana, Ika Arifianti

Universitas Pekalongan, Indonesia

Email: karinasep26@gmail.com, ikaarifianti@gmail.com

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kajian sosiolinguistik khususnya alih kode dan campur kode yang terdapat pada webseries “Layangan Putus” karya Beni Setiawan. Data pada penelitian ini berupa penggalan tuturan dalam webseries “Layangan Putus” karya Beni Setiawan. Sumber data penelitian ini berupa tuturan dialog tokoh webseries “Layangan Putus” yang diklasifikan dalam bentuk alih kode dan campur kode. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif. Deskriptif kualitatif yakni mengumpulkan informasi berupa data empiris atau dapat dibuktikan kebenarannya sesuai fakta. Langkah-langkah yang digunakan dalam pengumpulan data sebagai berikut, (a) teknik simak untuk mendapatkan data yang faktual, (b) teknik catat untuk mencatat semua tuturan tokoh, (c) mengelompokkan data temuan berdasarkan kategori jenis alih kode dan campur kode, (d) menganalisis data yang telah diklasifikasikan berdasarkan tuturan tokoh. Peneliti mengambil kesimpulan dari hasil analisis tersebut. Hasil analisis dari kategori jenis alih kode dan campur kode, yaitu terdapat 63 data: a) alih kode sebanyak 30 data, b) campur kode sebanyak 33 data. Jenis alih kode yang ditemukan yaitu alih kode ekstern atau keluar sebanyak 30 data dan  jenis campur kode yang ditemukan yaitu campur kode keluar atau outer code mixing sebanyak 33 data. Seluruh alih kode dan campur kode yang ditemukan melakukan peralihan dan penyisipan ke Bahasa Inggris.

 

Kata Kunci: alih kode, campur kode, sosiolinguistik, webseries.

 

Abstract

This study aims to describe sociolinguistic studies, in particular the code switching and code mixing found in Beni Setiawan's web series "Layangan Putus." The study's data are speech snatches from Beni Setiawan's web series "Layangan Putus." The conversation from the web series character "Layangan Putus," which is categorized as code switching and code mixing, serves as the research's data source. Descriptive-qualitative method was employed. Collecting information in the form of empirical data or information that can be supported by facts is referred to as qualitative description. The following are the steps involved in data collection: (a) A listening technique to gather factual information, (b) a note-taking strategy to capture every character's speech, (c) a grouping of the data discoveries based on the types of code switching and code mixing, and (d) a data analysis technique based on character speech are all used. Researchers derive inferences from the analyses' findings. There are 63 data as a result of the analysis of the code switching and code mixing types: code switching up to 30 data and code mixing up to 33 data Outgoing code switching, also known as external code switching, was detected in up to 30 data, and outgoing code mixing, also known as outer code mixing, was identified in up to 33 data. All code switching and code mixing found perform switching and insertion to English.

 

Keywords: code switching, code mixing, sociolinguistics, web series.

 

Pendahuluan

Sosiolinguistik merupakan ilmu yang mempelajari tentang bahasa dan penerapannya dalam masyarakat. Setiap manusia berasal dari berbagai suku bangsa yang berbeda-beda sehingga memiliki bahasa daerah yang berbeda. Saat berkomunikasi, mereka harus menguasai dua bahasa atau lebih agar saling memahami makna pembicaraan, hal tersebut dinamakan kedwibahasaan. Fokus penelitian ini mengkaji dua masalah sosiolinguistik yang sering terjadi dalam masyarakat ketika berkomunikasi, yakni “Alih kode dan Campur kode”. Alih kode dan campur kode tersisip diberbagai macam media online. Webseries “Layangan Putus” karya Beni Setiawan merupakan webseries yang sedang booming di kalangan milenial. Pendapat ini dikuatkan oleh Wijana dan Rohmadi dalam (Ngalim, 2015) mengemukakan bahwa sosiolinguistik merupakan cabang linguistik yang memandang atau menempatkan kedudukan bahasa dalam hubungan dengan pemakai bahasa itu didalam masyarakat.

Peneliti memilih judul Alih Kode dan Campur Kode pada Webseries “Layangan Putus” karya Beni Setiawan” karena tuturan atau percakapan pada dialog tokoh webseries “Layangan Putus” karya Beni Setiawan terdapat alih kode dan campur kode. Alasan berikutnya peneliti mengambil judul tersebut karena penelitian terhadap webseries “Layangan Putus” karya Beni Setiawan belum pernah dilakukan sebelumnya. Sama halnya penelitian ini juga mengunakan beberapa penelitian terdahulu, diantaranya sebagai berikut.

(Lestari, 2016) dalam skripsinya yang berjudul “Alih Kode dan Campur Kode Pada Penggalan Wacana Teks Berita dalam Kolom Cover Story di Tabloid Nyata Edisi Januari-Maret 2016 dan Implikasinya dalam Pembelajaran Memproduksi Teks Berita Kelas XII SMA”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk alih kode yang ditemukan meliputi alih kode keluar (ekstern) yang terjadi dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya. Campur kode yang ditemukan meliputi campur kode berwujud kata, frasa, ungkapan, dan klausa. Relevansi penelitian (Lestari, 2016) dengan penelitian ini sama-sama melakukan kajian sosiolinguistik mengenai alih kode dan campur kode.

(Simatupang, Rohmadi, & Saddhono, 2019) pada jurnal nasional dengan judul “Tuturan dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia (Kajian Sosiolinguistik Alih Kode dan Campur Kode)” Hasil penelitian menunjukkan adanya dua pilihan bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Batak Toba serta guru dan siswa di SMK kota Medan merupakan masyarakat billingual. Relevansi penelitian (Simatupang et al., 2019) dengan penelitian ini yaitu sama-sama mengkaji bentuk alih kode dan campur kode dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di jenjang SMA.

(Pratama, Suwandi, & Wardani, 2017) dalam jurnal internasional yang berjudul “Campur Kode dan Alih Kode dalam Novel Kukejar Cinta ke Negeri Cina Karya Ninit Yunita” dapat disimpulkan bahwa campur kode yang terdapat dalam novel Kukejar Cinta ke Negeri Cina dari dua karakteristik, yaitu karakteristik luar dengan Bahasa Inggris, Mandarin, dan Arab. Campur kode batin dalam novel menggunakan Bahasa Jawa. Relevansi penelitian (Pratama et al., 2017) dengan penelitian ini sama-sama mengkaji bentuk alih kode dan campur kode.

(Arifianti, 2008) bahwa komunikasi adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dari aktivitas seorang manusia, tentu masingmasing orang mempunyai cara sendiri mengenai tujuan apa yang akan didapatkan dan melalui siapa. Menurut sifatnya komunikasi dibedakan menjadi dua, yaitu komunikasi diadik (communication dydic) dan komunikasi kelompok kecil (small group communication). Komunikasi diadik adalah proses komunikasi yang berlangsung antara dua orang dalam situasi tatap muka. Semetara komunikasi kelompok kecil adalah proses komunikasi yang berlangsung antara dua orang atau lebih secara tatap muka yang anggota-anggotanya berinteraksi satu sama lain.

(Kunjana, 2010) mengemukakan bahwa alih kode dibagi menjadi dua jenis yaitu alih kode intern (kedalam) dan ekstern (keluar). Alih kode intern yakni alih kode yang tejadi antarbahasa daerah dalam suatu bahasa nasional, antardialek dalam satu bahasa daerah, atau antara beberapa ragam dan gaya yang terdapat dalam suatu dialek, seperti peralihan dari bahasa Indonesia ke Bahasa Jawa. Alih kode ekstern yakni peralihan bahasa yang terjadi antar bahasa dasar dengan bahasa asing, seperti peralihan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris. Berdasarkan pendapat para alih kode merupakan peralihan penggunaan kode satu ke kode bahasa yang lain Alih kode terjadi karena disengaja dan bersebab. Alih kode dibagi menjadi dua jenis, yaitu alih kode intern dan alih kode ekstern.

(Suandi, 2014) mengemukakan bahwa campur kode dibedakan menjadi tiga jenis, yakni campur kode ke dalam, keluar, dan campuran. Campur kode ke dalam (inner code mixing) yakni jenis campur kode yang menyerap unsur-unsur bahasa asli yang masih sekerabat. Campur kode ke luar (outer code mixing) yakni campur kode yang menyerap unsur-unsur bahasa asing. Campur kode campuran (hybrid code mixing) adalah campur kode yang didalamnya baik klausa maupun kalimatnya telah menyerap unsur bahasa asli (bahasa daerah) dan bahasa asing. Berdasarkan pendapat para ahli campur kode adalah pemakaian dua bahasa atau lebih dalam suatu masyarakat tutur, campur kode terjadi ketika kita menyelipkan unsur-unsur bahasa lain ketika sedang memakai bahasa tertentu untuk memperluas gaya bahasa atau ragam bahasa.

Rumusan masalah pada penelitian ini ada dua, yaitu (1) bagaimana bentuk alih kode yang terdapat pada webseries Layangan Putus karya Beni Setiawan, (2) bagaimana bentuk campur kode yang terdapat pada webseries Layangan Putus karya Beni Setiawan. Adapun Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk alih kode yang terdapat dalam webseries Layangan Putus karya Beni Setiawan dan mendeskripsikan bentuk campur kode yang terdapat dalam webseries Layangan Putus karya Beni Setiawan. Manfaat penelitian ini ada dua, yaitu manfaat teoretis dan manfaat praktis. Manfaat teoretis dalam penelitian untuk memberikan sumbangan ilmu pengetahuan dan menambah wawasan bagi pembaca dengan teori kebahasaan yang empiris terutama dalam bidang sosiolinguistik dan berhubungan dengan alih kode dan  campur kode, serta dapat menjadi sumber referensi yang terpadu bagi peneliti lain. Manfaat praktis dalam penelitian ini dapat memberikan informasi yang berupa pengetahuan dan diharapkan masyarakat mampu memilah ragam serta gaya bahasa yang harus digunakan sesuai kondisi, tempat, dan siapa lawan tuturnya.

 

Metode Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif-kualitatif. Deskriptif-kualitatif adalah jenis penelitian mengumpulkan informasi berupa data yang empiris atau dapat dibuktikan kebenarannya sesuai fakta. (Diarti & Arifianti, 2021) mengemukakan bahwa penelitian deskriptif adalah penelitian yang bermaksud untuk membuat deskripsi dan data yang terkumpul berbentuk kata-kata atau gambar, sehingga tidak menekankan pada angka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripkan objek dalam penelitian yaitu tuturan percakapan tokoh webseries “Layangan Putus” yang disutradarai oleh  Benni Setiawan. Tempat dan waktu penelitian ini bersifat fleksibel dan tidak memerlukan waktu khusus. Data penelitian dapat dikaji dan dianalisis dimanapun dan kapanpun.

Data pada penelitian ini berupa penggalan tuturan dalam webseries “Layangan Putus” karya Beni Setiawan. Sumber data penelitian ini berupa tuturan dialog tokoh webseries “Layangan Putus”. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan dua teknik, yaitu (1) teknik simak (2) teknik catat. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan dua teknik, yaitu (1) teknik simak (2) teknik catat. Tarigan dalam (Daeng, Kembong, Amir, 2010) mengemukakan bahwa menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interprestasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh sang pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan. Teknik catat menurut (Diarti & Arifianti, 2021) mengemukakan bahwa teknik catat adalah teknik menjaring data dengan mencatat hasil penyimakan data pada kartu data.

Langkah-langkah yang digunakan peneliti pada tahap  pengumpulan data adalah sebagai berikut, (a) tahap awal yang dilakukan adalah teknik simak untuk mendapatkan data yang faktual harus melewati tahap ini dengan cara menyimak webseries Layangan Putus pada setiap tuturan tokoh dari awal hingga akhir, (b) tahap kedua yaitu teknik catat. Pada tahap ini setelah menyimak webseries langkah berikutnya yaitu mencatat semua tuturan tokoh untuk mempermudah peneliti melakukan pengumpulan data, (c) tahap ketiga yaitu mengelompokkan indikator yang telah disiapkan dengan mengklasifikasikan bentuk Alih Kode dan Campur Kode pada webseries Layangan Putus, (d) tahap terakhir yaitu menganalisis data yang telah diklasifikasikan berdasarkan tuturan tokoh sesuai bentuk Alih Kode dan ampur Kode. Teknik analisis data pada penelitian ini berfokus pada (Diarti & Arifianti, 2021) menyatakan bahwa analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain sehingga dapat mudah dipahami, dan temuannya dapat diinformasikan.

 

Hasil dan Pembahasan

Hasil penelitian ini berupa jenis alih kode dan campur pada webseries Layangan Putus karya Beni Setiawan. Jenis alih kode keluar atau ekstern code switching ditemukan sebanyak 30 temuan dan jenis campur kode keluar  atau outer code mixing ditemukan sebanyak 33 temuan.

 

Tabel 1

Hasil Penelitian

No

Jenis alih kode dan campur kode

Jumlah data

1

Alih Kode Keluar atau Ekstern Code Switching

30

2

Campur Kode Keluar atau Outer Code Mixing

33

 

A.    Alih Kode Keluar (Ekstern Code Switching)

Alih Kode Ekstern terdapat pada penggalan wacana (1) berikut.

(1)                                                  KONTEKS : TEMAN KINAN MEMBERI KADO

...

Teman Kinan                    : “Kasih dong kadonya, Ndre!”

Andre                                : Iya, eh ini dari kita bertiga ya Nan.”

Kinan                                : “So sweet, ini aku buka ya.”

...

(data 2)

Penggalan wacana pada (data 2) merupakan tuturan yang mengandung Alih Kode Ekstern. Penggalan wacana yang diucapkan oleh Kinan "So sweet, ini aku buka ya.” merupakan bentuk peralihan bahasa dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia. So sweet dalam Bahasa Indonesia memiliki arti sangat manis. Penggalan wacana tersebut menunjukkan bahwa Kinan menganggap sikap sahabatnya sangat manis karena memberi kado untuknya dan ingin segera membukanya.

Jenis Alih Kode Ekstern juga terdapat pada penggalan wacana (2) berikut.

(2)                                                  KONTEKS : ARIS MEMANGGIL KINAN

...

Mas Aris               : “Hai teman-teman Kinan!”

Teman Kinan        : “Hai, Aris.”

Kinan                    : “Nih ada kado dari mereka.”

Mas Aris               : “I have to steal you for a while, okay? Bentar ya. Culik dulu Kinanya.”

Mas Aris   : “Sini, aku pegang.”

(data 3)

Penggalan wacana yang diucapkan oleh Aris "I have to steal you for a while. Okay? Bentar ya. Culik dulu Kinan-nya.” merupakan bentuk peralihan bahasa dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia. Penggalan wacana pada (data 3) mengandung Alih Kode Ekstern. I have to steal you for a while dalam Bahasa Indonesia memiliki arti aku akan menculikmu untuk sementara. Penggalan wacana tersebut menunjukkan bahwa Aris memanggil Kinan yang sedang mengobrol dengan teman-temannya.

Jenis Alih Kode Ekstern juga terdapat pada penggalan wacana (3) berikut.

(3)   KONTEKS                : ARIS DITUDUH INSECURE DENGAN ANDRE

Teman Aris 2              : “By the way, si Andre diundang juga?”

Aris                              : “Iya, kenapa mesti ditanya dia diundang?”

Teman Aris 2             : “Eh ndakpapa kan cuman nanya. Memang salah tanya?”

Aris                             : “Tapi kenapa mesti ditanyain?”

Teman Aris 2              : “Jadi itu pertanyaan penting buat kau, padahal saya cuman nanya iseng. ”             

...

(data 5)

By the way dalam Bahasa Indonesia memiliki arti omong-omong. Penggalan waccana pada (data 5) mengandung Alih Kode Ekstern. Penggalan wacana yang diucapkan oleh Teman Aris 2 "By the way, si Andre juga diundang?” merupakan bentuk peralihan bahasa dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia. Penggalan wacana tersebut menunjukkan bahwa Teman Aris 2 menanyakkan kepada Aris bahwa Andre yang merupakan mantan dari Kinan ikut diundang juga dalam acara siraman.

B.    Campur Kode Keluar (Outer Code Mixing)

Campur Kode Keluar terdapat pada penggalan wacana (1) berikut.

(1)   KONTEKS    : KINAN MENGADAKAN ACARA SIRAMAN

...

Teman Kinan        : “Kinan! Pelukan bersama.”

Kinan                    : “Terimakasih.”

Teman Kinan        : “Keponakan baru.”

Lala                       : “Cantik banget sih lo, Nan!”

Kinan                   : “Aduh thank you loh La.”

...

 (data 1)

Penggalan wacana pada (data 1) merupakan tuturan yang mengandung Campur Kode Keluar. Penggalan wacana yang diucapkan oleh Kinan “Aduh thank you loh Ta.” merupakan bentuk penyisipan bahasa yakni bahasa Inggris didalam Bahasa Indonesia. Thank you dalam Bahasa Indonesia memiliki arti terima kasih. Penggalan wacana tersebut menunjukkan bahwa Kinan berterimakasih atas pujian yang dilontarkan Lala untuknya. Lala tampak memuji bahwa Kinan terlihat sangat cantik dalam acara siraman tersebut.

Jenis Campur Kode Keluar juga terdapat pada penggalan wacana (2) berikut.

(2)   KONTEKS    : TEMAN ARIS MEMUJI ARIS

...

Teman Aris           : “Iyalah gaya lo tu anak mahasiswa  banget.”

Kinan                    : “Hihi mahasiswa S2 kali.”

Aris                      : “Kok sembarangan gitu ngomongnya, hei hei hei suami sendiri gitu.”

Kinan                   : “Nggak, nggak, nggak. Yaudah aku kesitu ya! Okey? Dadah. Kiss dulu.

 (data 4)

Penggalan wacana yang diucapkan oleh Kinan “Nggak, nggak, nggak. Yaudah  aku kesitu ya! Okey? Dadah. Kiss dulu.” merupakan bentuk penyisipan bahasa yakni Bahasa Inggris didalam Bahasa Indonesia. Penggalan wacana pada (data 4) merupakan tuturan yang mengandung Campur Kode Keluar. Kiss dalam Bahasa Indonesia memiliki arti cium. Penggalan wacana tersebut menunjukkan bahwa Teman Aris memuji Aris didepan Kinan bahwa Aris masih kelihatan seperti abg yang memiliki gaya mahasiswa dan tidak nampak sudah memiliki dua anak.

Jenis Campur Kode Keluar juga terdapat pada penggalan wacana (3) berikut.

(3)   KONTEKS    : ARIS DITUDUH INSECURE DENGAN ANDRE

...

Teman Aris 2        : “Eh ndakpapa kan cuman nanya. Memang salah tanya?”

Aris                       : “Tapi kenapa mesti ditanyain?”

Teman Aris 2        : “Jadi itu pertanyaan penting buat kau, padahal saya cuman nanya iseng.”

Teman Aris           : “Aris itu masih belum move on, dia masih insecure sama mantan  pacarnya si Kinan.”

...

(data 5)

Insecure dalam Bahasa Indonesia memiliki arti minder. Penggalan wacana pada (data 5) mengandung Campur Kode Keluar. Penggalan wacana yang diucapkan oleh Teman Aris “Aris itu masih belum move on, dia masih insecure sama mantan pacarnya si Kinan.” merupakan bentuk penyisipan bahasa yakni Bahasa Inggris didalam Bahasa Indonesia. Penggalan wacana tersebut menunjukkan bahwa Teman-teman Aris menuduh bahwa Aris masih merasa minder atau insecure pada Andre, mantan dari Kinan. Namun, Aris tidak mengakui bahwa ia sedang minder. Ia merasa bahwa Andre bukan mantan dari Kinan.

 

Kesimpulan

Berdasarkan analisis alih kode pada webseries Layangan Putus karya Beni Setiawan, alih kode ditemukan Alih Kode Keluar (Ekstern Code Switching) sebanyak 30 data dan Campur Kode Keluar (Outer Code Mixing) yang ditemukan sebanyak 33 temuan. Analisis Alih Kode pada webseries Layangan Putus oleh Beni Setiawan bermanfaat sebagai tambahan sumber referensi atau pengetahuan alih kode dan campur kode bahasa menjadi lebih baik. Berdasarkan hasil penelitian pada webseries Layangan Putus, alih kode dan campur kode cukup banyak teridentifikasi dalam tuturan penutur berupa kalimat atau kata. Harapannya setelah adanya penelitian ini, ketika disajikan film yang mengandung unsur alih kode dan campur terutama peralihan ke bahasa asing kita sudah terbiasa menafsirkan arti dan makna tuturan dalam film dengan maksimal.

 


BIBLIOGRAFI

 

Arifianti, Ika. (2008). Jenis Tuturan, Implikatur, dan Kesantunan dalam Wacana Rubrik Konsultasi Seks dan Kejiwaan pada Tabloid Nyata Edisi Maret s/d Agustus 2006. Semarang: Universitas Negeri Semarang. Google Scholar

 

Daeng, Kembong, Amir, Dkk. (2010). Pembelajaran Keterampilan Menyimak. Makassar: Badan Penerbit UNM.

 

Diarti, Erna Rumi, & Arifianti, Ika. (2021). Tindak Tutur Ilokusi Pada Dialog Tokoh Film Guru-Guru Gokil Karya Sammaria Simanjutak Dan Implikasinya Dengan Pembelajaran Teks Anekdot Kelas X Di SMA. Konferensi Ilmiah Pendidikan, 1(1), 547–554. Google Scholar

 

Kunjana, Rahardi. (2010). Kajian sosiolinguistik. Bogor: Ghalia Indonesia. Google Scholar

 

Lestari. (2016). Alih Kode dan Campur Kode Pada Penggalan Wacana Teks Berita dalam Kolom Cover Story di Tabloid Nyata Edisi Januari-Maret 2016 dan Implikasinya dalam Pembelajaran Memproduksi Teks Berita Kelas XII SMA. Skripsi.

 

Ngalim, Abdul. (2015). Sosiolinguistik: Suatu Kajian Fungsional. Sukoharjo: Jasmine. Google Scholar

 

Pratama, Deri Rachmad, Suwandi, Sarwiji, & Wardani, Nugraheni Eko. (2017). Code-mixing and Switching of the Novel Kukejar Cinta Ke Negeri Cina by Ninit Yunit. Humanus: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Humaniora, 16(1), 13–26. Google Scholar

 

Simatupang, Ruth Remilani, Rohmadi, Muhammad, & Saddhono, Kundharu. (2019). Tuturan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia (kajian sosiolinguistik alih kode dan campur kode). Kajian Linguistik Dan Sastra, 3(2), 119–130. Google Scholar

 

Suandi, I. Nengah. (2014). Sosiolinguistik. Yogyakarta: Graha Ilmu. Google Scholar

 

Copyright holder:

Karina Septiana, Ika Arifianti (2022)

 

First publication right:

Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

 

This article is licensed under: