Syntax Literate : Jurnal Ilmiah Indonesia p–ISSN: 2541-0849

e-ISSN : 2548-1398

Vol. 7, No. 7, Juli 2022

 

BLUSUKAN MENTERI SOSIAL TRI RISMAHARINI DI MEDIA ONLINE (ANALISIS FRAMING BLUSUKAN MENTERI SOSIAL TRI RISMAHARINI DI MEDIA ONLINE REPUBLIKA.CO.ID DAN TEMPO.O EDISI 5 – 13 JANUARI 2021)

 

Afif Ammar Naufal, Sumardjijati

UPN Veteran Jawa Timur, Surabaya, Indonesia

Email: afifammarnaufal2@gmail.com, sumardjijati@gmail.com

 

Abstrak

Media massa merupakan hal yang tidak bisa lepas dari kegiatan manusia dalam mencari informasi. Media massa memberikan peran yang strategis dalam memberikan informasi secara serempak kepada publik/masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut belakangan ini banyak pemilik media massa yang mulai masuk dalam dunia politik salah satu contohnya adalah Eric Tohir. Masuknya para pemilik media massa tersebut dikhawatirkan akan mempengaruhi cukup besar terhadap pengkontruksian berita - berita politik yang dimuat di media yang dinaunginya khusunya pada penelitian kali ini adalah kasus blusukan Menteri Sosial Tri Rismaharini. Aksi Mensos Risma yang melakukan blusukan di wilayah DKI Jakarta ramai menjadi perbincangan di media sosial hingga menjadi bahan perdebatan oleh beberapa pihak yang menilai aksi blusukan tersebut settingan agar Mensos Risma mendapatkan citra yang baik kepada publik. Momentum tersebut menjadikan media tertarik untuk melakukan pemberitaan, tidak terkecuali Republika.co.id dan Tempo.co. Republika.co.id. Penelitian ini menggunakan model analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M.Kosicky. Hasil penelitian ini menunjukkan Republika.co.id cenderung melakukan pembelaan terhadap aksi blusukan yang dilakukan oleh Menteri Sosial Tri Rismaahrini. Sedangkan Tempo.co cenderung menekankan narasi yang skeptis terhadap aksi blusukan yang dilakukan oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini dan cenderung mengkritik.

 

Kata Kunci: Tri Rismaharini, Blusukan, Framing, Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicky

 

Abstract

Mass media is something that cannot be separated from human activities in seeking information. The mass media provides a strategic role in providing information simultaneously to the public/ society. Related to this, recently many mass media owners have begun to enter the world of politics, one example is Eric Tohir. The influx of mass media owners is feared to have a considerable influence on the construction of news - the political news published in the media he oversees, especially in this study, is the case of Social Affairs Minister Tri Rismaharini. The action of Mensos Risma, who carried out the blouse in the DKI Jakarta area, became a topic of discussion on social media until it became the subject of debate by several parties who considered the blouse action to be arranged so that Mensos Risma got a good image to the public. This momentum makes the media interested in reporting, including Republika.co.id and Tempo.co. Republika.co.id. This study used the framing analysis model of Zhongdang Pan and Gerald M.Kosicky. The results of this study show that Republika.co.id tends to defend against the actions carried out by the Minister of Social Affairs Tri Rismaahrini. Meanwhile, Tempo.co tends to emphasize a narrative that is skeptical of the actions carried out by Social Affairs Minister Tri Rismaharini and tends to criticize.

 

Keywords: Tri Rismaharini, Blusukan, Framing, Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicky

 

Pendahuluan

Perkembangan zaman saat ini telah berjalan begitu sangat cepat, segala aspek kehidupan telah terkena adanya pemkembangan zaman tidak terkecuali media massa. Hal tersebut dikarenakan media massa merupakan hal yang tidak bisa lepas dari kegiatan manusia dalam mencari informasi. Pada penerapannya media massa ini memiliki tiga buah fungsi penting bagi masyarakat saat ini. Tiga hal ini antara lain yaitu media berfungsi sebagai untuk menginformasikan, media massa berfungsi untuk mendidik, dan yang terakhir yaitu media massa untuk menghibur. Selain memiliki tiga fungsi pokok ini media massa pada saat ini juga memiliki sebuah istilah baru yaitu media masa sebagai the fire estate atau dapat disebut media massa memiliki fungsi atau peran kekuatan keempat. Pada hal ini media dapat dikatakan karena pada prosesnya media massa sangat mudah untuk dapat memancing, mempengaruhi, dan menciptakan sebuah opini pada public yang nantinya kan dapat mempresentasikan suatu hal didlam konteks yang akan lebih empiris. (Pratiwi, 2018). Hal-hal ini akan menjadi lebih kuat lagi peranan media massa apa bila ada pada bidang politik, kehidupan sosial masyarakat, atau bahkan pada bidang ekonomi.

Melihat peran dan kekuatan media massa, beberapa tahun belakangan ini para pemilik media mulai memasuki dunia politik. Salah satu dari pemilik media yang masuk ke dunia politik adalah Erick Tohir.  Saat ini Erick Tohir menjabat sebagai Menteri BUMN. Selain menjabat sebagi Menteri BUMN, Erick Tohir adalah pendiri Mahaka Group. Dibawah naungan Mahaka Group ada beberapa perusahaan terkenal seperti  PT Mahaka Radio Integra, Tbk, PT Danapati Abinaya Ivestama (Jak TV), PT Avabanindo Perkasa (Mahaka Advertising),  hingga  PT Republika Media Mandiri (Harian Republika dan Republika Online) (Anindya, 2020: Wartaekonomi.co.id). Masuknya Erick Tohir kedalam dunia politik diperkirakan akan memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap pengkontruksian berita - berita politik yang dimuat di media yang dinaunginya. Salah satu berita politik yang akan menjadi fokus dalam penelitian ini adalah kasus blusukan Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Dilantiknya Menteri Sosial baru Tri Rismaharini untuk menggantikan posisi Juliari Batubara yang menjadi tersangka korupsi pada akhir tahun 2020 lalu cukup menarik banyak perhatian publik. Hal tersebut dikarenakan Risma yang baru saja dua pekan menjabat, langsung melakukan aksi blusukan untuk menemui hingga menawarkan tempat tinggal yang lebih layak kepada para tunawisma yang ada di wilayah DKI Jakarta. Salah satu gelandangan yang saat itu ditemui Risma adalah Kastubi. Risma bertemu Kastubi saat blusukan di daerah Pasar Baru, Jakarta Pusat, pada Senin 4 April 2021. Saat ditemui pria berambut putih itu hanya tidur beralaskan kardus. Risma pun melakukan penawaran kepada Kastubi agar mendapatkan pendampingan di Balai Rehabilitasi Eks Gelandangan dan Pengemis Pangudi Luhur, Bekasi untuk mendapatkan hidup yang lebih layak. Selang beberapa jam aksi blusukan tersebut terunggah di media sosial dan viral hingga menjadi bahan perdebatan oleh beberapa pihak yang menilai aksi blusukan tersebut settingan yang dibuat oleh Risma agar mendapatkan citra yang baik kepada publik.

Momentum tersebut menjadikan media tertarik untuk melakukan pemberitaan, tidak terkecuali Republika.co.id dan Tempo.co. Dalam penelitian kali ini dipilihnya kedua media tersebut dikarenakan kepemilikan dari media Republika.co.id itu sendiri yaitu Erick Tohir, yang saat ini juga menjabat sebagai Menteri. Sedangkan sebaliknya, dipilihnya media Tempo.co karena dikenal selalu vokal dalam mengkritik pemerintahan. Selain itu perbedaan penulisan dalam berita pada Republika.co.id dan Tempo.co cukup signifikan. Hal tersebut dapat dilihat dari salah satu pemilihan judul dari masing masing portal berita, Republika.co menulis berita dengan judul “Pengamat: Tugas Kemensos Sejatinya Memang Blusukan” pada tanggal 7 januari 2021. Sedangkan Tempo.co mengambil narasumber dan sudut pandang lain dengan judul “Gaya Blusukan Ala Risma, Karakter Atau Manuver

Untuk membedah suatu bingkai pemberitaan yang dilakukan oleh Republika.co.id dan Tempo.co yang berisikan tentang berita mengenai kasus blusukan Menteri Sosial Tris Rismaharini edisi 5-13 Januari 2021, peneliti menggunakan analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicky yang memiliki empat alat analisis, yaitu sintaksis, skrip, tematik, dan retoris (Eriyanto, 2002).

Selanjutnya sebagai tinjauan pustaka yang berguna untuk membantu peneliti menentukan langkah-langkah sistematis, adapun penelitian terdahulu yang dipilih sebagai refrensi yaitu dengan judul Konstruksi Media Viva.Co.Id Dan Tempo.Co Tentang Imbauan MUI “Wudhu Untuk Mencegah Corona” (Analisis Framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki). Pada penelitian yang dilakukan oleh Erlina Eka Wahyuni (2020) mengungkapkan konstruksi yang dilakukan oleh media Viva.co.id ingin menjelaskan kepada masyarakat bahwa obat virus corona sudah ada yaitu dengan mendekatkan diri kepada Allah. Sementara itu Tempo.co memandang salah satu cara untuk menagkal virus corona adalah dengan berwudhu karena merupakan salah satu cara yang dianjurkan oleh ahli kesehatan. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Erlina, memiliki kesamaan dengan penelitian kali ini yaitu dalam hal metode penelitian. 

 

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yakni penelitian yang menghasilkan temuan yang tidak dapat diperoleh dengan menggunakan prosedur statistik atau metode pengukuran lainnya. Penelitian kualitatif mengacu pada prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa pernyataan atau kata-kata dan perilaku yang diamati (Soewadji, 2012: 51).

Melalui metode kualitatif ini, dimungkinkan untuk mempelajari uraian, tulisan dan / atau deskripsi mendalam tentang perilaku yang dapat diamati dari individu, kelompok, komunitas sosial dan / atau organisasi tertentu dalam lingkungan tertentu dari perspektif yang lengkap dan komprehensif dan keseluruhannya (Soewadji, 2012: 52).

Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi dengan studi kepustakaan yang memaparakan data atas uraian terhadap pembingkaian berita dan menggunakan media Republika.co.id dan Tempo.co mengenai blusukan Menteri Sosial Tri Rismaharini yang terbit pada 5 hingga 13 Januari 2021. Peneliti mempelajari arti atau makna dari keterkaitan antarkalimat dalam penulisan berita.

Selanjutnya dalam menganalisis data, teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis framing. Analisis framing adalah suatu model analisis yang digunakan untuk mengetahui bagaimana realitas dibingkai oleh media. Analisis ini mencermati strategi seleksi, penonjolan, dan pertautan fakta kedalam berita agar lebih bermakna, lebih menarik, lebih berarti atau lebih diingat, untuk menggiring interpretasi khalayak sesuai perspektifnya (Alex Sobur, 2006: 162).

Dengan menggunakan metode analisis ini diharapkan dapat membantu peneliti dalam membedah cara media online Republika.co dan Tempo.co dalam melakukan pembingkaian berita terkait blusukan Menteri Sosial Tri Rismaharini periode 5 – 13 Januari 2021 dengan cara meneliti teks berita pada kedua media tersebut. Peneliti akan menganalisa dengan empat struktur analisis, yaitu sintaksis, skrip, tematik, retoris.

 

Tabel 1

Tabel skema pendekatan analisis framing model Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicky

Struktur

Perangkat Framing

Unit yang dianalisis

Sintaksis

Bagaimana cara jurnalis Menyusun berita.

1.      Skema berita

Headline, latar informasi, lead, kutipan, sumber pernyataan, penutup.

Skrip

Bagaimana cara jurnalis Menyusun fakta.

1.      Kelengkapan Berita

5W + 1 H

Tematik

Bagaimana cara jurnalis menuliskan fakta.

1.      Detail

2.      Koherensi

3.      Bentuk kalimat

4.      Kata

Paragraf, proposisi kalimat, hubungan antar kalimat.

Retoris

Bagaimana cara wartawan menekankan fakta.

1.      Leksikon

2.      Grafis

3.      Metafora

Kata, idiom, gambar, dan grafik.

 

Hasil dan Pembahasan

Analisis framing model Zongdang Pan dan Gerald M. Kosicki terhadap pemberitaan blusukan Menteri Sosiaal Tri Rismaharini di media online Republika.co.id dan Tempo.co 5 – 13 Januari 2021.

Republika.co.id:

Judul Berita: Anies Perintahkan Cek Siapa Tunawisma yang Ditemui Risma

Struktur Sintaksis, Dalam judul tersebut Republika.co.id membingkai tentang sikap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mempertanyakan siapa tunawisma yang ditemui oleh Risma dan ingin mengeceknya secara langsung. lalu dari kutipan yang diambil, Republika.co.id mengambil empat kutipan yang masing masing diambil dari tiga kutipan dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria pada isi berita dan satu kutipan dari Herman Kuswara.

Lebih lanjut pada bagian lead media online ini menjelaskan pernyaatan dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria yang menyambut baik aksi Risma tersebut dan akan menindak lanjutinya bersama Anies Baswedan. Sedangkan pada bagian penutup menuliskan kutipan langsung dari Herman Kuswara yang menjelaskan pembelaann terhadap aksi blusukan Risma adalah bentuk pemetaan dan melihat sejauh mana permasalahan sosial yang terjadi.

Struktur Skrip, berita ini telah memenuhi unsur 5W+1H, pada unsur (What) adalah Anies Baswedan yang akan mengecek siapa tunawisma yang ditemui Risma di jalan Sudirman-Thamrin, unsur (When) diambil pada tanggal Rabu, 6 Januari 2021, unsur (Why) yaitu Menurut Ariza, dirinya baru dengar ada tunawisma di Jalan Sudirman-Thamrin, unsur (Who) adalah Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Gubernur Anies Baswedan, Kepala Dinas Sosial dan Kabag Publikasi dan Pemberitaan Kemensos Herman Kuswara, unsur (Where) adalah Jakarta dan yang terahir unsur (How) adalah Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dan Anies Baswedan yang akan mengecek langsung bersama kepala Dinas Sosial DKI Jakarta siapa tunawisma yang ditemui Risma pada jalan Sudirman-Thamrin

Struktur Tematik, total paragraf pada berita di atas adalah 9 paragraf dan memiliki dua tema. Selain itu dilihat dari hubungan kalimatnya, Republika.co.id memiliki lead dan isi berita yang selaras, mamun memiliki penekanan yang berbeda pada akhir kalimat. Pada tema pertama berita menjelaskan tentang pernyataan dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria yang menyatakan akan mengecek bersama Anies Baswedan siapa tunawisma yang ditemui Risma, selanjutnya tema kedua yaitu menuliskan penekanan pada alasan Risma melakukan blusukan melalui pendapat dari Kabag Publikasi dan Pemberitaan Kemensos Herman Kuswara.

Struktur Retoris, pada pemilihan gambar, terdapat satu gambar sebagai objek pendukung pemberitaan yang dipilih Republika.co.id yaitu gambar sejumlah warga saat ber aktivitas di area pejalan kaki Jalan Sudirman, Jakarta. Pada foto tersebut melihatkan kawasan Jalan Sudirman yang bersih dan tidak terdapat tunawisma.

Frame Berita Pertama, Republika.co.id tidak memiliki alur yang selaras antara judul, isi dan akhir berita. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan melihat judul yang ditulis yaitu “Anies Perintahkan Cek Siapa Tunawisma yang Ditemui Risma” dan lead yang membahas tentang pernyataan dari Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza yang akan mengecek siapa tunawisma yang ditemui Risma.

Selaras anatara judul dan lead, pada akhir berita justru mengambil pendapat dari Kabag Publikasi dan Pemberitaan Kemensos, Herman Kuswara. Dalam pendapatnya, media online ini ingin menekankan bahwa alasan Mensos Risma rajin blusukan di Jakarta, karena ingin melakukan pemetaan permasalahan sosial. Hal tersebut dapat dilihat pada paragraf ke 8 dan 9. Maka dari itu dapat disimpulkan pada berita pertama, media online ini melakukan pembelaan terhadap aksi blusukan yang dilakukan oleh Mensos Risma.

Judul Berita: PDIP Bela Risma yang Sering Blusukan di Jakarta

Struktur Sintaksis, dengan mengamati judul “PDIP Bela Risma yang Sering Blusukan di Jakarta” terlihat bahwa berita diatas hanya ingin menuliskan pembelaan Partai PDIP terhadap aksi blusukan Risma yang sedang kontroversi. Selaras dengan Judul, lead dalam berita inipun juga menulis pembelaan dari PDIP yang menyebutkan aksi tersebut merupakan karakter dari kepemimpinan Risma. Lebih lanjut, berita diatas terus menekanan dan menulis pernyataan dari Hasto Kristiyanto. Namun memiliki penekanan yang berbeda pada akhir berita. Seperti yang diketahui judul dan fokus pemberitaan kali ini adalah pembelaan dari PDIP, namun di akhir berita, justru menuliskan pendapat dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

Struktur Skrip, pada unsur 5W+1H dalam berita ini dapat diketahui seperti unsur (What) adalah PDIP yang membela aksi bluskan Risma, unsur (Where) adalah Jakarta, unsur (When) diambil pada Rabu 6 Januari 2021, unsur (Who) adalah Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, unsur (Why) pada berita di atas adalah aksi blusukan Risma di DKI Jakarta, unsur (How) yaitu menurut Hasto, aksi risma melakukan blusukan adalah upaya untuk turun dan menyapa langsung masyarakat kurang mampu. Aksi blusukan tersebut juga tidak hanya dilakukan di Jakarta, melainkan di seluruh wilayah kerjanya yaitu Indonesia.

Struktur Tematik, secara keseluruhan berita ini memiliki 9 paragraf dengan kalimat yang saling berkaitan, namun memiliki penekanan yang berbeda diakhir paragraf. Terdapat dua tema yang ditulis, pada tema pertama adalah pembelaan Sekjen PDIP, dan tema kedua membahas tentang pendapat dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza yang menilai aksi blusukan tersebut merupakan upaya mensos dalam mengumpulkan data dan fakta yang ada dilapangan. Penulisan tema kedua ini bertujuan untuk mengajak pembaca bahwasanya tidak hanya dari partai PDIP saja yang membela aksi tersebut, namun Wakil Gubernur DKI Jakarta juga membela aksi tersebut bahkan dengan latar belakang partai yang berbeda yaitu Gerindra.

Struktur Retoris, pada struktur ini, terdapat penggunaan kata yang mengandung unsur metafora berupa konotasi yaitu idiom yaitu “wong cilik”. Maksut kata wong cilik disini adalah rakyat biasa yang memiliki ekonomi rendah atau kecil. Selanjutnya, pada pemilihan foto berita, Republika.co.id memasukkan 2 foto dalam pemberitaan di atas, yang pertama foto Risma yang tengah berjalan di suatu ruangan dengan beberapa orang dan pengikutnya. Hal tersebut menggambarkan bahwa Risma yang sedang melakukan blusukan dan tidak suka hanya bekerja dengan cara duduk dibelakang meja. Kemudian pada foto/gambar kedua adalah Sejken PDIP Hasto Kristiyanto yang tengah menjelaskan sesuatu dengan posisi duduk dikursi kerja. Foto Hasto tersebut diletakkan oleh Republika.co.id pada pertengahan berita.

Frame Berita Kedua, dalam analisis berita ke dua, dapat disimpulkan bahwa Republika.co.id ingin menekankan aksi blusukan yang dilakukan oleh Risma mendapat dukungan dari banyak pihak, tidak terkecuali Pemprov DKI Jakarta. Hal tersebut dapat diketahui pada struktur tematik. Pada paragraf ke 8 dan 9, selain memasukkan narasumber dari PDIP, media online ini juga memilih narasumber lain yaitu Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza.  Dalam keteranganya, Republika.co.id menekankan Ahmad Riza mengaku tidak mempermasalahkan aksi blusukan Risma dan malah mengapresiasi hal terebut.

Judul Berita: Pengamat: Tugas Mensos Sejatinya Memang Blusukan

Struktur Sintaksis, dalam berita diatas, Republika.co.id memilih headline berita tentang pembelaan dari pengamat atas aksi blusukan yang dilakukan oleh Risma. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan melihat judul berita yaitu “Pengamat: Tugas Mensos Sejatinya Memang Blusukan”. Selanjutnya media online ini pun juga menulis lead berita yang selaras dengan judul yaitu pendapat dari Pengamat Sosial Budi Rajab tentang aksi blusukan risma yang menuai perhatian publik.

Struktur Skrip, Berkaitan dengan kelengkapan berita, Republika.co.id telah memenuhi unsur 5W+1H. Unsur (What) adalah pendapat dari pengamat mengenai aksi blusukan Mensos Risma, unsur (Where) adalah di Jakarta, unsur (When) adalah Kamis 7 Januari 2021, unsur (Why) pada berita diatas menjelaskan peristiwa tersebut terjadi karena aksi blusukan Risma di wilayah MH Thamrin-Sudirman Jakarta pusat yang mengundang perhatian public, unsur (Who) adalah Pengamat Sosial Budi Rajab, dan Pengamat Sosial Universitas Indonesia Devi Rahmawati, dan terahir unsur (How) pada persitiwa kali ini adalah penjelasan dari Budi Rajab dan Devi Rahmawati. Budi Rajab menjelaskan aksi blusukan yang dilakukan oleh Risma dinilai wajar mengingat dampak dari pandemi saat ini bisa saja menghasilkan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial baru yang selanjutnya menyebar ke banyak wilayah, selanjutnya diperkuat dengan pendapat dari Devi Rahmawati yang mengatakan aksi tersebut merupakan tepat guna untuk mengupdate data kemensos.

Struktur Tematik, total paragraf pada berita di atas adalah 10 paragraf dengan memiliki satu tema yang membahas tentang pendapat dari para pengamat yang pro akan aksi blusukan Menteri Sosial Tri Rismaharini. Selain itu hubungan kalimat pada berita kali ini selaras mulai dari paragraf pertama hingga akhir.

Struktur Retoris, pada struktur ini, dapat diamati beberapa pemilihan kata dalam berita. Terdapat kata “sejatinya”. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sejatinya memiliki arti sesungguhnya atau sebenarnya. Hal ini dimaksudkan bahwa para pengamat mengatakan tugas dari mensos sesungguhnya memang blusukan, dan aksi yang dilakukan oleh risma memang benar dan langkah yang tepat. Selanjutnya pada objek pendukung seperti pemilihan foto/gambar, Republika.co.id memilih foto Risma yang tambak mengenakan baju merah dan sedang berdiri didepan mic untuk menyampaikan sesuatu.

Frame Berita Ketiga, Pada berita ke tiga, dapat dianalisis bahwa Republika.co.id kali ini akan menekankan pendapat dari para pengamat mengenai aksi blusukan yang dilakukan oleh Risma. Selain itu, yang menjadi sorotan kali ini adalah pada struktur sintaksis. Dengan memberikan judul “Pengamat: Tugas Mensos Sejatinya Memang Blusukan”, media online ini nampak memilih pernyataan dari para narasumber yang mendukung aksi blusukan tersebut. Adapun narasumber yang dipilih yaitu Pengamat Sosial Budi Rajab, Pengamat Sosial Universitas Indonesia Devi Rahmawati. Didalam isi berita, kedua pengamat tersebut saling menguatkan satu sama lain dalam mengeluarkan pendapat dan mendukung aksi blusukan yang dilakukan oleh Risma. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa pada berita ketiga, Republika.co.id melakukan pembelaan terhadap aksi blusukan Mensos Risma.

Judul Berita: 23 Orang Ditemukan dalam Blusukan Risma Kini Berada di Balai

Struktur Sintaksis, pada berita ke empat, Republika.co.id menulis dengan judul “23 Orang Ditemukan dalam Blusukan Risma Kini Berada di Balai”. Dilihat dari judul yang ditulis, maskud 23 orang dalam judul adalah para tunawisma yang ditemui Risma saat blusukan. Selanjutnya dilihat dari lead berita juga selaras dengan judul yaitu membahas tentang 23 orang tunawisma yang ditemukan Risma selama melakukan blusukan telah mendapatkan tempat di Balai Kementerian Sosial dan dua diantaranya di tempatkan di Balai Lansia Budi Darma Bekasi karena butuh perawatan secara intensif. Lebih lanjuit pada penutup berita Republika.co.id menggunakan kutipan kedua dari Harry untuk mengahiri berita.

Struktur Skrip, berkaitan dengan kelengkapan berita, pada berita ke empat ini Republika.co.id telah memenuhi unsur 5W+1H. Unsur (What) adalah 23 orang tunawisma yang telah berada di balai Kementerian Sosial, unsur (When) diambil pada tanggal Kamis, 7 Januari 2021, unsur (Why) pada berita diatas terjadi karena para tunawisma tersebut tidak memiliki tempat tinggal tetap di Jakarta, unsur (Who) adalah Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos Harry Hikmat sebagai narasumber dan 23 orang tunawisma, unsur (Where) terletak di Jakarta dan yang terakhir unsur (How) adalah Di Balai Karya "Pangudi Luhur" Bekasi, penerima manfaat dewasa seperti pemulung mulai diberikan keterampilan berwirausaha seperti budi daya ikan lele, keterampilan membuat pupuk kompos, budi daya tanaman hidroponik dan keterampilan lainnya yang dapat memberikan penghasilan bagi mereka.

Struktur Tematik, dalam struktur ini, unsur yang akan diteliti adalah bagaimana cara wartawan menuliskan urutan peristiwa pada tiap paragraf. Total paragraf pada berita ketiga adalah 10 paragraf dan memiliki satu tema yang membahas tentang keadaan 23 tunawisma yang di temui Mensos Risma saat blusukan. Selain itu dilihat dari hubungan kalimatnya, pada berita ke empat memiliki lead dan isi berita yang selaras.

Struktur Retoris, secara retoris dalam berita ini terdapat kata intensif yang terdapat pada lead berita. Penggunaan kata “intensif” memberikan arti secara sungguh-sungguh dan terus menerus dalam mengerjakan sesuatu hingga memperoleh hasil yang optimal, artinya perawatan yang diberikan kepada para tunawisma tersebut benar benar optimal. Terakhir foto yang dipilih pada berita ke empat di Republika.co.id adalah foto Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos Harry Hikmat yang sedang menjelaskan.

Frame Berita Keempat, temuan analisis pada berita ke empat dapat disimpukan bahwa, dalam berita kali ini Republika.co.id ingin menjelaskan nasib para tunawisma yang ditemui Risma saat blusukan dan diangkut. Adapun struktur tematik pada berita kali ini saling berkaitan dan selaras yaitu membahas tentang hasil hasil positif yang diberikan saat berada di balai sepeti seperti keterampilan berwirausaha dan lain lain. Lebih lanjut dapat dilihat dari penutup berita, media online ini menjelaskan bahwa para tunawisma tersebut akan mendapatkan manfaat lain seperti diberikan KTP, Kartu Indonesia Pintar, dan BPJS.

Judul Berita: Blusukan Dituding Settingan, Ini Respons Risma

Struktur Sintaksis, dengan mengamati judul yang ditulis Republika.co.id, pada berita ke lima ini hanya ingin menuliskan tanggapan Risma saat dituding blusukannya adalah settingan. Berlanjut pada lead berita ini mengajak pembaca untuk mengetahui bagaimana kesederhanaan dan kesigapan Risma dalam bekerja. Kemudian pada penutup berita media online ini menuliskan kutipan langsung dari salah satu tunawisma yang viral saat ditemui Risma yaitu Nursaman sebagai penutup berita. Dalam kutipannya Nursaman menjelaskan Ia tidak tahu bahwa yang sedang ditemui adalah Mensos Risma, selanjutnya Risma pun hanya melambaikan tangannya dan pergi tanpa memeri apapun.

Struktur Skrip, berkaitan dengan kelengkapan berita, pada berita ke lima Republika.co.id telah memenuhi unsur 5W+1H. Unsur (What) adalah tanggapan dari Risma terkait aksi blusukan yang dilakukan, unsur (When) adalah Jumat, 8 Januari 2021, unsur (Why) pada berita ini menjelaskan peristiwa tersebut terjadi karena dugaan warganet bahwa aksi blusukan yang dilakukan oleh Risma adalah settingan, unsur (Who) adalah Mensos Tri Rismaharini, Kepala BRSEGP Pangudi Luhur Kokom Komalawati, dan Nursaman, unsur (Where) pada berita ini adalah Balai Rehabilitasi Sosial eks Gelandangan dan Pemulung (BRSEGP) Pangudi Luhur, Bekasi dan Kawasan Jalan Minangkabau, Manggarai, Jakarta Selatan dan yang terakhir terdapat dua unsur (How) pada persitiwa kali yang pertama adalah para PMKS diberi pelatihan kewirausahaan. Seperti menjahit, membuat pupuk kompos, ternak lele dan juga menanam pohon. Selain itu, ada juga dukungan psikososial, monitoring kesehatan fisik, suhu tubuh, dan juga mental psikologis. Sementara itu yang kedua adalah penjelasan dari Nursmana yang menjelaskan, saat Mensos mendatangi tunawisma di sekitar Kuningan, Jakarta Selatan, ia sedang mencari kardus. Lalu, tunawisma yang lain beramai-ramai membicarakan Mensos yang datang secara tiba-tiba ke tempat tersebut.

Struktur Tematik, total paragraf pada berita kelima adalah 19 paragraf dan memiliki dua tema. Pada tema pertama membahas tentang tanggapan Mensos Risma mengenai aksi blusukannya yang dituduh settingan oleh warganet, kemudian pada tema kedua membahas tentang tunawisma yang ditemui saat Mensos Risma melakukan blusukan. Selain itu dilihat dari hubungan kalimatnya, Republika.co.id memiliki judul, lead dan isi berita yang selaras di paragraf awal, namun ditengah penulisan hingga akhir, memiliki penekanan yang berbeda.

Struktur Retoris, secara retoris dalam berita ini menekankan kata setting-an. Dalam bahasa indonesia sendiri setting berarti pengaturan. Dalam kbbi pengaturan memiliki kata dasar atur yang berarti disusun dengan baik, menata, atau teratur baik. Selanjutnya terdapat dua gambar yang menjadi objek pendukung pemberitaan. Gambar pertama yang ditampilkan adalah foto Risma yang sedang berbincang dengan sejumlah tunawisma. Dalam hal ini, gambar tersebut menggambarkan bahwa Risma tidak main main dalam melakukan pembinaan, selain turun langsung kejalan untuk menemui para tunawisma, ia juga turun langusung dalam melakukan pembinaan.

Frame Berita Kelima, dalam analisis berita kelima dapat disimpulkan bahwa Republika.co.id ingin mengarahkan pembaca bahwa tuduhan yang dilakukan oleh warganet hanya direspon dengan santai dan candaan oleh Risma. Lebih lanjut pada penutup berita Republika.co.id memasukkan keterangan dari salah satu tunawisma yang sempat viral saat ditemui Risma yang menjelaskan bahwa dahulu memang sempat menjadi Satgas PDIP, namun sekarang bukan lagi dan menjadi seorang pemulung. Artinya dapat dilihat dari semua keterangan yang ditulis oleh Republika.co.id dalam berita ke lima cenderung mendukung aksi blusukan yang dilakukan oleh Risma.

Tempo.co

Judul Berita: Mensos Risma Disorot karena Kerap Blusukan di Jakarta, Sekjen PDIP Membela

Struktur Sintaksis, dengan mengamati judul “Mensos Risma Disorot karena Kerap Blusukan di Jakarta, Sekjen PDIP Membela” terlihat bahwa terdapat penekanan kata disorot. Kata disorot biasanya dimaknai sebagai sebuah benda mati atau makluk hidup yang disedang diawasi atau sedang menjadi perhatian. Dengan kata lain, judul pada berita kali ini menggambarkan kepada pembaca bawa tindakan yang sedang dilakukan oleh Risma saat ini sedang menjadi perhatian publik atau diawasi karena sering melakukan blusukan. Selaras dengan judul, lead pada berita menjelaskan tentang Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto yang membela aksi blusukan Menteri Sosial Risma di wilayah DKI Jakarta.

Struktur Skrip, pada berita kali ini, Tempo.co telah memenuhi unsur 5W+1H. Dapat diketahui seperti (What) adalah Pembelaan sekjen PDIP atas aksi blusukan yang dilakukan Mensos Risma. Lalu unsur (Where) adalah di Jakarta, unsur (When) adalah 5 januari 2021 dan 1 januari 2021, unsur (Who) adalah Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Pengamat politik Univ. Al-Azhar Ujang Komarudin, dan Pengamat tata kota Univ. Trisakti Nirwo Joga, unsur (Why) pada berita di atas adalah aksi blusukan yang dilakukan Mensos Risma di DKI Jakarta. Terakhir pada unsur (How) yaitu Risma diketahui memang melakukan sejumlah blusukan di Ibu Kota sejak dilantik menjadi Menteri Sosial. Ia di antaranya mengunjungi kolong jembatan di wilayah Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat yang menjadi tempat bermukimnya tunawisma. Ketua Bidang Kebudayaan DPP PDIP itu juga menemui sejumlah tunawisma saat blusukan di ruas Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat. Menurut Hasto, blusukan yang dilakukan oleh Risma merupakan cara untuk membangun harapan masyarakat kecil supaya tidak merasa tertinggal, namun disisi lain menurut pengamat, langkah yang dilakukan oleh Risma merupakan upaya untuk mempromosikan diri menuju pemilihan gubernur DKI Jakarta.

Struktur Tematik, total paragraf berita pertama pada Tempo.co adalah 15 paragraf dengan memiliki dua tema. Pada tema pertama membahas tentang pembelaan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, sedangkan pada tema kedua membahas tentang pendapat dari para pengamat yang mengkritik aksi blusukan Risma. Selain itu dilihat dari hubungan kalimatnya, pada berita kali ini memiliki lead dan isi berita yang sama, namun memiliki penekanan yang berbeda di akhir berita.

Struktur Retoris, pada struktur ini, dapat diamati beberapa pemilihan kata dalam berita. Terdapat kata “wong cilik” pada paragraf ketiga. Maksut kata wong cilik disini adalah rakyat biasa yang memiliki ekonomi rendah atau kecil. Lebih lanjut pada pemilihan gambar, Tempo.co memasukkan foto Risma yang tengah mengenakan baju warna merah dan sedang menunjuk kearah samping. Menurut keterangan, foto tersebut diambil saat serah terima jabatan baru Risma sebagai Menteri Sosial di Kementerian sosial.

Frame Berita Pertama, pada berita pertama, Tempo.co tidak memiliki alur yang selaras antara judul, isi, dan penutup berita, dimana hal tersebut dapat dilihat pada struktur sintaksis. Dengan judul “Mensos Risma Disorot karena Kerap Blusukan di Jakarta, Sekjen PDIP Membela.” Media online ini tidak hanya memasukkan pembelaan dari PDIP saja, melainkan dari para pengamat seperti Pengamat politik Univ. Al-Azhar Ujang Komarudin, dan Pengamat tata kota Univ. Trisakti. Maka dari itu dilihat dari keseluruhan berita yang ditulis Tempo.co tidak melakukan pemberitaan yang berpihak terhadap aksi blusukan Risma bahkan cenderung mengkritisi.

Judul Berita: Anies Minta Kepala Dinas Sosial Cek Sosok Tunawisma yang Ditemui Risma

Struktur Sintaksis, dalam struktir ini, unur yang akan diteliti adalah headline, lead, latar informasi, kutipan, dan sumber pernyataan. Tempo.co memberikan Headline pada berita ke dua dengan judul Anies Minta Kepala Dinas Sosial Cek Sosok Tunawisma yang Ditemui Risma. Selaras dengan dengan headline, lead pada berita inipun menjelaskan tentang sikap penasaran Anis terhadap siapa sebenarnya tunawisma yang ditemui oleh Risma pada jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta. Lebih lanjut, pada penutup berita media online ini menekankan bahwa permasalahan tunawisma tersebut, bukanlah tanggungan individu namun tanggung jawab bersama. Selain itu Tempo.co juga mengganti panggilan Ahmad Riza dengan “politikus partai Gerindra itu”. Artinya Tempo.co ingin menjelaskan bahwa Ahmad Riza berlatar belakang partai yang bersebrangan dengan Risma.

Struktur Skrip, berkaitan dengan kelengkapan berita, pada berita ke dua Tempo.co tidak memenuhi unsur 5W+1H karena tidak memasukkan unsur (When). Pada unsur (What) adalah Gubernur DKI Anies Baswedan yang memerintahkan kepala Dinsos untuk mengecek siapa tunawisma yang ditemui oleh Risma, unsur (Why) pada berita diatas terjadi karena Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI, kata Riza, ingin mengetahui kenapa bisa ada tunawisma di kawasan jantung Ibu Kota itu, unsur (Who) adalah Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Anies Baswedan, Kepala Dinas Sosial, unsur (Where) terletak di Jakarta dan yang Terahir unsur (How) adalah sebelumnya Mensos Risma bertemu dengan tunawisma yang ada di kawasan Jalan Sudirman dan Thamrin, Jakarta Pusat. Dalam video yang tersebar, Risma tampak meminta para tunawisma itu pulang kampung. Risma lalu beranjak ke Jalan Pintu Air Besar Pasar Baru dan melihat seorang lanjut usia atau lansia sedang tidur di emperan toko. Dua dari tiga PMKS itu mengaku tak memiliki tempat tinggal.

Struktur Tematik, total paragraf pada berita ke dua adalah 8 paragraf dengan memiliki dua tema. Pada tema pertama dijelaskan bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memerintahkan Kepala Dinsos untuk mengecek tunwisma yang ditemui Mensos Risma. Berikutnya tema ke dua dari berita ini adalah membahas tentang pertemuan Mensos Risma dengan para tunawisma. Dilihat dari hubungan kalimatnya, pada berita kali ini memiliki lead, dan penutup yang selaras, namun sedikit berbeda pada pertengan isi berita.

Struktur Retoris, pada struktur ini, dapat dilihat bagaimana cara wartawan memilih kalimat dan gambar. Penggunaan kata “jantung ibukota” di paragraf ke tiga menjadi pilihan yang dapat diartikan pusat atau tengah kota DKI Jakarta. Selanjutnya pada pemilihan gambar, Tempo.co memilih foto Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Ahmad Riza yang tenagah berjalan di sebuah lorong bersama staffnya. Dalam foto tersebut tampak menejaskan bagaimana sibuknya pemprov DKI dalam bekerja.

Frame Berita Kedua, pada berita ke dua dapat dianalisis bahwa Tempo.co melakuakan penekanan berita pada paragraf ke tujuh dan kedelapan dengan menuliskan bahwa permasalahan tunawisma memang menjadi tanggung jawab bersama dan Pemprov DKI memang sejak dulu sudah menerapkan program untuk mengatasi hal tersebut. Selain itu juga disebutkan bahwa permasalahan tunawisma terjadi di berbagai daerah. Artinya dalam hal ini, kegiatan blusukan yang dilakukan oleh Risma seharusnya juga dilakukan diberbagai wilayah lain, tidak hanya dijakarta saja.

Judul Berita: Gaya Blusukan Ala Risma, Karakter atau Manuver?

Struktur Sintaksis, Tempo.co menjadikan judul berita sebagai pertanyaan bahwa sebenarnya apakah aksi yang dilakukan kemenesos Tri Risma Harini memang karakter atau maneuver. Berkaitan dengan hal tersebut, Tempo.co berupaya menggiring pembaca agar tidak serta merta percaya dan lebih skeptis memandang aksi tersebut memang benar kerja nyata ataukah bisa jadi itu adalah sebuah maneuver politik.

Struktur Skrip, mengenai kelengkapan berita, Tempo.co telah memenuhi unsur 5W+1H. Ditinjau dari unsur (What) adalah para pengamat yang sedang memberikan pendapat tentang gaya blusukan risma, unsur  (Where) adalah di Jakarta, unsur (Who) SekJen PDIP Hasto Kristyanto, Pengamat Tata Kota Univ Trisakti Nirwono Joga, Pengamat Politik Univ. Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin, Kepala Bagian Publikasi dan Pemberitaan Kemensos Herman Koswara, unsur (Why) pada peristiwa tersebut menekankan bahwa pendapat dari para pengamat muncul karena aksi blusukan Risma yang mendapat sorotan dan manuai pro kontra dari masyarakat, unsur (When) pada peristiwa diatas terjadi berbeda beda, seperti pendapat dari SekJen PDIP Hasto Kristyanto yang menjelaskan pada Selasa, 5 Januari 2021, lalu pendapat dari Tata Kota Univ Trisakti, Nirwono Joga pada Jumat, 1 Januari 2021dan Pengamat Politik Univ. Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin pada 6 Januari 2021. Terakhir, unsur (How) lebih ditekankan pada Pengamat Politik Univ. Al Azhar Indonesia, Ujang yang berpendapat bahwa kegiatan blusukan Risma tersebut merupakan manuver politik yang dilakukan oleh PDIP. Menurutnya Risma akan menjadi simbol perlawanan baru bagi kelompok yang selama ini tidak suka dengan Anis. Lebih lanjut Ujang memprediksi Risma akan di dorong oleh PDIP untuk maju di Pilgub DKI Jakarta yang akan dilaksanakan pada tahun 2022 atau 2024.

Struktur Tematik, pada berita diatas, terdapat 15 paragraf yang berkesinambungan dari lead hingga hingga isi berita. Namun terdapat penekanan lebih pada pembahasan tentang kontranya aksi blusukan risma tersebut. Hal tersebut dapat dilihat dari total paragraf yang diberikan pada pendapat dari pakar yang kontra yaitu sebanyak delapan paragraph, sebaliknya penulisan para pakar yang pro akan aksi mensos risma diberikan total lima paragraph.

Struktur Retoris, dalam pemberitaan diatas terdapat kata manuver yang disampaikan oleh Ujang Komarudin. Penggunaan kata manuver yang dimaksut adalah langkah cepat politik risma agar mendapatkan suara menuju pemilu DKI Jakarta. Selanjutnya dari pemilihan gambar, Tempo.co menampilkan Risma yang sedang menemui salah satu tunawisma dan berbincang.

Frame Berita Ketiga, dalam analisis ketiga, dapat, dapat disimpulkan bahwa Tempo.co ingin menyajikan berita dari berbagai sudut pandang, namun dilihat dari struktur tematiknya, media online ini lebih memberikan ruang terhadap pendapat dari narasumber yang kontra akan aksi blusukan Mensos Risma sebanyak delapan paragraf. Maka dari itu artinya, pada berita ke tiga, Tempo.co tidak melakukan pemberitaan yang berpihak terhadap aksi blusukan Risma bahkan cenderung mengkritisi.

Judul Berita: 23 Orang Pemulung Hasil Blusukan Mensos Tri Rismaharini Akan Diberi Pelatihan

Struktur Sintaksis, pada berita kali ini, Tempo.co menulis berita dengan judul “23 Orang Pemulung Hasil Blusukan Mensos Tri Rismaharini Akan Diberi Pelatihan”. Dapat diketahui didalam judul tersebut menjelaskan bahwa para pemulung yang ditemui Risma saat blusukan di daerah DKI Jakarta tidak hanya dibawa dan ditampung, melainkan akan diberikan pelatihan pelatihan supaya memiliki keahlian khusus. Berbeda dengan judul, pada latar informasi yang ditulis, media online ini menjelaskan bahwa para pemulung terebut saat ini sudah ditempatkan pada balai Kementrian Sosial.

Struktur Skrip, berkaitan dengan kelengkapan berita, pada berita ke empat ini Republika.co.id telah memenuhi unsur 5W+1H. Unsur (What) adalah 23 orang pemulung yang akan diberi pelatihan, unsur (When) diambil pada tanggal Kamis, 7 Januari 2021, unsur (Why) pada berita diatas terjadi karena para tunawisma tersebut tidak memiliki tempat tinggal, unsur (Who) adalah Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos Harry Hikmat sebagai narasumber dan 23 orang tunawisma, unsur (Where) terletak di Jakarta. Terahir unsur (How) adalah Di Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi, penerima manfaat dewasa seperti pemulung mulai diberikan keterampilan berwirausaha seperti keterampilan membuat pupuk kompos, budi daya ikan lele, budi daya tanaman hidroponik dan lain lain yang dapat memberikan penghasilan untuk mereka.

Struktur Tematik, dilihat dari struktur Tematik pada berita ke empat, maka dapat dilihat urutan peristiwa yang ditulis. Total paragraf pada berita di atas adalah 10 paragraf dan memiliki satu tema. Selain itu dilihat dari hubungan kalimatnya, pada berita ke empat memiliki lead dan isi berita yang tidak selaras, hal tersebut dapat dilihat dari judul berita yang menjelaska bahwa 23 orang pemulung akan diberi pelatihan, sedangkan lead menjelaskan bahwa para pemulung terebut sudah berada di balai Kementrian social

Struktur Retoris, secara retoris terdapat pilihan gambar yang dipakai dalam berita ini. Gambar yang menjadi objek pendukung pada pemberitaan kali ini adalah foto Menteri Sosial Tri Rismaharini yang sedang melakukan aksi blusukan untuk membantu pemulung.

Frame Berita Keempat, pada pemberitaan kali ke empat dapat disimpulkan bahwa Tempo.co tidak melakukan pembertitaan yang tendensius terhadap aksi blusukan yang dilakukan oleh Risma dan cenderung membela. Hal tersebut dapat dilihat pada struktur tematik diberita kali ini yang saling berkaitan dan selaras yaitu membahas tentang hasil hasil positif yang diberikan saat berada di balai sepeti seperti keterampilan berwirausaha dan lain lain. Lebih lanjut dapat dilihat dari penutup berita, media online ini menjelaskan bahwa para tunawisma tersebut akan mendapatkan manfaat lain seperti diberikan KTP, hak kesehatan, dan hak mendapatkan pendidikan.

Judul Berita: Blusukan Cari Tunawisma Disebut Pansos, Risma: Saya Bukan Siapa-siapa Di Jakarta

Struktur Sintaksis, dengan mengamati judul yang ditulis pada berita ke lima ini, hanya ingin menuliskan tanggapan Risma saat dituding blusukannya adalah pansos. Hal tersebut dapat diamati pada judul berita yang mengambil perkataan langsung dari Mensos Risma “Blusukan Cari Tunawisma Disebut Pansos, Risma: Saya Bukan Siapa-siapa Di Jakarta”. Lebih lanjut lead pada berita kali ini juga selaras dengan judul yaitu menginformasikan bahwa Mensos Risma menampik tuduhan pansos atau settingan dalam blusukan yang ia kalukan. Terakhir pada penutup berita, Tempo.co menekankan bahwa lima PMKS yang terdiri dari dua temuan Risma di Jakarta, dan tiga lagi adalah penghuni lama balai, saat ini telah diberikan pekerjaan diperusahaan BUMN dan PT. PP Property.

Struktur Skrip, berkaitan dengan kelengkapan berita, pada berita ke lima Republika.co.id telah memenuhi unsur 5W+1H. Pada unsur (What) adalah tanggapan risma terkait aksi blusukannya yang disebut pansos, unsur (When) adalah Jumat, 8 Januari 2021, unsur (Why) pada berita ini menjelaskan peristiwa tersebut terjadi karena tudingan warganet yang menyebutkan aksi blusukan Risma adalah pansos, unsur (Who) adalah Mensos Tri Rismaharini, unsur (Where) pada berita ini adalah Bekasi, Jakarta. Terahir unsur (How) pada persitiwa kali ini adalah Sebelumnya, beberapa warganet menyebut tindakan Risma blusukan mencari tunawisma dan gelandangan di jalanan Ibu Kota sebagai usaha panjat sosial (pansos). Mereka juga menuding gelandangan dan pemulung yang ditemui Risma saat blusukan adalah telah disetting sebelumnya

Struktur Tematik, total paragraf pada berita kali ini adalah 10 paragraf dan memiliki dua tema. Pada tema pertama media online ini menuliskan tentang penjelesan Risma terhadap aksi blusukannya yang disebut pansos, kemudian pada tema kedua membahas tentang para PMKS yang ditemui dan diberi pelatihan oleh Mensos Risma. Selain itu dilihat dari hubungan kalimatnya, Tempo.co memilki judul, lead dan isi yang selaras, namun meliki penekanan berbeda pada akhir berita.

Struktur Retoris, secara retoris dalam berita ini menekankan kata pansos atau panjat sosial. Hal tersebut dapat dilihat pada judul yang ditulis dan pertengahan berita seperti pada kalimat “Sebelumnya, beberapa warganet menyebut tindakan Risma blusukan mencari tunawisma dan gelandangan di jalanan Ibu Kota sebagai usaha panjat sosial (pansos)”. Dalam pengertian umum, panjat sosial adalah istilah yang merujuk pada orang yang menggunakan pertemanannya dengan orang lain untuk meningkatkan status sosialnya. Artinya Mensos Risma hanya ingin memanfaatkan PMKS tersebut untuk meningkatkan status sosialnya segaligus dipandang baik oleh banyak orang.

Frame Berita Kelima, pada berita ke lima, dapat dianalisis bahwa Tempo.co kali ini ingin menekankan pendapat dari Mensos Risma yang dituding pansos oleh warganet. Hal tersebut dapat dilihat dari judul yang dipilih dengan mengambil kutipan langsung dari Mensos Risma. Selain itu yang menjadi sorotan pada pemberitaan kali ini terletak pada struktur tematiknya. Setelah menuliskan tudingan warganet yang menyebutkan aksi blusukan Mensos Risma telah disetting sebelumnya. Media online ini menekankan bahwa selain mendapatkan pelatihan, para tunawisma juga mendapatkan pekerjaan yang layak seperti bekerja di BUMN dan PT. PP Property. Dalam keterangan yang ditulis pada diakhir berita, tentunya dapat memicu kecembuar sosial dan kegeraman warganet dimana seorang gelandangan saja, dapat bekerja di perusahaan milik negara, sedangkan orang orang biasa diperlukan pendidikan yang tinggi. Maka dari itu dapat disimpulkan pada berita ke lima Tempo.co tidak melakukan tendensius terhadap aksi blusukan yang dilakukan oleh Mensos Risma dan cenderung mengkritik.

 

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis mengenai pembingkaian berita blusukan Menteri Sosial Tri Rismaharini di media online yang dilakukan oleh media online Republika.co.id dan Tempo.co Edisi 5 – 13 Januari 2021, dapat disimpulan sebagai berikut: 1). Ditinjau dari kelima berita yang sudah dianalisis, Republika.co.id cenderung melakukan pembelaan terhadap aksi blusukan yang dilakukan oleh Menteri Sosial Tri Rismaahrini. Aksi blusukan Mensos Risma sering dibingkai oleh Republika.co.id sebagai aksi yang memang nyata, bukan suatu settingan atau sekedar mencari perhatian. 2). Pada portal media online Tempo.co cenderung menekankan narasi yang skeptis terhadap aksi blusukan yang dilakukan oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini dan cenderung mengkritik. Hal tersebut dapat dilihat dari penulisan dibeberapa berita yang cenderung memberikan dua sudut pandang berbeda (antara pro dan kontra) terhadap aksi blusukan Mensos Tri Rismaharini.

 


 

BIBLIOGRAFI

 

Alex Sobur. (2006). Analisis Teks Media. Bandung: Remaja Rosdakarya. Google Scholar

 

Anindya, Fajria Utami. (2020). Daftar 6 Perushaan Erick Thohir, Pengusaha Media yang Jadi Menteri BUMN.

 

Eriyanto. (2002). Analisis Framing : Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media. Yogyakarta: PT LKIS Pelangi Aksara. Google Scholar

 

Pratiwi, Ardhina. (2018). Konstruksi realitas dan media massa (analisis framing pemberitaan LGBT di republika dan BBC news, model Robert N. Entman). Jurnal Bahasa, Peradaban Dan Informasi Islam, 19(1), 1–22. Google Scholar

 

Soewadji, Jusuf. (2012). Pengantar Metodologi Penelitian. Jakarta: Mitra Wacana Media Penerbit.

 

Wahyuni, Erlina Eka. (2020). Konstruksi Media Viva.Co.Id Dan Tempo.Co Tentang Imbauan MUI “Wudhu Untuk Mencegah Corona” (Analisis Framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki). Google Scholar

 

Copyright holder:

Afif Ammar Naufal, Sumardjijati (2022)

 

First publication right:

Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

 

This article is licensed under: