Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia p–ISSN: 2541-0849 e-ISSN: 2548-1398

Vol. 7, No. 11, November 2022

 

PENGARUH LITERASI DAN PERILAKU KEUANGAN TERHADAP PERENCANAAN PENSIUN

 

Cipto Pramono Siregar, Susy Muchtar

Program Studi Manajemen, Universitas Trisakti Jakarta, Indonesia

Email: cipto122012003022@std.trisakti.ac.id, susy_muchtar@trisakti.ac.id

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh literasi keuangan, pengetahuan keuangan, kemampuan komputasi, sikap keuangan dan income terhadap perencanaan pensiun. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yang bersumber dari kuesioner yang di sebar melalui google form di wilayah jabodetabek, dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 214 responden. Metode analisis data yang digunakan dalam menguji hipotesis pada penelitian ini menggunakan structural equation modeling (SEM) dengan software amos 24. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa literasi keuangan, pengetahuan keuangan, sikap keuangan dan income memiliki pengaruh positif dalam merencanakan pensiun, sedangkan pengetahuan komputasi tidak memiki pengaruh terhadap perencanaan pensiun. Penelitian ini diharapkan bisa menyadarkan masyarakat untuk mempersiapkan diri sejak dini dalam menghadapi masa pensiun.

 

Kata Kunci: Literasi Keuangan, Pengetahuan Keuangan, Pengetahuan Komputasi, Sikap Keuangan, Income, Perencanaan Pensiun

 

Abstract

This study aims to examine the influence of financial literacy, financial knowledge, computing ability, financial attitudes and income on retirement planning. Data collection in this study used a purposive sampling method sourced from a questionnaire distributed through a google form in the Jabodetabek area, and the sample used in this study was 214 respondents. The data analysis method used in testing the hypothesis in this study used structural equation modeling (SEM) with amos 24 software. The results of this study found that financial literacy, financial knowledge, financial attitudes and income have a positive influence in planning retirement, while computational knowledge has no influence on retirement planning. This research is expected to make people aware to prepare early in facing retirement.

 

Keywords: Financial Literacy, Financial Knowledge, Computing Knowledge, Financial Attitudes, Income, Retirement Planning

 

 

Pendahuluan

International Certified Wealth Manager Association menjelaskan bahwa Wealth Management adalah sebuah perencanaan yang bersifat komprehensif dan kohesif dengan tujuan untuk melindungi dan menjaga aset, mengembangkan akumulasi aset dan mentransisi aset yang dimiliki ke ahli waris. Pada Wealth Management memiliki tiga pilar dasar dalam pengelolahan kekayaan, yaitu (1) perlindungan terhadap kekayaan atau proteksi (2) pengembangan dan akumulasi kekayaan (3) manajemen distribusi dan transisi kekayaan (Certified Wealth Managers' Association, 2019). Pentingnya seseorang mengetahui tentang Wealth Management yaitu untuk dapat mencapai sebuah tujuan keuangan yang sehat serta suatu kehidupan yang lebih baik di masa depan terutama mengenai pengetahuan tentang perilaku perencanaan dana pensiun yang sangat penting bagi individu dimasa tuanya.

Pasal 15 peraturan pemerintah RI no 45 tahun 2015 menyebutkan bahwa (1) Untuk pertama kali Usia Pensiun ditetapkan 56 (lima puluh enam) tahun. (2) Mulai 1 Januari 2019, Usia Pensiun sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi 57 (lima puluh tujuh) tahun. (3)Usia Pensiun sebagaimana dimaksud pada ayat (2) selanjutnya bertambah 1 (satu) tahun untuk setiap 3 (tiga) tahun berikutnya sampai mencapai Usia Pensiun 65 (enam puluh lima) tahun. (4) Dalam hal Peserta telah memasuki Usia Pensiun tetapi yang bersangkutan tetap dipekerjakan, Peserta dapat memilih untuk menerima Manfaat Pensiun pada saat mencapai Usia Pensiun atau pada saat berhenti bekerja dengan ketentuan paling lama 3 (tiga) tahun setelah Usia Pensiun. (PP No.45/2015).

Banyak individu yang belum menyadari bahwa kehidupan setelah tidak bekerja lagi itu masih panjang, apalagi bila masih mempunyai tanggungan keluarga. Banyak orang yang masa produktifnya bisa mencukupi kebutuhan hidup dengan baik namun setelah pensiun tergantung pada orang lain karena tidak memiliki penghasilan, tabungan, investasi maupun jaminan pensiun. Idealnya, pada masa aktif bekerja sekitar usia 22 hingga 58 tahun, selain mencukupi kebutuhan hidup, seseorang juga perlu menyiapkan tabungan untuk masa setelah tidak aktif bekerja atau pensiun hingga meninggal dunia.

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK OJK 2019) menilai pemahaman masyarakat terhadap produk layanan jasa keuangan formal masih relatif rendah. Indeks literasi keuangan pada tahun 2019 mencapai 38,03 persen dan indek inklusi keuangan 76,19 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan dengan hasil survei OJK pada tahun 2019. Saat itu, indeks literasi keuangan mencapai 29,7 persen dan indeks inklusi keuangan 67,8 persen. Dengan bertambahnya tingkat literasi keuangan tersebut, masyarakat diharapkan mampu membuat keputusan keuangan yang lebih baik, sehingga perencanaan keuangan setiap individu lebih optimal.

Kulondowa Safari, Charity Njoka dan Mugisho Guershom Munkwa (2021) dalam penelitiannya menjelaskan, bahwa literasi keuangan memiliki dampak yang signifikan terhadap perencanaan pensiun pribadi dengan menggunakan dua kontruksi literasi keuangan, yaitu kemampuan komputasi dan pengetahuan keuangan, yang mana penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat literasi keuangan ditengah masyarakat akan pentingnya perencanaan pensiun. Margaretha dan Pambudhi (2018) menjelaskan bahwa literasi keuangan sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan individu, dimana pengetahuan keuangan yang dimiliki dapat mendorong dalam pengambilan keputusan keuangan.

Klapper dkk. (2019) menjelaskan bahwa dengan menggunakan metode probabilitas, hasilnya mengungkapkan bahwa hanya 36% responden yang memiliki rencana kemampuan komputasi untuk pensiun mereka. Orang-orang ini dapat memahami bunga bank majemuk dan inflasi, namun, penelitian ini dipusatkan pada perencanaan pensiun dan partisipasi dana pensiun di Rusia. Dalam mengatasi kesenjangan ini, studi saat ini berfokus pada Negara terbelakang dan mencakup tiga konstruksi utama literasi keuangan: pendidikan keuangan, pengetahuan keuangan, dan kemampuan komputasi. Anderson dkk. (2019) menyelidiki hubungan antara tabungan kehati-hatian, kesiapan pensiun dan salah persepsi literasi keuangan. Anggota LinkedIn disurvei, dan pertanyaan diajukan untuk menilai tingkat kemampuan komputasi. Model probitabilitas telah diterapkan, dan hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan komputasi sebagai konstruksi literasi keuangan dan perencanaan pensiun ditemukan berkorelasi positif.

Meiro dkk. (2016) dalam menganalisis pengaruh literasi keuangan dan perencanaan pensiun di Negara Israel. Survei online secara acak dilakukan terhadap 501 orang, regresi kuadrat terkecil biasa diterapkan.  Hasil menunjukkan bahwa individu dengan keengganan risiko rendah terhadap produk pensiun lebih mungkin untuk merencanakan pensiun mereka. Sikap risk aversion individu terbukti menentukan keputusan keuangan seperti opsi tabungan pensiun dan opsi investasi pensiun dalam jangka panjang. Peneltian tersebut tidak menunjukkan perbedaan sikap berisiko tergantung pada usia individu, dan juga membahas kesenjangan dalam menyelidiki rencana pensiun pada periode prapensiun.

Mansor et al. (2015), dalam penelitiannya menjelaskan bahwa pendidikan dan pendapatan (income) memiliki dampak yang signifikan terhadap perencanaan pensiun selain mengenai jenis kelamin memiliki dampak yang signifikan terhadap perencanaan pensiun. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Moorthy et al. (2012) menunjukkan bahwa tingkat pendapatan berpengaruh positif terhadap perencanaan masa pensiun karena tingkat pendapatan secara langsung memengaruhi pengeluaran dan tabungan seseorang. Pendapatan juga dapat memperkuat pengaruh pengetahuan keuangan terhadap perilaku pengelolaan keuangan. Seseorang yang memahami dan mengerti pentingnya literasi keuangan belum tentu dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari apabila tidak memiliki pendapatan yang memadai. Seseorang dengan pendapatan yang rendah kemungkinan menggunakan seluruh uang yang dimilikinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Perilaku keuangan yang baik dapat diterapkan apabila seseorang memiliki pendapatan yang tinggi, yaitu adanya pendapatan yang masih tersisa setelah digunakan untuk kebutuhan pokok sehari-hari (Brilianti & Lutfi, 2020; Purniawati & Lutfi, 2020).

Berdasarkan fenomena-fenomena diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di Indonesia dengan judulPengaruh Literasi Dan Perilaku Keuangan Terhadap Perencanaan Pensiun. Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian yang dilakukan di negara Kongo oleh Kulondowa Safari, Charity Njoka dan Mugisho Guershom Munkwa (2021) dengan judul “Financial Literacy and Personal Retirement Planning: a sosioecnomic approach”. Penelitian memiliki kebaruan yaitu menggunakan income sebagai variabel independen.

 

Metode Penelitian

Rancangan Penelitian

Penelitian yang dilakukan kali ini mengacu pada penelitian yang dilakukan oleh Kulondwa Safari, Charity Njoka & Mugisho Guershom Munkwa (2021), dengan judul Financial Literacy and Personal Retirement Planning : a Socioeconomic Approach. Selanjutnya, dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis Pengaruh Literasi Keuangan, Pengetahuan Komputasi, Pengetahuan Keuangan, Sikap Keuangan Dan Income Terhadap Perencanaan Pensiun.

Penelitian ini menggunakan survey research studi kasus di Masyarakat di setiap individu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupaka metode hipotesis testing. Metode hipotesis testing menurut Sekaran, (2014) hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, yang dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Namun dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan. Penelitian ini juga menggunakan metode penelitian deskriptif yaitu menjelaskan karakteristik variable yang diteliti dalam suatu situasi seperti menggambarkan karakteristik seseorang Sekaran, (2014).

 

Variabel dan Pengukuran

Dalam penelitian ini terdapat variabel bebas yaitu Literasi Keuangan, Pengetahuan Keuangan, Kemampuan Komputasi, Sikap Keuangan dan Income dan  terdapat variabel terikat yaitu Perencanaan Pensiun. Dimana pengukuran variabel tersebut menggunakan pengukuran dengan skala interval. Item-item pernyataan dari kuesioner kemudian diukur menggunakan  skala Likert dari 1 sampai 5, yaitu sebagai berikut:

Skala 1 = Sangat Tidak Setuju

Skala 2 = Tidak Setuju

Skala 3 = Cukup setuju

Skala 4 = Setuju

Skala 5 = Sangat setuju

 

Variabel Terikat (Dependent Variable)

Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini variabel terikatnya adalah Perencanaan Pensiun.

 

Metode Pengumpulan Data

Teknik Pengumpulan Data

Penelitian ini memerlukan data yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti untuk selanjutnya data tersebut dapat diolah dan kemudian dapat diambil kesimpulan. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan cara sebagai berikut :

1.   Penelitian Lapangan (Field Research)

Penelitian lapangan adalah penelitian yang dilakukan secara langsung ke lapangan yang menjadi objek penelitian untuk mendapatkan data primer berupa informasi dan keterangan lain yang diperlukan. Rujukan yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian lapangan adalah sebagai berikut :

a.   Kuesioner

Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan beberapa pernyataan tertulis dan pertanyaan kepada responden yang bertujuan untuk memperoleh informasi yang relevan dengan tujuan mendapatkan objek yang diteliti secara langsung. Kuesioner ini bersifat ilmiah atau hanya akan digunakan untuk penelitian dan bersifat rahasia serta  disebarkan secara langsung kepada responden

b.     Studi Pustaka

Selain melakukan penelitian lapangan untuk mendapatkan data primer, data lain yang digunakan dalam penelitian ini juga diperoleh dari buku, jurnal, maupun artikel yang berkaitan dengan subjek penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya.

 

Sampel Penelitian

Dalam menentukan sampel dalam penelitian ini, minimal jumlah sampel yang digunakan yaitu minimal 5 dan maksimal 10 kali seluruh item pernyataan. Jumlah item pernyataan pada penelitian ini sebanyak 30 item pernyataan, oleh karena itu jumlah sampel pada penelitian kali ini adalah sebagai berikut.

 

Ukuran sampel:

1. Sampel minimum = 30 x 5 = 150

2. Sampel maksimum = 28 x 10 = 300

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut jumlah sampel minimum untuk melakukan penelitian adalah 150 responden. Responden dalam penelitian yang dilakukan kali ini adalah di tiap individu dengan sampel sebanyak 214 orang.

 

Uji Instrumen Penelitian

Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, kesungguhan responden dalam menjawab pertanyaan-pernyataan adalah hal yang sangat penting dalam penelitian ini. Maka dari itu untuk menghindari penyimpangan pada pengukuran dilakukan uji instrumen untuk dapat menggambarkan tujuan dari peneliti (valid) dan juga dapat konsisten apabila pernyataan tersebut dijawab dalam waktu yang berbeda (realible). Uji instrument pada peneliti ini meliputi:

 

 

Uji Validitas

Uji Validitas merupakan uji yang digunakan untuk mengukur apakah suatu item pernyataan yang di gunakan dalam penilitian valid atau tidak, dengan demikian item pernyataan tersebut dapat dikatakan valid jika dapat mengungkapkan sesuatu yang akan di ukur didalam penelitian yang dilakukan. Dalam Penelitian ini, sampel yang digunakan adalah sebesar 214 responden. Oleh karena itu, indikator dapat di nyatakan valid apabila nilai factor loading adalah ≥ 0,45 (Hair et al.,2010)

 

Tabel 1. Factor Loading Based On Sample

Factor Loading

Sample Size

0,30

350

0,35

250

0,40

200

0,45

150

0,50

120

0,55

100

0,60

85

0,65

70

0,70

60

0,75

50

Sumber: Hair et al., 2010

 

Tabel 2. Hasil Uji Validitas

Indikator

Faktor Loading

Kesimpulan

Perencanaan Pensiun

 

 

Saya memiliki cukup uang untuk hidup nyaman di masa pensiun saya nanti

0,833

Valid

Saya memiliki cukup uang untuk membayar pengeluaran kebutuhan dasar di masa pensiun saya nanti

0,877

Valid

Saya memiliki cukup uang untuk membayar pengobatan di masa pensiun saya nanti

0,882

Valid

Saya memiliki kepercayaan diri bahwa saya siap untuk pensiun nanti

0,891

Valid

Saya mampu menyelesaikan hutang selama masa pensiun nanti

0,799

Valid

Saya mampu membayar perawatan jangka panjang dan perawatan kesehatan yang diperlukan untuk hidup nyaman di masa pensiun nanti

0,840

Valid

Saya mengetahui bagaimana menentukan berapa banyak uang yang saya butuhkan untuk hidup nyaman di masa pensiun nanti

0,794

Valid

Saya memiliki cukup uang untuk membiayai aktivitas saya di masa pensiun nanti. Contohnya melakukan perjalanan liburan

0,843

Valid

Literasi Keuangan

 

 

Saya memiliki rencana yang sangat jelas tentang kebutuhan keuangan saya selama masa pensiun.

0,795

Valid

Saya memiliki pemahaman yang baik tentang cara menginvestasikan uang saya.

0,864

Valid

Saya merasa lebih mengetahui informasi tentang bagimana cara menyiapkan keuangan di masa depan.

0,886

Valid

Saya memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana menggunakan kredit saya

0,711

Valid

Pengetahuan Keuangan

 

 

Saya mengerti instrument investasi, seperti: saham, obligasi, reksa dana, dll

0,837

Valid

Saya memahami berbagai jenis rekening tabungan pada Lembaga keuangan

0,787

Valid

Berinvestasi pada perusahaan dengan membeli berbagai jenis saham dapat membantu mengurangi resiko

0,786

Valid

Berinvestasi dalam saham biasa dapat menghasilkan pertumbuhan jangka panjang yang lebih tinggi daripada saham treasury

0,829

Valid

Saya memahami pilihan investasi untuk masa pensiun saya

0,704

Valid

Pengetahuan Komputasi

 

 

Saya dapat menghitung suku bunga tabungan, kredit, dan investasi

0,792

Valid

Saya dapat menghitung manfaat untuk masa pensiun saya

0,811

Valid

Saya sudah menghitung berapa banyak uang saya harus simpan untuk masa pensiun saya

0,892

Valid

Saya tau jumlah uang yang saya butuhkan pada masa pensiun nanti

0,868

Valid

Saya tau jumlah uang yang saya harus simpan setiap bulan untuk mencegah masalah keuangan selama pensiun saya

0,848

Valid

Sikap Keuangan

 

 

Pilihan investasi dan pilihan tabungan terlalu rumit untuk saya

0,864

Valid

Saya menghindari investasi dan tabungan, karena resiko kehilangan

0,845

Valid

Saya tidak akan menabung ataupun berinvestasi tanpa konsultan keuangan

0,807

Valid

Saya lebih memilih investasi yang membayar bunga stabil daripada investasi yang menjanjikan bunga ganda, tapi dengan 50% kehilangan investasi di awal.

0,612

Valid

Pendapatan

 

 

Saya memiliki pendapatan yang cukup untuk masa depan saya jika saya sudah tidak bekerja

0,814

Valid

Saya bisa mengelola uang dengan baik jika saya sudah memasuki masa akhir bekerja

0,676

Valid

Saya merasa pendapatan saya perbulan sudah cukup untuk masa tua saya

0,782

Valid

Saya perlu mencari pendapatan kembali jika saya sudah memasuki masa akhir kerja saya

0,729

Valid

Sumber: SPSS, 2022

 

Uji Reliabilitas

Pengujian reabilitas dilakukan untuk memastikan instrument dari alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini konsisten serta akurat. Reabilitas itu sendiri berkaitan dengan akurasi, prediktabilitas serta konsistensi alat ukur pada suatu penelitian. Keputusan uji reliabilitas berdasarkan pada ketentuan berikut:

·    Jika koefisien Cronbach’s alpha > 0,6 maka cronbach’s alpha acceptable.

·    Jika koefisien Cronbach’s alpha < 0,6 maka cronbach’s alpha pooracceptab.

 

Tabel 3. Hasil Uji Reabilitas

Variabel

Croncbach Alpha

Keputusan

Perencanaan Pensiun

0,794

Realible

Literasi Keuangan

0,828

Realible

Pengetahuan Keuangan

0,849

Realible

Pengetahuan Komputasi

0,896

Realible

Sikap Terhadap Produk Keuangan

0,793

Realible

Pendapatan

0,743

Realible

Sumber: SPSS, 2022

 

Metode analisis data

Metode analisis data yang akan digunakan disesuaikan dengan tujuan penelitian sebagai berikut:

1.   Untuk menganalisis Pengaruh Literasi Keuangan, Pengetahuan Keuangan, Kemampuang Komputasi, Sikap Keuangan Dan Income Terhadap Perencanaan Pensiun yang menggunakan statistik deskriptif bentuk rata-rata.

2.   Untuk menganalisis pengaruh antara Pengaruh Literasi Keuangan, Pengetahuan Komputasi, Pengetahuan Keuangan, Sikap Keuangan Dan Income Terhadap Perencanaan Pensiun dengan metode Uji Goodness of Fit melalui software AMOS 24.

 

Tabel 4. Uji Goodness of Fit

Jenis Pengukuran

Nilai

Batas Penerimaan yang di sarankan

Kesimpulan

Chi-Square

4121,348

Diharapkan p-value signifikan

Goodness of Fit

P-Value

0,000

≥ 0,05

Poor Fit

RMSEA

0,076

≤ 0,10

Good Fit

GFI

0,815

≥ 0,90 atau mendekati 1

Poor Fit

NFI

0,788

≥ 0,90 atau mendekati 1

Poor Fit

AGFI

0,799

≥ 0,90 atau mendekati 1

Poor Fit

TLI

0,853

≥ 0,90 atau mendekati 1

Poor Fit

CFI

0,868

≥ 0,97

Marginal Fit

RFI

0,763

≥ 0,90 atau mendekati 1

Poor Fit

CMIN/DF

2,243

Batas bawah 1, batas atas 5

Goodness of Fit

 

Gambar 1. Output Outliner Diagram Path

 

Hasil Dan Pembahasan

Deskripsi Data

Deskripsi data menggambarkan karakteristik responden berdasarkan kriteria yang ada dalam kuesioner. Berikut adalah hasil tabulasi karakteristik responden berdasarkan hasil yang diperoleh:

 

Tabel 5. Karakteristik Demografis Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

 

 

Responden

 

 

 

 

Jenis Kelamin

Frekuensi

 

Persentase (%)

 

 

 

 

Pria

123

 

57,5

 

 

 

 

Wanita

91

 

42,5

 

 

 

 

Jumlah

214

 

100

 

 

 

 

Diolah: SPSS 25

 

Tabel 6. Karakteristik Demografis Responden Berdasarkan Usia

Usia

Responden

Frekuensi

Persentase ( % )

1825 tahun

26

12,1

2635 tahun

127

59,3

3645 tahun

38

17,8

4660 tahun

22

10,3

> 60 tahun

1

0,5

Total

214

100

Diolah: SPSS 25

 

Tabel 7. Karakteristik Demografis Responden Berdasarkan Status Perkawinan

Status Perkawinan

Responden

Frekuensi

Persentase ( % )

Menikah

135

63,1

Belum Menikah

79

36,9

Total

214

100

Sumber: SPSS 25

 

Tabel 8. Karakteristik Demografis Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Pendidikan Terakhir

Responden

Frekuensi

Persentase ( % )

Diploma

23

10,7

Sarjana ( S1 )

155

72,4

Magister ( S2 )

35

16,4

Doktor (S3)

1

0,5

Total

214

100

Sumber: SPSS 25

 

Tabel 9. Karakteristik Demografis Responden Berdasarkan Jenis Pekerjaan

Jenis Pekerjaan

Responden

Frekuensi

Persentase ( % )

Pegawai Negeri Sipil

15

7,0

Karyawan Swasta

152

71,0

Karyawan BUMN

32

15,0

Lainnya

15

7,0

Total

214

100

Sumber: SPSS 25

 

Tabel 10. Karakteristik Demografis Responden Berdasarkan Pendapatan

Pendidikan Terakhir

Responden

Frekuensi

Persentase ( % )

Rp10.000.000 – Rp15.000.000

134

62,6

Rp15.000.001 – Rp20.000.000

33

15,4

Rp20.000.001 – Rp25.000.000

19

8,9

Rp25.000.000 – Rp30.000.000

11

5,1

> Rp30.000.000

17

7,9

Total

214

100

Sumber: SPSS 25

 

Analisis Data

Hasil statistik dari variabel Perencanaan Pensiun, Literasi Keuangan, Pengetahuan Keuangan, Pengetahuan Komputasi, Produk Keuangan, dan Pendapatan dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

 

Tabel 11. Statistik Deskriptif Perencanaan Pensiun

No

Item Pernyataan

Mean

1.

Saya memiliki cukup uang untuk hidup nyaman di masa pensiun saya nanti

3,65

2.

Saya memiliki cukup uang untuk membayar pengeluaran kebutuhan dasar di masa pensiun saya nanti

3,74

3.

Saya memiliki cukup uang untuk membayar pengobatan di masa pensiun saya nanti

3,68

4.

Saya memiliki kepercayaan diri bahwa saya siap untuk pensiun nanti

3,75

5.

Saya mampu menyelesaikan hutang selama masa pensiun nanti

3,87

6.

Saya mampu membayar perawatan jangka panjang dan perawatan kesehatan yang diperlukan untuk hidup nyaman di masa pensiun nanti

3,77

7.

Saya mengetahui bagaimana menentukan berapa banyak uang yang saya butuhkan untuk hidup nyaman di masa pensiun nanti

3,78

8.

Saya memiliki cukup uang untuk membiayai aktivitas saya di masa pensiun nanti. Contohnya melakukan perjalanan liburan

3,76

Mean

3,75

Sumber: SPSS 25

 

Tabel 12. Statistik Deskriptif Literasi Keuangan

No

Item Pernyataan

Mean

1.

Saya memiliki rencana yang sangat jelas tentang kebutuhan keuangan saya selama masa pensiun.

4,30

2.

Saya memiliki pemahaman yang baik tentang cara menginvestasikan uang saya.

4,06

3.

Saya merasa lebih mengetahui informasi tentang bagimana cara menyiapkan keuangan di masa depan.

3,99

4.

Saya memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana menggunakan kredit saya

4,07

Mean

4,08

Sumber: SPSS 25

 

Tabel 13. Statistik Deskriptif Pengetahuan Keuangan

No

Item Pertanyaan

Mean

1.

Saya mengerti instrument investasi, seperti: saham, obligasi, reksa dana, dll

3,80

2.

Saya memahami berbagai jenis rekening tabungan pada Lembaga keuangan

3,93

3.

Berinvestasi pada perusahaan dengan membeli berbagai jenis saham dapat membantu mengurangi resiko

3,78

4.

Berinvestasi dalam saham biasa dapat menghasilkan pertumbuhan jangka panjang yang lebih tinggi daripada saham treasury

3,71

5.

Saya memahami pilihan investasi untuk masa pensiun saya

3,98

Mean

3,84

Sumber: SPSS 25

 

Tabel 14. Statistik Deskriptif Kemampuan Komputasi

No

Item Pernyataan

Mean

1.

Saya lebih memilih investasi yang membayar bunga stabil daripada investasi yang menjanjikan bunga ganda, tapi dengan 50% kehilangan investasi di awal.

3,70

2.

Saya memiliki cukup uang untuk hidup nyaman di masa pensiun saya nanti

3,85

3.

Saya memiliki cukup uang untuk membayar pengeluaran kebutuhan dasar di masa pensiun saya nanti

3,79

4.

Saya memiliki cukup uang untuk membayar pengobatan di masa pensiun saya nanti

3,67

5.

Saya memiliki kepercayaan diri bahwa saya siap untuk pensiun nanti

3,90

Mean

3,78

Sumber: SPSS 25

 

Tabel 15. Statistik Deskriptif Sikap Keuangan

No

Item Pernyataan

Mean

1.

Pilihan investasi dan pilihan tabungan terlalu rumit untuk saya

2,75

2.

Saya menghindari investasi dan tabungan, karena resiko kehilangan

2,66

3.

Saya tidak akan menabung ataupun berinvestasi tanpa konsultan keuangan

2,66

4.

Saya lebih memilih investasi yang membayar bunga stabil daripada investasi yang menjanjikan bunga ganda, tapi dengan 50% kehilangan investasi di awal.

3,54

Mean

2,90

Sumber: SPSS 25

 

Tabel 16. Statistik Deskriptif Income

No

Item Pernyataan

Mean

1.

Saya memiliki pendapatan yang cukup untuk masa depan saya jika saya sudah tidak bekerja

4,13

2.

Saya bisa mengelola uang dengan baik jika saya sudah memasuki masa akhir bekerja

4,16

3.

Saya merasa pendapatan saya perbulan sudah cukup untuk masa tua saya

4,17

4.

Saya perlu mencari pendapatan kembali jika saya sudah memasuki masa akhir kerja saya

4,16

Mean

4,16

Sumber: SPSS 25

 

Tabel 17. Statistik Deskriptif Perencanaan Pensiun

No

Item Pernyataan

Mean

1.

Saya memiliki cukup uang untuk hidup nyaman di masa pensiun saya nanti

3,65

2.

Saya memiliki cukup uang untuk membayar pengeluaran kebutuhan dasar di masa pensiun saya nanti

3,74

3.

Saya memiliki cukup uang untuk membayar pengobatan di masa pensiun saya nanti

3,68

4.

Saya memiliki kepercayaan diri bahwa saya siap untuk pensiun nanti

3,75

5.

Saya mampu menyelesaikan hutang selama masa pensiun nanti

3,87

6.

Saya mampu membayar perawatan jangka panjang dan perawatan kesehatan yang diperlukan untuk hidup nyaman di masa pensiun nanti

3,77

7.

Saya mengetahui bagaimana menentukan berapa banyak uang yang saya butuhkan untuk hidup nyaman di masa pensiun nanti

3,78

8.

Saya memiliki cukup uang untuk membiayai aktivitas saya di masa pensiun nanti. Contohnya melakukan perjalanan liburan

3,76

Mean

3,75

Sumber: SPSS 25

 

Hasil Uji Hipotesis

Uji Hipotesis ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan metode simple linear regression analysis, dan berikut hasilnya:

1.   Pengaruh Finance Literacy terhadap perencanaan pensiun

 

Tabel 18. Hasil Uji Hipotesis

Model

Estimasi (β)

p-value

Keputusan

Literasi Keuangan Perencanaan Pensiun

0,842

0,000

Ha1 Diterima

Sumber: AMOS 24

 

2.   Pengaruh Pengetahuan Keuangan terhadap Perencanaan Pensiun

 

Tabel 19. Hasil Uji Hipotesis

Model

Estimasi (β)

p-value

Keputusan

Pengetahuan Keuangan Perencanaan Pensiun

0,027

0,000

Ha1 Diterima

Sumber: AMOS 24

 

3.   Pengaruh Kemampuan Komputasi terhadap Perencanaan Pensiun

 

Tabel 20. Hasil Uji Hipotesis

Model

Estimasi (β)

p-value

Keputusan

Kemampuan Komputasi Perencanaan Pensiun

0,049

0,478

Ha1 Ditolak

Sumber:  AMOS 24

 

4.   Sikap Keuangan terhadap Perencanaan Pensiun

 

Tabel 21. Hasil Uji Hipotesis

Model

Estimasi (β)

p-value

Keputusan

Sikap KeuanganPerencanaan Pensiun

0,322

0,000

Ha1 Diterima

Sumber:  AMOS 24

 

5.   Pengaruh Income terhadap Perencanaan Pensiun

 

Tabel 22. Hasil Uji Hipotesis

Model

Estimasi (β)

p-value

Keputusan

Income Perencanaan Pensiun

0,742

0,000

Ha1 Diterima

Sumber: AMOS 24

 

Pembahasan Hasil Penelitian

H1: Literasi Keuangan berpengaruh positif terhadap Perencanaan Pensiun

Berdasarkan hasil pengujian regresi secara parsial, diketahui nilai signifikansi dari variabel Literasi Keuangan sebesar 0,000 < 0,05 sedangkan nilai koefisien B menunjukkan hasil yang positif sebesar 0,842 yang artinya variabel Literasi Keuangan berpengaruh positif terhadap Perencanaan Pensiun sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima, hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kulondowa Safari et al,.(2021) yang mana literasi keuangan memiliki pengaruh positif dalam merencanakan pensiun. Penelitian ini juga sejalan dengan hasil penelitian Lusardi dan Mitchell (2019) yang menemukan hasil bahwa literasi keuangan terdapat hubungan positif antara pengetahuan keuangan dan perencanaan dana pensiun.

 

 

H2: Pengetahuan Keuangan berpengaruh positif terhadap Perencanaan Pensiun

Berdasarkan hasil pengujian regresi secara parsial, diketahui nilai signifikansi dari variabel Pengetahuan Keuangan sebesar 0,000 < 0,05 sedangkan nilai koefisien B menunjukkan hasil yang positif sebesar 0,027 yang artinya variabel Pengetahuan Keuangan memiliki pengaruh positif terhadap Perencanaan Pensiun sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 diterima. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kulondowa Safari et al,.(2021). Penelitian yang dilakukan oleh Margaretha dan Pambudhi (2018) juga mendukung penelitian ini yang mana menjelaskan bahwa literasi keuangan sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan individu, dimana pengetahuan keuangan yang dimiliki dapat mendorong dalam pengambilan keputusan keuangan.

 

H3: Kemampuan Komputasi berpengaruh positif terhadap Perencanaan Pensiun

Berdasarkan hasil pengujian regresi secara parsial, diketahui nilai signifikansi dari variabel Pengetahuan Komputasi sebesar 0,478 > 0,05 sedangkan nilai koefisien B menunjukkan hasil yang positif sebesar 0,049 yang artinya variabel Kemampuan Komputasi tidak berpengaruh terhadap Perencanaan Pensiun sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 ditolak. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Anderson dkk. (2019) yang menyelidiki hubungan antara tabungan kehati-hatian, kesiapan pensiun dan salah persepsi literasi keuangan hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan komputasi sebagai konstruksi literasi keuangan dan perencanaan pensiun ditemukan berkorelasi positif.

 

H4:  Sikap Keuangan berpengaruh positif terhadap Perencanaan Pensiun

Berdasarkan hasil pengujian regresi secara parsial, diketahui nilai signifikansi dari variabel Perencanaan Pensiun sebesar 0,000 < 0,05 sedangkan nilai koefisien B menunjukkan hasil yang positif sebesar 0,322 yang artinya variabel Sikap keuangan berpengaruh positif terhadap Perencanaan Pensiun sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis H4 diterima, ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Meiro dkk. (2016) dalam menganalisis pengaruh literasi keuangan dan perencanaan pensiun menunjukkan bahwa individu dengan keengganan risiko rendah terhadap produk pensiun lebih mungkin untuk merencanakan pensiun mereka. Sikap risk aversion individu terbukti menentukan keputusan keuangan seperti opsi tabungan pensiun dan opsi investasi pensiun dalam jangka panjang.

 

H5: Income berpengaruh positif terhadap Perencanaan Pensiun

Berdasarkan hasil pengujian regresi secara parsial, diketahui nilai signifikansi dari variabel Pendapatan sebesar 0,000 < 0,05 sedangkan nilai koefisien B menunjukkan hasil yang positif sebesar 0,742 yang artinya variabel Income berpengaruh terhadap Perencanaan Pensiun sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis H5 diterima. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Mansor et al. (2015), yang  menjelaskan bahwa pendidikan dan pendapatan (income) memiliki dampak yang signifikan terhadap perencanaan pensiun.

 

Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh literasi keuangan, pengetahuan keuangan, pengetahuan komputasi, sikap keuangan, dan pendapatan terhadap perencanaan pensiun masyarakat di wilayah Jabodetabek tahun 2022. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.   Literasi keuangan memiliki pengaruh positif terhadap perencanaan pensiun.

2.   Pengetahuan keuangan memiliki pengaruh positif terhadap perencanaan pensiun.

3.   Kemampuan komputasi tidak memiliki pengaruh terhadap perencanaan pensiun.

4.   Sikap keuangan memiliki pengaruh positif terhadap perencanaan pensiun.

5.   Pendapatan memiliki pengaruh posifitif terhadap perencanaan pensiun.

 

                                                                                          


 

BIBLIOGRAFI

 

Ahmad, A. (2021). Dampak Locus Of Control, Sikap Keuangan, Pendapatan, dan Religiusitas terhadap Perilaku Keuangan. Management & Accounting Expose, 2(2). https://doi.org/10.36441/mae.v2i2.102

 

Aulia, N., Yuliati, L. N., & Muflikhati, I. (2019). Kesejahteraan Keuangan Keluarga Usia Pensiun: Literasi Keuangan, Perencanaan Keuangan Hari Tua, dan Kepemilikan Aset. Jurnal Ilmu Keluarga Dan Konsumen, 12(1). https://doi.org/10.24156/jikk.2019.12.1.38

 

Baihaqi, A. B., Puspitasari, M., Zuraida, M., & Nurcholis, A. (2021). Perencanaan manajemen risiko atlet berprestasi Indonesia (Studi kasus atlet dengan risiko cedera tinggi). Jurnal Keolahragaan, 9(1). https://doi.org/10.21831/jk.v9i1.33856

 

Dewi, D. A. (2018). Pengaruh Literasi Keuangan, Sikap Terhadap Dana Pensiundan Gaya Hidup Pada Perencanaan Dana Pensiun. Economy.

 

Eka Putri, W. (2020). Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Pengelolaan Keuangan UMKM di Kecamatan Medal Marelan. Jurnal Pembangunan Perkotaan, 8(1).

 

'Estuti, E. P., Rosyada, I., & Faidah, F. (2021). Analisis Pengetahuan Keuangan, Kepribadian dan SIkap Keuangan terhadap Perilaku Manajemen Keuangan. Jurnal Capital Kebijakan Ekonomi, Manajemen & Akuntansi, 4(1).

 

Humaira, I., & Sagoro, E. M. (2018). Pengaruh Pengetahuan Keuangan, Sikap Keuangan, Dan Kepribadian Terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Pada Pelaku Umkm Sentra Kerajinan Batik Kabupaten Bantul. Nominal, Barometer Riset Akuntansi Dan Manajemen, 7(1). https://doi.org/10.21831/nominal.v7i1.19363

 

Kusumawanti, D. (2018). Pengaruh Materialisme, Orientasi Masa Depan dan Pendapatan Terhadap Perencanaan Dana Pensiun di Surabaya. Thesis STIE Perbanas.

 

Nastiti, M. C., & Hendriani, W. (2014). Psychological well-being pada guru yang telah menjalani masa pensiun. Jurnal Psikologi Pendidikan & Perkembangan, 3(3).

 

Pratiwi, N. G., Wahyudi, & Siswantini, T. (2020). Analisis Keputusan Investasi Pasar Modal pada Generasi Millennial. Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, 2.

 

Putri, D. V. S. Y., & Lestari, K. S. (2020). Pengaruh Literasi Keuangan, Sikap Pengelolaan Keuangan Keluarga Dan Pengalaman Keuangan Terhadap Perencanaan Pensiun Keluarga Di Kabupaten Tuban. STIE Perbanas Surabaya.

 

Rizi, E. A. (2018). Pengaruh Orientasi Masa Depan Gaya Hidup dan Literasi Keuangan Terhadap Perencanaan Dana Pensiun. STIE Perbanas Surabaya.

 

Safari, K., Njoka, C., & Munkwa, M. G. (2021). Financial literacy and personal retirement planning: a socioeconomic approach. Journal of Business and Socio-Economic Development, 1(2). https://doi.org/10.1108/jbsed-04-2021-0052

 

Setiono, A., Elim, I., & Rondonuwu, S. (2017). Analisis Pengendalian Intern Dan Sistem Pembayaran Dana Pensiun Bulanan Pada Pt. Taspen (Persero) Kantor Cabang Utama Medan. Jurnal EMBA, 5(2).

 

Stephani Kasendah, B., & Wijayangka, C. (2019). Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Kinerja UMKM. Almana : Jurnal Manajemen Dan Bisnis, 3(1).

 

Ubaidillah, M. S. (2019). Pengaruh Pengetahuan Keuangan Terhadap Perilaku Keuangan Dengan Sikap Keuangan Dan Self-Efficacy Sebagai Variabel Mediasi. Perpustakaan Universitas Airlangga.

 

Yushita, A. N. (2017). Pentingnya Literasi Keuangan Bagi Pengelolaan Keuangan Pribadi. Nominal, Barometer Riset Akuntansi Dan Manajemen, 6(1). https://doi.org/10.21831/nominal.v6i1.14330

 

Copyright holder:

Cipto Pramono Siregar, Susy Muchtar (2022)

 

First publication right:

Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

 

This article is licensed under: