Analisis Resepsi Khalayak Pada Konten Video Monolog Gibran Rakabuming Raka Versi “Generasi Muda, Bonus Demografi, dan Masa Depan Indonesia”

  • Nurul Fatekha Universitas Esa Unggul
  • Bayquni Bayquni Universitas Esa Unggul
Keywords: Analisis Resepsi, Stuart Hall, Gibran Rakabuming Raka, Video Monolog, Encoding-Decoding, Media Sosial

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resepsi khalayak terhadap konten video monolog Gibran Rakabuming Raka yang berjudul “Generasi Muda, Bonus Demografi, dan Masa Depan Indonesia”. Fokus utama penelitian ini adalah mengeksplorasi keberagaman posisi pemaknaan khalayak dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi proses interpretasi tersebut. Dengan menggunakan teori resepsi encoding/decoding dari Stuart Hall, penelitian ini membedah bagaimana pesan media diterima, dinegosiasikan, atau ditolak oleh audiens dengan latar belakang yang berbeda. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam (in-depth interview). Hasil penelitian menunjukkan adanya keberagaman posisi resepsi yang terbagi ke dalam tiga kategori: dominant-hegemonic, di mana informan menerima sepenuhnya pesan sebagai optimisme masa depan; negotiated, di mana informan menerima inti pesan namun memberikan catatan kritis terkait realitas lapangan dan kebijakan pemerintah; serta oppositional, di mana informan menolak pesan karena dianggap sebagai pencitraan atau tidak selaras dengan pengalaman pribadi mereka. Faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan resepsi ini meliputi lingkungan sosial, pengetahuan mengenai isu, pengalaman pribadi, tingkat kepercayaan terhadap sumber, paparan media, serta nilai dan ideologi yang dianut oleh masing-masing individu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa khalayak merupakan subjek aktif yang memproduksi makna secara mandiri berdasarkan konteks sosial dan kapasitas kognitif mereka.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aisha, S., Kurdaningsih, D. M., & Mulyadi, U. (2024). Resepsi film dokumenter Seaspiracy dalam membangun kesadaran sosial tentang isu kerusakan lingkungan laut. Jurnal Ilmiah Sultan Agung, 1(1), 389–405. https://jurnal.unissula.ac.id/index.php/JIMU/article/view/36985

Alawiah, A., Daffa, M., Anggraini, R. T., Islam, U., Sumatera, N., & Lasswell, H. (2024). Inspirasi edukatif: Jurnal pembelajaran aktif. Inspirasi Edukatif: Jurnal Pembelajaran Aktif, 5(4), 203–215.

Alrhychard, S. F., & Pamungkas, O. Y. (2023). Kritik sosial dalam siber sastra monolog Whynesia pada kanal YouTube Tretan Universe. Protasis: Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya, 2(2), 12–30.

Aresta, T. D. Y., & Migrant, C. (2023). Serikat pekerja sebagai episentrum peningkatan partisipasi pekerja migran dalam pembentukan kebijakan. Nasional Kebebasan Sipil.

Cooley, S., Cooley, A., Hinck, R., & Kitsch, S. (2021). Understanding mass self-communication. The Media Ecology and Strategic Analysis Group.

Damarjati, D. (2025). Monolog via YouTube jadi cara komunikasi Gibran Rakabuming ke publik. https://nasional.kompas.com/read/2025/04/28/05482121/monolog-via-youtube-jadi-cara-komunikasi-gibran-rakabuming-ke-publik

Fajriah, T., & Ningsih, E. R. (2024). Pengaruh teknologi komunikasi terhadap interaksi sosial di era digital. Merdeka Indonesia Jurnal International, 4(1), 149–158.

Hafiz, M. F. (2024). Peran media sosial dalam proses demokratisasi informasi ditinjau dari konsep ranah publik Jurgen Habermas.

Hasan, K., Husna, A., Muchlis, M., Fitri, D., & Zulfadli, Z. (2023). Transformasi komunikasi massa era digital antara peluang dan tantangan. JPP Jurnal Politik dan Pemerintahan, 8(1), 41–55.

Inayah, D., Rifa, N. N., & Syamsiyah, N. (2023). Pemanfaatan media YouTube untuk meningkatkan keterampilan monolog dalam konten Helo Bagas. Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI), 1(3), 491–500.

Kartini, K., Fatra Deni, I., & Jamil, K. (2022). Representasi pesan moral dalam film Penyalin Cahaya. SIWAYANG Journal: Publikasi Ilmiah Bidang Pariwisata, Kebudayaan, dan Antropologi, 1(3), 121–130. https://doi.org/10.54443/siwayang.v1i3.388

Castells, M. (2009). Communication power.

Naufal, I. A. A., & Dzulfaroh, M. (2025). Mengapa video monolog Gibran menerima sentimen negatif? https://www.kompas.com/tren/read/2025/04/24/090000565/mengapa-video-monolog-gibran-menerima-sentimen-negatif

Qonaah, S., Poernomo, M. I., & Napitupulu, F. (2022). Analisis resepsi khalayak terhadap pesan iklan layanan masyarakat “Disinformasi” COVID-19 (Studi pada komunitas Mersi Fans Club Radio Mersi FM 93.90). Cakrawala: Jurnal Humaniora, 22(1), 1–12. https://doi.org/10.31294/jc.v22i1.11299

Ramadhani, R. P. (2024). Peran media sosial, kebijakan publik, pemerintah daerah. Universitas Jambi.

Sasmita, N., & Saleh, M. (2025). Penggunaan gaya bahasa sindiran dalam tayangan konten ormas pada kanal YouTube Deddy Corbuzier: The use of sarcastic language in the content of mass organisations on Deddy Corbuzier’s YouTube channel. Journal of Applied Linguistics and Literature, 3(1), 825–840.

Segara, K. G., & Nasution, M. I. P. (2025). Perkembangan teknologi informasi di Indonesia: Tantangan dan peluang. Journal Sains Student Research, 3(1), 21–33.

Shiddiq Sugiono. (2023). Pemanfaatan vlog oleh tokoh publik. 1, 28–47.

Siswadi, G. A., & Puspadewi, I. D. A. (2025). Masa depan manusia di tengah transformasi digital perspektif filsafat teknologi Don Ihde. Acintya: Jurnal Teologi, Filsafat dan Studi Agama, 1(2), 231–250.

Published
2026-03-28