Teori Hukum Progresif dalam Penyelesaian Malpraktik Medik
Abstract
Penyelesaian sengketa malpraktik medik di Indonesia kini diatur oleh Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang menguatkan kewajiban tenaga kesehatan, hak pasien, dan mekanisme penyelesaian sengketa melalui prosedur administrasi, majelis kehormatan etik, serta standar profesi, etika profesi, dan pengaduan masyarakat, dengan tetap mempertahankan relevansi Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dalam menetapkan kewajiban profesi dan pertanggungjawaban hukum. Menganalisis pengaturan hukum terbaru terkait penyelesaian malpraktik medik, Mengkaji penerapan teori hukum progresif dalam sengketa medis, Merumuskan model penyelesaian sengketa yang berorientasi pada keadilan substantif. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian hukum normatif dengan analisis konseptual, peraturan perundang-undangan, dan putusan pengadilan untuk mengevaluasi relevansi teori hukum progresif dalam konteks penyelesaian malpraktik medik. Teori hukum progresif menekankan bahwa hukum harus berorientasi pada pencapaian keadilan substantif, kemanusiaan, dan perlindungan hak fundamental para pihak yang bersengketa, bukan hanya kepastian formal aturan. Implementasi teori ini dalam penanganan malpraktik medik ditinjau melalui mekanisme mediasi, keadilan restoratif, serta interpretasi hukum yang melampaui sekadar norma tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teori hukum progresif—dengan memperkuat mediasi, penyelesaian damai, dan perhatian pada hak pasien serta perlindungan hukum tenaga medis—dapat mengatasi keterbatasan pendekatan legalistik murni dan memberikan penyelesaian yang lebih efektif, adil, dan humanis dalam sengketa malpraktik medik di Indonesia. UU Kesehatan 2023 menunjukkan pergeseran paradigma menuju pendekatan administratif dan etik, Pendekatan legal-positivistik memiliki keterbatasan dalam menyelesaikan sengketa medis secara adil, Teori hukum progresif relevan sebagai paradigma penyelesaian malpraktik medik berbasis keadilan substantif, Model penyelesaian bertahap progresif memberikan keseimbangan perlindungan hukum.
Downloads
References
Asshiddiqie, J. (2006). Teori dan Aliran Penafsiran Hukum Tata Negara. Konstitusi Press.
Bouvet, R., Morin, M., & Moron-Puech, B. (2022). Learning from Informed Consent Litigation to Improve Practices: A Systematic Review. Patient Education and Counseling, 105(4), 799–808. https://doi.org/10.1016/j.pec.2021.07.036
Brennan, T. A., Berwick, D. M., & Studdert, D. M. (2016). Legal and Policy Interventions to Improve Patient Safety. Circulation, 133(6), 661–671. https://doi.org/10.1161/CIRCULATIONAHA.115.015880
Bussey-Jones, J., Genao, I., & Sherer, R. (2021). Progressive Law and the Patient-Physician Relationship: Legal Accountability, Ethics and the Sociological Turn in Health Law. Journal of General Internal Medicine, 36(7), 2124–2130. https://doi.org/10.1007/s11606-020-06339-1
De Santis, M., Mancini, G., & Bonetti, D. (2020). Administrative Law Reform and Healthcare Governance: Balancing Regulatory Control and Professional Discretion in Medical Practice. European Journal of Law and Economics, 49(3), 427–453. https://doi.org/10.1007/s10657-020-09644-0
Dobler, C. C. (2024). Scope of Practice Regulation in Medicine: Balancing Patient Safety, Access to Care and Professional Autonomy. Australian Health Review, 48(1), 1–3. https://doi.org/10.1071/AH24012
Fatmawati, R., Setiawan, N., & Prasetyo, A. (2020). Informed Consent: Criminal Impact in Negligence of Medical Action. Enfermería Clínica, 30(S6), 60–65. https://doi.org/10.1016/j.enfcli.2020.07.012
Ghosh, S., & Treadwell, H. (2016). Does Medical Malpractice Law Improve Health Care Quality? Journal of Public Economics, 143, 142–158. https://doi.org/10.1016/j.jpubeco.2016.09.002
Giesen, D., & Müller, T. (2019). Health Law and the Right to Health: Constitutional Foundations, Administrative Governance and Patient Rights in a Comparative Perspective. European Journal of Health Law, 26(4), 301–325. https://doi.org/10.1163/15718093-12341503
HR, R. (2018). Hukum Administrasi Negara. Rajawali Pers.
Indonesia, P. R. (2023). Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan. Undang-Undang Nomor, 17.
Indonesia, R. (2004). Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. Jakarta: Republik Indonesia.
Malin, G. L., & Wallace, S. V. F. (2021). Healthcare Law: Medical Negligence, Liability and Patient Rights in Clinical Practice. Best Practice & Research Clinical Obstetrics & Gynaecology, 73, 2–11. https://doi.org/10.1016/j.bpobgyn.2021.01.001
Mello, M. M., Studdert, D. M., & Kachalia, A. (2014). The Medical Liability Climate and Prospects for Reform. JAMA, 312(20), 2146–2155. https://doi.org/10.1001/jama.2014.10705
Rahardjo, S. (2009). Hukum Progresif: Hukum yang Membebaskan. Kompas.
Sairally, B. Z. F., & Clark, T. J. (2023). Medico-Legal Issues in Gynaecology: Informed Consent, Medical Negligence and Patient Autonomy. Obstetrics, Gynaecology & Reproductive Medicine, 33(10), 296–302. https://doi.org/10.1016/j.ogrm.2023.07.001
Sakelliadis, E. I., Spiliopoulou, C., & Papadodima, S. A. (2026). Medical Liability Related Legislation and Insurance Policies Around the World: A Narrative Literature Review. Journal of Forensic and Legal Medicine, 117, 103040. https://doi.org/10.1016/j.jflm.2025.103040
Spagnolo, A. G., Mannocci, A., Gualano, M. R., Ricciardi, W., De Waure, C., & Terranova, M. L. (2024). Comparative Study on Informed Consent Regulation in Health Care Among Italy, France, United Kingdom, Nordic Countries, Germany, and Spain. Journal of Forensic and Legal Medicine, 103, 102666. https://doi.org/10.1016/j.jflm.2024.102666
Stamm, J. A., Korzick, K. A., & Wood, K. E. (2016). Medical Malpractice: Reform for Today’s Patients and Clinicians. The American Journal of Medicine, 129(1), 20–25. https://doi.org/10.1016/j.amjmed.2015.08.026
Sudarma, M., Nurzein, A., & Rahmatullah, H. (2022). Legal Framework for Healthcare System Governance and Administrative Law: Regulatory Accountability in Medical Practice. International Journal of Law and Management, 64(3), 291–308. https://doi.org/10.1108/IJLMA-07-2021-0179
Copyright (c) 2026 Hery Siswanto, Febri Emelia Naomi Tetelepta, Ismawanty Mustain, Widiastuti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








