Transformasi Desa Wisata Menuju Eco Wellness Tourism Berbasis Kearifan Lokal dalam Perspektif Tourism Area Life Cycle (TALC)
Abstract
Transformasi desa wisata menuju pendekatan berkelanjutan menjadi isu penting dalam dinamika pariwisata kontemporer, terutama seiring meningkatnya perhatian terhadap keseimbangan antara konservasi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses transformasi desa wisata menuju Eco Wellness Tourism berbasis kearifan lokal dalam perspektif Tourism Area Life Cycle (TALC). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilakukan pada tiga desa wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pengelola desa wisata, tokoh masyarakat, dan pelaku pariwisata lokal, serta didukung oleh observasi lapangan dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara tematik dan diinterpretasikan menggunakan kerangka Tourism Area Life Cycle (TALC) untuk memahami tahapan serta pola transformasi desa wisata menuju Eco Wellness Tourism. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi berlangsung secara bertahap melalui penguatan praktik konservasi, partisipasi komunitas, serta integrasi nilai budaya dalam pengalaman wisata. Analisis TALC mengindikasikan bahwa masing-masing desa berada pada fase perkembangan yang berbeda, sehingga strategi penguatan eco-wellness perlu disesuaikan dengan karakter dan tahap destinasi. Penelitian ini memperdalam operasionalisasi konsep Eco Wellness Tourism dalam konteks desa wisata berbasis komunitas dan memberikan implikasi bagi pengembangan destinasi berkelanjutan yang kontekstual.
Downloads
References
Arida, I. N. S. (2020). Pariwisata berkelanjutan: Konsep dan implementasinya di Indonesia. Deepublish.
Astuti, N. (2022). Eco-wellness and cultural identity in Toraja. International Journal of Heritage and Wellness Studies, 3(1), 58–72. https://doi.org/10.1016/j.ihws.2022.05.009
Baiquni, M. (2021). Ecotourism for sustainable development: A local wisdom approach in Indonesia. Gadjah Mada University Press.
Butler, R. W. (1980). The concept of a tourism area cycle of evolution: Implications for management of resources. The Canadian Geographer, 24(1), 5–12. https://doi.org/10.1111/j.1541-0064.1980.tb00970.x
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Global Wellness Institute. (2023a). Global wellness economy monitor 2023: The rise of wellness tourism. https://GlobalwellnessInstitute.org/industry-research/Global-wellness-economy-monitor/
Hidayat, A. (2022). Sustainable wellness tourism governance in Yogyakarta. Journal of Tourism Policy and Management, 5(1), 75–91. https://doi.org/10.1080/20479771.2022.1265728
Kurniawan, Y. (2020). Integrating eco and wellness tourism for sustainability in Lombok. Tourism Development Journal, 9(2), 100–114. https://doi.org/10.1080/17520163.2020.1810792
Lovicha, N., & Wulandari, L. W. (2025). Exploring development of eco-wellness tourism through local perspective: A qualitative study in Mountain Dempo, South Sumatra. Journal of Tourism Development, 9(1), 22–35. https://doi.org/10.1007/s41465-025-00122-x
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2018). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Remaja Rosdakarya.
Purwanti, S. (2020). Pariwisata berbasis kearifan lokal sebagai model pengembangan destinasi berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Pariwisata dan Budaya, 5(2), 112–125. https://doi.org/10.31219/osf.io/3z8bf
Putri, A., & Santoso, D. (2024). Community empowerment in eco-wellness village development in Lombok, Indonesia. International Journal of Tourism and Wellbeing, 7(1), 15–27. https://doi.org/10.1057/s41276-024-00072-4
Smith, M., & Kelly, C. (2006). Wellness tourism. Tourism Recreation Research, 31(1), 1–4. https://doi.org/10.1080/02508281.2006.11081241
Sthapit, E., Björk, P., & Coudounaris, D. N. (2023). Towards a better understanding of memorable wellness tourism experience. International Journal of Spa and Wellness, 6(1), 1–27. https://doi.org/10.1080/24721735.2022.2136120
Suharto, B. (2021). Eco-spiritual tourism in mountain regions: The Dieng Plateau case. Journal of Mountain Tourism, 2(1), 21–38. https://doi.org/10.1080/17659112.2021.00109
United Nations World Tourism Organization. (2024). UNWTO world tourism barometer (Vol. 22, Issue 3). https://doi.org/10.18111/wtobarometereng.2024.22.3
Wicaksono, M. R. (2023). Community based tourism dalam pengembangan pariwisata di Desa Wisata Kampung Alam Malon Kota Semarang. JIANA (Jurnal Ilmu Administrasi Negara), 21(1), 1–9. https://doi.org/10.46730/jiana.v21i1.8083
Wulandari, L. W. (2023). Local wisdom in wellness tourism: A pathway for sustainable wellbeing. Journal of Sustainable Cultural Tourism, 8(1), 50–63. https://doi.org/10.1080/17520163.2023.2129359
Wulandari, L. W., & Ahmad, H. (2025). Wellness ecotourism as a new development of The post-COVID-19 era (NEWA framework). In Sustainable tourism futures in SouTheast Asia (pp. 55–74). Springer. https://doi.org/10.1007/978-981-9955-55-5_4
Copyright (c) 2026 Eka Setiawati, Lastiani Warih Wulandari, Dwiyono Rudi Susanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








