Implikasi UU NO. 13 Tahun 2022 terhadap Legislasi Daerah
Abstract
Berlakunya Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 membawa perubahan signifikan dalam mekanisme pembentukan Peraturan Daerah, khususnya melalui penguatan kewenangan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam proses pengharmonisasian rancangan Perda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi perluasan kewenangan tersebut terhadap independensi legislasi daerah serta merumuskan model pengawasan Perda yang terintegrasi untuk mengatasi tumpang tindih kewenangan antar lembaga pusat. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perluasan kewenangan pemerintah pusat berimplikasi pada berkurangnya derajat independensi legislasi daerah, meskipun masih dapat dibenarkan dalam kerangka negara kesatuan. Selain itu, ditemukan adanya overlapping kewenangan antara Kementerian Hukum dan HAM dan Kementerian Dalam Negeri yang berdampak pada ketidakefisienan proses legislasi daerah. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi pola pengawasan melalui penegasan pembagian kewenangan, penguatan koordinasi antar lembaga, serta pengembangan model hubungan pusat-daerah yang kolaboratif. Penelitian ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara integrasi hukum nasional dan otonomi daerah guna mewujudkan sistem legislasi yang efektif dan demokratis.
Downloads
References
Anyigbo, C., Tarini, B. A., Wang, J., & Lanier, P. (2021). Clusters of adverse childhood experiences and unmet need for care coordination. Child Abuse & Neglect, 122, 105334. https://doi.org/10.1016/j.chiabu.2021.105334
Asshiddiqie, J. (2006). Pengantar ilmu hukum tata negara. Rajawali Pers.
Duncan, C. R. (2007). Mixed outcomes: The impact of regional autonomy and decentralization on indigenous ethnic minorities in Indonesia. Development and Change, 38(4), 711–733. https://doi.org/10.1111/j.1467-7660.2007.00430.x
Faguet, J.-P. (2014). Decentralization and governance. World Development, 53, 2–13. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2013.01.002
Fossati, D. (2016). Beyond “good governance”: The multi-level politics of health insurance for the poor in Indonesia. World Development, 87, 291–306. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2016.06.016
Huda, N. (2013). Hukum pemerintahan daerah. Rajawali Pers.
Hutchcroft, P. D. (2001). Centralization and decentralization in administration and politics: Assessing territorial dimensions of authority and power. Governance: An International Journal of Policy and Administration, 14(1), 23–53. https://doi.org/10.1111/0952-1895.00150
Joshi, D. K., Hughes, B. B., & Sisk, T. D. (2015). Improving governance for the post-2015 sustainable development goals: Scenario forecasting the next 50 years. World Development, 70, 286–302. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2015.01.013
Kereh4, C. J. I. L. K. F. . G. O. A. (2025). PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KORBAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG MELALUI MEDIA SOSIAL 1 Oleh. 13(3).
Manan, B. (1994). Hubungan antara Pusat dan Daerah menurut UUD 1945. Pustaka Sinar Harapan.
Martinez-Vazquez, J., & McNab, R. M. (2003). Fiscal decentralization and economic growth. World Development, 31(9), 1597–1616. https://doi.org/10.1016/S0305-750X(03)00109-8
Nola, L. F. (2024). Upaya Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang pada Pekerja Migran Indonesia (Eradication of Human Trafficking Crimes among Indonesian Migrant Wrokers). Negara Hukum: Membangun Hukum Untuk Keadilan Dan Kesejahteraan, 14(2), 143–161. https://doi.org/10.22212/jnh.v14i2.4110
Nugroho, B., & Roesli, M. (2017). Analisa hukum tindak pidana perdagangan orang. 2(2). https://doi.org/10.23920/jbmh.v2n1.7
O’Shea, B., Asquith, N. L., & Prichard, J. (2022). Mapping Cyber-Enabled Crime: Understanding Police Investigations and Prosecutions of Cyberstalking. International Journal for Crime, Justice and Social Democracy, 10(4). https://doi.org/10.5204/ijcjsd.2096
Pratchett, L. (2004). Local autonomy, local democracy and the “new localism.” Political Studies, 52(2), 358–375. https://doi.org/10.1111/j.1467-9248.2004.00484.x
UNDANG UNDANG N0. 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG, (2007).
RI, U.-U. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Ridwan, A. (2025). 427 Warga Indonesia Jadi Korban Perdagangan Manusia sampai Juli 2025. Katadata Media Network.
Siur, N., Kuzmenko, H., Pavlichenko, I., Malakhova, T., & Pravdiuk, A. (2023). Constitutional principles of local self-government. Journal of Law and Sustainable Development, 11(11), e02290. https://doi.org/10.55908/sdgs.v11i11.2290
Smoke, P. (2015). Rethinking decentralization: Assessing challenges to a popular public sector reform. Public Administration and Development, 35(2), 97–112. https://doi.org/10.1002/pad.1703
Sujarwoto, & Tampubolon, G. (2015). Decentralization and citizen happiness: A multilevel analysis of self-rated happiness in Indonesia. Journal of Happiness Studies, 16(2), 455–475. https://doi.org/10.1007/s10902-014-9518-z
Suponyono2, L. V. S. & E. (2020). ASPEK HUKUM INTERNASIONAL DAN NASIONAL. 2.
Tamba, S., Hafrida, & Herry Liyus. (2024). LEGAL PROTECTION OF VICTIMS OF COMMERCIAL SEXUAL EXPLOITATION OF CHILDREN THROUGH SOCIAL MEDIA. Bengkoelen Justice : Jurnal Ilmu Hukum, 14(2), 152–168. https://doi.org/10.33369/jbengkoelenjust.v14i2.33829
Tina Marlina, A. R. N. (2020). Perlindungan Hukum Terhadap Tenaga Kerja Yang Ijazah Nya Dijadikan Jaminan Oleh Perusahaan Pemberi Kerja (Studi Penelitian Di Disnaker Kota Cirebon). 11(1), 35–45.
Ummah, V. R. (2022). Politik Hukum Pembentukan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Staatsrecht: Jurnal Hukum Kenegaraan Dan Politik Islam, 2(2).
Undang-Undang, R. I. (2014). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Jakarta.
Waluyadi, Fathan Al Farizi1, Sairi2, Tika Fatikhaturrizqiyyah3, R. H. (2024). Criminological Aspects of Children as Perpetrators in the Crime of Trafficking in Persons ( TPPO ). 1(6), 324–333.
Wiryawan, B. A., & Otchia, C. (2022). The legacy of the reformasi: The role of local government spending on industrial development in a decentralized Indonesia. Journal of Economic Structures, 11(1), 10. https://doi.org/10.1186/s40008-022-00262-y
Yanti Romlahayati. (2025). PRA-PERSIDANGAN SEBAGAI MEKANISME UNTUK MENJAMIN PERLINDUNGAN HAK ASASI MANUSIA DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA INDONESIA. 2, 221–231. https://doi.org/https://doi.org/10.33603/hermeneutika.v9i2.10679
Zarychta, A., Benedum, M. E., Sanchez, E., & Andersson, K. P. (2024). Decentralization and corruption in public service delivery: Local institutional arrangements that can help reduce governance risks. Journal of Public Administration Research and Theory, 34(2), 238–254. https://doi.org/10.1093/jopart/muad022
Copyright (c) 2026 Clarisa Sondang Sibarani, Darren William Hermanto, Triani Cahya Hutahaean, Michael Zona Pangaribuan, Yoandhika Aliantoni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








