How to cite:
Ahmad Naufal, Indra Lestari Fawzi (2021) Evaluasi Program Corporate Social Responsibility Perumda Pasar
Jaya (Studi Kasus Program CSR PAUD Bina Tunas Jaya di Pasar Induk Kramat Jati). Syntax Literate. 6(8).
http://dx.doi.org/10.36418/ syntax-literate.v6i8.3759
E-ISSN:
2548-1398
Published by:
Ridwan Institute
Syntax Literate : Jurnal Ilmiah Indonesia pISSN: 2541-0849
e-ISSN : 2548-1398
Vol. 6, No. 8, Agustus 2021
EVALUASI PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PERUMDA
PASAR JAYA (STUDI KASUS PROGRAM CSR PAUD BINA TUNAS JAYA DI
PASAR INDUK KRAMAT JATI)
Ahmad Naufal, Indra Lestari Fawzi
Universitas Indonesia Jakarta, Indonesia
Abstrak
Masa usia dini adalah periode pertama yang mendasar dan perlu diperhatikan serius
pada pertumbuhan serta perkembangan anak. Anak usia dini merupakan anak pada
usia 0 sampai dengan 6 tahun. Perumda Pasar Jaya melalui Bhakti Isrti Pegawai
(BIP) mengimplementasikan program CSR PAUD Bina Tunas Jaya yang bertujuan
untuk terwujudnya anak yang cerdas, sehat, jujur, bertanggung jawab, disiplin, adil,
peduli, kreatif, dan mandiri khususnya anak anak yang berada di lingkungan Pasar
Induk Kramat Jati. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi implementasi
Program CSR Perumda Pasar Jaya PAUD Bina Tunas Jaya di Pasar Induk Kramat
Jati dalam mencapai tujuan dan sasarannya serta menggambarkan faktor-faktor
pendukung dan penghambat pada implementasi program CSR Perumda Pasar Jaya
PAUD Bina Tunas Jaya di Pasar Induk Kramat Jati. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif untuk memahami proses pelaksanaan program CSR PAUD
Bina Tunas Jaya. Hasil penelitian menunjukkan proses berjalannya program
dilakukan oleh stakeholder yang terlibat seperti Perumda Pasar Jaya, Bhakti Istri
Pegawai (BIP) Perumda Pasar Jaya, dan tenaga penddidik PAUD Bina Tunas Jaya.
Faktor pendukung program ini, yaitu dukungan yang positif dari berbagai
stakeholder seperti Pemerintah, direksi Perumda Pasar Jaya, Bhakti Istri Pegawai
(BIP) Perumda Pasar Jaya, dan tenaga pendidik PAUD Bina Tunas Jaya. Direksi
Perumda Pasar Jaya berkomitmen untuk mendukung program CSR PAUD Bina
Tunas Jaya melalui pendanaan yang berkelanjutan. Faktor penghambat program ini,
yaitu aturan baru belajar dari rumah yang belum realistis, beberapa orang tua murid
yang menolak ajakan untuk anaknya sekolah, kompetensi tenaga pendidik yang
belum maksimal, dan alur administrasi yang kurang efektif dan efisien.
Kata Kunci: evaluasi program; program CSR; PAUD
Abstract
Early childhood is an important and important thing throughout this month and the
sub-district. Early childhood children who are at a vulnerable age 0-6 years.
Perumda Pasar Jaya through Bhakti Isrti Pegawai (BIP) embraces the CSR
program of PAUD Bina Tunas Jaya which is midwife for children who are smart,
healthy, honest, responsible, independent, fair, caring, creative, and independent,
especially children who are in the Kramat Jati Main Market. This research aims to
implement csr temples Perumda Pasar Jaya PAUD Bina Tunas Jaya in the Main
Evaluasi Program Corporate Social Responsibility Perumda Pasar Jaya (Studi Kasus
Program CSR PAUD Bina Tunas Jaya di Pasar Induk Kramat Jati)
Syntax Literate, Vol. 6, No. 8, Agustus 2021 3681
Market Kramat Jati in achieving its goals and objectives and describe supporting
factors and inhibitions in the csr implementation program Perumda Pasar Jaya
PAUD Bina Tunas Jaya in the Main Market Kramat Jati. This research uses
qualitative approach to understand the process of implementation of CSR program
PAUD Bina Tunas Jaya. The results of the research, the Jalan Prosesnya program
was conducted by stakeholders who conducted the hunt in Perumda Pasar Jaya,
Bhakti Istri Pegawai (BIP) Perumda Pasar Jaya, and paud education personnel
Bina Tunas Jaya. The supporting factors of this program, namely positive support
from stakeholders such as the Government, directors of Perumda Pasar Jaya,
Bhakti Istri Pegawai (BIP) Perumda Pasar Jaya, and PAUD educators Bina Tunas
Jaya. The Board of Directors of Perumda Pasar Jaya is committed to the CSR
support program of PAUD Bina Tunas Jaya through sustainable funding. The
factors of this inhibition program, namely the new rules of learning from home that
are not yet original, some parents who refuse invitations to their children's school,
maximum educators, and the flow of administration that is less courageous and
good.
Keywords: program evaluation; CSR programs; PAUD
Pendahuluan
Aktivitas sosial kemasyarakatan dilakukan secara sukarela sudah sering
dilakukan melalui perusahaan-perusahaan multinasional sejak ratusan tahun lalu.
Indonesia memiliki kondisi yang berbeda, yaitu implementasi CSR baru dilakukan
beberapa tahun dekat ini. Suara masyarakat, dinamika demokrasi, jalannya arus
demokrasi, dan pasar bebas menciptakan kesadaran realitas dari dunia industri
tentang pentingnya melakukan tanggung jawab sosial perusahaan. Triple Bottom Line
atau tiga faktor utama operasi dalam hubungannya dengan lingkungan dan manusia
(people, profit, and planet), program tanggung jawab sosial penting untuk diterapkan
oleh perusahaan karena profit perusahaan bergantung pada lingkungan dan
masyarakat (Susanto, 2003).
Perusahaan mewujudkan tanggung jawab terhadap masalah sosial dan
lingkungan melalui aktivitas-aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) yang
diimplementasikan dengan berbagai macam cara, dikategorikan menjadi beberapa isu
sosial, antara lain isu kesehatan, pendidikan, lingkungan dan pelestarian, dan atau
berbagai bantuan permodalan bagi masyarakat (Kotler & Lee, 2008).
Keikutsertaan perusahaan pada bidang pendidikan sangat diperlukan untuk
membantu perkembangan kualitas pendidikan di Indonesia. Karena, apabila tanggung
jawab tersebut hanya diberikan pada orang tua atau pemerintah, maka dipastikan
membutuhkan waktu yang tidak cepat untuk menanggulangi berbagai masalah
pendidikan. Peran masyarakat atau pihak lain dalam menigkatkan mutu pendidikan
bahkan sudah dinyatakan dalam UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional pada Pasal 54. Peran serta tersebut mencakup peran serta
pengusaha, organisasi profesi, dan organisasi kemasyarakatan dalam
Ahmad Naufal, Indra Lestari Fawzi
3682 Syntax Literate, Vol. 6, No. 8, Agustus 2021
penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan Pendidikan (Naraduhita &
Sawarjuwono, 2012).
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah investasi SDM yang unggul di
masa mendatang dan pada banyak kajian ilmiah serta pengalaman empirik, PAUD
adalah bentuk pendidikan yang sangat penting dalam persiapan generasi yang baik
dan berkualitas. Usia anak dari 0 sampai dengan 6 tahun merupakan masa tumbuh
kembang fisik dan psikis. Pada usia ini disebut sebagai golden age. PAUD
dilaksanakan dengan beberapa alternatif dan membutuhkan dukungan partisipasi dari
masyarakat. Bentuk alternatif implementasi PAUD tersebut adalah seperti Kelompok
Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), Taman Kanak-Kanak (TK), Taman
Pendidikan Al Qur’an (TPQ), dan pendidikan anak usia dini lainnya yang berbasis
masyarakat, keluarga atau lingkungan (Anwas, 2012).
Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah faktor keberhasilan pembangunan
SDM yang berkualitas. Anak usia dini yang diberikan bekal dengan pendidikan yang
berkualitas cenderung mempunyai kecerdasan sosio-emosional, dan kesiapan sekolah
yang lebih baik. Ada beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa PAUD memiliki
dampak jangka panjang, dan memberi kontribusi pada pertumbuhan ekonomi di
sebuah negara (Heckman, 2011).
Jumlah anak yang menerima manfaat layanan PAUD terus berkembang setiap
tahun. Hal ini dapat dilihat dari tingkat angka partisipasi kasar (APK), atau jumlah
anak yang menikmati layanan PAUD di suatu daerah. Hasil capaian ini adalah kerja
sama antara masyarakat, swasta, dan pemerintah.
Gambar 1
Capaian APK PAUD Tahun 2015-2019
Sumber: Biro Pusat Statistik, 2020
Program-program yang telah diimplementasikan untuk mengembangkan APK
PAUD seperti Gambar 1. di atas adalah: (1) Bantuan Operasional Pendidikan (BOP)
PAUD; (2) Bantuan RKB PAUD; (3) Bantuan PAUD untuk layanan khusus atau daerah
marjinal; dan (4) Bantuan PAUD pasca bencana dan tanggap darurat. Program-program
tersebut menstimulus tumbuhnya lembaga PAUD. Lembaga PAUD di Indonesia terus
Evaluasi Program Corporate Social Responsibility Perumda Pasar Jaya (Studi Kasus
Program CSR PAUD Bina Tunas Jaya di Pasar Induk Kramat Jati)
Syntax Literate, Vol. 6, No. 8, Agustus 2021 3683
meningkat setiap tahun dari sisi jumlah. Berikut gambar 2 yang mendeskripsikan
pertumbuhan lembaga PAUD 2015-2019:
Gambar 2
Pertumbuhan Lembaga PAUD 2015-2019
Sumber: Dapo PAUD-Dikmas,2019
Pemerintah terus berupaya pada setiap kota/kabupaten memiliki Lembaga
PAUD terpadu pembina holistik integratif (PAUD HI), yang bekerja sama dengan
Posyandu supaya layanan kepada anak usia dini mencakup kebutuhan akan pengasuhan
, pendidikan, kesehatan , perlindungan, dan gizi. Upaya Pemerintah ini berdasarkan
dengan Perpres No. 60 Tahun 2013, dan Permen Kemenko PMK sebagai Ketua Pokja
PAUD HI. Di tahun 2019, sudah 91,4% kabupaten/kota memiliki Lembaga tersebut.
Pemerintah berusaha meningkatkan mutu PAUD. Beragam cara dilakukan,
seperti melalui akreditasi satuan PAUD dalam rangka mengembangkan mutu
pendidikan. Akreditasi lembaga PAUD dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional
PAUD-PNF.
Gambar 3
Pertumbuhan Akreditasi Lembaga PAUD
Sumber: Laporan Kinerja Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, 2019
Jumlah perkembangan Lembaga PAUD yang terakreditasi meningkat lebih dari
enam belas kali lipat antara tahun 2015 sampai dengan tahun 2019. Apabila ditinjau dari
Ahmad Naufal, Indra Lestari Fawzi
3684 Syntax Literate, Vol. 6, No. 8, Agustus 2021
capaian persentase terhadap total lembaga, maka rata-rata tingkat penambahan per tahun
dalam periode 2015-2019 adalah 103% per tahun.
Peneliti melihat pemerintah sangat mendukung dalam peningkatan akses dan
kualitas PAUD berdasarkan data di atas yang memiliki peran yang penting terhadap
pembangunan sebuah bangsa. Selain itu, peneliti juga ingin melihat peran perusahaan
dalam implementasi CSR yang sudah dilakukan terkait dengan program PAUD.
Berdasarkan penelitian sebelumnya menunjukan bahwa program PAUD dalam
implementasi CSR yang dilakukan perusahaan bisa dirasakan manfaatnya oleh
penerima manfaat dengan baik. Berikut beberapa penelitian yang terkait dengan
evaluasi CSR, evaluasi CSR PAUD dan PAUD berbasis masyarakat.
Pertama, penelitian yang ditulis oleh (Arsyad, 2016) dengan judul Evaluasi
program CSR perusahaan (Agribisnis PT. NFI) dengan bertujuan untuk
mendeskripsikan evaluasi program CSR Agribisnis PT. NFI di wilayah Bogor dengan
komoditinya, yaitu Srikaya, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Hasil
penelitian menunjukan dari input dan proses cukup banyak ditemukan ketidaksesuaian
sehingga beberapa tujuan program belum tercapai seperti belum tingginya kompetensi
petani dan turunnya jumlah partisipasi petani, walaupun penghasilan petani meningkat.
Faktor pendukung program, yaitu perkembangan ilmu teknologi pertanian, dukungan
dari komisaris perusahaan, dan kebutuhan pasar terhadap komoditi srikaya yang luas.
Faktor penghambat program dari internal, yaitu keterbatasan jumlah tenaga
pendamping, dan eksternal, yaitu keterbatasan sumberdaya petani, musim, dan hama,.
Kedua, penelitian yang ditulis oleh (Nathalia & Fawzi, 2018) dengan judul
Evaluasi Proyek Pos Pintar dalam Bentuk Penggunaan Aplikasi Mobile - Posyandu
sebagai Program Corporate Social Responsibility (CSR) The Hongkong and Shanghai
Bank Corporation (HSBC). Studi kasus di Posyandu Pepaya, RW 16, Kecamatan
Cilincing, Jakarta Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi
Proyek Pos Pintar, manfaat dari fungsi aplikasi mPosyandu dari Proyek Pos Pintar bagi
kader dan ibu, dan faktor-faktor penghambat dan pendukung proses penggunaan
aplikasi mPosyandu secara langsung dari kader posyandu kepada ibu yang datang ke
posyandu. Hasil penelitian, yaitu bahwa kader posyandu yang menggunakan aplikasi
mobile-Posyandu terbantu saat melakukan monitoring terhadap tumbuh kembang anak.
Kader posyandu bisa memasukkan data hasil monitoring ke dalam aplikasi lebih cepat
apabila dibandingkan dengan pencatatan secara manual. Aplikasi ini juga membantu
kader dalam melakukan konseling kepada ibu dan balita.
Ketiga, jurnal penelitian yang ditulis oleh (Prayogo & Hilarius, 2012) dengan
judul Efektivitas program CSR/CD dalam Pengentasan Kemiskinan Studi Peran
Perusahaan Geothermal di Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat capaian
efektivitas atau sejauh mana program CSR/CD dapat meningkatkan kesejahteraan
masyarakat. Hasil penelitian ini menemukan prinsip bottom-up dan participatory harus
dijadikan acuan utama dalam bentuk kegiatan, penetapan program, dan mekanisme
implementasinya.
Evaluasi Program Corporate Social Responsibility Perumda Pasar Jaya (Studi Kasus
Program CSR PAUD Bina Tunas Jaya di Pasar Induk Kramat Jati)
Syntax Literate, Vol. 6, No. 8, Agustus 2021 3685
Keempat, jurnal penelitian yang ditulis oleh (Baihaqi, 2019) dengan judul
Evaluasi Program CSR PT. Socfindo terhadap Kesejahteraan Masyarakat Nagan Raya.
Artikel ini menulis tentang gambaran kontribusi dan dampak PT. Socfindo terhadap
masyarakat sekitar perusahaan dan bagaimana respon masyarakat terhadap kehadiran
PT. Socfindo. Hasil penelitian, yaitu program CSR yang dilakukan masih pada tahap-
tahap program yang bersifat philantrophy, charity, dan pembangunan infrastruktur. CSR
saat ini belum masuk pada peningkatan kapasitas masyarakat atau aspek peningkatan
sumberdaya manusia.
Kelima, jurnal penelitian yang ditulis oleh (Asri & Insari, 2020) dengan judul
Evaluasi Program Corporate Social Responsibility Bank Sampah Delima (PT Pertamina
EP ASSET CEPU). Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi Program
Corporate Social Responsibility, PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu dengan program
CSR Bank Sampah Delima dalam pemberdayaan masyarakat Desa Banyu Urip
Kecamatan Senori Kabupaten Tuban. Hasil penelitian diketahui bahwa: (1) Perusahaan
mengalokasikan laba bersih (Profit) CSR dengan anggaran 2% telah disalurkan ke Bank
Sampah Delima (2) Lingkungan (Planet) sekitar beroperasinya perusahaan juga bersih
karena Bank Sampah Delima berkontribusi menjadikan lingkungan bersih dari sampah
(3) Pemberdayaan masyarakat (People) Desa menunjukkan perkembangan dan
meningkatkan kesejahteraan dalam aspek ekonomi (4) Pada aspek Prosedur (Procedure)
pengembangan program dan evaluasi dilakukan oleh pihak Humas dan bekerjasama
dengan pemerintah.
Keenam, penelitian yang ditulis oleh Meilanny Budiarti (Santoso, Ismanto,
Mumajad, & Mulyono, 2019) dengan judul Penilaian Dampak Investasi Sosial
Pelaksanaan CSR Menggunakan Metode Social Return On Investment (SROI). Artikel
ini menceritakan bagaimana perusahaan mengetahui dampak investasi sosial yang
diimplementasikannya, yaitu dengan menggunakan metode Social Return on
Investment. Berdasarkan studi penilaian dampak investasi sosial dari Program
Pengembangan Posdaya Baramulyo diperoleh SROI Ratio sebesar 3,70 artinya bahwa
setiap investasi Rp. 1,- memperoleh dampak atau manfaat yang bernilai Rp. 3,70,-.
Manfaat terbesar dari Posdaya Baramulyo adalah pada peningkatan akses sekolah
PAUD yaitu sebesar 66,5% dari total nilai outcome, kemudian peningkatan pendapatan
sebesar 14,09% dari total nilai outcome, peningkatan tumbuh kembang PAUD sebesar
12,66% dari total nilai outcome, dan para lansia merasa lebih sehat dan bugar sebesar
5,73% dari total nilai outcome. Apabila dilihat dari sisi sosial ekonomi, maka program
Posdaya Baramulyo dapat dikatakan berhasil dan layak.
Ketujuh, penelitian yang ditulis oleh (Anwas, 2012) dengan judul Model PAUD
Posdaya sebagai alternatif pelaksanaan pendidikan anak usia dini berbasis masyarakat.
Penelitian ini menjelaskan keikutsertaan masyarakat dalam membantu kesuksesan
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangat penting. Pos Pemberdayaan Masyarakat
(Posdaya) adalah forum komunikasi dan wahana pemberdayaan masyarakat di tingkat
dasar. Pembentukan Posdaya tidak harus membentuk kelembagaan yang baru, akan
tetapi bisa menyatukan dan menguatkan kelembagaan yang telah ada melalui
Ahmad Naufal, Indra Lestari Fawzi
3686 Syntax Literate, Vol. 6, No. 8, Agustus 2021
bermacam-macam kegiatan pemberdayaan. Begitu pula Model PAUD Posdaya
ditingkatkan dengan cara membentuk PAUD baru dan menguatkan PAUD yang sudah
ada. Model PAUD Posdaya menjadi sangat kuat karena menyelaraskan dan menyatukan
dari berbagai kelembagaan masyarakat dalam wahana Posdaya. Dari penelitian di atas,
kebanyakan penelitian mengenai evaluasi program CSR, CSR tentang PAUD, dan
PAUD berbasis masyarakat. Belum ada penelitian terdahulu mengenai evaluasi program
CSR PAUD di pasar.
Berdasarkan penjelasan di atas, pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan
(Corporate Social Responsibility) sekarang semakin berkembang. Kalangan dunia usaha
banyak berperan mengembangkan masyarakat sekaligus menyelesaikan berbagai
persoalan yang dialami komunitas di sekitarnya. Namun yang perlu dipikirkan adalah
apakah program CSR yang dilakukan tersebut berhasil atau tidak (Amerta association,
2014). Salah satu cara dalam melihat program CSR ini berhasil atau tidak adalah dengan
melakukan evaluasi. Evaluasi merupakan keharusan untuk setiap program atau kegiatan
yang dilaksanakan untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi program (Dinasih,
Pradekso, & Naryoso, 2013).
Evaluasi program merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk
melihat tingkat keberhasilan program. Ada beberapa pengertian tentang program
sendiri. Dalam kamus (a) program adalah rencana, (b) program adalah aktivitas yang
diimplementasikan dengan seksama. Evaluasi program adalah kegiatan yang bertujuan
untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat keberhasilan dari kegiatan yang direncanakan
(Arikunto & Jabar, 2004). Oleh karena itu penelitian terhadap evaluasi program
khususnya program CSR di bidang pendidikan, yaitu program PAUD menjadi penting
untuk dilakukan.
Perumda Pasar Jaya ikut berperan mendukung upaya pemerintah dalam
peningkatan akses PAUD melalui program Corporate Social Responsibility (CSR)
PAUD Bina Tunas Jaya di Pasar Induk Kramat Jati. Pasar Induk Kramat Jati adalah
pasar tradisional. Implementasi program CSR tersebut dikelola oleh Bhakti Istri
Pegawai yang merupakan bagian dari Perumda Pasar Jaya. Tujuan utama program CSR
PAUD ini adalah terwujudnya anak yang cerdas, sehat, jujur, bertanggung jawab,
disiplin, adil, peduli, kreatif, dan mandiri khususnya anak anak yang berada di
lingkungan Pasar Induk Kramat Jati.
Program CSR PAUD Bina Tunas Jaya ini juga masih belum dievaluasi pada
proses berjalannya program, yaitu hanya dievaluasi berupa bagian raport muridnya saja
dan data dimasukkan ke Dapodik PAUD (Data Pokok Pendidikan Anak Usia Dini dan
Pendidikan Masyarakat). Hal ini menjadi penting dan menarik untuk dievaluasi,
terutama dalam proses pembelajaran dan hasil pembelajaran. Peneliti juga ingin melihat
faktor penghambat dan pendukung dalam implementasi program CSR PAUD Bina
Tunas Jaya ini. Peneliti mengharapkan agar evaluasi ini bisa menjadi masukan bagi
jalannya implementasi program agar menjadi lebih baik lagi.
Evaluasi program CSR ini dilakukan khusus pada proses implementasi program
CSR PAUD Bina Tunas Jaya yang dibiayai oleh Perumda Pasar Jaya dari tahun 2020
Evaluasi Program Corporate Social Responsibility Perumda Pasar Jaya (Studi Kasus
Program CSR PAUD Bina Tunas Jaya di Pasar Induk Kramat Jati)
Syntax Literate, Vol. 6, No. 8, Agustus 2021 3687
sampai 2021 pada saat pandemi Covid-19 terjadi. Evaluasi dikhususkan pada input,
process, dan output implementasi program sesuai dengan fokus penelitian, yang mana
peneliti ingin melihat implementasi program CSR PAUD Bina Tunas Jaya ini dalam
mencapai tujuan dan sasarannya.
Evaluasi ini difokuskan pada proses program berdasarkan acuan dari penjelasan
(Pietrzak, Ramler, Renner, Ford, & Gilbert, 1990), yaitu ruang lingkup evaluasi yang
digunakan adalah sebagai berikut:
Tabel 1
Ruang Ligkup Evaluasi
Inputs
Activities
-Tenaga Pengajar
-Jumlah murid 34 anak
-Materi berdasarkan RPPM
-SOP PAUD
-KTSP
-Anggaran
-Sarana dan Prasarana
PAUD
-Kegiatan Pembukaan
-Kegiatan Inti
-Kegiatan Penutup
-Rencana Penilaian
-Pembelajaran di PAUD Bina
Tunas Jaya sebanyak 900
menit (15 jam) dalam
seminggu. Kegiatan belajar
tatap muka dilakukan selama
5 hari dimulai dari pukul 8.00
11.00
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi implementasi Program CSR
Perumda Pasar Jaya PAUD Bina Tunas Jaya di Pasar Induk Kramat Jati dalam
mencapai tujuan dan sasarannya serta menggambarkan faktor-faktor pendukung dan
penghambat dalam implementasi program CSR Perumda Pasar Jaya PAUD Bina Tunas
Jaya di Pasar Induk Kramat Jati. Peneliti juga memiliki ekspektasi bahwa penelitian ini
dapat memberikan kontribusi untuk pengembangan ilmu sosial, khususnya ilmu
kesejahteraan sosial yang mengkaji tentang evaluasi program CSR dan memberikan
masukan kepada para peneliti selanjutnya yang ingin menganalisis tentang program
CSR. Penelitian ini dilakukan di bulan Januari sampai dengan Juni 2021 di PAUD Bina
Tunas Jaya yang bertempat di Pasar Induk Kramat Jati. Teknik pemilihan informan
yang digunakan pada penelitian ini, yaitu purposive sampling, yang mana 4 orang
dijadikan informan dengan kriteria sebagai berikut: 1) Berpartisipasi dalam
pengambilan keputusan pada program CSR PAUD Bina Tunas Jaya dan 2) Terlibat
secara penuh dalam program. Sebanyak 3 orang pengurus BIP dan 1 orang tenaga
pendidik PAUD Bina Tunas Jaya. Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti,
yaitu wawancara mendalam dan observasi.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami proses
pelaksanaan program CSR PAUD Bina Tunas Jaya agar terwujudnya anak yang
cerdas, sehat, jujur, bertanggung jawab, disiplin, adil, peduli, kreatif, dan mandiri
khususnya anak anak yang berada di lingkungan Pasar Induk Kramat Jati. Peneliti
Ahmad Naufal, Indra Lestari Fawzi
3688 Syntax Literate, Vol. 6, No. 8, Agustus 2021
membutuhkan pendekatan yang sesuai, yaitu pendekatan kualitatif untuk mendapat
gambaran yang spesifik.
Peneliti ingin melihat bagaimana program CSR PAUD Bina Tunas Jaya ini
mencapai tujuannya melalui pendidikan gratis untuk anak usia dini di lingkungan
Pasar Kramat Jati serta faktor penghambat dan pendukung implementasi program
tersebut dalam penelitian ini. Jenis penelitian yang tepat untuk penelitian ini adalah
penelitian evaluatif.
Jenis evaluasi dalam dalam penelitian ini adalah formatif atau evaluasi proses
Pada penelitian ini proses evaluasi dilaksanakan pada tahap implementasi program,
di mana program yang dievaluasi pada CSR PAUD Bina Tunas Jaya ini berlangsung
pada tahun 2020-2021. Evaluasi dilakukan untuk pemantauan dan peningkatan
terhadap berjalannya program. Untuk mendapatkan data-data yang dapat digunakan
dalam menjawab permasalahan yang diteliti, maka teknik pengumpulan data yang
digunakan adalah:
1. Kajian Literatur
Kajian literatur, yaitu dengan kesadaran bahwa pengetahuan adalah
bertambah terus-menerus, bahwa masyarakat, topik penelitian, dan daerah
penelitian kita sudah pernah dilakukan orang sebelumnya dan kita dapat belajar
dari apa yang telah dilakukan orang-orang tersebut (Neuman & Dickinson, 2003).
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan kajian literatur dari buku, tesis, jurnal,
dan dokumen resmi dari pihak PAUD Bina Tunas Jaya, dan UU/Permen
menyangkut program CSR dan PAUD.
2. Wawancara Mendalam dan Observasi
Penelitian ini untuk memperoleh berbagai informasi, peneliti menggunakan
beberapa metode pengamatan yang sering digunakan dalam penelitian kualitatif,
seperti wawancara mendalam (In-depth interview) dengan informan yang dipilih
dan melakukan observasi langsung ke lapangan (Bungin, 2007).
Wawancara mendalam (In-depth Interview), yaitu proses mendapatkan
keterangan untuk tujuan penelitian melalui cara tanya jawab sambil bertatap muka
antara responden atau orang yang diwawncarai dengan pewawancara, dengan atau
tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara dimana pewawancara dan informan
terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama (Sutopo, Rokhmawati, & Andreas,
2018). Peneliti melakukan wawancara mendalam kepada pihak pengelola CSR
PAUD Bina Tunas Jaya, yaitu anggota-anggota Bhakti Istri Pegawai (BIP) sebanyak
3 orang dan tenaga pendidik CSR PAUD Bina Tunas Jaya itu sendiri sebanyak 1
orang. Peneliti juga akan melakukan observasi dalam kegiatan rutin PAUD Bina
Tunas Jaya untuk melihat langsung bagaimana proses implementasi program CSR
PAUD Bina Tunas Jaya itu sendiri.
Waktu pengumpulan data merupakan jadwal kegiatan yang dilakukan dari
awal hingga akhir kegiatan penelitian. Penelitian ini dilaksanakan sejak bulan
November 2020 yang merupakan observasi dan wawancara mendalam dan juga
penulisan hasil temuan lapangan sampai bulan Maret 2021.
Evaluasi Program Corporate Social Responsibility Perumda Pasar Jaya (Studi Kasus
Program CSR PAUD Bina Tunas Jaya di Pasar Induk Kramat Jati)
Syntax Literate, Vol. 6, No. 8, Agustus 2021 3689
Teknik analisis data dalam penelitian ini, yaitu menggunakan analisis data
yang diperkenalkan oleh Neuman. Menurut (Neuman & Dickinson, 2003), analisis
penelitian kualitatif bersifat induktif, yaitu berasal dari hal yang spesifik ke hal yang
lebih umum. Artinya, penelitian ini dimulai dari data-data yang sudah dikumpulkan
untuk membangun konsep atau teori yang sesuai. Dari hasil pengumpulan data dapat
dilakukan pengecekan silang (triangulasi) untuk mendapatkan berbagai pandangan
atau perspektif terkait dengan informasi yang ada.
Analisis penelitian kualitatif dapat digunakan untuk melihat hubungan atau
pola yang berasal dari data yang dikumpulkan, tetapi analisis kualitatif ini belum bisa
menggambarkan secara luas berdasarkan matematika dan statistik. Penelitian ini
memiliki proses analisis yang dimulai melalui penelaahan data yang diperoleh di
lapangan dari macam-macam sumber atau informasi melalui wawancara individu,
observasi, maupun dokumen. Data-data tersebut dibaca terlebih dahulu, ditelaah dan,
dipelajari kemudian dianalisis isi ekspresi baik verbal maupun non verbal sehingga
dapat ditemukan tema nya, kata kunci, dan alur kontekstualnya yang menjelaskan apa
yang berada di balik suatu fenomena atau ucapan (Neuman & Dickinson, 2003).
Analisis data pada penelitian ini adalah sebagai berikut secara rinci:
1. Mengorganisasikan Data
Obyek penelitian yang membentuk kumpulan data merupakan data mentah
yang jumlahnya banyak, berdasarkan dari catatan lapangan, gambar, dokumen-
dokumen sebagainya. Data yang terkumpul kemudian diorganisasikan dan
diseleksi berdasarkan kebutuhan fokus penelitian. Adapun data yang
diorganisasikan adalah data mentah seperti hasil rekaman, catatan lapangan, data
yang sudah diproses sebagainya seperti transkrip wawancara, dan lain-lain.
2. Pengelolaan Data
Langkah-langkah yang ditempuh dalam pengelolaan data mencakup
interview data, memformulasikan kategori, menyatukan data, dan
mengorganisasikan menjadi kategori yang sama atau dikodekan serta
menghubungkan informasi dari data non interview.
3. Verifikasi dan Penafsiran Data
Langkah ini merupakan suatu upaya untuk mencari suatu hubungan,
kesimpulan atau persamaan yang muncul seiring dengan semakin banyaknya
dukungan data yang didapat seperti pengidentifikasian pola-pola, kecenderungan
dan penjelasan yang dibutuhkan dalam pembahasan, kemudian ditafsirkan sesuai
dengan pola-pola yang ditemukan. Langkah ini adalah langkah setelah
pengelolaan data yang berbentuk penjelasan yang rinci berdasarkan teori yang
diperoleh dari berbagai literatur dengan data yang diperoleh dari lapangan.
4. Pengambilan Kesimpulan
Setelah melalui tahap penafsiran data dan verifikasi, yaitu langkah akhir
adalah melakukan generalisasi sebagai dasar untuk mengambil kesimpulan.
Ahmad Naufal, Indra Lestari Fawzi
3690 Syntax Literate, Vol. 6, No. 8, Agustus 2021
Hasil dan Pembahasan
A. Hasil
Penelitian ini dilakukan di PAUD Bina Tunas Jaya yang beralamat di Jalan
Raya Bogor KM. 20, Kampung Tengah, Kelurahan Tengah, Kecamatan Kramat Jati,
Kota Jakarta Timur Provinsi DKI Jakarta. Lokasi ini dipilih karena program CSR
PAUD Bina Tunas Jaya oleh Perumda Pasar Jaya berlokasi di tempat tersebut. Selain
itu, program CSR PAUD Bina Tunas Jaya ini merupakan program CSR yang didanai
paling besar dan berkelanjutan oleh Perumda Pasar Jaya.
Program CSR PAUD Bina Tunas Jaya ini memiliki tujuan, yaitu terwujudnya
anak yang cerdas, sehat, jujur, bertanggung jawab, disiplin, adil, peduli, kreatif, dan
mandiri khususnya anak anak yang berada di lingkungan Pasar Induk Kramat Jati.
Program ini dijalankan oleh tiap pihak (stakeholder) yang memiliki peran
masing-masing. Penjelasan peran pada program CSR PAUD Bina Tunas Jaya ini
dapat dilihat di bawah:
Tabel 2
Peran Tiap Stakeholder dalam Program CSR PAUD Bina Tunas Jaya
No.
Stakeholder
Peran
1
Ketua Yayasan Bina Tunas Jaya
a. Pengembangan pendidikan di Bina Tunas
Jaya
b. Bekerjasama dengan pemangku kebijakan
dalam rangka optimalisasi sumber belajar dan
sumber dana
2
Kepala PAUD Bina Tunas Jaya
a. Pengembangan program PAUD
b. Mengkoordinasikan guru-guru PAUD
c. Mengelola administrasi PAUD
d. Melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap
kinerja guru-guru
e. Melakukan evaluasi terhadap program
pembelajaran di PAUD
3
Tenaga Pendidik
a. Menyusun rencana pembelajaran
b. Mengelola pembelajaran sesuai dengan
kelompoknya
c. Menyusun pelaporan perkembangan anak
d. Melakukan kerjasama dengan orang tua dalam
program parenting
4
Tenaga Administrasi
a. Memberikan pelayanan administrasi kepada
guru, orangtua dan peserta didik
b. Memperlancar administrasi penerimaan
peserta didik
c. Mengelola sarana prasarana PAUD
d. Mengelola keuangan
5
Perumda Pasar Jaya
Subsidi seluruh biaya operasional dalam program
CSR PAUD Bina Tunas Jaya ini dan dikelola
melalui Bhakti Istri Pegawai (BIP) Perumda Pasar
Jaya.
Evaluasi Program Corporate Social Responsibility Perumda Pasar Jaya (Studi Kasus
Program CSR PAUD Bina Tunas Jaya di Pasar Induk Kramat Jati)
Syntax Literate, Vol. 6, No. 8, Agustus 2021 3691
Kurikulum Taman Kanak-Kanak Bina Tunas Jaya disusun untuk
pengembangan karakter murid. Nilai-nilai karakter yang dikembangkan antara lain:
jujur, kepemimpinan, estetis, kreatif, disiplin, percaya diri, peduli, mandiri, mampu
menyesuaikan diri, mampu bekerjasama, dan santun. Penerapan nilai-nilai ini
dilakukan dengan pembiasaan rutin yang diterapkan selama selama anak berada di
satuan PAUD Bina Tunas Jaya. Dalam mengelola kegiatan pembelajaran yang
menyenangkan, kreatif dan partisipatif, SPS PAUD Bina Tunas Jaya menerapkan
model pembelajaran klasikal di mana kelompok anak dalam satu hari bermain dalam
satu kelompok usia yang didalamnya berisi berbagai aktivitas sebagai pemenuhan
densitas main. Kelompok yang dipersiapkan adalah:
Kelompok Bermain usia 3-4 tahun
Kelompok A usia 4-5 tahun.
Kelompok B usia 5-6 tahun.
Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini memuat 16 sikap yang diharapkan
menjadi kompetensi anak, yakni (1) Percaya adanya Tuhan, (2) Bisa menghargai diri
sendiri, orang lain, dan lingkungan, (3) Memiliki perilaku hidup sehat, (4) memiliki
sikap ingin tahu, (5) Berpikir kreatif, (6) estetis, (7) percaya diri, (8) disiplin, (9)
sabar, (10) mandiri, (11) Saling peduli, (12) toleran, (13) jujur, (14) bertanggung
jawab, (15) menyesuaikan diri, (16) rendah hati dan santun. Sesuai dengan cara
belajar anak yang peniru, pembentukan sikap harus dimulai dari guru sebagai model
perilaku. Keajegan perilaku guru dalam membentuk sikap membantu anak
memahami lebih mudah apa dan bagaimana berperilaku sesuai dengan sikap yang
diharapkan.
B. Pembahasan
1. Proses Implementasi CSR PAUD Bina Tunas Jaya
Program CSR PAUD Bina Tunas Jaya adalah murni wadah pembinaan
pendidikan yang bersifat sosial, yang mana seluruh biaya operasional PAUD Bina
Tunas Jaya disubsidi oleh Bhakti Istri Pegawai (BIP) Perumda Pasar Jaya, hal
tersebut dikarenakan hampir seluruh anak-anak yang bersekolah di PAUD Bina
Tunas Jaya berasal dari ekonomi bawah, yang rata-rata pekerjaan orang tuanya
adalah buruh pasar, buruh kupas bawang, kuli dan lainnya yang berada di sekitar
Pasar Induk Kramat Jati. Visi dari program CSR PAUD ini, yaitu terbina dan
terdidiknya anak anak usia dini yang berada di lingkungan Pasar Induk Kramat Jati
untuk menjadi anak yang sehat, cerdas, kreatif, dan religius. Misi dari program
CSR PAUD ini, yaitu membantu masyarakat, khususnya ibu-ibu pekerja, yang
mana para buruh yang bekerja di lingkungan Pasar Induk Kramat Jati melalui
pembinaan dan pendidikan anak-anak nya.
Peneliti melakukan wawancara kepada terhadap pengurus BIP inisial “LC”.
Informan LC merupakan Ketua Dewan Pembina SPS PAUD Bina Tunas Jaya.
Informan LC menyatakan bahwa program ini berjalan melalui Bhakti Istri Pegawai
(BIP) Perumda Pasar Jaya yang memiliki tugas sebagai pembina, pendukung,
Ahmad Naufal, Indra Lestari Fawzi
3692 Syntax Literate, Vol. 6, No. 8, Agustus 2021
pendamping, dan pengelola. Adapun bentuk dukungan yang diberikan BIP, yaitu
seperti ikut mencari murid apabila memungkinkan, megurus administrasi terkait
pendanaan untuk gaji tenaga pendidik, melakukan monitoring secara berkala, dan
menyiapkan brosur sebagai media promosi untuk mendapatkan murid. LC
menyatakan bahwa program CSR PAUD Bina Tunas Jaya ini akan berjalan terus-
menerus selama masih ada dukungan dari Perumda Pasar Jaya.
Peneliti juga melakukan wawancara kepada terhadap pengurus BIP inisial
YHG”. Informan YHG merupakan Ketua Pengurus Harian SPS PAUD Bina
Tunas Jaya. Informan YHG menyatakan bahwa BIP memang berperan sebagai
pengelola program CSR PAUD Bina Tunas Jaya ini. Program ini akan terus
berjalan menyesuaikan kebijakan Direktur Utama Perumda Pasar Jaya. Informan
YHG juga menyatakan bahwa dana untuk gaji para tenaga pendidik itu berasal dari
dana CSR Perumda Pasar Jaya.
Selain itu, peneliti juga melakkukan wawancara terhadap pengurus BIP yang
berinisia; “KT”. KT menambahkan bahwa dalam prosesnya, pihak BIP maupun
tenaga pendidik PAUD Bina Tunas Jaya sama-sama mencari murid untuk sekolah
di PAD Bina Tunas Jaya tersebut melalui promosi yang dilakukan secara terus-
menerus. PAUD Bina Tunas Jaya juga dikelola langsung oleh BIP dan didanai
oleh Perumda Pasar Jaya.
Informan selanjutnya, yaitu inisial “FS” yang menjabat sebagai kepala
sekolah PAUD Bina Tunas Jaya. Informan FS menyatakan bahwa pada proses
program CSR PAUD Bina Tunas Jaya ini, tenaga pendidik memiliki tanggung
jawab seperti membuat rencana pembelajaran, mengatur pembelajaran sesuai
dengan kelompoknya, menyusun pelaporan perkembangan anak, dan melakukan
kerjasama dengan orang tua dalam program parenting. Tenaga pendidik juga
melakukan promosi pendaftaran untuk registrasi murid baru kepada para pedagang
yang ada di sekitar Pasar Induk Kramat Jati. Tenaga pendidik juga melakukan
pengembangan program PAUD agar dapat menyesuaikan dinamika perubahan
yang terjadi.
2. Faktor Pendukung dalam Implementasi Program CSR Perumda Pasar Jaya PAUD
Bina Tunas Jaya di Pasar Induk Kramat Jati
Program CSR PAUD Bina Tunas Jaya ini memiliki beberapa faktor
pendukung dalam proses berjalannya program. Informan berinisial “LC”
menjelaskan bahwa faktor utama yang mendukung program CSR PAUD Bina
Tunas Jaya ini adalah dukungan dari tenaga pendidik yang sangat setia dalam
melaksanakan tanggung jawabnya. Tenaga pendidik di PAUD Bina Tunas Jaya
sangat loyal dalam menjalankan tugasnya. Selain itu, dukungan lainnya juga
berasal dari Perumda Pasar Jaya itu sendiri sebagai pemberi dana untuk gaji tenaga
pendidik secara berkelanjutan.
Faktor pendukung lainnya, menurut informan “YHG, yaitu sarana dan
prasarana PAUD yang mendukung karena selalu dimonitoring oleh BIP sebagai
jembatan antara Perumda Pasar Jaya dengan PAUD Bina Tunas Jaya. Anggota
Evaluasi Program Corporate Social Responsibility Perumda Pasar Jaya (Studi Kasus
Program CSR PAUD Bina Tunas Jaya di Pasar Induk Kramat Jati)
Syntax Literate, Vol. 6, No. 8, Agustus 2021 3693
BIP juga selalu aktif untuk mengelola PAUD Bina Tunas Jaya sebagai bentuk
kepedulian BIP terhadap anak-anak yang berkeliaran di Pasar Induk Kramat Jati.
YHG juga menyatakan bahwa tenaga pendidik di PAUD Bina Tunas Jaya masih
semangat dalam menjalankan tugasnya.
Menurut informan “KT”, faktor pendukung program ini adalah dukungan
yang terus menerus dilakukan oleh Perumda Pasar Jaya, BIP, dan tenaga pendidik
yang berjalan secara terus menerus. Bahkan, di masa pandemi pun sempat
diadakan lomba-lomba seperti lomba foto Kartini dan event-event lainnya.
Selanjutnya, peneliti juga melakukan wawancara terhadap FS mengenai
faktor pendukung program CSR PAUD Bina Tunas Jaya. FS menyatakan bahwa
faktor pendukung berjalannya program adalah dukungan yang berkelanjutan dari
pihak Perumda Pasar Jaya maupun Bhakti Istri Pegawai. Selain itu, sarana dan
prasarana yang disediakan oleh Bhakti istri Pegawai juga memadai dan sudah
masuk kategori cukup. FS mengatakan bahwa guru-guru di PAUD Bina Tunas
Jaya juga bisa diajak bekerjasama dalam menjalankan tugasnya sebagai tenaga
pendidik.
3. Faktor Penghambat dalam Implementasi Program CSR Perumda Pasar Jaya
PAUD Bina Tunas Jaya di Pasar Induk Kramat Jati.
Program CSR PAUD Bina Tunas Jaya ini memiliki beberapa faktor
penghambat dalam proses berjalannya program. Informan FS menyatakan bahwa
beberapa faktor tersebut adalah kegiatan belajar dari rumah untuk mengikuti
protokol kesehatan, adanya beberapa orang tua murid yang menolak anaknya
disekolahkan, dan kurang maksimalnya kompetensi tenaga pengajar. FS
menganggap kegiatan belajar dari rumah belum realistis karena masih banyak
orang tua murid yang belum mempunyai device/gadget yang belum memadai serta
anak-anak cenderung kurang memperhatikan gurunya ketika kegiatan belajar dari
rumah sedang berlangsung. Faktor penghambatnya, yaitu ada beberapa orang tua
yang justru menolak ajakan dari PAUD Bina Tunas Jaya untuk disekolahkan
karena belum paham tentang pentingnya pendidikan sejak dini. FS juga
menganggap tenaga pendidik di PAUD Bina Tunas Jaya perlu dikembangkan lagi
terkait kompetensinya dalam hal mengajar murid PAUD.
Faktor penghambat selanjutnya, yaitu informan YHG menyatakan bahwa
pengurusan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOP) masih belum terdigitalisasi,
sehingga harus memakai waktu yang banyak dalam prosesnya. Selain itu, adanya
proses administrasi yang belum efektif dan efisien seperti kepemilikan yayasan
yang belum sepenuhnya dipegang oleh Perumda Pasar Jaya sehingga
pertanggungjawaban dana BOP dari pemerintah masih dipegang oleh individu
yang mengelola, bukan perwakilan langsung atas nama Perumda Pasar Jaya.
Kesimpulan
Program CSR PAUD Bina Tunas Jaya yang dilakukan oleh Perumda Pasar Jaya
melalui Bhakti Istri Pegawai (BIP) Perumda Pasar Jaya ini sangat membantu para
Ahmad Naufal, Indra Lestari Fawzi
3694 Syntax Literate, Vol. 6, No. 8, Agustus 2021
pedagang Pasar Induk Kramat Jati untuk memberdayakan anaknya melalui pendidikan
gratis dalam bidang pendidikan. Program CSR PAUD Bina Tunas Jaya ini mendukung
terwujudnya anak yang cerdas, sehat, jujur, bertanggung jawab, disiplin, adil, peduli,
kreatif, dan mandiri khususnya anak-anak yang berada di lingkungan Pasar Induk
Kramat Jati.
Faktor pendukung yang membantu berjalannya program ini, yaitu dukungan yang
positif dari berbagai stakeholder seperti Pemerintah, direksi Perumda Pasar Jaya, Bhakti
Istri Pegawai (BIP) Perumda Pasar Jaya, dan tenaga pendidik PAUD Bina Tunas Jaya.
Direksi Perumda Pasar Jaya berkomitmen untuk mendukung program CSR PAUD Bina
Tunas Jaya melalui pendanaan yang berkelanjutan. Bhakti Istri Pegawai (BIP) selalu
aktif dalam mengelola dan mendampingi jalannya program. Tenaga pendidik PAUD
Bina Tunas Jaya yang selalu loyal dalam menjalankan tugasnya dalam mendidik murid.
Selain itu, sarana dan prasarana yang dikelola oleh BIP juga sudah cukup memadai
untuk PAUD Bina Tunas Jaya.
Faktor penghambat yang menjadi hambatan berjalannya program ini adalah aturan
baru belajar dari rumah yang belum realistis pada praktiknya, ada beberapa pedagang
yang kurang memahami pentingnya pendidikan sehingga membutuhkan upaya lebih
dalam mendapatkan murid, kompetensi tenaga pendidik yang harus dikembangkan lagi,
dan administrasi internal yang kurang maksimal sehingga menjadi tidak efektif dan
efisien.
Evaluasi Program Corporate Social Responsibility Perumda Pasar Jaya (Studi Kasus
Program CSR PAUD Bina Tunas Jaya di Pasar Induk Kramat Jati)
Syntax Literate, Vol. 6, No. 8, Agustus 2021 3695
BIBLIOGRAFI
Amerta association. (2014). Indikator Keberhasilan CSR Harus Ada Perubahan Positif.
Google Scholar
Anwas, Oos M. (2012). Model PAUD Posdaya sebagai Alternatif Pelaksanaan
Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Masyarakat. Jurnal Pendidikan Dan
Kebudayaan, 18(3), 319327. Google Scholar
Arikunto, Suharsimi, & Jabar, Cepi Safruddin Abdul. (2004). Evaluasi program
pendidikan pedoman teoritis praktis bagi praktisi Pendidikan. Jakarta: Bumi
Aksara. Google Scholar
Arsyad, Fachry. (2016). Evaluasi program CSR perusahaan. Google Scholar
Asri, Tri Mega, & Insari, Fahria Fatma. (2020). Evaluasi Program Corporate Social
Responsibility (Csr) Program Bank Sampah Delima Pada Pt Pertamina Ep Asset 4
Field Cepu. Profetik: Jurnal Komunikasi, 12(2), 309332. Google Scholar
Baihaqi, Baihaqi. (2019). Evaluasi Program CSR PT. Socfindo terhadap Kesejahteraan
Masyarakat Nagan Raya. Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi),
13(1), 1633. Google Scholar
Bungin, Burhan. (2007). Penelitian kualitatif: komunikasi, ekonomi, kebijakan publik,
dan ilmu sosial lainnya (Vol. 2). Kencana. Google Scholar
Dinasih, Charisma Rahma, Pradekso, Tandiyo, & Naryoso, Agus. (2013). Evaluasi
Program Corporate Social Responsibility Coke Farm untuk Pembangunan Citra
Coca-Cola Amatil Indonesia Central Java. Interaksi Online, 1(3). Google Scholar
Heckman, James J. (2011). The economics of inequality: The value of early childhood
education. American Educator, 35(1), 31. Google Scholar
Kotler, Philip, & Lee, Nancy. (2008). Corporate social responsibility: Doing the most
good for your company and your cause. John Wiley & Sons. Google Scholar
Naraduhita, Dea Cendani, & Sawarjuwono, Tjiptohadi. (2012). Corporate social
responsibility: upaya memahami alasan dibalik pengungkapan CSR bidang
pendidikan. Jurnal Akuntansi Dan Auditing, 8(2), 95108. Google Scholar
Nathalia, Jessica, & Fawzi, Indra Lestari. (2018). Evaluasi Manfaat Penggunaan
Aplikasi E-mobile Posyandu terhadap Kader Posyandu dalam Proyek Pos Pintar
sebagai Program CSR The Hongkong and Shanghai Bank Coorporation (HSBC) di
Posyandu Pepaya, RW 16, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Jurnal Ilmu
Kesejahteraan Sosial, 19(2), 96108. Google Scholar
Neuman, Susan B., & Dickinson, David K. (2003). Handbook of early literacy
research. Google Scholar
Ahmad Naufal, Indra Lestari Fawzi
3696 Syntax Literate, Vol. 6, No. 8, Agustus 2021
Pietrzak, Jeanne, Ramler, Malia, Renner, Tanya, Ford, Lucy, & Gilbert, Neil. (1990).
Practical program evaluation: Examples from child abuse prevention. SAGE
Publications, Incorporated. Google Scholar
Prayogo, Dody, & Hilarius, Yosef. (2012). Efektivitas program CSR/CD dalam
pengentasan kemiskinan: studi peran perusahaan geotermal di Jawa Barat. Jurnal
Sosiologi Masyarakat, 1(17), 122. Google Scholar
Santoso, Meilanny Budiarti, Ismanto, Slamet Usman, Mumajad, Idim, & Mulyono,
Hendri. (2019). Pengukuran Dampak Investasi Sosial Pelaksanaan CSR
Menggunakan Metode Social Return On Investment (SROI). AdBispreneur: Jurnal
Pemikiran Dan Penelitian Administrasi Bisnis Dan Kewirausahaan, 3(2), 153
167. Google Scholar
Susanto, A. B. (2003). Mengembangkan Corporate Social Responsibility di Indonesia.
Jurnal Reformasi Ekonomi, 4(1), 812. Google Scholar
Sutopo, Dian, Rokhmawati, Andewi, & Andreas, Andreas. (2018). Pengaruh Good
Corporate Governance (GCG), LEVERAGE, Dan Profitabilitas Terhadap Nilai
Perusahaan Dengan Corporate Social Responsibility (CSR) Sebagai Variabel
Mediasi. Jurnal Tepak Manajemen Bisnis, 10(4), 695719. Google Scholar
Copyright holder:
Ahmad Naufal, Indra Lestari Fawzi (2021)
First publication right:
Journal Syntax Literate
This article is licensed under: