Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia p–ISSN: 2541-0849 e-ISSN: 2548-1398

Vol. 7, No. 12, Desember 2022

 

Analisis Pengaruh Persepsi dan Minat Masyarakat Terhadap Kepercayaan Pada Bank Syariah Indonesia (Pada Masyarakat Kota Medan)

 

Muhammad Taufik Hidayat, Nurlaila

Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Indonesia

Email: tthidayat41@gmail.com, nurlaila@uinsu.ac.id

 

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh persepsi dan minat masyarakat terhadap kepercayaan pada Bank Syariah Indonesia di kota Medan secara parsial. Untuk mngetahui pengaruh persepsi dan minat masyarakat terhadap kepercayaan pada Bank Syariah Indonesia di kota Medan secara simultan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah Berdasarkan persepsi atau pandangan masyarakat kota Medan terhadap kepercayaan pada Bank Syariah Indonesia memiliki pengaruh yang signifikan dan bernilai positif yang dibuktikan dengan nilai sig < α (0,000 < 0,05). Berdasarkan minat masyarakat kota Medan terhadap kepercayaan pada Bank Syariah Indonesia memiliki pengaruh yang signifikan dan bernilai positif juga, yang dibuktikan dengan nilai sig < α (0,000 < 0,05). Secara bersamaan pengaruh yang diberikan persepsi dan minat masyarakat kota Medan terhadap kepercayaan pada Bank Syariah Indonesia dapat dikatakan signifikan dengan nilai signifikannya sebesar 0,000 < 0,05 dan pengaruh secara bersamaan yang diberikan sebesar 50,7%.

 

Kata Kunci: Persepsi, Minat Masyarakat, Kepercayaan.

 

Abstract

The purpose of this study was to partially determine the effect of public perceptions and interests on trust in Indonesian Sharia Banks in Medan. To know the influence of public perceptions and interests on trust in Indonesian Sharia Banks in the city of Medan simultaneously. The approach used in this study is a research with a descriptive quantitative approach. The results of this study are based on the perceptions or views of the Medan city community towards trust in Indonesian Sharia Banks which have a significant influence and are positive as evidenced by the sig value <α (0.000 <0.05). Based on the Medan city community's interest in trust in Bank Syariah Indonesia, it has a significant and positive influence as well, as evidenced by the sig value < α (0.000 < 0.05). Simultaneously, the influence exerted by the perceptions and interests of the Medan city community on trust in Indonesian Sharia Banks can be said to be significant with a significant value of 0.000 <0.05 and a simultaneous influence of 50.7%.

 

Keywords: Perception, Public Interest, Trust.

 

Pendahuluan

Perkembangan perbankan syariah di Indonesia yang semakin bertumbuh dapat dilihat pada market share perbankan syariah yang mencapai 6,52 % dimana BUS memiliki porsi asset mencapai 64,80%, sementara UUS mencapai 32,74% dan BPRS sebesar 2,46%. Hal ini peningkatan market share tersebut menunjukkan perkembangan positif, dapat dilihat pada jumlah asset Rp. 646,21 Triliun, dana pihak ketiga (DPK) dengan jumlah Rp. 503,83 Triliun dan pembiayaan yang disalurkan (PYD) perbankan syariah dengan jumlah Rp. 413,31 Triliun yang terus bertumbuh (OJK, 2021).

Pada tahun 1992 perkembangan perbankan syariah di Indonesia sudah beroperasi secara informal sebelum diresmikannya kerangka hukum secara formal sebagai landasan operasional pada perbankan syariah. Hal ini menjadikan industri perbankan syariah terus berkembang dalam menciptakan persaingan usaha antar bank syariah. Untuk melakukan persaingan, bank dapat melihat keinginan dan kebutuhan nasabah berdasarkan perilaku konsumen (Syahrial, 2018). Menurut (Syahrial, 2018) minat menabung merupakan perilaku yang timbul sebagai respon pada objek yang menunjukkan keinginan pelanggan dalam melakukan pembelian. Tahapan komsumsi berada pada proses keputusan konsumen atau nasabah, yang secara langsung mempengaruhi minat untuk menggunakan produk maupun jasa.

 Sementara pada tahun 1997 industri perbankan Indonesia sempat mengalami kondisi krisis secara global. Krisis ekonomi global merupakan peristiwa dimana seluruh sektor ekonomi pasar dunia mengalami penurunan yang berimbas pada seluruh sektor lainnya. Dimana keadaan saat itu aset tertentu dibekukan atau dilikuidasi bank, sehingga bank yang bermasalah ditutup oleh Bank Indonesia. Penurunan simpanan bank ditandai dengan penarikan dana yang besar-besaran dan signifikan. Penyebab krisis 1997- 1998 bermula pada negara Thailand yang menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan ekonomi makro di Indonesia. Krisis nilai tukar rupiah terutama USD mengakibatkan kepercayan masyarakat menurun yang berimbas terhadap sektor perbankan dan pemerintah.

Beberapa hal yang dapat dilakukan pemerintah antara lain, pembatasan transaksi valuta asing oleh perbankan syariah, perubahan sistem nilai tukar dan pengetatan likuiditas perbankan (Fakhruddin, 2016). Selanjutnya pada awal tahun 2020 Indonesia mengalami pandemi Covid- 19, dimana salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk pemulihan ekonomi dengan melakukan merger bank syariah BUMN. Di masa pandemi Covid-19 menjadikan kondisi pasar kurang stabil, kondisi yang terjadi menyebabkan perusahaan yang terkena dampak dari pandemi terpaksa menghentikan operasionalnya. Hal ini menjadikan bank syariah yang melakukan merger harus memperhatikan lebih selektif kepada calon maupun nasabah yang melakukan pembiayaan ditengah pandemi Covid-19 (Fiqri, Azzahra, Branitasandini, & Pimada, 2021). 

Kebijakan yang diambil untuk mewujudkan perbankan yang sehat dan modal yang kuat yaitu dengan dilakukannya merger. Namun dalam pelaksanaan merger dari segi kacamata masyarakat sering menimbulkan kerancuan. Karena itu, bank yang melakukan merger harus memperhatikan pendekatan dalam aspek keterbukaan yang menyangkut baik kondisi kekayaan maupun keuangan, namun keterbukaan ini tidak boleh berlawanan dengan aspek kerahasian bank (Prihrtono, 2018).  

 Peneliti memilih nasabah dan calon nasabah Bank Syariah Indonesia pada masyarakat kota Medan sebagai responden karena penduduk Kota Medan meliliki beraneka ragam jenis budaya, suku, agama, ras dan etnis yang berbeda dan merupakan salah satu kota yang berada di Jawa Barat. Melihat nilai asset Bank Syariah di Indonesia yang tersebar pada 10 Provinsi dengan nilai asset terbesar termasuk Provisi Sumatera Utara menempati posisi keenam dengan total 2,56% (OJK, 2021). Dengan adanya keberadaan Bank Syariah Indonesia di kota Medan diharapkan dapat menarik minat masyarakat terutama masyarakat muslim untuk menggunakan bank syariah.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh persepsi dan minat masyarakat terhadap kepercayaan pada Bank Syariah Indonesia di kota Medan secara parsial dan untuk mngetahui pengaruh persepsi dan minat masyarakat terhadap kepercayaan pada Bank Syariah Indonesia di kota Medan secara simultan.

 

Metode Penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Pendekatan kuantitatif deskriptif adalah pendekatan yang menekankan pada pengujian teori-teori atau hipotesis-hipotesis melalui pengukuran variabelvariabel dalam angka dan melakukan analisis data dengan prosedur statis dan permodelan sistematis.bpenelitian kuantitatif merupakan penelitian yang lebih menekankan pada aspek pengukuran secara obyektif terhadap fenomena sosial. Untuk dapat melakukan pengukuran, setiap fenomena dijabarkan kedalam beberapa komponen masalah, variabel dan indicator (Rahmani, 2016).

 

Hasil dan Pembahasan

A. Deskripsi Data Penelitian

1. Karakteristik Responden

a.       Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

 

Tabel 1. Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin

Frekuensi 

Persentase

Laki-Laki

46

46%

Perempuan

54

54%

Total

100

100%

Sumber: Data diolah peneliti.

 

Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin memiliki mayoritas terbanyak perempuan dengan jumlah 54 orang sedangkan laki-laki sejumlah 46 orang.

b.      Responden Berdasarkan Umur

 

Tabel 2. Responden Berdasarkan Umur

Umur

Frekuensi

Persentase

< 20 Tahun

13

13%

21-29 Tahun

20

20%

30-39 Tahun

24

24%

40-49 Tahun

28

28%

> 50 Tahun

15

15%

Total

100

100%

Sumber: Data diolah peneliti.

 

Berdasarkan karakter responden menurut umur, dari 100 responden yang memiliki umur < 20 tahun sebanyak 13 orang, dengan umur 20-29 tahun sebanyak 20 orang, umur 3039 tahun sebanyak 24 orang, umur 40-49 tahun sebanyak 28 orang dan yang memiliki umur > 50 tahun sebanyak 15 orang.

c.       Responden Berdasarkan Pendidikan

 

Tabel 3. Responden Berdasarkan Pendidikan

Pendidikan

Frekuensi

Persentase

SMA

22

22%

Diploma

26

26%

Sarjana

34

34%

Pascasarjana

10

10%

Lainnya

8

8%

Total

100

100%

Sumber: Data diolah peneliti.

 

Dari 100 responden yang mengisi kuesioner data dengan bermacam-macam pendidikan yang ditempuh, untuk jenjang pendidikan SMA memiliki frekuensi sebanyak 22 orang, diploma sebanyak 26 orang, sarjana sebanyak 34 orang, pascasarjana sebanyak 10 orang dan lainnya sebanyak 8 orang.

d.      Responden Berdasarkan Pekerjaan

 

Tabel 4. Responden Berdasarkan Pekerjaan

Pekerjaan

Frekuensi

Persentase

Pelajar/Mahasiswa

18

18%

Karyawan

26

26%

Pengusaha

13

13%

Ibu Rumah Tangga

20

20%

ASN/PNS

16

16%

Lainnya

7

7%

Total

100

100%

Sumber: Data diolah peneliti.

 

Responden berdasarkan pekerjaan dengan pekerjaan sebagai pelajar/mahasiswa sebanyak 18 orang, karyawan sebanyak 26 orang, wirausaha sebanyak 13 orang, ibu rumah tangga sebanyak 20 orang, ASN/PNS sebanyak 16 orang dan dengan pekerjaan lainnya sebanyak 7 orang.

2. Statistik Deskripsi

 

Tabel 5. Statistik Deskriptif

Descriptive Statistics

 

N

Minimum

Maximum

Mean

Std. Deviation

Persepsi

100

18

30

26,35

2,904

Minat

100

15

30

25,60

3,381

Kepercayaan

100

18

30

25,77

3,234

Valid N (listwise)

100

 

 

 

 

Sumber: Uji SPSS.

Berdasarkan tabel statistik deskriptif pada tabel 5 dapat diterangkan sebagai berikut:

a.       Untuk variabel persepsi (X1) memiliki nilai minimum 18, nilai maksimum 30, nilai rata-rata 26,35 dan dengan standar deviasi sebesar 2,904.

b.      Untuk variabel minat (X2) memiliki nilai minimum 15, nilai maksimum 30, nilai rata-rata 25,60 dan dengan standar deviasi sebesar 3,381.

c.       Untuk variabel kepercayaan (Y) memiliki nilai minimum 18, nilai maksimum 30, nilai rata-rata 25,77 dan dengan standar deviasi sebesar 3,234.

B. Uji Prasyarat

1. Uji Validitas

Uji ini digunakan untuk melihat kevalidan setiap butir pertanyaan yang disebarkan melalui kuesioner. Keputusan diambil berdasarkan nilai r, jika r hitung > r tabel maka butir pertanyaan yang digunakan valid (Sujarweni, 2014).

 

Tabel 6. Uji Validitas

Butir Pernyataan

r hitung

r tabel

Keterangan

 

Persepsi (X1)

 

X1.1

0,699

>0,197

Valid

X1.2

0,783

>0,197

Valid

X1.3

0,797

>0,197

Valid

X1.4

0,818

>0,197

Valid

X1.5

0,835

>0,197

Valid

X1.6

0,709

>0,197

Valid

 

Minat (X2)

 

X2.1

0,822

>0,197

Valid

X2.2

0,752

>0,197

Valid

X2.3

0,795

>0,197

Valid

X2.4

0,826

>0,197

Valid

X2.5

0,775

>0,197

Valid

X2.6

0,865

>0,197

Valid

 

Kepercayaan (Y)

 

Y.1

0,831

>0,197

Valid

Y.2

0,899

>0,197

Valid

Y.3

0,867

>0,197

Valid

Y.4

0,886

>0,197

Valid

Y.5

0,891

>0,197

Valid

Y.6

0,815

>0,197

Valid

   Sumber: Data diolah peneliti.

 

Berdasarkan tabel validitas 6 dapat dikatakan bahwa seluruh butir pertanyaan kuesioner yang disebar valid, yang dibuktikan dengan nilai r hitung seluruhnya melebihi r tabel.

2. Uji Reliabilitas

Uji ini digunakan untuk melihat kestabilan dari setiap variabel kuesioner yang mengandung butir pertanyaan didalamnya. Uji ini jiga menunjukkan bahwa responden bisa dipercaya dan tidak asal menjawab pertanyaan yang disediakan. Penilaiannya dilakukan dengan melihat nilai cronbach's alpha jika nilainya pada tabel 7 adalah 0,7 maka dikatakan reliabel (Sujarweni, 2014).

 

Tabel 7. Uji Reliabilitas

Variabel

Cronbach’s Alpha

Keterangan

Persepsi (X1)

0,865

Reliabel

Minat (X2)

0,889

Reliabel

Kepercayaan (Y)

0,933

Reliabel

Sumber: Data diolah peneliti.

 

Berdasarkan tabel 7 dikatakan bahwa setiap variabel reliabel karena nilai cronbach's alpha yang melebihi 0,7 dengan nilai masing-masing variabel yaitu 0,865, 0,889 dan 0,934.

C. Uji Asumsi Klasik

1. Uji Normalitas

Uji ini digunakan untuk melihat kenormalan data yang dipakai dalam penelitian, data dikatakan normal apabila nilainya melebihi 0,05 (Basuki & Yuliadi, 2015).

 

 

 

Tabel 8. Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N

 

100

Normal Parametersa,b

Mean

,0000000

 

Std. Deviation

,90570250

Most Extreme Differences

Absolute

,077

 

Positive

,063

Negative

-,077

Test Statistic

 

,077

Asymp. Sig. (2-tailed)

 

,148c

a. Test distribution is Normal.

b.Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

   Sumber: Uji SPSS.

 

Tabel uji 8 menunjukkan angka signifikan melebihi 0,05 yaitu 0,148 itu artinya data yang digunakan terdistribusi dengan normal.

 

Gambar 1. Uji Normalitas P-Plot

Sumber: Uji SPSS.

 

Uji normalitas yang diuji berdasarkan gambar dinyatakan normal karena datanya menyebar mengikuti garis diagonal.

2. Uji Multikolinearitas                                 

Uji multikolinearitas bertujuan untuk melihat data yang digunakan tidak terdapat permasalahan multikolinearitas atau korelasi yang berlebih, hal ini dapat dilihat dari nilai VIF dan Tolerance, jika nilai VIF < 10 dan tolerance > 0,1 maka dikatakan tidak terdapat gejala multikolinearitas pada data (Basuki & Yuliadi, 2015).

 

Tabel 9. Uji Multikolinearitas

Coefficientsa

Collinearity Statistics

Model

 

Tolerance

VIF

1

Persepsi

,649

1,541

 

Minat

,649

1,541

a. Dependent Variable: Kepercayaan

Sumber: Uji SPSS.

 

Berdasarkan tabel uji yang dilakukan dapat diambil keputusan bahwa tidak terdapat gejala multikolinearitas lada data tersebut. Karena nilai VIF dan tolerance masing-masing berada pada syarat uji multikolinearitas.

3. Uji Heterokedastisitas

Uji heterokedastisitas digunakan untuk melihat data yang dipakai tidak terjadi kelainan variance dari tiap residu yang diamati. Uji yang baik seharusnya tidak terjadi gejala heterokedastisitas (Santoso, 2018).

 

Tabel 10. Uji Heterokedastisitas

Coefficientsa

Model

 

Unstandardized Coefficients

          B            Std. Error

Standardized

Coefficients

Beta

t

Sig.

1

(Constant)

1,242

,315

 

3,939

,000

 

 

Persepsi

-,011

,014

-,097

-,794

,429

Minat

-,020

,012

-,196

-1,616

,109

a. Dependent Variable: ABS_RES Sumber: Uji SPSS.

 

Berdasarkan tabel 10 terlihat bahwa nilai signifikan > 0,05 maka dari itu dinyatakan bahwa data ini bebas dari masalah heterokedastisitas.

Gambar 2. Uji Scatterplot

Sumber: Uji SPSS.

 

Selain menggunakan uji gambar 2 gejala heterokedastisitas juga bisa dilakukan dengan menggunakan uji scatterplot, uji ini dilihat berdasarkan sebaran data. Jika data menyebar diantara angka 0 dan tidak membentuk pola apapun maka tidak terdapat masalah pada data. Berdasarkan gambar scatterplot di atas disimpulkan bahwa data layak digunakan.

Analisis regresi linear berganda bertujuan untuk mengetahui besar pengaruh dan arah dari variabel bebas  terhadap variabel terikat. Dalam uji ini digunakan estimasi untuk menentukan pengaruh dari tiap variabel, model estimasi yang digunakan berdasarkan data penelitian yaitu sebagai berikut (Ghozali, 2018):

Y = α + β1X1 + β2X2 + e

Dengan:

Y   = Kepercayaan (konstanta) β1 & β2  = koefisien beta

X1 & X2          = variabel persepsi dan minat e                       = standart error yang digunakan sebesar 5% (0,05).

 

Tabel 11. Analisis Regresi Linear Berganda

Coefficientsa

Model

 

Unstandardized Coefficients

Standardized

Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

4,047

2,196

 

1,843

,068

 

 

Persepsi

,514

,099

,461

5,213

,000

Minat

,320

,085

,334

3,776

,000

a. Dependent Variable: Kepercayaan

Sumber: Uji SPSS.

 

Berdasarkan data 11 dapat dibuat model regresi sebagai berikut:

Y = 4,047 + 0,514 + 0,320

Interpretasi model 11 dapat ditulis sebagai berikut:

1.      Konstanta (α) mempunyai nilai sebesar 4,047 dan bernilai positif. Dapat dikatakan jika variabel bebas yaitu persepsi (X1) dan minat (X2) bernilai 0, maka nilai dari kepercayaan adalah 4,047.

2.      Untuk koefisien regresi variabel persepsi (X1) yaitu sebesar 0,514 dan bernilai positif. Berarti jika persepsi naik sebesar 1, maka variabel kepercayaan akan mengalami kenaikan sebesar 0,514. Dengan dugaan bahwa variabel lainnya tetap atau konstan.

3.      Untuk koefisien regresi variabel minat (X2) yaitu sebesar 0,320 dan bernilai positif. Berarti jika persepsi naik sebesar 1, maka variabel kepercayaan akan mengalami kenaikan sebesar 0,320. Dengan dugaan bahwa variabel lainnya tetap atau konstan.

D. Uji Hipotesis

1. Uji t (Parsial)

Uji ini digunakan untuk mengetahui pengaruh setiap variabel yang digunakan, maka dari itu uji ini dinilai secara individu atau parsial. Untuk melihat pengaruh tiap variabel, dinilai dari besar signifikansi harus kurang dari nilai alpha (sig < 0,05) (Perdana, 2016). Untuk menguji pengaruh variabel independen dengan variabel dependen digunakan hipotesis:

H1 diterima: jika diketahui nilai (sig > 0,05) artinya terdapat pengaruh yang signifikan variabel persepsi (X1) terhadap kepercayaan masyarakat kota Medan kepada Bank Syariah Indonesia.

H2 diterima: jika diketahui nilai (sig > 0,05) artinya terdapat pengaruh yang signifikan variabel minat (X2) terhadap kepercayaan masyarakat kota Medan kepada Bank Syariah Indonesia.

Berdasarkan analisis regresi tabel 11 di atas sebelumnya dapat diterangkan sebagai berikut:

a.       Untuk variabel Independen persepsi (X1) dilihat bahwa nilai signifikannya sebesar     kurang dari 0,05 (0,000 < 0,05), artinya ada pengaruh yang signifikan dan bernilai positif variabel persepsi terhadap kepercayaan masyarakat maka H1 diterima.

b.      Untuk variabel Independen minat (X2) dilihat bahwa nilai signifikannya sebesar     kurang dari 0,05 (0,000 < 0,05), artinya ada pengaruh yang signifikan dan bernilai positif variabel minat terhadap kepercayaan masyarakat maka H2 diterima.

2. Uji F (Simultan)

Uji F dilakukan untuk melihat pengaruh secara simultan dari seluruh variabel yang digunakan, untuk pengambilan keputusan digunakan penilaian yang sama dengan uji t yaitu nilai sig < 0,05 (Ghozali, 2018). Hipotesis yang digunakan:

H3 diterima: jika nilai sig < 0,05, itu artinya terdapat pengaruh secara keseluruhan setiap variabel independen yang digunakan, yaitu variabel persepsi dan minat masyarakat kota medan terhadap kepercayaan kepada Bank Syariah Indonesia.

 

Tabel 12. Anova/Uji F (Simultan)

ANOVAa

Model

 

Sum of Squares

df

 

Mean Square

F

Sig.

1

Regression

525,272

 

2

262,636

49,910

,000b

 

Residual

510,438

 

97

5,262

 

 

Total

1035,710

 

99

 

 

 

a. Dependent Variable: Kepercayaan

b.Predictors: (Constant), Minat, Persepsi

Sumber: Uji SPSS.

 

Berdasarkan tabel 12 uji simultan F/anova memiliki nilai signifikan sebesar 0,000 (0,000 < 0,05), sehingga dikatakan bahwa pengaruh persepsi dan minat secara bersama-sama bersifat positif dan signifikan terhadap kepercayaan masyarakat yang artinya H3 diterima.

3. Koefisien Determinasi (R2)

Uji R square digunakan untuk melihat seberapa besar hubungan atau pengaruh yang diberikan seluruh variabel independen terhadap variabel dependen. Jika nilainya mendekati angka 1 maka pengaruh dan hubungan yang diberikan semakin besar dan erat, juga sebaliknya jika nilainya semakin mendekati angka 0 maka hubungan dan pengaruh yang diberikan lemah serta kecil (Gendro, 2011).

 

 

 

 

 

Tabel 13. Koefisien Determinasi (R2)

Model Summaryb

Model

R

R Square

Adjusted R

Square

Std. Error of the

Estimate

1

,712a

,507

,497

2,294

a. Predictors: (Constant), Minat, Persepsi

b.Dependent Variable: Kepercayaan

Sumber: Uji SPSS.

 

Berdasarkan uji pada tabel 13 didapatkan hasil R square (R2) sebesar 0,507 itu artinya variabel independen memiliki hubungan sebesar 50,7% dengan variabel dependen dan sisanya sebesar 49,3% tidak dibahas dalam penelitian ini.

 

Pembahasan dan Hasil Analisis

A.    Pengaruh Persepsi Terhadap Kepercayaan Masyarakat Kota Medan pada Bank  BSI

Hasil yang didapatkan dari uji yang dilakukan sebelumnya, dikatakan bahwa ada pengaruh yang diberikan oleh variabel persepsi terhadap kepercayaan yang dilihat berdasarkan nilai signifikansi (0,000 < 0,05). Dengan nilai t hitung sebesar 5,213 dan t tabel dilihat berdasarkan derajat kebebasan (df) = n-k, maka nilai t tabel sebesar 1,984 (5,213 > 1,984) dikatakan juga bahwa berdasarkan nilai t terdapat pengaruh antara variabel persepsi terhadap variabel kepercayaan. Hasil penelitian ini juga dimuat dalam penelitian sebelumnya dari (Haekal & Widjajanta, 2016) yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang kuat serta pengaruh yang signifikan diberikan persepsi terhadap kepercayaan masyarakat kota bogor tentang tanggapannya kepada perbankan syariah.

Peneliti menjelaskan bahwa pengaruh yang diberikan signifikan karena persepsi masyarakat terhadap bank syariah lumayan tinggi yang dapat dilihat dari penggunaan produkproduk perbankan yang semakin melonjak setiap tahunnya. Untuk kasus Bank Syariah Indonesia (BSI) yang merupakan bank hasil merger dari tiga bank syariah terbesar di Indonesia yaitu Bank BRI Syariah, Bank BNI Syariah dan Bank Syariah Mandiri. Kebanyakan dari nasabah bank BSI adalah nasabah terdahulu tiga bank tersebut sehingga kebanyakan dari responden memiliki pandangan yang positif terhadap bank BSI setelah mengetahui kinerja bank tersebut. Alasan lain juga setelah terjadinya merger laba yang dihasilkan bank BSI juga semakin besar sehingga masyarakat pastinya menjadi tertarik untuk menyimpan dananya di bank BSI. Sistem yang digunakan bank BSI cenderung aman dan dengan menjunjung nilai syariah pada setiap kegiatan yang dilakukan oleh karena itu masyarakat kota medan, khususnya masyarakat Muslim tidak akan merasa terganggu untuk menggunakan produk-produk bank BSI kedepannya.

Pengaruh Minat Masyarakat Kota Medan Terhadap Kepercayaan pada Bank BSI

Berdasarkan uji sebelumnya, dikatakan bahwa ada pengaruh yang diberikan oleh variabel minat terhadap kepercayaan yang dilihat berdasarkan nilai signifikansi (0,000 < 0,05). Dengan nilai t hitung > t tabel (3,776 > 1,984). Maka dikatakan juga bahwa berdasarkan nilai t terdapat pengaruh antara variabel minat terhadap variabel kepercayaan.

Hal ini dijelaskan juga dalam penelitian sebelumnya milik (Istiqomah, Mulazid, & Meiria, 2021) yang menyatakan bahwa minat mempengaruhi kepercayaan pengunjung untuk melakukan pembelian melalui website classifieds.

Minat mempengaruhi kepercayaan dikarenakan nilai yang terkandung dalam perbankan syariah itu sendiri, perbankan syariah dinilai memiliki nilai syariah yang sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah. Sehingga orang-orang muslim yang berdedikasi untuk menggunakan setiap hal berbasis syariah umumnya tertarik san berminat untuk mencari tahu dan akhirnya memutuskan untuk meletakkan kepercayaan yang diyakini terhadap bank tersebut. Selain nilai syariah, biasanya masyarakat juga mencari tahu tentang manfaat dan benefit yang diberikan oleh suatu perusahaan. Dalam kasus bank BSI terdapat macam-macam produk dan keuntungan yang bisa diberikan kepada para nasabah dan calon nasabah berupa hadiah atau keuntungan bagi hasil. Banyak dari masyarakat kota Medan juga berminat kepada bank BSI karena penghasilan laba yang cenderung besar setiap tahunnya setelah dilakukan merger, sehingga masyarakat memutuskan untuk mempercayai bank BSI sebagai bank dengan basis syariah yang aman dan menguntungkan.

B.     Pengaruh Persepsi dan Minat Terhadap Kepercayaan Masyarakat Kota Medan pada Bank Syariah Indonesia

Berdasarkan nilai F hitung sebesar 49,910 dan F tabel dilihat berdasarkan derajat kebebasan (df1) = k-1 dan df2 = n-k-1 maka. F tabel didapatkan nilai F tabel 3,09 (49,910 > 3,09). Nilai signifikan juga dilihat lebih kecil dari nilai alpha (0,000 > 0,05) itu artinya secara bersamaan terdapat pengaruh yang signifikan persepsi dan minat terhadap kepercayaan masyarakat kota medan. Didukung dari kuesioner yang disebar dapat dikatakan bahwa kepercayaan masyarakat kota medan pada bank BSI itu sangat besar sehingga minat dan persepsi masyarakat yang menggunakan atau ingin menggunakan produk-produk bank tersebut menjadi lebih tinggi, setelah melakukan merger yang dilakukan tiga bank syariah di Indonesia. Akhirnya masyarakat juga memperhatikan kembang dan laju bank BSI, diketahui bahwa akibat merger tersebut bank BSI menjadi semakin baik, sehingga masyarakat pada akhirnya berminat untuk percaya kepada bank BSI.

 

Kesimpulan

Berdasarkan persepsi atau pandangan masyarakat kota Medan terhadap kepercayaan pada Bank Syariah Indonesia memiliki pengaruh yang signifikan dan bernilai positif yang dibuktikan dengan nilai sig < α (0,000 < 0,05). Berdasarkan minat masyarakat kota Medan terhadap kepercayaan pada Bank Syariah Indonesia memiliki pengaruh yang signifikan dan bernilai positif juga, yang dibuktikan dengan nilai sig < α (0,000 < 0,05). Secara bersamaan pengaruh yang diberikan persepsi dan minat masyarakat kota Medan terhadap kepercayaan pada Bank Syariah Indonesia dapat dikatakan signifikan dengan nilai signifikannya sebesar 0,000 < 0,05 dan pengaruh secara bersamaan yang diberikan sebesar 50,7%.

BIBLIOGRAFI

 

 Basuki, A. T., & Yuliadi, I. (2015). Electronic Data Processing (SPSS 15 dan EVIEWS 7). Yogyakarta: Danisa Media.

 

Gendro, W. (2011). Merancang Penelitian Bisnis dengan Alat Analisis SPSS 17.0 & Smart PLS 2.0. Yogyakarta: Unit Penerbit.

 

Ghozali, I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 25. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

 

Haekal, A., & Widjajanta, B. (2016). Pengaruh Minat dan Persepsi Risiko Terhadap Kepercayaan Pengunjung dalam Membeli Melalui Website Online Classifieds di Indonesia. Journal Of Business Management and Enterpreneurship Education, 1(1), 181–193.

 

Istiqomah, A., Mulazid, A. S., & Meiria, E. (2021). Analisis Pengaruh Persepsi dan Minat Terhadap Kepercayaan Masyarakat Pada Perbankan Syariah (Studi Kasus Pada Masyarakat Kota Bogor). Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah, 2(4), 25–43.

 

Perdana, E. K. (2016). Olah Data Dengan SPSS 22. Bangka Belitung: Lab Kom Manajemen FE UBB.

 

Santoso, S. (2018). Menguasai Statistik Dengan SPSS 25. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

 

Sujarweni, W. (2014). SPSS Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

 

Delima, M., & Paramita, M. (2019). Analisis Kemudahan Akses Terhadap Kepercayaan Masyarakat Pada Bank Syriah (Studi Bank BRI Syarih Kcp Pelabuhan ratu). Nisbah: Jurnal Perbankan Syariah, 75.

 

Dewi, S., Sabri, S., & Winata, V. (2018). Anlisis Kemudahan Penggunaan, Efisiensi dan Keamanan Terhadap Minat Nasabah Bertransaksi Menggunakan BSM Mobile Banking Pada Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Payakumbuh. Ekonomika Syarih: Journal of Economic Studies, 203.

 

Fakhruddin, P. (2016). Identifikasi Penyebb Krisis Moneter dan Kebijakan Bank Sentral Di Indonesia: Kasus Krisis Tahun (1997-1998 dan 2008). Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 337388.

 

Fiqri, A., Azzahra, M., Branitasandini, K., & Pimada, L. (2021). Peluang dan Tantangan Merger Bank Syariah Milik Negra Di Indonesia Pada Masa Pandemi Covid-19. El Dinar, 1-18.

 

Haryanto, R. (2021). Mnajemen Pemasaran Bank Syarih (Teori dan Praktik). Duta Media Publishing, 111.

 

Ichsan, R., Gultom, L., Karim, A., Nasution, L., & Muhammad. (2020). Korelasi dan Pengaruh Signifikan Terhadap Persepsi Kualitas Produk, Kepercayaan Dan Nilai Nasabah Terhadap Citra Perbankan Syariah Di Medan. 13495-13504.

 

Nuraeni, N., & Umaryanti, S. (2018). Pengaruh Pembelajaran Ekonomi Islam Terhadap Minat Mahasiswa Menabung Di Bank Syariah (Studi Pada Mahasiswa IPS UIN Syarif Hidayatullah Jakarta). I Finance: A research Journal on Islamic Finance, 4.

 

OJK. (2021, September). Snapshot Perbankan Syariah Indonesia. Retrieved Desember 27, 2022, from https/www.ojk.go.id/id/kanal/syariah/berita-dankegiatan/publikasi/Documents/Pages/Snapshot-Perbankan-Syariah-September-2021/Snapshot Perbankan Syariah September 2021.pdf

 

Prihrtono, A. (2018). Pengturn Penggabungan Usaha (Merger) Bank Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Bank Di Indonesia Dalam Pembangunan Hukum Ekonomi Nasional. 1.

 

Rahmani, N. A. (2016). Metode Penelitian Ekonomi. Medan: Febi UINSU Press.

 

Razak, A. (2017). Demografi Nasabah Sebagai Variabel Moderasi Pengaruh Kepusan, Kepercayaan, dan Komitmen Terhadap Loyalitas Pada Bank Di Sulawesi Tenggara. In Gawe Buku.

 

Rusdianto, H., & Ibrahim, C. (2016). Pengaruh Produk Bank Syariah Terhadap Minat Menabung Dengan Persepsi Masyarakat Sebagai Variabel Moderating Di Pati. Equilibrium: Jurnal Ekonomi Syariah, 43.

 

Sehani. (2017). Analisis Persepsi Dan Preferensi Masyarakat Pesantren Terhadap Bank Syarih ( Studi Pada Masyarakat Pesantren di Kota Pekanbru. 1-18.

 

Syahrial, S. (2018). Pengaruh Persepsi Nilai Dan Pengetahun Masyarakat Terhadap Minat Menabung Serta Dampaknya Kepada Keputusan Menabung Pada Perbankan Syariah Di Banda Aceh. Jurnal Perspektif Ekonomi Darussalam, 4.

 

Tewal, B., Adolfina, Pandowo, M., & Tawas, H. (2017). Perilaku Organisasi.

 

Usvita, M. (2021). Kcp Simpang Empat the Influence of Religiusity and Customer Trust on Saving Decisions In Bank Nagari Syariah. 47-53.

 

Copyright holder:

Muhammad Taufik Hidayat, Nurlaila (2022)

 

First publication right:

Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

 

This article is licensed under: