Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia  p–ISSN: 2541-0849 e-ISSN: 2548-1398

Vol. 7, No. 12, Desember 2022

 

HUBUNGAN ANTARA KUALITAS LAYANAN ADMINISTRASI KESISWAAN DENGAN KEPUASAN PESERTA DIDIK DI MI A-WATHONIYAH PUSAT PUTRI JAKARTA

 

Wira puspita

Institut Teknologi Bandung, Indonesia

Email: wirapuspita312@gamil.com

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas layanan administrasi kesiswaan dengan kepuasan peserta didik di MI Al-Wathoniyah Pusat Putri Jakarta. Penelitian mengenai hubungan antara kualitas layanan administrasi kesiswaan dengan kepuasan peserta didik dilaksanakan pada lembaga MI Al-Wathoniyah Pusat Putri Jakarta, yang berlokasi Kp. Klender No. 15, RW. 1, Jatinegara, Kec. Cakung, Kota Jakarta Timur. Dalam penelitian ini, jenis penelitian adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini dengan tidak dimasukkan peserta didik MI Al-Wathoniyah Pusat Putri Jakarta kelas 1,2 dan 3 karena dianggap belum mampu memeberikan penilaian tentang kualitas layanan. Hasil pengujian statistik bahwa Kualitas Layanan Administrasi Kesiswaan (X) berpengaruh positif dan signifikan dengan Kepuasan Peserta Didik (Y) di MI Al-Wathoniyah Pusat Putri Jakarta. hal ini dibuktikan dari tabel T hitung lebih besar dari T tabel (13,381 > 2,007) dan nilai signifikan sebesar 0,000, yang memiliki arti kurang dari 0,005 (0,000 < 0,005), Persamaan regresinya adalah Y = 13,381 + 0,792 X. Dengan kata lain semakin baik kualitas layanan administrasi keiswaan maka semakin baik pula kepuasan peserta didik di MI Al-Wathoniyah Pusat Putri Jakarta.

 

Kata kunci: kualitas layanan, administrasi, kepuasan peserta didik.

 

Abstract

This study aims to determine the relationship between the quality of student administration services and student satisfaction at MI Al-Wathoniyah Pusat Putri Jakarta. Research on the relationship between the quality of student administration services and student satisfaction was carried out at the MI Al-Wathoniyah Pusat Putri Jakarta institution, located Kp. Klender No. 15, RW. 1, Jatinegara, Cakung District, East Jakarta City. In this study, the type of research is quantitative. The population in this study was not included by MI Al-Wathoniyah Pusat Putri Jakarta students in grades 1, 2 and 3 because they were considered unable to provide an assessment of the quality of service. The results of statistical testing that the Quality of Student Administration Services (X) has a positive and significant effect on Student Satisfaction (Y) at MI Al-Wathoniyah Pusat Putri Jakarta. this is evidenced from the table T count greater than T table (13,381 > 2,007) and a significant value of 0.000, which means less than 0.005 (0.000 < 0.005), The regression equation is Y = 13.381 + 0.792 X. In other words, the better the quality of student administration services, the better the satisfaction of students at MI Al-Wathoniyah Pusat Putri Jakarta.

 

Keywords: quality of service, administration, satisfaction of learners.

 

Pendahuluan

Pendidikan merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Dengan melakukan pendidikan juga dapat meningkatkan harga diri dan martabat seseorang yang lebih baik serta akan dihargai oleh lingkungan dan masyarakat (Syarif et al., 2016).

Pada zaman sekarang pendidikan sudah menjadi kebutuhan dalam masyarakat, dengan pendidikan dapat meningkatkan kualitas diri seseorang sehingga menjadi pendidikan sebagai hal yang sangat penting (Sudarsana, 2016). Dengan perkembangan zaman masyarakat menyadari bahwa pendidikan dapat merubah pola pikir seseorang dan peserta didik yang dulunya kaku menjadi lebih terbuka (Anisah, 2015).

 Dalam Undang-undang sistem pendidikan nasional pendidikan sebagai usaha sadar yang telah terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya sehingga memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, akhlak mulia, kecerdasan serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara (Ichsan & Hadiyanto, 2021). Dalam hal ini pendidikan yang memiliki kualitaslah yang akan dapat memajukan bangsa.

Pendidikan memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Selain itu pendidikan juga mempengaruhi secara penuh pertumbuhan ekonomi dan kualitas suatu bangsa. Maka dalam Pembentukkan manusia yang berkualitas dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan terbaik terhadap manusia tersebut (Cikka, 2020).

Dalam mewujudkan tujuan lembaga pendidikan kegiatan-kegiatan harus ditunjang dengan administrasi sekolah yang teratur, terarah dan terencana (Hermawan, 2019). Implementasi administrasi yang berkualitas akan menghasilkan proses belajar mengajar yang berkualitas (Sriwahyuni, 2019). Administrasi sangat penting dalam suatu lembaga tanpa adanya administrasi maka sekolah tersebut akan berantakan, baik itu administrasi kesiswaan, keuangan maupun sarana prasarana (Fajrin & Arsyam, 2021).

Administrasi kesiswaan sebagai bentuk aktivitas yang dilakukan dalam tenaga pendidikan untuk mencatat, surat-menyurat, pembukuan dan semua kegiatan yang bersifat teknis ketata usahaan. Administrasi kesiswaan wajib dilakukan setiap lembaga dengan tujuan agar tercapainya target yang telah ditentukan (Pandi, 2022b).

Kualitas layanan administrasi kesiswaan dapat menentukan kepuasaan peserta didik, semakin baik kualitas layanan maka peserta didik akan semakin puas terhadap pelayanan. faktor yang menentukan pelayanan administrasi kesiswaan adalah  peran guru, kepala sekolah, sarana prasarana yang mendukung dalam aktivitas pelayanan terkhusus administrasi kesiswaan yang berada di sekolah terhadap kepuasan peserta didik (Ahmad, 2018).

Pelayanan administarasi kesiswaan menjadi tanggung jawab semua pihak lembaga atas  kualitas layanan, semakin baik pelayanan yang diberikan kepada peserta didik, maka semakin memberikan citra lembaga yang baik kepada peserta didik atau masyarakat lingkungan sekitar (Anshari, 2022).

Dalam memenuhi kepuasan pelanggan, kualitas dalam pelayan sesuai dengan standar pelayanan yang sebelumnya telah dibakukan untuk pedoman dalam pelayanan (Purnamawati, 2014). Kepuasan pelanggan dalam pendidikan terdapat pada guru, siswa, orang tua atau orang yang menggunakan jasa pendidikan lainnya. Di dalam pendidikan tersebut terdapat perbandingan antara harapan yang orang tua siswa inginkan ketika mendaftar anaknya menjadi seorang siswa pada sekolah dan yang dirasakan setelah mengikuti pendidikan (Ash-Shiddiqy, 2022).  Kepuasan peserta didik menjadi tanggung jawab tenaga pendidik untuk dapat memenuhi keinginan peserta didik. maka dapat dikatakan bahwa kepuasan peserta didik adalah keadaan yang membuat peserta didik puas didapatkan dari pelayanan yang diberikan oleh penyedia layanan (Kusumawardhani & Burhanuddin, 2020).

Kepuasan peserta didik dalam pendidikan merupakan sikap positif peserta didik terhadap pelayanan administrasi yang telah dilakukan oleh tenaga administrasi dikarenakan kesesuai antara yang diharap dan dibutuhkan peserta didik dengan kenyataan diterima.  maka dapat dikatakan bahwa kepuasan adalah keadaan yang membuat peserta didik puas didapatkan dari pelayanan yang diberikan oleh penyedia layanan (Saragih, 2022).

Banyak faktor yang menjadi pertimbangan orang tua dan peserta didik dalam memilih lembaga pendidikan, salah satunya adalah faktor kualitas pendidikan, faktor dalam pelayanan, faktor tenaga pendidik lembaga yang kompeten serta faktor besar kecilnya pembiayaan (Wicaksono, 2021). Kualitas layanan pada kesiswaan yang baik akan sangat mempengaruhi orang tua dan peserta didik berminat memasuki lembaga tersebut. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa kualitas suatu lembaga merupakan tolak ukur minat peserta didik (Priestnall et al., 2020).

Dalam lembaga pendidikan sudah menjadi kewajiban memberikan pelayanan yang terbaik kepada peserta didik, kenyataannya masih ada lembaga yang belum memenuhi kewajiban, seperti tenaga pelayan yang masih bersikap kurang ramah kepada pelanggan (peserta didik), sebagai tenaga pelayanan administrasi kesiswaan keramahan atau sikap humoris itu sudah menjadi modal awal untuk menarik minat pelanggan (Hidayat et al., 2014).

Pada peserta didik keramahan sangat menentukan akan kepuasan, apabila peserta didik merasakan ketakutan terhadap tenaga pelayanan administrasi kesiswaan maka minat akan lembaga tersebut menjadi berkurang. Tentu saja hal itu membuat para peserta didik merasa tidak puas dengan pelayanan yang diberikan oleh lembaga (Khalik & Musyaffa, 2021).

Selain sikap kurang ramah, tenaga administrasi kesiswaan yang tidak menguasai teknologi juga menjadi masalah besar dalam sebuah lembaga tersebut, terlebih pada era milenial dan di masa pandemi sekarang, semua informasi mengenai lembaga tersebut sudah seharusnya diinformasikan lewat teknologi sehingga memudahkan dan mempercepat pelanggan atau peserta didik menerima informasi dari lembaga tersebut (Ayuningtias, 2022). Kurang mahir dalam penggunaan teknologi tersebut juga akan menjadi penyebab kelalaian dalam penyampaian informasi  kepada pelanggan, karena dengan informasi yang cepat pelayan berikan membuat pelanggan (peserta didik) merasa puas atas pelayanan (Suarlin & Ali, 2018).

Tenaga administrasi mencakupi kepala tenaga administrasi yang menjadi pengawasan pelayanan dalam lembaga pendidikan, tenaga atau petugas yang khusus menangani pelaksanaan urusan administrasi dalam sekolah yang bertugas memenuhi kebutuhan dan keinginan siswa. Pelaksana urusan yang menyakupi administrasi pegawai, administrasi keuangan yang mencatat dan mengelola keuangan, administrasi sarana  prasarana, administrasi kurikulum dan administrasi kesiswaan (Aldiani & Nelisma, 2022).

Tenaga administrasi harus mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada peserta didik, lembaga yang memberikan kemaksimalan kepada peserta didik akan merasakan kepuasan sehingga membuat nilai tambah tersendiri pada suatu lembaga tersebut (Nia, 2019). Semakin bagus pelayanan suatu lembaga maka semakin tinggi tingkat kepuasan peserta didik. Dalam administrasi kesiswaan tenaga pelayan harus lebih sigap untuk penanganan terhadap peserta didik yang memiliki persoalan serta tenaga pelayan mampu memberikan solusi kepada peserta didik dalam memenuhi keinginannya (Windriati, 2018).

Kualitas pelayanan menentukan tingkat kepuasan peserta didik, pada umumnya untuk mendapatkan administrasi kesiswaan yang berkualitas dengan menggunakan tenaga administrasi kesiswaan yang memang ahli dalam bidangnya (Zakhiroh, 2017). Namun karena masih banyak lembaga yang kesusahan  dalam mencari tenaga pelayanan dalam bidangnya, maka sekolah memilih wali kelas atau guru-guru yang menjadi tenaga administrasi kesiswaan yang ditujukan untuk mampu mengatasi masalah-masalah peserta didik. Tenaga pelayanan yang mengetahui betul apa yang memang bidangnya tentu akan memiliki kualitas yang lebih baik dari pada yang bukan ahlinya (Pandi, 2022a).

Dalam mendapatkan tenaga administrasi kesiswaan yang ahli dalam bidangnya dan sudah mendalami persoalan admnistrasi kesiswaan sebelumnya merupakan suatu keberuntungan bagi lembaga, pada kenyataannya lembaga masih kesulitan dalam menemukan tenaga administrasi keiswaan yang memang bukan bidangnya, sehingga ini dapat mengurangi kualitas pelayanan administrasi.

Berdasarkan observasi awal peneliti menemukan data bahwa di sekolah Al-Wathoniyah Pusat Putri Jakarta telah berusaha memberikan pelayanan yang terbaik dan berkualitas terhadap siswa. Sehingga akan tercapainya keinginan dan kepuasan bagi peserta didik. Misalnya dengan upaya memberikan informasi yang terkait siswa, pelayanan yang dilakukan dengan cepat,  selalu bersikap ramah kepada siswa ketika memberi pelayanan administrasi, ketepatan waktu dalam memberi informasi.

Namun faktanya di lapangan masih banyak siswa yang belum puas atas pelayanan administrasi kesiswaan di Al-Wathoniyah Pusat Putri Jakarta seperti kurang ramahnya dalam pelayanan siswa, keterlambatan dalam penyampaian informasi dan pelayanan masih kurang menguasai teknologi sehingga menghambat dalam penyampaian informasi, tenaga administrasi kesiswaan yang belum maksimal dalam pelayanan, masih banyak peserta didik yang mengeluh atas pelayanan dan para tenaga administrasi yang masih banyak pendidikan yang tidak sesuai dengan bidangnya. Berdasarkan uraian di atas peneliti sangat tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Hubungan Antara Kualitas Layanan Administrasi Kesiswaan dengan Kepuasan Peserta Didik di MI A-Wathoniyah Pusat Putri Jakarta”.

 

Metode Penelitian

Penelitian mengenai hubungan antara kualitas layanan administrasi kesiswaan dengan kepuasan peserta didik dilaksanakan pada lembaga MI Al-Wathoniyah Pusat Putri Jakarta, yang berlokasi Kp. Klender No. 15, RW. 1, Jatinegara, Kec. Cakung, Kota Jakarta Timur. Waktu dalam kegiatan penelitian dimulai pada bulan Februari 2021 sampai dengan April 2021, dengan melalui beberapa proses. Dalam penelitian ini, jenis penelitian adalah kuantitatif. Mengambil jenis penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk mendapatkan hasil penelitian yang ditemukan oleh penulis mengenai kualitas layanan administrasi kesiswaan di MI Al-Wathoniyah Pusat Putri Jakarta. Objek penelitian ini adalah hubungan antara kualitas layanan administrasi kesiswaan dengan kepuasan peserta didik di MI Al-wathoniyah Pusat Putri Jakarta. Populasi dalam penelitian ini dengan tidak dimasukkan peserta didik MI Al-Wathoniyah Pusat Putri Jakarta kelas 1,2 dan 3 karena dianggap belum mampu memeberikan penilaian tentang kualitas layanan. Adapun perincian sebagai berikut.

 

Tabel 1.

Jumlah Siswa MI Al-Wathoniyah Pusat Putri Jakarta

Siswa

P

L

Total

Kelas 4

15

23

38

Kelas 5

19

23

42

Kelas 6

24

11

35

Jumlah

58

57

115

 

Pengambilan sampel dari 115 populasi, teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel ini menggunakan rumus Taro Yamane dengan rumus sebagai berikut:

  n=


Keterangan :
n = Jumlah sampel
N = Jumlah populasi
d2 = Persisi yang ditetapkan

persisi/taraf kesalahan yang ditetapkan oleh peneliti adalah 10% tujuannya untuk memperkecil kemungkinan kesalahan penafsiran. Berdasarkan rumus tersebut, maka dapat diperoleh sampel pada penelitian ini dari jumlah populasi 115 orang yaitu:

 

n =  

n =

n = 53,48 ≈ 54

Jadi sampel yang diperoleh dari rumus tersebut adalah 54 responden. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti adalah kuesioner dan dokumentasi.

 

Hasil dan Pembahasan

A.  Hasil Instrumen

1.    Hasil Uji Validitas

                             Uji validitas digunakan untuk menunjukkan tingkat kevalidan suatu instrumen. Pengujian ini menggunakan rumus Pearson Product Moment. Uji coba instrumen untuk variabel X dan Y dilakukan ole 10 orang responden. Berikut data yang diperoleh:

a.    Kuesioner Kualitas Layanan Administrasi Kesiswaan  

   Hasil uji validitas menggunakan SPSS 22.0 for windows menunjukkan bahwa dari 15 butir soal dikatakan valid karena mempunyai nilai r hitung > r tabel. Seluruh butir soal valid akan digunakan untuk penelitian yang dianggap mewakili data yang dibutuhkan oleh peneliti.

b.    Kuesioner Kepuasan Peserta Didik

   Hasil uji validitas menggunakan SPSS 22.0 for windows menunjukkan bahwa dari 15 butir soal terdapat 1 butir soal (soal 11) tidak valid karena r hitung < r tabel dan 14 butir soal lainnya valid kaerena mempunyai nilai r hitung > r tabel. Seluruh butir soal valid akan digunakan untuk penelitian yang dianggap mewakili data yang dibutuhkan oleh peneliti.

2.    Hasil Uji Reliabilitas

a.     Kuesioner Kualitas Layanan Administrasi Kesiswaan

Berikut ini adalah hasil uji reliabilitas dengan menggunakan SPSS Versi 22 pada variabel X (Kualitas Layanan Administrasi Kesiswaan) yaitu:

 

 

 

Tabel 2.

   Data Realiability Statistic Uji Reliabilitas

      Kuesioner Kualitas Layanan Administrasi Kesiswaan

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha

N of Items

,981

15

Sumber: hasil olah data statistik

Berdasarkan hasil Cronbach’s Alfa di atas menunjukkan bahwa nilai Cronbach’s Alfa 0,981 > 0,60 maka butir-butir instrumen untuk variabel X (Kualitas Layanan Administrasi Kesiswaan) dikatakan reliabel dengan tingkat reliabilitas sangat kuat.

b.    Kuesioner Kepuasan Pelanggan

Berikut ini adalah hasil uji reliabilitas dengan menggunakan SPSS Versi 22 pada variabel Y (Kepuasan Pelanggan) yaitu:

 

         Tabel 3.

              Data Realiability Statistic Uji Reliabilitas

                Kuesioner Kepuasan Peserta Didik

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha

N of Items

,986

14

Sumber: hasil olah data statistik

Berdasarkan hasil Cronbach’s Alfa di atas menunjukkan bahwa nilai Cronbach’s Alfa 0,986 > 0,60 maka butir-butir instrumen untuk variabel Y (Kepuasan Pelanggan) dikatakan reliabel dengan tingkat reliabilitas sangat kuat.

B.  Hasil Deskriptif Data

1.    Deskripsi Data Variabel X (Kualitas Layanana Administrasi Kesiswaan) dan Hasil Analisisnya.

a.       Data Variabel X (Kualitas Layanana Administrasi Kesiswaan)

Kualitas layanan administrasi kesiswaan diukur dengan menggunakan angket yang disebarkan kepada responden sebanyak 54 siswa. Angket yang telah diisi oleh responden kemudian diberi skor, diolah lalu dianalisis. Jumlah skor tertinggi adalah 75 dan skor terendah adalah 31.

b.      Hasil analisis variabel X (Kualitas Layanana Administrasi Kesiswaan)

2.    Deskripsi Data Variabel Y (Kepuasan Peserta Didik) dan Hasil Analisisnya.

a.       Data Variabel Y (Kepuasan Peserta Didik)

Kualitas layanan administrasi kesiswaan diukur dengan menggunakan angket yang disebarkan kepada responden sebanyak 54 siswa. Angket yang telah diisi oleh responden kemudian diberi skor, diolah lalu dianalisis. Jumlah skor tertinggi adalah 75 dan skor terendah adalah 30. Berikut ini tabel memuat hasil penelitian statistik deskriptif kualitas layanana administrasi kesiswaan.

 

Tabel 4.

Data Variabel Y (Kepuasan Peserta Didik)

Responden

Y

Responden

Y

r1

58

r28

75

r2

61

r29

60

r3

57

r30

60

r4

75

r31

55

r5

47

r32

73

r6

67

r33

60

r7

67

r34

60

r8

49

r35

61

r9

74

r36

60

r10

72

r37

60

r11

60

r38

61

r12

73

r39

60

r13

53

r40

60

r14

56

r41

59

r15

60

r42

60

r16

70

r43

60

r17

61

r44

75

r18

60

r45

50

r19

61

r46

58

r20

60

r47

61

r21

30

r48

53

r22

69

r49

67

r23

60

r50

59

r24

56

r51

75

r25

60

r52

60

r26

59

r53

31

r27

64

r54

61

 

 

Jumlah

3273

 

a.    Hasil analisis variabel Y (Kepuasan Peserta Didik)

b.    Kecenderungan data variabel Y (Kepuasan Peserta Didik)

Mi =  =  52,5

Sdi =  = 7,5

C.  Uji Asumsi Klasik

1.    Uji Normalitas

Uji normalitas pada model regresi digunakan untuk menguji apakah nilai residul yang dihasilkan dari regresi terdistribusi secara normal atau tidak. Regresi yang baik yang memiliki nilai residual yang terdistribusi normal. Dalam penelitian ini Uji normalitas yang digunakan adalah normal probability plots yang membandingkan distribusi kumulatif dari distribusi normal. Garis yang mengambarkan data yang sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya.

Pada prinsip normalitas dapat dideteksi dengan melihat penyebaran (titik) pada sumbu diagonal dari grafik atau dengan melihat histogramnya dari residualnya. Dasar pengambilan keputusan adalaha sebagai berikut:

a.    Jika data menyebar disekitar garis diagonalnya dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

b.    Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya yang tidak menunjukan pola distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas. 

Berdasarkan dari data normalitas pada gambar di atas menunjukkan bahwa data yang ada didistribusi normal, karena terlihat data menyebar sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal.

2.    Uji Linearitas

Dalam penelitian ini pengujian persyaratan yang digunakan penulis adalah uji linearitas. Uji linearitas data dilakukan dengan menggunakan test for linearity dengan taraf signifikansi 0,05, dua variabel dikatakan mempunyai hubungan yang linear apabila signifikansi lebih dari 0,05. Berdasarkan penghitungan hasil  output di atas, maka dasar pengambilan keputusan adalah sebagai berikut:

a.    Berdasarkan nilai signifikansi

Diperoleh nilai signifikansi pada Deviation from linearity sebesar 0,503.maka 0,503 > 0,05 dengan demikian dapat diketahui bahwa terdapat hubungan linear antara variabel X (Kualitas Layanan Administrasi Kessiwaan) dan variabel Y (Kepuasan Peserta Didik).

b.     Berdasarkan nilai F

Diperoleh nilai Fhitung = 0,987 sedangkan Ftabel dicari berdasarkan hasil output di atas yaitu df 21:31 kemudian cari pada tabel distribusi Fhitung 0,05 maka ditemukan nilai Ftabel = yang artinya Fhitung (0,987) < Ftabel (1,93) maka terdapat hubungan linear antara variabel X (Kualitas Layanan Administrasi Kesiswaan) dan variabel Y (Kepuasan Peserta Didik).

 

 

 

 

D.  Pengujian Hipotesis

1.    Uji Korelasi

Uji korelasi untuk mengetahui hubungan kualitas layanan administrasi kesiswaan (X)  berhubungan dengan kepuasan peserta didik (Y). Dalam uji korelasi peneliti menggunakan uji korelasi pearson dilakukan dengan bantuan SPSS versi 22 yang dapat dilihat pada tabel berikut:

 

Tabel 5.

Hasil Uji Korelasi

Correlations

 

Kualitas Layanan Administrasi Kesiswaan

Kepuasan Peserta Didik

Kualitas Layanan Administrasi Kesiswaan

Pearson Correlation

1

,778**

Sig. (2-tailed)

 

,000

N

54

54

Kepuasan Peserta Didik

Pearson Correlation

,778**

1

Sig. (2-tailed)

,000

 

N

54

54

Sumber: hasil olah data statistic

 

 Berdasarkan tabel 5 diperoleh nilai r(xy) sebesar 0,778 sedangkan nilai r tabel dengan N=54, maka signifikasi 0.05 adalah sebesar 0,266 oleh karena r hitung (0,778) > r tabel (0,266), hal ini menunjukan bahwa terdapat hubungan positif dengan derajat hubungan korelasi kuat antara variabel kualitas layanan administrasi kesiswaan dengan kepuasan peserta didik MI Al-Wathoniyah Pusat Putri Jakarta.

2.    Regresi Linear Sederhana

Berikut ini adalah hasil uji regresi sederhana dengan menggunakan SPSS versi 22, yaitu:

 

Tabel 6.

Hasil Uji Analisis Regresi Linear Sederhana

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T

Sig.

 

B

Std. Error

Beta

 

1

(Constant)

13,381

5,353

 

2,500

,016

 

Kualitas Layanan Administrasi Kesiswaan

,792

,089

,778

8,915

,000

 

a. Dependent Variable: Kepuasan Peserta Didik

 

Berdasarkan hasil pengujian statistic tabel 6 melalui uji regresi linear sederhana dapat diperoleh hasilnya yaitu a (angka konstan dari untandarsized coefficients) nilainya sebesar 13,381 dan b (angka koefiesien) nilainya sebesar 0,792. Nilai signifikansi dari tabel coefficients diperoleh nilai signifikansi adalah 0,000 < 0,05. maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kualitas layanan administrasi kesiswaan (X) berhubungan positif dengan Kepuasan Peserta Didik (Y). Sehingga persamaan regresinya adalah Y = 13,381 + 0,792 X.

3.    Uji Persial (Uji T)

Uji hipotesis atau uji pengaruh berfungsi untuk mengetahui apakah koefesien regresi tersebut signifikan atau tidak. Berdasarkan pada hasil tabel 4.21 di atas diketahui dengan menggunakan langkah-langkah pengujiannya sebagai berikut:

a.    Membandingkan T hitung dengan T tabel

1)   Penentuan T hitung

Nilai T hitung didapatkan pada tabel 4.21 sebesar 13,381.

2)   Penentuan T tabel

Nilai T tabel dapat dicari pada tabel statistik pada signifikasi   T tabel. T tabel yaitu 0,025 (uji 2 sisi) dengan derajat kebebasan (df) n – k – 1 yaitu 54–1–1= 52, Jadi nilai T tabel yaitu 2,007.

3)   Kriteria pengujian

a)    Apabila T hitung < T tabel, maka H0 diterima.

b)   Apabila T hitung > T tabel, maka H0 ditolak.

4)   Kesimpulan

Dapat diketahu bahwa T hitung (13,381) > T tabel (2,007), maka H0 ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antar kualitas layanan administrasi kesiswaan dengan kepuasan peserta didik.

b.    Menggunakan angka probalitas signifikansi

1)   Nilai signifikansi

Nilai signifikansi didapatkan dari hasil output pada tabel 4.21 sebesar 0,000.

2)   Kriteria pengujian

a)    Apabila signifikansi > (0,05), MAKA H0 diterima dan H1 ditolak.

b)   Apabila signifikansi < (0,05), maka H0 ditolak dan H1 diterima.

3)   Kesimpulan

Dapat diketahui nilai signifikansi (0,000) < (0,05), maka H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kualitas layanan administrasi kesiswaan dengan kepuasan peserta didik.

 

4.    Koefisien Determinasi

Untuk mengetahui besarnya pengaruh Kualitas Layanan Administrasi Kesiswaan (X) dengan Kepuasan Peserta Didik (Y) dalam analisis regresi linear sederhana, bisa dilihat nilai R yang terdapat dalam output SPSS 22 yaitu:

 

Tabel 7.

Hasil Perhitungan Koefisien Determinasi

Model Summaryb

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1

,778a

,605

,597

5,662

 

Dari hasil output tabel 7, diketahui nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,605 (nilai 0,605 adalah pengkuaratan dari koefisien korelasi atau R, yaitu 0,778 x 0,778 = 0,605. Angka tersebut mengandung arti bahwa hubungan kualitas layanan administrasi kesiswaan dengan kepuasan peserta didik sebesar 60,5%. Sedangkan sisanya 39,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.

E.  Pembahasan Hasil Penelitian

Hasil pengujian statistik bahwa Kualitas Layanan Administrasi Kesiswaan (X) berpengaruh positif dan signifikan dengan Kepuasan Peserta Didik (Y) di MI Al-Wathoniyah Pusat Putri Jakarta. hal ini dibuktikan dari tabel T hitung lebih besar dari T tabel ( 13,381 > 2,007 ) dan nilai signifikan sebesar 0,000, yang memiliki arti kurang dari 0,005 (0,000 < 0,005), Persamaan regresinya adalah Y = 13,381 + 0,792 X.

Penelitian ini membuktikan hubungan antara kualitas layanan administrasi kesiswan dengan kepuasan peserta didik di MI Al-Wathoniyah Pusat Putri Jakartan sebesar 60,5% sedangkan sisanya 39,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.

Kemudian untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel dapat dilakukan dengan analisis korelasi sederhana. Diperoleh nilai r(xy) sebesar 0,778 sedangkan nilai rtabel dengan N=54, maka signifikasi 0,05 adalah sebesar 0,266 oleh karena r hitung (0,778) > r tabel (0,266), hal ini menunjukan bahwa terdapat hubungan positif dengan derajat hubungan korelasi kuat antara variabel kualitas layanan administrasi kesiswaan dengan kepuasan peserta didik di MI Al-Wathoniyah Pusat Putri Jakarta.

Dilihat pada uji statistik (uji t), hasil nilai Thitung sebesar 13,381.

dan Ttabel sebesar 2,007, dengan signifikansi sebesar 0,025. Dengan kreteria pengujian jika T hitung > T tabel dan jika signifikasi < (0,05), maka H0 ditolak. Sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas layanan administrasi kesiswaan dengan kepuasan peserta.

Dengan demikian, hasil perhitungan data yang diperoleh dari lapangan terlihat hubungan yang signifikan antara kualitas layanan administrasi kesiswaan dengan kepuasan peserta didik di MI Al-Wathoniyah Pusat Putri Jakarta.

 

 

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan pada hasil penelitian di atas, maka kesimpulan yang dapat dikemukakan adalah sebagai berikut: 1) Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas layanan administrasi kesiswaan dengan kepuasan peserta didik dengan memperoleh nilai r (xy) sebesar 0,778 sedangkan nilai r tabel dengan N=54, maka signifikasi 0.05 adalah sebesar 0,266 oleh karena rhitung (0,778) > rtabel (0,266), hal ini menunjukan bahwa terdapat hubungan positif dengan derajat hubungan korelasi kuat antara variabel kualitas layanan administrasi kesiswaan dengan kepuasan peserta didik di MI Al-Wathoniyah Pusat Putri Jakarta. 2) Besar hubungan yang diberikan sebesar 0,792 dapat dilihat dari persamaan regresi yang diperoleh yaitu Y = 13,381 + 0,792 X setiap penambahan 1% tingkat Kualitas Layanan Administrasi Kesiswaan (X), maka Kepuasan Peserta Didik (Y) akan meningkat sebesar 0,792. 3) Nilai koefesien determinasi(R Square) sebesar 0,605, hal ini menunjukkan bahwa sumbangan pengaruh kualitas layanan administrasi kesiswaan terhadap kepuasan peserta didik adalah sebesar 60,5%, sedangkan sisanya 39,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Dengan kata lain  semakin baik kualitas layanan administrasi keiswaan maka semakin baik pula kepuasan peserta didik di MI Al-Wathoniyah Pusat Putri Jakarta.


BIBLIOGRAFI

 

Ahmad, N. (2018). Reformasi birokrasi pemerintah kota semarang studi kasus di badan pelayanan perizinan terpadu kota semarang. Faculty of Social and Political Sciences.

 

Aldiani, I., & Nelisma, Y. (2022). Penguatan Sumber Daya Manusia Melalui Reformasi Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan di Sumatera Barat. Al-Fahim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 4(2), 100–114.

 

Anisah, A. S. (2015). Gangguan prilaku pada anak dan implikasinya terhadap perkembangan anak usia sekolah dasar. JPsd (Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar), 1(2), 5–20.

 

Anshari, K. (2022). Pengaruh Kualitas Administrasi Tata Usaha Terhadap Layanan Pendidikan Di Madrasah Aliyah Madinatussalam Deli Serdang. Jurnal Fadillah: Manajemen Pendidikan Islam & Umum, 2(2).

 

Ash-Shiddiqy, T. M. H. (2022). Pokok-pokok ilmu dirayah hadits.

 

Ayuningtias, R. (2022). Tantangan dan Peluang Pelayanan Administrasi di Era Pandemi Covid-19 (Studi Kasus di Desa Beji Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas). Universitas Jenderal Soedirman.

 

Cikka, H. (2020). Konsep-Konsep Esensial Dari Teori Dan Model Perencanaan Dalam Pembangunan Pendidikan. Scolae: Journal of Pedagogy, 3(2).

 

Fajrin, M. F., & Arsyam, M. (2021). Administrasi Kesiswaan Dalam Pendidikan.

 

Hermawan, A. (2019). Evaluasi Terhadap Pelaksanaan Administrasi Kesiswaan Pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu. AL-ULUM: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 5(2).

 

Hidayat, Y. S., Nurdin, M., & Ratih, S. (2014). Penggunaan Trichoderma sp. sebagai agensia pengendalian terhadap Pyricularia oryzae Cav. penyebab blas pada padi. Jurnal Agrotek Tropika, 2(3), 414–419.

 

Ichsan, F. N., & Hadiyanto, H. (2021). Implementasi perencanaan pendidikan dalam meningkatkan karakter bangsa melalui penguatan pelaksanaan kurikulum. Jurnal Studi Guru Dan Pembelajaran, 4(3), 541–551.

 

Khalik, A., & Musyaffa, A. A. (2021). Manajemen Pendidikan Islam Kontemporer. Oman Publishing.

 

Kusumawardhani, D. A., & Burhanuddin, B. (2020). Analisis Kepuasan Peserta Didik Terhadap Layanan Evaluasi Hasil Belajar Online. JAMP: Jurnal Administrasi Dan Manajemen Pendidikan, 3(1), 90–101.

 

Nia, I. (2019). Strategi Knowledge Sharing Upaya Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia di Madrasah Diniyah Annafi’iyah Pondok Pesantren Nurul Jadid. Al-Fikrah: Jurnal Manajemen Pendidikan, 7(1), 23–32.

 

Pandi, A. (2022a). Efektivitas Pelayanan Tenaga Administrasi di SMA. Abdussalam Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Pendidikan Dasar Dan Sosial Humaniora, 1(8), 1541–1556.

 

Pandi, A. (2022b). Peran Tenaga Administrasi dalam Meningkatkan Mutu Layanan Administrasi di MTs Hidayatul Muhisinin. Mudir: Jurnal Manajemen Pendidikan, 4(1), 28–40.

 

Priestnall, S. L., Okumbe, N., Orengo, L., Okoth, R., Gupta, S., Gupta, N. N., Gupta, N. N., Hidrobo, M., Kumar, N., Palermo, T., Peterman, A., Roy, S., Konig, M. F., Powell, M., Staedtke, V., Bai, R. Y., Thomas, D. L., Fischer, N., Huq, S., … Chatterjee, R. (2020). No 主観的健康感を中心とした在宅高齢者における 健康関連指標に関する共分散構造分析Title. Endocrine, 9(May), 6.

 

Purnamawati, E. (2014). Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Pada GraPari TelkomSel Samarinda. Journal Ilmu Administrasi Bisnis, 2014 2 (4): 571-585 Universitas Mulawarman.

 

Saragih, D. Y. (2022). Pengaruh Kualitas Pelayanan Administrasi Kesiswaan Terhadap Kepuasan Siswa SMP Negeri 2 Pandan Nauli. Jurnal Malay: Manajemen Pendidikan Islam & Budaya, 2(3).

 

Sriwahyuni, N. (2019). Peningkatan Kemampuan Guru Dalam Proses Pembelajaran Berkualitas Melalui Supervisi Akademik Dengan Teknik Kunjungan Kelas pada Guru Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 7(1).

 

Suarlin, S., & Ali, M. I. (2018). Membangun Jiwa Kewirausahaan. Global Research and Consulting Institute (Global-RCI).

 

Sudarsana, I. K. (2016). Peningkatan mutu pendidikan luar sekolah dalam upayapembangunan sumber daya manusia. Jurnal Penjaminan Mutu, 1(1), 1–14.

 

Syarif, E., Sumarmi, S., Fatchan, A., & Astina, I. K. (2016). Integrasi nilai budaya etnis Bugis Makassar dalam proses pembelajaran sebagai salah satu strategi menghadapi era masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). Jurnal Teori Dan Praksis Pembelajaran IPS, 1(1), 13–21.

 

Wicaksono, A. K. (2021). Strategi Marketing Mix dalam Menarik Minat Peserta Didik Baru pada Lembaga Pendidikan Islam Swasta. Attractive: Innovative Education Journal, 3(2), 152–163.

 

Windriati, F. (2018). Analisis Kepuasan Orang Tua Siswa Terhadap Layanan Pendidikan di MTS N 2 Semarang. Jurnal. Http://Eprints. Walisongo. Ac. Id.(Diakses 5 Maret 2020).

 

Zakhiroh, R. (2017). Pengaruh kinerja tenaga administrasi sekolah terhadap kualitas layanan administrasi non akademik. DIDAKTIKA: Jurnal Pemikiran Pendidikan, 19(2), 59–70.

         

Copyright holder:

Wira puspita (Tahun Terbit)

 

First publication right:

Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

 

This article is licensed under: