Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia p–ISSN: 2541-0849 e-ISSN: 2548-1398

Vol. 7, No. 12, Desember 2022

 

PENYEBAB RENDAHNYA PENGGUNAAN TRANSAKSI NON TUNAI DI KOTA TIMIKA

 

Stepanus Sandy, Aryati Arfah, Baharuddin Semmaila, Baso Amang, Arifin

Program Doktor Ilmu Manajemen Universitas Muslim Indonesia Makasar, Indonesia

Email: stepanussandy09@gmail.com

 

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisi penyebab rendahnya penggunaan transasksi non tunai di Kota Timika. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian asosiatif. Penelitian asosiatif merupakan suatu penelitian yang bertujuan untuk melihat hubungan atau pengaruh antara dua variabel atau lebih. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan kuesioner. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel persepsi kemudahan, presepsi kemanfaatan dan presepsi kepercayaan terhadap rendahnya keputusan masyarakat menggunakan transaksi non tunai di Kota Timika.

 

Kata Kunci: Transaksi Tunai, Transaksi Non Tunai, Transaksi.

 

Abstract

The purpose of this study was to analyze the causes of the low use of non-cash transactions in Timika City. The research method used by the authors is associative research. Associative research is a study that aims to see the relationship or influence between two or more variables. The data collection techniques used to obtain data in this study were observation techniques and questionnaires. The analysis used in this study is a multiple linear regression analysis. The results of this study explained that there is a significant influence between the variables of perception of convenience, perception of expediency and perception of trust on the low decision of the community to use non-cash transactions in Timika City.

 

Keyword: Cash Transactions, Non-Cash Transactions, Transaction.

 

Pendahuluan

Perkembangan dan kemajuan teknologi memberikan dampak yang besar dalam berbagai bidang dan semua aspek kehidupan manusia termaksud sektor industri salah satunya adalah industri keuangan khususnya perbankan (Khoiriah & Nasution, 2023). Kondisi ini mendorong industri perbankan untuk melakukan berbagai penyesuaian dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dalam menciptakan berbagai inovasi baik produk maupun layanan keuangan (Winarto, 2020). Perbankan melakukan inovasi layanan dengan menciptakan berbagai metode pembayaran yang sebelumnya hanya dilakukan secara konvensional menggunakan uang tunai tetapi saat ini bisa dilakukan juga secara non tunai (Rif’ah, 2019).

Pembayaran non tunai merupakan salah satu sistem pembayaran yang dilakukan tanpa menggunakan uang tunai yang beredar, tetapi menggunakan instrumen pembayaran lain (Nursari, 2019). Beberapa jenis dari instrumen pembayaran non tunai di Indonesia yang saat ini banyak digunakan untuk melakukan pembayaran yaitu kartu pembayaran (kartu debit, kartu kredit) dan uang elektronik (e-money) seperti brizzi (BRI), sakuku (BCA), e-Cash (Bank Mandiri), M-Money (Bank Mega), Tap Cash Bank BNI dan lain-lain. Selain itu terdapat berbagai lembaga non perbankan yang menciptakan berbagai layanan pembayaran non tunai dalam bentuk e-wallet seperti Indomaret Card, Go-pay, Grab-pay, Doku Wallet, OVO, Link Aja, DANA, ShopeePay dan lain-lain (Lintangsari, Hidayati, Purnamasari, Carolina, & Ramadhan, 2018).

Penggunaan instrumen pembayaran non tunai memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan pembayaran (Rahmi, 2021). Penggunaan alat pembayaran non tunai di Indonesia sudah sangat berkembang pesat dan didukung oleh Bank Indonesia selaku pengontrol lalu lintas transaksi keuangan di Indonesia (Amalia, 2018). Hal ini seperti yang dipublikasikan melalui laman resmi website Bank Indonesia (www.bi.go.id) bahwa pada tanggal 14 agustus 2014 Bank Indonesia mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang tujuannya untuk menciptakan sistem pembayaran yang aman, efisien dan lancar, sehingga bisa mendorong sistem keuangan nasional bekerja secara efektif dan efisien (Achmad, 2020). Bahkan saat ini bank Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk menghadirkan Uang Digital Bank Sentral atau Central Bank Digital Currency (CBDC) yang dapat memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi (Novendra & Aulianisa, 2020).

Ada beberapa manfaat lain yang diperoleh dari penggunaan transaksi non tunai ini yaitu berkurangnya peredaran uang tunai, yang mampu menekan anggaran yang dikeluarkan setiap tahun untuk mencetak uang. Transaksi non tunai juga merupakan transaksi yang lebih efisien, praktis serta lebih mudah dibandingkan menggunakan uang tunai. Selain itu penggunaan transaksi non tunai juga diyakini makin mendorong keamanan dan kenyamanan dengan menggagalkan upaya orang-orang yang ingin melakukan pencurian uang, pemalsuan uang, pencucian uang dan pembiayaan terorisme. Semua transaksi yang dilakukan secara non tunai akan tercatat dengan baik pada rekening pengirim dan penerima (Sapitri, 2021).

Sistem pembayaran non tunai di Indonesia sudah sangat meningkat dan sudah banyak daerah-daerah menerapkannya. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor yang mempengaruhi. Bebarapa penelitian yang telah dilakukan berhasil mengidentifikasi faktor-faktor tersebut. Pada penelitian yang dilakukan oleh (Khakim, 2018) menyimpulkan bahwa persepsi kemudahan dan kelompok referensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) sedangkan persepsi kemanfaatan berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap penggunaan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK). Selain itu penelitian (Setiani, 2018) mengungkapkan bahwa bahwa variabel persepsi kemanfaatan, persepsi kemudahan dan kepercayaan menunjukkan nilai signifikan terhadap perilaku penggunaan alat pembayaran non tunai. Temuan penelitian lain yang dilakukan oleh (Amin, Muta’ali, & Nafis, 2020) menemukan bahwa faktor kemanfaatan, faktor kemudahan, faktor dukungan sosial, dan faktor kepercayaan berpengaruh positif terhadap minat calon jamaah haji DKI Jakarta dan Jawa Barat untuk menggunakan layanan transaksi non tunai. Sedangkan faktor risiko berpengaruh negatif terhadap minat penggunaan layanan transaksi non tunai. Penelitian (Mukti, 2019) menyimpulkan bahwa tingkat pemahaman uang elektronik dan kemanfaatan berpengaruh positif terhadap minat menggunakan uang elektronik. Peneltian (Badarudin, 2019) juga menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat pemahaman, manfaat, dan pengaruh sosial terhadap minat menggunakan uang elektronik. Berdasarkan temuan kelima penelitian terdahulu dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga faktor utama yang mempengaruhi masyarakat dalam menggunakan transaksi non tunai yaitu faktor persepsi kemudahan, faktor kemanfaatan, dan faktor kepercayaan.

Terdapat berbagai fasilitas pendukung yang disediakan oleh perbankan untuk mendukung penggunaan transaksi non tunai khususnya di Kota Timika. Terdapat bebagai mesin electronic data capture (EDC) yang disediakan oleh perbankan tersebar di berbagai toko di Kota Timika guna mempermudah masyarakat dalam bertransaksi. Namun penyediaan fasilitas ini belum tentu dimanfaatkan oleh masyarakat di Kota Timika.

 

Tabel 1

Jumlah Transaksi Tunai dan Transaksi Non Tunai Perhari

No

Tempat

Transaksi Tunai

Transaksi Non Tunai

Jumlah Transaksi

1

Timika Mall kasir 1

100

6

106

2

Timika Mall kasir 2

150

6

156

3

Djaya Mart kasir 1

188

12

200

4

Djaya Mart kasir 2

203

5

208

5

Djaya Mart kasir 3

175

6

181

6

Djaya Mart kasir 4

150

5

155

7

A-Mart

295

5

300

8

MS

140

10

150

9

Senyum 5000 kasir 1

235

22

257

10

Senyum 5000 kasir 2

230

13

243

11

Raihan Kasir 1

250

15

265

12

Raihan Kasir 2

135

15

150

13

Raihan Kasir 3

110

20

130

14

Raihan Kasir 4

275

25

300

15

Diana Kasir 1

250

15

265

16

Diana Kasir 2

400

35

435

17

Diana Kasir 3

250

15

265

18

Diana Kasir 4

600

45

645

19

Eiger

16

5

21

20

Pakapura

6

9

15

21

Soyami

285

15

300

22

Kios Hikma

170

30

200

23

Parejaya Mart

156

4

160

24

De-al Mart kasir 1

100

3

103

25

De-al Mart kasir 2

98

2

100

Jumlah

4.967

343

5.310

Sumber: Pengolahan Data Primer, 2021

 

Berdasarkan hasil observasi yang disajikan dalam tabel 1 dapat diketahui bahwa dari 25 kasir yang diobservasi, jumlah transaksi yang terjadi per hari adalah sebanyak 5.310 transaksi. Dari jumlah transaksi tersebut, total transaksi tunai per hari sebanyak 4.967 transaksi sedangkan transaksi non tunai sebanyak 343 transaksi. Dengan kata lain jumlah masyarakat yang menggunakan transaksi tunai adalah sebesar 93,5% sedangkan transaksi non tunai hanya 6,5%. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat di Kota Timika lebih cenderung menggunakan transaksi tunai dibandingkan transaksi non tunai. Hal ini berbanding terbalik dengan kehadiran berbagai teknologi khususnya dibidang keuangan yang semakin maju dan memberikan berbagai kemudahan.

Meskipun pembayaran non tunai memberikan berbagai kemudahan dan manfaat kepada masyarakat di Kota Timika dalam bertransaksi tetapi penggunaan transaksi non tunai di Kota Timika masih rendah, karena masyarakat lebih cenderung memilih bertransaksi secara tunai dalam berbelanja. Berdasarkan gejala dan permasalahan yang telah diuraikan maka penelitain ini bertujuan untuk mengkaji penyebab rendahnya penggunaan transaksi non tunai di Kota Timika.

 

Metode Penelitian

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif (Sugiyono, 2018). Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah keseluruhan masyarakat Kota Timika. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah masyarakat yang sedang atau pernah berbelanja di tempat yang tersedia fasilitas pembayaran non tunai yaitu sebanyak 150 responden. Insturmen analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda.

 

Hasil dan Pembahaan

Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS 24. Sehubungan dengan data yang dikumpulkan adalah data dengan skala ordinal maka sebelum dilakukan analisis terlebih dahulu dilakukan transformasi data ke dalam bentuk skala interval. Data yang sudah di transformasi selanjutnya dilakukan uji normalitas data, hasil mengujian menunjukkan bahwa data terdistribusi secara normal sehingga layak untuk digunakan dalam analisis.

Analisis Koefisien Determinasi

Hasil analisis koefisisn determinasi seperti yang disajikan pada tabel 2 menunjukkan bahwa nilai R Square sebesar 0,68 artinya bahwa model penelitian ini mampu menjelaskan atau memprediksi penyebab rendahnya masyarakat di Kota Timika menggunakan transaksi non tunai sebesar 68%, sedangkan 32% dijelaskan oleh variabel lain diluar model. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model ini memiliki kemampuan yang cukup baik dalam memprediksi penyebab rendahnya masyarakat di Kota Timika menggunakan transaksi non tunai.

 

Tabel 2

Hasil Pengujian Koefisien Determinasi

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1

.825a

0.680

0.674

0.54853

a. Predictors: (Constant), Presepsi Kepercayaan, Presepsi Kemanfaatan, Presepsi Kemudahan

b. Dependent Variable:Rendahnya Keputusan Menggunakan Transaksi Non Tunai

Sumber: Data Diolah (SPSS 22), 2022

 

Pengujian Model Fit

Hasil pengujian ketepatan model penelitian atau model fit seperti yang disajikan pada tabel 3 menunjukkan bahwa nilai signifikan sebesar 0,000 atau lebih kecil dari alfa 5% atau 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model penelitian dinyatakan fit sehingga layak untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.

 

Tabel 3

Hasil Pengujian Model Fit

Model

Sum of Squares

df

Mean Square

F

Sig.

1

Regression

93.550

3

31.183

103.640

.000b

Residual

43.929

146

0.301

Total

137.479

149

 

 

a. Dependent Variable: Rendahnya Keputusan Menggunakan Transaksi Non Tunai

b. Predictors: (Constant), Presepsi Kepercayaan, Presepsi Kemanfaatan, Presepsi Kemudahan

Sumber: Data Diolah (SPSS 22), 2022

 

 

Pengujian Pengaruh Masing-Masing Variabel

Hasil pengujian pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen seperti disajikan pada tabel 4. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikansi pengaruh variabel presepsi kemudahan terhadap rendahnya penggunaan transaksi non tunai di Kota Timika adalah sebesar 0,000 atau lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa presepsi kemudahan berpengaruh signifikan terhadap rendahnya keputusan penggunaan transaksi non tunai di Kota Timika. Pengaruh variabel presepsi kemanfaatan terhadap rendahnya penggunaan transaksi non tunai di Kota Timika adalah sebesar 0,000 atau lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa presepsi kemanfaatan berpengaruh signifikan terhadap rendahnya keputusan penggunaan transaksi non tunai di Kota Timika. Pengaruh variabel presepsi kepercayaan terhadap rendahnya penggunaan transaksi non tunai di Kota Timika adalah sebesar 0,000 atau lebih kecil d ari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa presepsi kepercayaan berpengaruh signifikan terhadap rendahnya keputusan penggunaan transaksi non tunai di Kota Timika.

 

Tabel 4

Hasil Pengujian Pengaruh Masing-Masing Variabel

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients Beta

t

Sig.

B

Std. Error

1

(Constant)

-0.592

0.197

-3.010

0.003

Presepsi Kemudahan

0.304

0.055

0.302

5.535

0.000

Presepsi Kemanfaatan

0.277

0.054

0.271

5.134

0.000

Presepsi Kepercayaan

0.470

0.056

0.464

8.329

0.000

a. Dependent Variable: Rendahnya Keputusan Menggunakan Transaksi Non Tunai

Sumber: Data Diolah (SPSS 22), 2022

 

Pengaruh presepsi Kemudahan Terhadap Rendahnya Keputusan Menggunakan Transaksi Non Tunai

Presepsi kemudahan merujuk pada tingkat kesulitan yang diyakini oleh seseorang terkait dengan suatu aktivitas atau tindakan. Dalam kaitan dengan penggunaan transaksi non tunai, presepsi kemudahan dapat mempengaruhi tingkat penggunaannya. Apabila masyarakat merasa bahwa transaksi non tunai lebih sulit dilakukan jika dibandingkan dengan tunai maka masyarakat lebih cenderung menggunakan transaksi tunai. Demikian pula sebaliknya apabila masyarakat merasa transaksi non tunai lebih mudah dilakukan jika dibandingkan dengan transaksi tunai maka masyarakat lebih cenderung menggunakan transaksi non tunai.

Hasil penelitian bahwa presepsi kemudahan berpengaruh signifikan terhadap rendahnya keputusan penggunaan transaksi non tunai di Kota Timika menunjukkan bahwa masayarakat Timika masih menganggap penggunaan transaksi non tunai lebih sulit dibandingkan dengan penggunaan transaksi tunai sehingga masyarakat lebih memilih menggunakan transaksi tunai. Perlu adanya upaya yang dilakukan oleh pihak perbankan maupun lembaga-lembaga lain yang terkait untuk meningkatkan pemahaman kepada masyarakat tentang penggunaan transaksi non tunai berserta segala aspek kemudahan yang disediakan.

Pengaruh Presepsi Kemanfaatan Terhadap Rendahnya Keputusan Menggunakan Transaksi Non Tunai

Presepsi kemanfaatan merupakan pandangan seseorang tentang seberapa bermanfaat suatu produk atau jasa bagi dirinya. Jika masyarakat meyakini bahwa transaksi non tunai memiliki keuntungan atau manfaat yang lebih besar dibandingkan dengan transaksi tunai, maka masyarakat akan lebih cenderung menggunakan transaksi non tunai. Demikian pula sebaliknya, jika masyarakat meyakini bahwa transaksi non tunai kurang menguntungkan atau bermanfaat dibandingkan dengan transaksi tunai, maka masyarakat lebih cenderung menggunakan transaksi tunai.

Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap manfaat sebuah layanan, seperti kemudahan akses, keamanan, dan biaya yang terkait dengan layanan. Rendahnya penggunaan transaksi non tunai di kota Timika disebabkan karena sebagian besar masyarakat masih belum memahami dan merasakan manfaat dari transaksi non tunai sehingga lebih memilih menggunakan transaksi tunai. Masyarakat masih belum memahami terkait kemudahan akses, keamanan serta biaya yang dibebankan pada saat melakukan transaksi.

Pengaruh Presepsi Kepercayaan Terhadap Rendahnya Keputusan Menggunakan Transaksi Non Tunai

Presepsi kepercayaan merupakan pandangan seseorang terhadap apa yang diyakini pada sebuah produk atau layanan. Jika seseorang memiliki rasa percaya yang rendah terhadap transaksi non tunai, maka kemungkinan besar ia akan merasa ragu dan tidak yakin untuk menggunakannya. Demikian pula sebaliknya jika seseorang memiliki rasa percaya yang tinggi terhadap transaksi non tunai, maka kemungkinan besar ia akan yakin untuk menggunakannya.

Rendahnya penggunaan transaksi non tunai di Kota Timika disebabkan karena masyarakat masih kurang percaya dengan bebagai aspek dari transaksi non tunai seperti aspek keamanan. Pengalaman dan cerita dari orang lain yang kurang baik tentang transaksi non tunai menyebabkan kurangnya rasa percaya masyarakat terhadap transaksi non tunai sehingga lebih memilih menggunakan transaksi tunai. Selain itu kebiasaan masyarakat yang selalu menggunakan uang tunai dalam bertransaksi menyebabkan masyarakat lebih percaya melakukan transaksi secara tunai dari pada non tunai.

 

Kesimpulan

Dari hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel persepsi kemudahan, presepsi kemanfaatan dan kepercayaan terhadap rendahnya keputusan masyarakat dalam menggunakan transaksi non tunai. Ketiga faktor ini menjadi penyebab rendahnya penggunaan transaksi non tunai di Kota Timika


 

BIBLIOGRAFI

 

Achmad, Siti Nurdhifa Birizqin. (2020). Implementasi Technologhy Acceptance Model dalam Mengevaluasi Perilaku Konsumen Pengguna Aplikasi LinkAja Syariah pada Bank BNI Syariah. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

 

Amalia, Siti Nur Annisa. (2018). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Individu Terhadap Financial Technology (Fintech) Syariah (Paytren) Sebagai Salah Satu Alat Transaksi Pembayaran (PendekatanTechnology Acceptance Model (TAM) dan Theory Of Planned Behavior (TPB). Iqtishaduna, 9(1), 64–79.

 

Amin, Muhammad, Muta’ali, Abdul, & Nafis, M. Cholil. (2020). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat calon jemaah haji DKI Jakarta dan Jawa Barat untuk menggunakan layanan transaksi nontunai.

 

Badarudin, Ade Nanda Rahmat. (2019). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa di Yogyakarta dalam Menggunakan Uang Elektronik (E-Money). STIE YKPN.

 

Khakim, Abdul. (2018). Pengaruh Persepsi Kemudahan, Persepsi Kemanfaatan Dan Kelompok Referensi Terhadap Penggunaan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (Apmk)(Studi Kasus Masyarakat Kabupaten Grobogan). IAIN SALATIGA.

 

Khoiriah, Zulfa, & Nasution, M. Irwan Padli. (2023). Perkembangan Perbankkan Syariah di era Ekonomi Digital. Economic Reviews Journal, 2(2), 172–180.

 

Lintangsari, Nastiti Ninda, Hidayati, Nisaulfathona, Purnamasari, Yeni, Carolina, Hilda, & Ramadhan, Wiangga Febranto. (2018). Analisis pengaruh instrumen pembayaran non-tunai terhadap stabilitas sistem keuangan di Indonesia. Jurnal Dinamika Ekonomi Pembangunan, 1(1), 47–62.

 

Mukti, Muhammad Sugih. (2019). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa terhadap penggunaan uang elektronik (studi pada mahasiswa Jurusan Tadris IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta). Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

 

Novendra, Bayu, & Aulianisa, Sarah Safira. (2020). Konsep Dan Perbandingan Buy Now, Pay Later Dengan Kredit Perbankan Di Indonesia: Sebuah Keniscayaan Di Era Digital Dan Teknologi. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 9(2), 183.

 

Nursari, Ayu. (2019). Pengaruh Pembayaran Non Tunai Terhadap Jumlah Uang Yang Diminta Masyarakat (M1) Dan Perekonomian. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 8(3), 285–306.

 

Rahmi, Shintia Zulia. (2021). Analisis Pengaruh Penggunaan Instrumen Pembayaran Non Tunai Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2009-2019. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, 9(2).

 

Rif’ah, Sifwatir. (2019). Fenomena Cashless Society Di Era Milenial Dalam Perspektif Islam. Al-Musthofa: Journal of Sharia Economics, 2(1), 1–14.

 

Sapitri, Meli. (2021). Hubungan pembayaran nontunai dengan tingkat korupsi di Indonesia. IAIN Padangsidimpuan.

 

Setiani, Rahayu. (2018). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Alat Pembayaran Non Tunai (Studi di Kota Purbalingga).

 

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Yogyakarta: Alfabeta, Bandung.

 

Winarto, Wahid Wachyu Adi. (2020). Peran Fintech dalam Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Jesya (Jurnal Ekonomi Dan Ekonomi Syariah), 3(1), 61–73. https://doi.org/https://doi.org/10.36778/jesya.v3i1.132

 

Copyright holder:

Stepanus Sandy, Aryati Arfah, Baharuddin Semmaila, Baso Amang, Arifin (2023)

 

First publication right:

Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

 

This article is licensed under: