Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia p–ISSN: 2541-0849

 e-ISSN: 2548-1398

 Vol. 6, No. 6, Juni 2021

 

TUNJANGAN SERTIFIKASI DAN MOTIVASI MENGAJAR TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU DI SMKN 1 CIREBON

 

Mahfud

Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA) Invada Cirebon, Jawa Barat, Indonesia

Email: pamahfud@yahoo.com

 

Abstract

Schools are very complex institutions. In his direction, not only from there that beransa, but from the process that edern in it. As a complex institution, the school will not be good either by itself, but with the process on its behalf. This research is a hope for teachers certification allowance and role of teachers in SMKN 1 Kedawung.  Which method in this study is descriptively verificative. The results of eduksan research, the allowance to give certification of self-certification well from the results of teaching teachers SMKN 1 Cirebon by 19.5%. The Apprentice teacher gave a positive style to the Teaching Role Teacher of SMKN 1 Cirebon by 35.4%. Certification allowance gives good results to teachers teaching SMKN 1 Cirebon by 12.9%. Certification allowance and the role of yoga teaching together give good to the Role of Teaching Teachers SMKN 1 Cirebon by 41.4%.

 

Keywords:  certificate allowance; teaching performance; teacher

 

Abstrak

Sekolah merupakan institusi sangat  kompleks. Kompleksitas tersebut, bukan saja dari masukannya yang bervariasi, melainkan dari proses pembelajaran yang diselenggarakan di dalamnya. Sebagai institusi yang kompleks, sekolah tidak akan menjadi baik dengan sendirinya, melainkan dengan proses peningkatan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi tunjangan sertifikasi dan motivasi mengajar guru terhadap kinerja mengajar guru di SMKN 1 Kedawung.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif verifikatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tunjangan sertifikasi memberi kontribusi positif terhadap kinerja mengajar Guru SMKN 1 Cirebon sebesar 19,5%. Motivasi mengajar guru memberi kontribusi positif terhadap kinerja mengajar Guru SMKN 1 Cirebon sebesar 35,4%. Tunjangan sertifikasi memberi kontribusi positif  terhadap motivasi mengajar guru SMKN 1 Cirebon sebesar 12,9%. Tunjangan sertifikasi dan motivasi mengajar secara bersama memberi kontribusi positif terhadap kinerja mengajar Guru SMKN 1 Cirebon sebesar 41,4%.

 

Kata Kunci: tunjangan sertifikat; kinerja mengajar; guru

 

Pendahuluan

Sekolah merupakan institusi sangat  kompleks. Kompleksitas tersebut bukan saja dari masukannya yang bervariasi, melainkan dari proses pembelajaran yang diselenggarakan di dalamnya. Sebagai institusi yang kompleks, sekolah tidak akan menjadi baik dengan sendirinya, melainkan dengan proses peningkatan tertentu (Interaksi, 2016).

Proses peningkatan mutu pendidikan berbasis sekolah memerlukan guru baik secara individu maupun kolaboratif untuk dapat melakukan sesuatu, mengubah suatu kondisi agar pendidikan, dan pembelajaran menjadi lebih berkualitas (Abdul Aziz Hasibuan, Syah, & Marzuki, 2018). Untuk mencapai pendidikan dan pembelajaran yang berkualitas suatu lembaga pendidikan sebagai suatu sistem dipengaruhi oleh berbagai komponen, antara lain program kegiatan pembelajaran, siswa, sarana dan prasarana pembelajaran, dana, lingkungan masyarakat, kepemimpinan kepala sekolah, dan faktor guru (Hamalik, 2002).

Semua komponen yang teridentifikasi di atas kurang berarti bagi terjadinya perolehan pengalaman belajar maksimal bagi peserta didik bilamana tidak didukung oleh keberadaan guru yang profesional, punya komitmen, motivasi, dan kinerja yang baik dalam pelaksanaan tugasnya (Irnawati, 2019).

Kinerja guru tidaklah berdiri sendiri, ia akan terkait pada keadaan dan kemampuan dirinya dan juga diwarnai oleh lingkungan di sekitarnya. Dua hal tersebut diidentifikasi sebagai faktor internal dan eksternal yang diduga berpengaruh terhadap kinerja guru (Mulyasa & Profesional, 2005). Indikator dari faktor internal ini dapat dilihat dari tingkat pendidikan, motivasi, kepuasan kerja, komitmen, etos kerja, dan keluarga. Sementara indikator dari faktor eksternal dapat dilihat dari tingkat penghasilan, fasilitas, iklim kerja, hubungan antar manusia, dan kepemimpinan (Sudarsana, 2016).

Menurut hemat penulis bahwa kompensasi finansial yang diterima pegawai di Indonesia termasuk guru di Kota Cirebon pada saat ini masih kurang mencukupi untuk bisa menutupi kebutuhan hidup guru dan keluarganya secara layak, sehingga masih ada guru yang belum terkonsentrasi penuh terhadap tugasnya (Priansa, 2014). Masih ada guru yang mencari tambahan luar setelah jam kerja dan bahkan ada kasus guru yang meninggalkan tugas pada jam kerja untuk mencari tambahan pendapatan (Prasetyo, 2018).

Fenomena yang terjadi di lapangan berbeda dengan yang diharapkan. Hasil pengamatan penulis di lapangan menunjukkan bahwa kesejahteraan guru di wilayah Cirebon masih memprihatinkan, jika tidak dikatakan mengkhawatirkan motivasi mengajar dan kinerja mengajar guru masih kurang optimal, hal ini terlihat dari gejala-gejala sebagai berikut:

1.    Kinerja mengajar guru

2.    Tunjangan Sertifikasi

3.    Motivasi mengajar

Fenomena di atas mengandung arti bahwa pengelolaan proses belajar mengajar, pengembangan diri guru, motivasi mengajar, kinerja mengajar guru masih perlu ditingkatkan mutunya. Untuk itu pembinaan terhadap kerja guru harus secara continue dilakukan. Faktor kompensasi yang diberikan sebagai balas jasa dan motivasi mengajar perlu diperhatikan apabila ingin meningkatkan kinerja mengajar guru.

Faktor kontribusi kompensasi khususnya tunjangan sertifikasi guru dan motivasi mengajar terhadap kinerja mengajar guru menarik untuk diteliti, maka penulis memberikan judul tesis ini “Tunjangan Sertifikasi dan Motivasi Mengajar terhadap Kinerja Mengajar Guru di SMKN 1 Cirebon.

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi tunjangan sertifikasi dan motivasi mengajar guru terhadap kinerja mengajar guru di SMKN 1 Kedawung. Tujuan umum ini dirinci menjadi tujuan yang lebih khusus, yaitu untuk mengetahui:

1.    Untuk mengetahui pengaruh tunjangan sertifikasi Guru terhadap kinerja mengajar guru SMKN 1 Cirebon

2.    Untuk mengetahui pengaruh motivasi mengajar guru  terhadap kinerja mengajar guru di SMKN 1 Cirebon

3.    Untuk mengetahui tunjangan sertifikasi guru terhadap kinerja memgahar guru di SMKN 1 Cirebon.

4.    Untuk mengetahui pengaruh tunjangan sertifikasi dan motivasi mengajar guru secara bersama-sama terhadap kinerja mengajar guru SMKN 1 Kedawung.

 

Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif verifikatif. Metode deskriptif digunakan untuk melakukan hubungan antar variabel, menguji hipotesis, mengembangkan generalisasi, dan mengembangkan teori yang memiliki validitas universal. Kajian penelitian ini menitik beratkan pada kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat dengan teknik analisis data statistik inferensial.

Melalui penerapan metode penelitian deskriptif, diharapkan dapat diperoleh informasi yang tepat dan gambaran yang lengkap mengenai permasalahan yang diteliti. Penggunaan metode deskriptif dan statistik inferensial, dengan alasan bahwa metode ini dianggap relevan untuk menganalisis peristiwa-peristiwa yang terjadi pada saat penelitian berlangsung dengan cara mengukur indikator-indikator variabel penelitian dengan parameter dan teknik pengukuran statistik, sehingga diperoleh gambaran data tentang pola hubungan di antara variabel-variabel yang diukur (Sholikhah, 2016).

Populasi dalam penelitian ini adalah guru-guru di SMKN 1 Cirebon 52 guru yang sudah bersertifikasi dan 78 yang belum bersertifikasi. Jumlah populasi 130 orang dan sampel 97 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan cara simple random sampling yaitu cara pengambilan sampel dari anggota populasi dengan menggunakan acak tanpa memperhatikan strata dalam anggota populasi tersebut. Hal ini dilakukan karena anggota populasi dianggap homogen. Penggunaan teknik ini memberi peluang yang sama kepada setiap guru untuk dijadikan anggota sampel (Kuswaroh & Setyowati, 2013).

 

 

 

 

Tabel 1

Jumlah Populasi dan Sampel

No

Nama

Jumlah Populasi

Jumlah sampel

Ket

1.

Guru

52

52

Sertifikasi

2.

Guru Kelas X

20

15

Belum sertifikasi

3.

Guru Kelas XI

20

15

Belum sertifikasi

4.

Guru Kelas XII

38

15

Belum sertifikasi

 

Jumlah

130

97

 

Sumber: Data Tata Usaha SMKN 1 Cirebon

 

Koesioner dikembangkan dengan mengacu kepada teori yang mendasarinya. Dari teori disusun kisi-kisi atau rancangan instrumen yang selanjutnya dijabarkan ke dalam item pernyataan (Nasution, 2014).

 

Tabel 2

Kisi-Kisi Instrumen Uji Coba

Variabel

Sub Variabel

Indikator

Jumlah Item

Nomor

Butir

Tunjangan Sertifikasi

 

 

 

 

 

 

Motivasi Mengajar

 

 

 

 

 

Kinerja Mengajar

a.   Kepuasaan

 

b.  Kesempatan pengembangan diri

c.   Fasilitas yang didapat

a.Tanggung jawab

b.  Minat terhadap tugas

 

 

c.   Penghargaan terhadap tugas

a.   Perencanaan per semester

 

 

 

b.  Pelaksanaan per semester

 

 

 

 

c.   Evaluasi per semester

 

d.Administrasi kelas

 

 

 

e.Membimbing Ekstrakurikuler

 

1) Layak

2) Adil

1) Pendidikan dan latihan

 

1)  Moneter

2)  Non Moneter

1).  Melaksanakan tugas dengan baik

2).  Mengembangkan kemampuannya

1).  Menguasai keterampilan mengajar

2).  Tekun dalam melaksanakan tugas

3).  Usaha meningkatkan kualitas pekerjaan

1).  Bangga terhadap hasil kerja

2).  Harapan terhadap hasil kerja

1).  Program Semester

2).  Program Persiapan Mengajar/silabus

3).  Program Rencana Pelajaran

4).  Mengkaji dan mempelajari mata pelajaran yang diajarkan

1).  Materi pokok yang diselesaikan

2).  Sumber belajar

3).  Penggunaan metode

4).  Alat peraga dan media

5).  Upaya pemecahan masalah siswa

6).                Remedial dan pengayaan

1).  Tes formatif

2).  Tes sumatif

3).  Analisis hasil belajar

1).  Absensi

2).  Tata tertib

3).  Daftar nilai kelas

4).  Inventaris kelas

5).  Arsip kelas

6).  Laporan

1). Menyusun program

2). Melaksanakan

3). Kerjasama

6

7

10

 

 

3

9

5

7

3

4

4

 

5

7

2

1

1

2

 

2

2

2

2

3

3

2

1

2

1

1

1

1

1

1

1

2

1

1-6

7-13

14-24

 

 

25-27

28-30

1-5

6-12

13-15

16-19

20-23

 

24-28

29-30

1-2

5

6

3,4

 

8,9

10,27

11,12

7,14

13,15,26

21,22

17,23

16

18,19

24

25

20

26

27

28

30

31

32

Sumber data: Tunjangan Sertifikasi (Sinungan, 2018), motivasi : (Yusuf Firdaus Hasibuan, 2009), kinerja mengajar : (Ho & Kuo, 2009)

 

Uji coba instrumen penelitian ini dilakukan kepada 15 responden yang tidak termasuk sampel dari populasi, yaitu guru dan siswa SMKN 1 Cirebon. Responden untuk uji coba instrumen ditetapkan dengan pertimbangan bahwa ke 15 guru tersebut memiliki karakteristik yang relatif sama dengan subjek penelitian sesungguhnya dalam hal permasalahan yang dihadapi guru dalam menjalankan tugasnya mengajar.

 

Hasil dan Pembahasan

Hasil penelitian dikelompokkan atas empat bagian, yaitu analisis data, deskripsi data, uji persyaratan analisis, dan pengujian hipotesis penelitian.

1.    Analisis Data

Analisis data merupakan upaya menyelidiki secara mendalam tentang data yang berhasil diperoleh peneliti selama penelitian berlangsung, sehingga akan diketahui makna dan keadaan yang sebenarnya dari apa yang telah diteliti (Sahertian, 2012). Proses analisis data ini dilakukan sebagai berikut:

a.    Seleksi Data

Kegiatan seleksi data ini membahas mengenai lengkap tidaknya koesioner yang di sebar dan cara pengisian jawaban (Rijali, 2019). Kesimpulan yang diperoleh bahwa koesioner memenuhi ketentuan yang ditetapkan sehingga dapat diolah lebih lanjut ke tahap berikutnya. Hasil kegiatan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.

 

Tabel 3

Hasil Seleksi Data

Variabel Penelitian

Sumber Data

Jumlah Angket

Disebar

Kembali

Tidak dapat diolah

Diolah

1. Tunjangan Sertifikasi 

2. Motivasi Mengajar

3. Kinerja Mengajar

Guru

Guru

Guru

97

97

97

97

97

97

-

-

-

97

97

97

Sumber: Data Tata Usaha SMKN 1 Cirebon

 Berdasarkan tabel 3, dapat diketahui bahwa semua angket yang disebar dapat terkumpul kembali sehingga dapat dilakukan kegiatan tahapan berikut:

1.    Tabulasi Data

Kegiatan ini memberi skor pada setiap alternatif jawaban yang diberikan oleh responden sesuai dengan bobot nilai yang telah ditetapkan. Setiap pernyataan dalam setiap variabel memiliki kriteria lima jawaban dengan ketentuan untuk pernyataan positif, skor 1 untuk jawaban sangat tidak setuju, skor 2 untuk jawaban tidak setuju, skor 3 untuk jawaban tidak tahu, skor 4 untuk skor setuju, dan skor 5 untuk jawaban sangat setuju. Sedangkan untuk pernyataan negatif, skor 5 untuk jawaban sangat tidak setuju, skor 4 untuk jawaban tidak setuju, skor 3 untuk jawaban tidak tahu, skor 2 untuk jawaban setuju, dan skor 1 untuk jawaban sangat setuju.

2.    Deskripsi Data

Analisis deskriptif ini digunakan untuk mempresentasikan data secara lebih ringkas, sederhana dan lebih mudah dimengerti. Perhitungan persentase rata-rata dari setiap variabel bertujuan untuk mengetahui kecenderungan umum jawaban responden terhadap variabel penelitian (Priansa, 2014).

3.    Transformasi Data Ordinal ke Data Interval

Sebelum dilakukan analisa data lebih lanjut, dalam analisa statistik parametrik berlaku tradisi bahwa skala pengukuran sekurang-kurangnya datanya dalam bentuk interval, sedangkan data yang didapat dilapangan masih berbentuk data skala ordinal (Pandji & Sri, 2010). Agar analisis dapat dilanjutkan, maka skala pengukuran ordinal harus ditransformasikan ke skala interval dengan menggunakan MSI (Method of Successive Interval).

 

Tabel 4

Proses Transformasi Data Dari Data Ordinal ke Data Interval untuk Variabel Kinerja Mengajar Guru

No. Item Pernyataan

Butir Pilihan Pernyataan

Jumlah

1

2

3

4

5

               1              

0

2

0

60

35

97

               2              

0

0

0

63

34

97

               3              

0

0

0

65

32

97

               4              

2

2

8

64

21

97

               5              

0

0

4

59

34

97

               6              

0

6

0

61

30

97

               7              

0

0

0

64

33

97

               8              

0

2

1

58

36

97

               9              

0

0

0

67

30

97

             10            

0

0

0

54

43

97

             11            

0

6

2

51

38

97

             12            

0

0

0

63

34

97

             13            

0

0

2

55

40

97

             14            

0

0

0

61

36

97

             15            

0

6

2

69

20

97

             16            

0

4

0

70

23

97

             17            

0

2

0

79

16

97

             18            

0

0

0

46

51

97

             19            

0

2

0

72

23

97

             20            

0

26

2

56

13

97

             21            

0

6

0

71

20

97

             22            

0

2

0

74

21

97

             23            

0

22

2

58

15

97

             24            

2

12

0

43

40

97

             25            

0

0

0

59

38

97

             26            

0

2

2

65

28

97

             27            

0

0

2

71

24

97

             28            

0

5

4

70

18

97

             29            

0

4

2

70

21

97

             30            

0

8

6

74

9

97

             31            

0

8

6

61

22

97

             32            

0

3

6

73

15

97

Frekuensi

4

130

51

2026

893

3104

Proporsi

0.0013

0.0419

0.0164

0.6527

0.2877

 

Proporsi Kumulatif

0.0013

0.0443

0.0596

0.7123

1.00

 

Zi

-3.01

-1.72

-1.56

0.56

 

Densitas

0.0043

0.0909

0.1182

0.341

0

 

Scale Value

-3.34

-2.07

-1.66

-0.34

1.18

 

Skala Baru

1.00

2.27

2.68

4.00

5.52

 

Sumber: Data Hasil Sebaran Kuisioner

 

b.    Deskripsi Data Variabel Kinerja Mengajar Guru

Deskripsi skor variabel kinerja mengajar guru dari 32 pernyataan berskala nilai 1-5 dan 97 orang responden menyebar dari skor terendah 113,64 dan tertinggi 173,45 dengan rata-rata 138,355, median 137,01, modus 130,91, dan simpangan baku (standar deviasi) sebesar 12,16 (Mariah & Sa’ud, 2013).

Hasil perhitungan rata-rata skor dan median kelihatannya tidak jauh berbeda, hal ini merupakan indikasi bahwa penyebaran skor data variabel kinerja mengajar guru berdistribusi normal, dengan perolehan skor maksimal 78% (skor maksimal yang diperoleh 13.420,42 dibagi skor maksimal ideal yang diharapkan = 17.134,08). Perhitungan distribusi frekuensi variabel kinerja mengajar guru disajikan pada tabel dan gambar di bawah ini.

 

 

 

 

 

Tabel 5

Distribusi Frekuensi Skor Kinerja Mengajar Guru

No

Kelas Interval

Nilai Tengah

f(A)

f(R)

f(KA)

f(KR)

1

2

3

4

5

6

7

8

113,64-120,64

121,64-128,64

129,64-136,64

137,64-144,64

145,64-152,64

153,64-160,64

161,64-168,64

169,64-176,64

117,14

125,14

133,14

141,14

149,14

157,14

165,14

173,14

5

16

27

27

8

9

4

1

5,15

16,49

27,84

27,84

8,25

9,28

4,12

1,03

5

21

48

75

83

92

96

97

5,15

21,64

49,48

77,32

85,57

94,85

98,97

100

 

Jumlah

-

97

100

-

-

Sumber: Data hasil sebaran kuisioner

 

Gambar 1

Histogram Skor Variabel Kinerja Mengajar Guru

 

c.    Deskripsi Data Variabel Tunjangan Sertifikasi

Deskripsi skor variabel tunjangan sertifikasi dari 30 pernyataan berskala nilai 1-5 dan 97 orang responden menyebar dari skor terendah 72 dan tertinggi 120,09 dengan rata-rata 91,227, median 92,27, modus 72, dan simpangan baku sebesar 10,51. Melihat angka yang dicapai, variabel ini berada pada kategori cukup. Artinya tunjangan sertifikasi oleh pemerintah pusat dan pihak sekolah kepada guru SMKN 1 Cirebon dinilai dapat mencukupi, meskipun masih belum pada apa yang diharapkan oleh guru. Perhitungan distribusi frekuensi data skor variabel tunjangan sertifikasi dan rangkumannya disajikan pada tabel dan gambar di bawah ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 6

Distribusi Frekuensi Skor Tunjangan Sertifikasi

No

Kelas Interval

Nilai Tengah

f(A)

f(R)

f(KA)

f(KR)

1

2

3

4

5

6

7

72 - 78

79 - 85

86 - 92

93 - 99

100 - 106

107 - 113

114 - 120

75

82

89

96

103

110

117

11

23

20

24

14

2

3

11,34

23,7

20,6

24,74

14,43

2,1

3,1

11

34

54

78

92

94

97

11,34

35,04

55,64

80,38

94,81

96,91

100

 

Jumlah

-

97

100

-

-

Sumber: Data Hasil Sebaran Kuisioner

Gambar 2

Histogram Skor Variabel Tunjangan Sertifikasi

 

d.    Deskripsi Data Variabel Motivasi Mengajar Guru

Deskripsi skor variabel motivasi mengajar guru dari 30 pernyataan berskala nilai 1-5 dan 97 orang responden menyebar dari skor terendah 79,99 dan tertinggi 131,49 dengan rata-rata 106,872, median 108,21, modus 110,61, dan simpangan baku sebesar 10,99.

Hasil perhitungan distribusi frekuensi data skor variabel motivasi mengajar guru disajikan pada tabel dan gambar di bawah ini.

 

Tabel 7

Distribusi Frekuensi Skor Motivasi Mengajar Guru

No

Kelas Interval

Nilai Tengah

f(A)

f(R)

f(KA)

f(KR)

1

2

3

4

5

6

7

79,99-86,99

87,99-94,99

95,99-102,99

103,99-110,99

111,99-118,99

119,99-126,99

127,99-134,99

83,49

91,49

99,49

107,49

115,49

123,49

131,49

5

12

21

25

20

13

1

5,15

12,37

21,65

25,78

20,62

13,4

1,03

5

17

38

63

83

96

97

5,15

17,52

39,17

64,95

85,57

98,97

100

 

Jumlah

-

97

100

-

-

Sumber: Data Hasil Sebaran Kuisioner

Gambar 3

Histogram Skor Variabel Motivasi Mengajar Guru

 

Keterangan: F(A)          : Frekuensi Absolut

                     F(R)          : Frekuensi Relatif

                     F(KA)       : Frekwensi Kumulatif Absolut

                     F(KR)        : Frekwensi Kumulatif Relatif

Untuk memperoleh gambaran lebih lengkap tentang perolehan skor dan klasifikasinya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

 

Tabel 8

Rangkuman Perolehan Skor dan Klasifikasinya

Variabel

 

SMaI

SMaP

Klasifikasi Perolehan Skor

Kinerja Mengajar

17137,08

13.420,42

Cukup

Tunjangan Sertifikasi

11.989,2

8.849,03

Cukup

Motivasi Mengajar

13153,2

10.366,57

Cukup

Sumber: Data Hasil Sebaran Kuisioner

 

Keterangan:

SMaI      : Skor maksimal ideal. Untuk kinerja mengajar = 5,52 x 32 x 97 = 17137,08. (5,52 skor tertinggi skala item, 32 jumlah butir item, 97 jumlah responden).

SmaP     : Skor Maksimal yang diperoleh.

2.    Pengujian Persyaratan Analisis

a.    Uji Homogenitas

Menggunakan program SPSS versi 11 dan Test of Homogeneity of Variances, diperoleh nilai-nilai sebagai berikut:

 

Tabel 9

Hasil Uji Homogenitas Variansi

Variabel

Levene Statistic

df 1

df 2

Sig.

Insentif dan Kinerja Mengajar

0,960

1

192

0,328

Motivasi dan Kinerja Mengajar

0,138

1

192

0,711

Sumber: Data Hasil Sebaran Kuisioner

 

Dasar pengambilan keputusan bila nilai Fhitung < Ftabel atau Asymtop Signifikansi > 0,05, maka data homogen.

b.    Uji Normalitas

Perhitungan uji normalitas data menggunakan program SPSS versi 11 dan uji One Sample Kolmogorov Smirnov Test. Hasil pengujian diperoleh nilai-nilai sebagai berikut:

Tabel 10

Data Uji Normalitas Hasil Penelitian

 

Insentif

Motivasi

Kinerja

N

Normal Parametersa.b  Mean

Std. Deviation

Most Extreme             Absolute

Diffrences                   Positive

                                    Negative

Kolmogorov-Smirnov Z

Asymp. Sig. (2-tailed)                             

97

91.2271

10.50603

.086

.086

-.070

.843

.476

97

106.8719

10.98594

.083

.061

-.083

.813

.522

97

138.3548

12.15928

.121

.121

-.067

1.189

.118

a. Test distribution is Normal

b. Calculated from data

Sumber: Data Hasil Sebaran Kuisioner

 

Dasar pengambilan keputusan: Z hitung < Z tabel atau bila probabilitas (Asymp. Sig. 2-tailed) > 0,05, maka data berdistibusi normal.

c.    Uji Linieritas

1)   Uji Linieritas Regresi Variabel X1 atas Y

Hasil uji linieritas regresi variabel X1 atas variabel Y dapat dilihat pada lampiran delapan dan rangkumannya pada tabel 11.

 

Tabel 11

Uji Linieritas Regresi Variabel X1 atas Y

Sumber Variasi

df

Sum of Square

Mean of Square

F hitung

F tabel

Tuna cocok

84

7504,69

89,34

0,251

1,91

Kekeliruan

11

3919,89

356,354

Sumber: Data Hasil Sebaran Kuisioner

 

2)   Uji Linieritas Regresi Variabel X2 atas Y

Hasil uji linieritas regresi variabel X2 atas variabel Y dapat dilihat pada lampiran delapan dan rangkumannya pada tabel di bawah ini.

 

Tabel 12

Uji Linieritas Regresi Variabel X2 atas Y

 Sumber Variasi

df

Sum of Square

Mean of Square

F hitung

F tabel

Tuna cocok

84

2966,26

54,93

0,363

1,81

Kekeliruan

11

6197,59

151,16

Sumber: Data Hasil Sebaran Kuisioner

Dasar pengambilan keputusan bila F hitung  F tabel berarti data berpola Linier. Tabel 12 menunjukkan F hitung sebesar 0,363 < F tabel (1,81), berarti data variabel motivasi mengajar dan kinerja mengajar guru berpola linier.

d.    Uji Korelasi antar Variabel

Uji korelasi antar variabel dilakukan untuk melihat ada tidaknya hubungan secara signifikan antara variabel. Uji ini dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 11 dan secara manual.

e.    Menguji Hipotesis Penelitian 

1)   Hipotesis pertama, tunjangan sertifikasi memberikan kontribusi yang positif dan signifikan terhadap motivasi mengajar guru

Uji Hipotesis: Ho: tunjangan sertifikasi tidak memberikan kontribusi yang positif dan signifikan terhadap motivasi mengajar guru

Hasil analisis hubungan dan besarnya sumbangan variabel tunjangan sertifikasi terhadap variabel motivasi mengajar guru dapat dilihat pada rangkuman tabel di bawah ini.

 

   Tabel 13

Korelasi Tunjangan Sertifikasi dan Motivasi Mengajar Guru

Korelasi

Koefisien Korelasi

Koefisien Determinasi (r2)

N

t hitung

Sig.

p

0,360

0,129

97

7,895

0,000

0,05

Sumber: Data Hasil Sebaran Kuisioner

 

Hasil analisis regresi terdapat pada lampiran sepuluh dan hasil uji signifikansi pada tabel di bawah ini.

 

Tabel 14

Ringkasan ANAVA untuk Uji Signifikansi

Sumber

JK

df

RJK

F hitung

Sig.

Regresi

Residu

1497,617

10088,718

1

95

1497,617

106,197

14.102

0,000

Total

11586,335

96

-

Sumber: Data Hasil Sebaran Kuisioner

 

2)   Hipotesis kedua, tunjangan sertifikasi memberikan kontribusi yang positif dan signifikan terhadap kinerja mengajar guru

Uji Hipotesis Ho: Tunjangan sertifikasi tidak memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja mengajar guru

Hasil analisis hubungan dan besarnya sumbangan variabel tunjangan sertifikasi terhadap variabel kinerja mengajar guru dapat dilihat pada rangkuman tabel di bawah ini.

 

 

 

Tabel 15

Korelasi Tunjangan Sertifikasi dan Kinerja Mengajar Guru

Korelasi

Koefisien Korelasi

Koefisien Determinasi ( r2 )

N

t hit

Sig.

p

0,442

0,195

97

9,375

0,00

0,05

Sumber: Data Hasil Sebaran Kuisioner

 

3)   Hipotesis ketiga, motivasi mengajar guru memberikan kontribusi yang positif dan signifikan terhadap kinerja mengajar guru

Uji Hipotesis Ho: Motivasi mengajar tidak memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja mengajar guru

Hasil analisis hubungan dan besarnya sumbangan variabel motivasi mengajar terhadap variabel kinerja mengajar guru dapat dilihat pada lampiran sepuluh dan rangkuman tabel 16.

 

Tabel  16

Korelasi Motivasi Mengajar dan Kinerja Mengajar Guru

Korelasi

Koefisien Korelasi

Koefisien Determinasi ( r2 )

N

t hitung

Sig.

p

0,595

0,354

97

6,932

0,000

0,05

Sumber: Data Hasil Sebaran Kuisioner

 

4)   Hipotesis keempat, tunjangan sertifikasi dan motivasi mengajar secara bersama-sama memberikan kontribusi yang positif dan signifikan terhadap kinerja mengajar guru

Uji Hipotesis Ho: Tunjangan Sertifikasi dan motivasi mengajar tidak memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja mengajar guru. Hasil analisis dapat dilihat pada lampiran sepuluh dan rangkumannya tabel di bawah ini.

Tabel  17

Korelasi Ganda dan Keberartian Koefisien Determinasi

Korelasi

Koefisien Korelasi

Koefisien Determinasi ( r2 )

N

F hit

Sig.

p

Ry12

0,643

0,414

97

33,183

0,000

0,05

Sumber: Data Hasil Sebaran Kuisioner

 

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasannya, dapat ditarik kesimpulan bahwa tunjangan Sertifikasi memberi kontribusi positif terhadap Kinerja Mengajar Guru SMKN 1 Cirebon sebesar 19,5%. Motivasi mengajar guru memberi kontribusi positif terhadap Kinerja Mengajar Guru SMKN 1 Cirebon sebesar 35,4%. Tunjangan sertifikasi memberi kontribusi positif  terhadap motivasi mengajar guru SMKN 1 Cirebon sebesar 12,9%. Tunjangan sertifikasi dan motivasi mengajar secara bersama memberi kontribusi positif terhadap Kinerja Mengajar Guru SMKN 1 Cirebon sebesar 41,4%.

BIBLIOGRAFI

 

Hamalik, Oemar. (2002). Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi. Bumi Aksara. Google Scholar

 

Hasibuan, Abdul Aziz, Syah, Darwyan, & Marzuki, Marzuki. (2018). Manajemen Pendidikan Karakter Di Sma. Tarbawi: Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan, 4(02), 191–212. Google Scholar

 

Hasibuan, Yusuf Firdaus. (2009). Pengaruh Pendidikan Dan Latihan Kaligrafi Lembaga Kaligrafi Al-Quran (Lemka) Terhadap Kemampuan Menulis Ayat-Ayat Al-Quran: Studi Kasus Di Pesantren Lemka Sukabumi. UIN jakarta, Repository, 1-157. Google Scholar

 

Ho, Li An, & Kuo, Tsung Hsien. (2009). Alternative Organisational Learning Therapy: An Empirical Case Study Using Behaviour And U Theory. The Australian Educational Researcher, 36(3), 105–124. Google Scholar

 

Interaksi, Sardiman. (2016). Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Google Scholar

 

Irnawati, Irmawati. (2019). Penerapan Supervisi Edukatif Kolaboratif Secara Periodik Untuk Meningkatkan Kinerja Guru Dalam Pembelajaran Di Smp Negeri 7 Medan Tahun Ajaran 2018-2019. Sabilarrasyad: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Kependidikan, 4(2), 134–146. Google Scholar

 

Kuswaroh, Siti, & Setyowati, Rr Nanik. (2013). Strategi Pengembangan Kepribadian Siswa Di Sman Olahraga Jawa Timur. Kajian Moral Dan Kewarganegaraan, 2(1), 412–426. Google Scholar

 

Mariah, Siti, & Sa’ud, Udin Syaefudin. (2013). Pengaruh Motivasi Dan Kinerja Pegawai Terhadap Kualitas Layanan Administrasi Akademik. Jurnal Administrasi Pendidikan, 17(1). Google Scholar

 

Mulyasa, Enco, & Profesional, Menjadi Guru. (2005). Menciptakan Pembelajaran Kreatif Dan Menyenangkan. Bandung: Remaja Rodaskarya. Google Scholar

 

Nasution, Ernawati. (2014). Motivasi Kerja Dalam Meningkatkan Produktivitas Kerja Pegawai Fakultas Dakwah Iain Ar-Raniry. Jurnal Al-Bayan: Media Kajian Dan Pengembangan Ilmu Dakwah, 20(1). Google Scholar

 

Pandji, Anoraga, & Sri, Suvati. (2010). Psikologi Industri Dan Sosial. Jakarta: PT. Dunia Pustaka Jaya. Google Scholar

 

Prasetyo, Muhammad Anggung Manumanoso. (2018). Peranan Perilaku Organisasi Dan Manajemen Strategi Dalam Meningkatkan Produktivitas Output Pendidikan. Idarah (Jurnal Pendidikan Dan Kependidikan), 2(1), 80–101. Google Scholar

 

Priansa, Donni Juni. (2014). Kinerja Dan Profesionalisme Guru. Bandung: Alfabeta. Google Scholar

 

Rijali, Ahmad. (2019). Analisis Data Kualitatif. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 81–95. Google Scholar

 

Sahertian, Olivia Laura. (2012). Pengaruh Budaya Korporat Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Pt. Bank Mandiri (Persero) Tbk Cabang Ambon. Jurnal Ilmiah Aset, 14(1), 31–39. Google Scholar

 

Sholikhah, Amirotun. (2016). Statistik Deskriptif Dalam Penelitian Kualitatif. Komunika: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 10(2), 342–362. Google Scholar

 

Sinungan, Muchdarsyah. (2018). Produktivitas Apa Dan Bagaimana. Jakarta: Bumi Aksara. Google Scholar

 

Sudarsana, I. Ketut. (2016). Peningkatan Mutu Pendidikan Luar Sekolah Dalam Upaya Pembangunan Sumber Daya Manusia. Jurnal Penjaminan Mutu, 1(1), 1–14. Google Scholar

 

 

Copyright holder:

Mahfud (2021)

 

First publication right:

Journal Syntax Literate

 

This article is licensed under: